Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Atanasius

Selasa, 2 Mei 2034· Putih · Pekan Psalterium IV
2 Mei 2034

Bacaan Misa

S. Atanasius
Bacaan Pertama

Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Mazmur Tanggapan

Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela
Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

Bacaan Injil

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

Invitatorium

S. Atanasius

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.

Ibadat Bacaan

S. Atanasius

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Datanglah, Roh Kudus, Pencipta yang Mahamulia,

Dan dalam hati kami bersemayamlah;

Datanglah dengan rahmat dan pertolongan surgawi-Mu,

Untuk memenuhi hati yang telah Kauciptakan,

Untuk memenuhi hati yang telah Kauciptakan.

Ya Penghibur yang Terberkati, kepada-Mu kami berseru,

Anugerah surgawi dari Allah yang Mahatinggi;

Engkau sumber kehidupan dan api cinta,

Dan urapan manis dari atas,

Dan urapan manis dari atas.

Terpujilah Engkau, Bapa dan Putra,

Dan Roh Kudus, Tiga dalam satu;

Dan semoga Putra menganugerahkan kepada kami

Karunia-karunia yang mengalir dari Roh,

Karunia-karunia yang mengalir dari Roh.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku, alleluya.

Mazmur 101 (102)

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku berseru.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung pelikan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku terjaga dan mengerang

seperti burung kesepian di atas atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencemooh aku;

mereka yang membenciku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkatku dan menjatuhkanku.

Hari-hariku seperti bayangan yang lewat

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku, alleluya.

Antifon 2Perhatikanlah, Tuhan, doa orang-orang yang tak berdaya, alleluya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan tetap ada selama-lamanya

dan nama-Mu dari generasi ke generasi.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

karena inilah saatnya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

karena hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja di bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan menampakkan diri dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk generasi yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

karena Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar erangan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan bertahan di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat diumumkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk memberikan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPerhatikanlah, Tuhan, doa orang-orang yang tak berdaya, alleluya.

Antifon 3Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu, alleluya.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambil aku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari generasi ke generasi.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Semuanya akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Semuanya akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau hidup dalam hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau selalu menunjukkan kebesaran-Mu melalui karya-karya baik mereka.

AntifonEngkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kristus yang bangkit dari antara orang mati tidak akan mati lagi, alleluya.

Maut tidak lagi berkuasa atas-Nya, alleluya.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

14:1-13

Kemenangan Anak Domba
Aku, Yohanes, melihat dan tampaklah Anak Domba. Ia berdiri di atas Gunung Sion, dan bersama-Nya ada seratus empat puluh empat ribu orang yang pada dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Aku mendengar suara dari surga yang menyerupai deru air bah, atau guruh yang dahsyat; suara yang kudengar itu seperti melodi para pemetik kecapi yang memainkan kecapi mereka. Mereka menyanyikan nyanyian baru di hadapan takhta, di hadapan keempat makhluk hidup dan para tua-tua. Nyanyian ini tidak seorang pun dapat mempelajarinya kecuali seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari dunia. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah dicemari oleh percabulan dengan wanita. Mereka murni dan mengikuti Anak Domba ke mana pun Ia pergi. Mereka telah ditebus sebagai buah sulung umat manusia bagi Allah dan Anak Domba. Pada bibir mereka tidak ditemukan tipu daya; mereka memang tanpa cela.

Kemudian aku melihat malaikat lain terbang di tengah langit, pembawa kabar baik yang kekal kepada seluruh dunia, kepada setiap bangsa dan suku, bahasa dan kaum. Ia berkata dengan suara nyaring: “Hormatilah Allah dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya, karena saat-Nya telah tiba untuk duduk dalam penghakiman. Sembahlah Pencipta langit dan bumi, Pencipta laut dan mata air.”

Malaikat kedua mengikuti dan berseru:
“Telah roboh, telah roboh Babel yang besar,

yang telah membuat semua bangsa minum

anggur beracun dari percabulannya!”

Malaikat ketiga mengikuti yang lain dan berkata dengan suara nyaring: “Jika ada orang yang menyembah binatang itu atau patungnya, atau menerima tandanya pada dahinya atau tangannya, ia juga akan minum anggur murka Allah, yang dicurahkan penuh kekuatan ke dalam cawan kemarahan-Nya. Ia akan disiksa dalam belerang yang menyala di hadapan para malaikat kudus dan di hadapan Anak Domba, dan asap siksaan mereka akan naik selama-lamanya. Tidak akan ada kelegaan siang atau malam bagi mereka yang menyembah binatang itu atau patungnya atau menerima tanda namanya.” Inilah yang menopang orang-orang kudus, yang memelihara perintah-perintah Allah dan iman mereka kepada Yesus.

Aku mendengar suara dari surga berkata kepadaku: “Tulislah ini: Berbahagialah sekarang orang-orang mati yang mati dalam Tuhan!” Roh menambahkan, “Ya, mereka akan menemukan istirahat dari jerih lelah mereka, karena perbuatan baik mereka menyertai mereka.”

Responsorium Wahyu 14:7, 6, 7

Aku mendengar banyak malaikat di surga berseru:

Hormatilah Tuhan dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya, sembahlah Dia, karena Ia menciptakan langit dan bumi, laut dan semua sungai, alleluya.
Aku melihat malaikat Allah yang perkasa terbang di tengah langit; ia berseru dengan suara nyaring:

Hormatilah Tuhan dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya, sembahlah Dia, karena Ia menciptakan langit dan bumi, laut dan semua sungai, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Petrus Krisologus, uskup

Masing-masing kita dipanggil untuk menjadi kurban bagi Allah dan imam-Nya
Aku menasihati kamu demi belas kasihan Allah. Nasihat ini disampaikan oleh Paulus, atau lebih tepatnya, disampaikan oleh Allah melalui Paulus, karena keinginan Allah untuk dicintai daripada ditakuti, untuk menjadi Bapa daripada Tuhan. Allah menasihati kita dalam belas kasihan-Nya untuk menghindari harus menghukum kita dalam kekerasan-Nya.

Dengarkanlah nasihat Tuhan: Dalam Aku, Aku ingin kamu melihat tubuhmu sendiri, anggota-anggota tubuhmu, hatimu, tulang-tulangmu, darahmu. Kamu mungkin takut akan yang ilahi, tetapi mengapa tidak mencintai yang manusiawi? Kamu mungkin lari dari-Ku sebagai Tuhan, tetapi mengapa tidak lari kepada-Ku sebagai Bapamu? Mungkin kamu dipenuhi rasa malu karena menyebabkan penderitaan-Ku yang pahit. Jangan takut. Salib ini menimbulkan luka mematikan, bukan pada-Ku, tetapi pada kematian. Paku-paku ini tidak lagi menyakiti-Ku, tetapi hanya memperdalam cintamu kepada-Ku. Aku tidak berseru karena luka-luka ini, tetapi melalui luka-luka ini Aku menarikmu ke dalam hati-Ku. Tubuh-Ku direntangkan di salib sebagai simbol, bukan seberapa banyak Aku menderita, tetapi dari cinta-Ku yang merangkul segalanya. Aku tidak menganggapnya sebagai kerugian untuk menumpahkan darah-Ku: itu adalah harga yang telah Kubayar untuk penebusanmu. Datanglah, kembalilah kepada-Ku dan belajarlah mengenal-Ku sebagai Bapamu, yang membalas kebaikan dengan kejahatan, cinta dengan luka, dan kasih tanpa batas dengan luka yang menusuk.

Dengarkanlah sekarang apa yang Rasul desak kita lakukan. Aku menasihati kamu, katanya, untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai kurban yang hidup. Dengan nasihat ini, Paulus telah mengangkat semua orang ke status imamat.

Betapa menakjubkannya imamat orang Kristen, karena ia adalah korban yang dipersembahkan atas namanya sendiri, dan imam yang melakukan persembahan. Ia tidak perlu melampaui dirinya sendiri untuk mencari apa yang akan ia kurbankan kepada Allah: dengan dirinya sendiri dan di dalam dirinya sendiri ia membawa kurban yang akan ia persembahkan kepada Allah untuk dirinya sendiri. Korban tetap ada dan imam tetap ada, selalu satu dan sama. Dikurbankan, korban masih hidup: imam yang mengurbankan tidak dapat membunuh. Sungguh itu adalah kurban yang menakjubkan di mana tubuh dipersembahkan tanpa dibunuh dan darah dipersembahkan tanpa ditumpahkan.

Rasul berkata: Aku menasihati kamu demi belas kasihan Allah untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai kurban yang hidup. Saudara-saudari, kurban ini mengikuti pola kurban Kristus di mana Ia memberikan tubuh-Nya sebagai kurban hidup untuk kehidupan dunia. Ia benar-benar menjadikan tubuh-Nya kurban yang hidup, karena, meskipun dibunuh, Ia terus hidup. Dalam korban seperti itu kematian menerima tebusannya, tetapi korban tetap hidup. Kematian itu sendiri menderita hukuman. Inilah sebabnya mengapa kematian bagi para martir sebenarnya adalah kelahiran, dan akhir mereka adalah permulaan. Eksekusi mereka adalah pintu menuju kehidupan, dan mereka yang dianggap telah dihapus dari bumi bersinar cemerlang di surga.

Paulus berkata: Aku menasihati kamu demi belas kasihan Allah untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai kurban, yang hidup dan kudus. Nabi berkata hal yang sama: Kurban dan persembahan tidak Engkau inginkan, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku. Masing-masing kita dipanggil untuk menjadi kurban bagi Allah dan imam-Nya. Janganlah kehilangan apa yang otoritas ilahi anugerahkan kepadamu. Kenakanlah pakaian kekudusan, ikatlah dirimu dengan ikat pinggang kemurnian. Biarlah Kristus menjadi helmmu, biarlah salib di dahimu menjadi perlindunganmu yang tak pernah gagal. Perisai dadamu seharusnya adalah pengetahuan tentang Allah yang telah Ia berikan kepadamu. Teruslah membakar dupa doa yang harum. Ambillah pedang Roh. Biarlah hatimu menjadi mezbah. Kemudian, dengan keyakinan penuh kepada Allah, persembahkan tubuhmu untuk kurban. Allah tidak menginginkan kematian, tetapi iman; Allah tidak haus akan darah, tetapi penyerahan diri; Allah tidak ditenangkan oleh pembantaian, tetapi oleh persembahan kehendak bebasmu.

Responsorium Wahyu 5:9, 10

Layaklah Engkau, Tuhan, untuk mengambil kitab itu dan membuka meterai-meterainya, karena Engkau telah disembelih bagi kami.

Dengan darah-Mu Engkau telah membeli kami bagi Allah, alleluya.
Engkau telah menjadikan kami kerajaan imam-imam untuk melayani Allah kami.

Dengan darah-Mu Engkau telah membeli kami bagi Allah, alleluya.

Doa Penutup

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa, semoga,

dengan merayakan misteri Kebangkitan Tuhan,

kami layak menerima sukacita penebusan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Atanasius

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Guru abadi Kristus Tuhan kami
Satu-satunya guru bijaksana
Yang menyampaikan sabda kehidupan
Kepada insan.

Dengarkan kami Gembala sejati
S'moga Gereja Kauberi cahaya
Supaya rela menyiarkan warta
Kabar gembira.

Kauberi kami pujangga teruji
Yang menerangi budi serta hati
Supaya kami lebih menyelami
Kasih ilahi.

Semoga ia yang kini berpesta
Menghantar kami ke hidup yang suci
Hingga akhirnya kami bahagia
Di alam baka. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Barang siapa melakukan kehendak BapaKu akan masuk kerajaan surga, alleluya.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*
aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*
bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*
hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*
aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*
tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*
orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*
supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*
akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*
tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*
tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*
semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*
semua orang yang melakukan kejahatan.

Antifon 1Barang siapa melakukan kehendak BapaKu akan masuk kerajaan surga, alleluya.

Antifon 2Semoga para bangsa mengenal kasih setiaMu kepada kami, ya Tuhan, alleluya.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*
terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*
yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*
sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*
janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*
demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*
sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*
kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi atuapun penguasa,*
tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*
sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,+
bagaikan kurban domba dan lembu,*
bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*
sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*
dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Antifon 2Semoga para bangsa mengenal kasih setiaMu kepada kami, ya Tuhan, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Antifon 3Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.

Bacaan Singkat (Keb 7,13-14)

Aku telah mempelajari kebijaksanaan dengan tulus ikhlas dan mewartakannya dengan rela hati. Keluhurannya tidak kusembunyikan. Sebab kebijaksanaan itu amat berharga bagi manusia, dan orang yang memperolehnya menjadi sahabat Allah.

Lagu Singkat

℣.Kebijaksanaan orang suci,* Dikenangkan turun-temurun.℟.Kebijaksanaan.℣.Nama mereka harum selamanya.℟.Dikenangkan turun-temurun.℣.Kemuliaan.℟.Kebijaksanaan.

Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.

Doa Permohonan

Kristus, gembala yang baik, telah menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya. Marilah kita memuji Dia dan berdoa:

℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.

Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.

Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.

Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal, yang telah membangkitkan Uskup Santo Atanasius sebagai pembela ulung keilahian Putra-Mu, dengan belas kasihan anugerahkanlah, agar, bersukacita dalam ajaran-Nya dan perlindungan-Nya, kami tidak pernah berhenti bertumbuh dalam pengetahuan dan kasih akan Dikau. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Atanasius

SELASA — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Act 4, 11-12)

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Atanasius

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini, alleluya.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini, alleluya.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan, alleluya.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.

Bacaan singkat 1Tim 4,16

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah pengajaranmu. Bertekunlah di dalamnya. Sebab dengan berbuat demikian, engkau akan menyelamatkan dirimu dan para pendengarmu.

℣.Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah.℟.Sia-sialah para pembangun bekerja.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal, yang telah membangkitkan Uskup Santo Atanasius sebagai pembela ulung keilahian Putra-Mu, dengan belas kasihan anugerahkanlah, agar, bersukacita dalam ajaran-Nya dan perlindungan-Nya, kami tidak pernah berhenti bertumbuh dalam pengetahuan dan kasih akan Dikau. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Atanasius

SELASA — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 1-2)

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Atanasius

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Ya Kristus surya abadi
Engkau sudi menerangi
Budi serta hati kami
Dengan cahaya sejati.

Engkau mengutus pujangga
Yang suci dan bijaksana
Untuk mengajar dunia
Agar sungguh bahagia.

S'moga kami didoakan
Supaya menempuh jalan
Yang menunju kebenaran
Dan menjamin kehidupan.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion, alleluya.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,+
meminta lagu gembira:*
"Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!"

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Antifon 1Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion, alleluya.

Antifon 2Dalam kesesakanku Engkau memelihara hidupku, alleluya.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan:*
"Betapa agunglah kemuliaan Tuhan."

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Antifon 2Dalam kesesakanku Engkau memelihara hidupku, alleluya.

Antifon 3PadaMulah, Tuhan, keluhuran dan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan, alleluya.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3PadaMulah, Tuhan, keluhuran dan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan, alleluya.

Bacaan Singkat (Yak 3,17-18)

Kebijaksanaan yang datang dari atas pertama-tama bersifat suci, lalu cinta damai, sopan santun, rela menerima nasihat, cinta akan kebaikan, penuh belaskasihan dan menghasilkan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak bersikap munafik. Buah-buah kebenaran ditaburkan dalam damai bagi mereka yang membawa damai.

Lagu Singkat

℣.Ia membuka mulutnya,* Untuk mengajar umat.℟.Ia.℣.Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya.℟.Untuk mengajar umat.℣.Kemuliaan.℟.Ia.

Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santo Atanasius doakanlah kami di hadapan Putera Allah.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santo Atanasius doakanlah kami di hadapan Putera Allah.

Doa Permohonan

Kristus ditetapkan sebagai imam agung untuk manusia dalam hubungan mereka dengan Allah. Marilah kita meluhurkan Dia dengan pujian yang pantas dan berdoa:

℟. Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menerangi GerejaMu melalui para pemimpin yang suci,* semoga umat kristen selalu Kaugembirakan dengan terang cahayaMu. ℟.

Kristus, Engkau mengampuni dosa umat karena para gembala berdoa seperti Musa,* maka kuduskanlah GerejaMu senantiasa berkat doa mereka. ℟.

Kristus, Engkau mengurapi para kudusMu dan mengutus Roh kudus kepada mereka,* maka penuhilah semua pemimpin umatMu dengan Roh kudus. ℟.

Kristus, Engkau sendirilah milik para gembala yang kudus,* semoga semua orang yang sudah Kautebus dengan darahMu tetap bersatu dengan Dikau. ℟.

Kristus, berkat usaha gembala Gereja, Engkau memberikan kehidupan kekal kepada domba-dombaMu,* maka selamatkanlah para arwah dari kematian kekal berkat wafatMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal, yang telah membangkitkan Uskup Santo Atanasius sebagai pembela ulung keilahian Putra-Mu, dengan belas kasihan anugerahkanlah, agar, bersukacita dalam ajaran-Nya dan perlindungan-Nya, kami tidak pernah berhenti bertumbuh dalam pengetahuan dan kasih akan Dikau. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Atanasius

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

S. Atanasius

Uskup dan Pujangga Gereja · ± 296-373

Atanasius lahir sekitar tahun 296 di Aleksandria, Mesir, pusat kebudayaan dan teologi Kristen kuno. Sejak muda ia menonjol karena kecerdasan dan kesalehannya, sehingga menjadi diakon dan sekretaris Uskup Aleksander. Dalam kedudukan itu ia mendampingi uskupnya pada Konsili Nicea tahun 325, konsili yang merumuskan bahwa Yesus sehakikat dengan Allah Bapa melawan ajaran sesat Arianisme.

Arianisme mengajarkan bahwa Sang Firman, yaitu Yesus, adalah makhluk ciptaan yang tidak setara dengan Bapa. Pada tahun 328 Atanasius diangkat menjadi Uskup Aleksandria, dan selama 45 tahun ia membaktikan hidupnya untuk membela iman yang benar. Perjuangannya membuatnya banyak musuh di kalangan istana. Karena keteguhannya, ia lima kali diusir ke pembuangan oleh kaisar-kaisar yang berbeda, seluruhnya berjumlah sekitar 17 tahun jauh dari umatnya.

Meski sering sendirian melawan arus zamannya, sampai muncul ungkapan Athanasius contra mundum (Atanasius melawan dunia), ia tidak pernah menyerah. Ia menulis banyak karya teologi, di antaranya De Incarnatione tentang penjelmaan Sang Sabda, dan menulis riwayat Santo Antonius dari Padang Gurun yang menyebarkan cita-cita hidup membiara. Ia wafat dengan damai pada tanggal 2 Mei 373. Kemenangan imannya diteguhkan pada Konsili Konstantinopel tahun 381. Ia dihormati sebagai Bapak Ortodoksi dan salah satu Pujangga Agung Gereja Timur.

Pelindung: para teolog dan pembela iman yang benar.

Santo Athanasius Agung

Uskup dan Pujangga Gereja

Pembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal MahaKudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia ialah santo Athanasius, Uskup Aleksandria, Mesir. Athanasius lahir di Aleksandria, kurang lebih pada tahun 297 dan meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373. Beliau dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu.

Pada tahun 318, Athanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti santo Antonius, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.

Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Athanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Athanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Sebagai pengganti Uskup Aleksandria, Athanasius dipilih menjadi uskup Aleksandria. Dalam tugasnya sebagai uskup, Athanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia memimpin keuskupannya selama 45 tahun.

Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373.

Santo Boris

Raja dan Pengaku Iman

Boris adalah raja pertama Bulgaria yang menganut agama Kristen dan giat menyebarkan Injil. Sembilan tahun sebelum kematiannya, ia turun takhta dan menjadi biarawan. Boris dihormati sebagai santo nasional Bulgaria. Ia meninggal dunia pada tahun 709.

Santo Sigismund

Pengaku Iman

Raja Burgundia yang baru menjadi Katolik itu atas hasutan istrinya yang kedua menyuruh orang mencekik puteranya sendiri dari ratu pertama (yang sudah meninggal). Tidak lama berselang, ia bertobat sungguh-sungguh dan banyak berbuat amal. Sigismund dikalahkan oleh raja Franken dan di buang ke dalam sumur bersama anak-istrinya dan mati lemas pada tahun 524

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari