Doa Katolik
Pesta

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Rabu, 9 November 2033· Putih · Pekan Psalterium IV
9 November 2033

Bacaan Misa

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Mazmur Tanggapan

(46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
(46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
(46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
(46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
(46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
(46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

Bacaan Injil

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

Invitatorium

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.

Ibadat Bacaan

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gembalaku, Raja cinta,
Kebaikan-Nya tak pernah pudar.
Tak kurang apa pun jika aku milik-Nya,
Dan Dia milikku selamanya.

Ke aliran air hidup,
Jiwa tebusan-Ku Dia bimbing;
Dan di padang rumput hijau,
Dengan makanan surgawi Dia beri.

Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,
Namun dalam cinta Dia mencari aku;
Dan di bahu-Nya dengan lembut Dia letakkan,
Dan pulang, bersukacita, Dia bawa aku.

Di lembah gelap kematian aku tak takut celaka,
Dengan-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;
Tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,
Salib-Mu di depan untuk membimbingku.

Engkau menghidangkan meja di hadapanku;
Rahmat urapan-Mu Engkau berikan;
Dan oh, betapa sukacita yang meluap
Dari piala-Mu yang murni!

Maka sepanjang hari-hari,
Kebaikan-Mu tak pernah pudar;
Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu
Di rumah-Mu selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 101 (102)

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku
dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.
Jangan sembunyikan wajah-Mu dariku
pada hari kesesakanku.
Condongkanlah telinga-Mu kepadaku
dan jawablah aku dengan cepat ketika aku berseru.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,
tulang-tulangku terbakar seperti api.
Hatiku layu seperti rumput.
Aku lupa makan rotiku.
Aku berseru dengan segenap kekuatanku
dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung undan di padang gurun,
seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.
Aku terjaga dan aku meratap
seperti burung yang kesepian di atap.
Sepanjang hari musuh-musuhku mencemooh aku;
mereka yang membenci aku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;
minumanku bercampur dengan air mata.
Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu
Engkau telah mengangkat aku dan menjatuhkan aku.
Hari-hariku seperti bayangan yang berlalu
dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dariku.

Antifon 2Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya
dan nama-Mu dari generasi ke generasi.
Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:
sebab inilah waktunya untuk berbelas kasihan;
ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba
sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,
tergerak oleh belas kasihan bahkan terhadap debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan
dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,
ketika Tuhan akan membangun Sion kembali
dan menampakkan diri dalam segala kemuliaan-Nya.
Maka Dia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;
Dia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk generasi yang akan datang
agar bangsa yang belum lahir dapat memuji Tuhan;
sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.
Dia memandang dari surga ke bumi
agar Dia dapat mendengar rintihan para tahanan
dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan
dan keturunan mereka akan kekal di hadapan-Mu
agar nama Tuhan dapat diumumkan di Sion
dan pujian-Nya di hati Yerusalem,
ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama
untuk memberikan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPerhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Antifon 3Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Dia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;
Dia telah mempersingkat hari-hari hidupku.
Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambil aku
sebelum hari-hariku genap,
Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari generasi ke generasi.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi
dan langit adalah karya tangan-Mu.
Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.
Mereka semua akan usang seperti pakaian.
Engkau akan mengubah mereka seperti pakaian yang diganti.
Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau hidup di hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau selalu menunjukkan kebesaran-Mu melalui perbuatan baik mereka.

AntifonEngkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

3:8-12, 19-24, 91-97

Patung emas raja. Ketiga pemuda diselamatkan dari perapian.
Beberapa orang Kasdim datang dan menuduh orang-orang Yahudi kepada Raja Nebukadnezar: “Ya raja, hiduplah selama-lamanya! Ya raja, Engkau telah mengeluarkan ketetapan bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, harpa, gambus, bagpipe, dan semua alat musik lainnya harus sujud menyembah patung emas; siapa pun yang tidak melakukannya akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Ada beberapa orang Yahudi yang telah Engkau jadikan penguasa provinsi Babel: Sadrakh, Mesakh, Abednego; orang-orang ini, ya raja, tidak memperhatikan Engkau; mereka tidak akan melayani allah-Mu atau menyembah patung emas yang Engkau dirikan.”
Wajah Nebukadnezar menjadi pucat pasi karena kemarahan yang meluap-luap terhadap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dia memerintahkan agar perapian dipanaskan tujuh kali lebih panas dari biasanya dan menyuruh beberapa orang terkuat dalam pasukannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dan melemparkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Mereka diikat dan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala dengan jubah, topi, sepatu, dan pakaian lainnya, karena perintah raja sangat mendesak. Api yang begitu besar menyala di perapian sehingga nyala api melahap orang-orang yang melemparkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalamnya. Tetapi ketiga orang ini jatuh, terikat, ke tengah-tengah perapian yang menyala-nyala. Mereka berjalan-jalan di dalam nyala api, menyanyikan pujian kepada Allah dan memberkati Tuhan.
Raja Nebukadnezar bangkit dengan tergesa-gesa dan bertanya kepada para bangsawan-Nya, “Bukankah kita melemparkan tiga orang yang terikat ke dalam api?” “Tentu saja, ya raja,” jawab mereka. “Tetapi,” jawabnya, “aku melihat empat orang yang tidak terikat dan tidak terluka, berjalan di dalam api, dan yang keempat tampak seperti anak dewa.”
Kemudian Nebukadnezar datang ke pintu masuk perapian yang menyala-nyala dan memanggil Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: “Hamba-hamba Allah yang Mahatinggi, keluarlah.” Maka Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari api. Ketika para satrap, prefek, gubernur, dan bangsawan raja berkumpul, mereka melihat bahwa api tidak memiliki kuasa atas tubuh orang-orang ini; tidak sehelai rambut pun di kepala mereka hangus, pakaian mereka tidak berubah; bahkan tidak ada bau api pada mereka.
Nebukadnezar berseru, “Terpujilah Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, yang mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan hamba-hamba yang percaya kepada-Nya; mereka tidak menaati perintah raja dan menyerahkan tubuh mereka daripada melayani atau menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka sendiri. Oleh karena itu aku menetapkan bagi bangsa-bangsa dan orang-orang dari setiap bahasa bahwa siapa pun yang menghujat Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego akan dipotong-potong dan rumahnya dihancurkan. Sebab tidak ada Allah lain yang dapat menyelamatkan seperti ini.”
Kemudian raja mengangkat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di provinsi Babel.

Responsorium Daniel 3:49, 50, 95

Malaikat Tuhan turun ke dalam perapian bersama Azarya dan teman-temannya,

dan dia mengusir nyala api yang membara dari perapian;

api itu bahkan tidak menyentuh mereka atau menyebabkan mereka kesakitan.
Terpujilah Allah yang mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan hamba-hamba yang setia

yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya.

Api itu bahkan tidak menyentuh mereka atau menyebabkan mereka kesakitan.
Bacaan Kedua

Dari surat Sulpicius Severus

Martinus, pria yang miskin dan rendah hati
Martinus telah mengetahui jauh sebelumnya waktu kematiannya dan dia memberitahu saudara-saudaranya bahwa itu sudah dekat. Sementara itu, dia merasa wajib untuk melakukan kunjungan ke paroki Candes. Para klerus gereja itu sedang bertengkar, dan dia ingin mendamaikan mereka. Meskipun dia tahu bahwa hari-harinya di bumi tinggal sedikit, dia tidak menolak untuk melakukan perjalanan untuk tujuan tersebut, karena dia percaya bahwa dia akan mengakhiri hidupnya yang berbudi luhur dengan baik jika dengan usahanya perdamaian dipulihkan di gereja.
Dia menghabiskan beberapa waktu di Candes, atau lebih tepatnya di gerejanya, tempat dia tinggal. Perdamaian dipulihkan, dan dia berencana untuk kembali ke biara ketika tiba-tiba dia mulai kehilangan kekuatannya. Dia memanggil saudara-saudaranya dan memberitahu mereka bahwa dia sedang sekarat. Semua yang mendengar ini diliputi kesedihan. Dalam kesedihan mereka, mereka berseru kepadanya dengan satu suara: “Bapa, mengapa Engkau meninggalkan kami? Siapa yang akan menjaga kami ketika Engkau pergi? Serigala buas akan menyerang kawanan-Mu, dan siapa yang akan menyelamatkan kami dari gigitan mereka ketika gembala kami terbunuh? Kami tahu Engkau rindu bersama Kristus, tetapi pahala-Mu pasti dan tidak akan berkurang karena tertunda. Engkau akan lebih baik menunjukkan belas kasihan kepada kami, daripada meninggalkan kami.”
Maka dia menangis, karena dia adalah seorang pria yang di dalamnya belas kasihan Tuhan kita terus-menerus terungkap. Berpaling kepada Tuhan kita, dia menjawab permohonan mereka: “Tuhan, jika umat-Mu masih membutuhkan aku, aku siap untuk tugas itu; kehendak-Mu jadilah.”
Inilah seorang pria yang kata-kata tidak dapat menggambarkannya. Kematian tidak dapat mengalahkannya, juga kerja keras tidak dapat membuatnya putus asa. Dia sama sekali tidak memiliki preferensi sendiri; dia tidak takut mati maupun menolak hidup. Dengan mata dan tangan selalu terangkat ke surga, dia tidak pernah menarik semangatnya yang tak terkalahkan dari doa. Terjadi bahwa beberapa imam yang berkumpul di samping tempat tidurnya menyarankan agar dia memberikan sedikit kelegaan pada tubuhnya yang malang dengan berbaring di sisi lain. Dia menjawab: “Izinkan aku, saudara-saudara, untuk melihat ke surga daripada ke bumi, agar rohku dapat menempuh jalan yang benar ketika tiba saatnya bagiku untuk melakukan perjalanan ke Tuhan.” Saat dia mengucapkan kata-kata ini, dia melihat iblis berdiri di dekatnya. “Mengapa Engkau berdiri di sana, makhluk haus darah?” serunya. “Pembunuh, Engkau tidak akan menjadikan aku mangsa-Mu. Abraham menyambutku ke dalam pelukannya.”
Dengan kata-kata ini, dia menyerahkan rohnya ke surga. Dipenuhi sukacita, Martinus disambut oleh Abraham. Demikianlah dia meninggalkan kehidupan ini sebagai pria yang miskin dan rendah hati dan memasuki surga yang kaya akan rahmat Allah.

Responsorium

Berbahagialah orang ini yang tidak menipu, tidak menghakimi, tidak menghukum siapa pun.

Dia hanya berbicara tentang Kristus, tentang damai-Nya dan belas kasihan-Nya.
Inilah seorang pria yang kata-kata tidak dapat menggambarkannya. Kematian tidak dapat mengalahkannya, juga kerja keras tidak dapat membuatnya putus asa. Dia tidak takut mati maupun menolak hidup.

Dia hanya berbicara tentang Kristus, tentang damai-Nya dan belas kasihan-Nya.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang dimuliakan dalam Uskup Santo Martinus

baik oleh hidupnya maupun kematiannya, perbaharuilah, kami mohon,

keajaiban rahmat-Mu dalam hati kami,

agar baik kematian maupun kehidupan tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kota yang dipilih Tuhan
Menjadi kesayangan
Mengumandangkan pujian
Teriring kesukaan
Lantang merdu mewartakan
Allah menyelamatkan.

Turunlah Bapa surgawi
Pada kenisah ini
Kabulkanlah doa kami
Dengan sepenuh hati
Curahkan berkat ilahi
Di sluruh muka bumi.

Dengarkan umatMu ini
Yang mohon diberkati
Agar dengan para suci
Kauperkenankan kami
Berarak dan memasuki
Kemulyaan abadi.

Terpujilah Allah Bapa
Pencipta yang kuasa
Bersama Putra ilahi
Yang bangkit dari mati
Menganugerahkan RohNya
Untuk tinggal slamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)

Bacaan Singkat (Yes 56,7)

Semua orang akan Kuhantar ke gunungKu yang suci. Mereka sekalian akan Kubuat gembira dalam rumah doaKu. Aku berkenan menerima kurban bakar dan kurban sembelihan mereka di atas altarKu. Sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Lagu Singkat

℣.Tuhan kita agung,* Ia pantas dipuji.℟.Tuhan.℣.Dalam kota Allah kita, di gunungNya yang suci.℟.Ia pantas dipuji.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.

Doa Permohonan

Kita sebagai batu yang hidup didasarkan atas Kristus, batu yang terpilih. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa, untuk GerejaNya yang tercinta, dan menyatakan iman kita:

℟. Inilah rumah Allah dan pintu surga.

Ya Bapa, peliharalah, lindungilah dan tumbuhkanlah pokok anggurMu,* supaya ia merambat ke seluruh dunia. ℟.

Gembala abadi, bimbinglah dan berkatilah kawananMu,* supaya domba-dombaMu disatupadukan di bawah pimpinan PuteraMu. ℟.

Penabur yang mahakuasa, taburkanlah benih sabda di ladangMu,* supaya menghasilkan buah seratus kali lipat bagi panenan abadi. ℟.

Pembangun yang bijaksana, kuduskanlah rumahMu seisinya,* supaya kota surgawi, Yerusalem baru, tampak mulia laksana mempelai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)

Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Ayat Singkat

℣.Baiklah bersyukur kepada Tuhan.℟.Dan bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat 1Kor 3,16-17

Saudara-saudara, kamu kan tahu, bahwa kamu tempat kediaman Allah dan bahwa Roh Allah tinggal dalam dirimu. Orang yang menghancurkan kediaman Allah, akan dihancurkan oleh Allah. Sebab kuduslah kediaman Allah dan kamu sendirilah kediaman itu.

℣.Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu.℟.Tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Ayat Singkat

℣.Tuhanlah bagian warisanku dan pialaku.℟.Engkaulah yang meneguhkan bagian yang diundikan bagiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kota Yerusalem mulya
Yang aman dan sentosa
Engkau dibangun di surga
Dari batu bernyawa
Suci murni indah permai
Tak ubahnya mempelai.

Engkau turun dari surga
Bagai mempelai mulya
Yang siap menghadap Tuhan
Dihias kesucian
Untuk bersatu slamanya
Dengan Tuhan yang jaya.

Pintumu penuh permata
Lebar-lebar terbuka
Bagi wargamu semua
Yang demi Anakdomba
Rela mengurbankan nyawa
Menumpahkan darahnya.

Terpujilah Allah Bapa
Pencipta yang kuasa
Bersama Putra ilahi
Yang bangkit dari mati
Menganugerahkan RohNya
Untuk tinggal slamanya. Amin.

Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)

Mazmur 45

Allah itu perlindungan dan kekuatan kita,*
pertolonganNya terbukti dalam kesesakan kita.

Maka kita tidak takut, sekalipun bumi bergetar,*
sekalipun gunung-gemunung tenggelam ke dasar laut.

Sekalipun gelora lautan berbuih mengamuk,*
sekalipun gunung-gemunung goncang diempas ombak.

Kota kediaman Allah yang mahatinggi,*
digembirakan oleh aliran sungai.

Karena Allah mendiamiNya, kota itu tidak akan goncang,*
Allah menolongnya waktu fajar merekah.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,*
Allah memperdengarkan suaranya, maka hancurlah bumi.

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mari, pandanglah karya Tuhan yang agung,*
dan karyaNya yang dahsyat di seluruh bumi.

DihentikanNya semua peperangan sampai ke ujung bumi,+
busur dipatahkanNya, tombak diremukkanNya,*
dibakarNya kereta perang.

"Jangan banyak bicara, akuilah aku sebagai Allah,*
agung di antara bangsa-bangsa, agung di seluruh dunia".

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.

Bacaan Singkat (Why 21,2-3.22.27)

Kulihat kota suci, Yerusalem baru, turun dari surga, dari Allah, berhias laksana mempelai yang siap menyambut suamiNya. Dan aku mendengar suara yang nyaring dari takhta berseru: Inilah kemah Allah di tengah-tengah manusia. Allah akan tinggal bersama mereka. Mereka akan menjadi umatNya, dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan aku tidak melihat suatu kenisah di kota itu; sebab Tuhan, Allah yang mahakuasa sendiri dan Anakdomba itulah kenisahNya. Ke dalamnya tidak akan masuk sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta. Hanyalah orang yang terdaftar dalam kitab kehidupan Anakdomba, diizinkan masuk ke dalam kota suci itu.

Lagu Singkat

℣.Berbahagialah orang,* Yang tinggal dalam rumahMu, ya Tuhan.℟.Berbahagialah.℣.Mereka akan memuji Engkau selama-lamanya.℟.Yang tinggal dalam rumahMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Berbahagialah.

Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menyerahkan nyawaNya untuk mempersatukan anak-anak Allah yang tersebar di mana-mana. Marilah berdoa kepadaNya:

℟. Ingatlah GerejaMu, ya Tuhan.

Tuhan Yesus, Engkau mendirikan rumahMu di atas wadas yang teguh,* kuatkanlah kepercayaan GerejaMu, dan teguhkanlah imannya. ℟.

Tuhan Yesus, dari lambungMu telah mengalir darah dan air,* perbaharuilah GerejaMu dengan sakramen-sakramen perjanjian yang baru dan kekal. ℟.

Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah-tengah kami yang berhimpun demi namaMu,* kabulkanlah doa seluruh GerejaMu. ℟.

Tuhan Yesus, bersama Bapa Engkau menyediakan tempat bagi setiap orang yang mencintai Engkau,* sempurnakanlah cinta kasih GerejaMu. ℟.

Tuhan Yesus, tak seorangpun yang datang kepadaMu, Kaubuang ke luar,* terimalah semua orang mati dalam rumah Bapa. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.

Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.

Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilik itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilik itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.

Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.

Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu?

Santo Teodorus Tiro

Martir

Teodorus Tiro-yang juga dikenal dengan nama 'Teodoros Amasea' adalah prajurit Romawi yang beragama Kristen. Bersama rekan-rekannya yang ada di dalam divisi Tyronum, ia ditugaskan untuk menjaga keamanan di wilayah Pontus, Asia Kecil sekitar Laut Hitam. Menurut legenda, sementara ia berada dalam kedudukan sebagai seorang prajurit `tiro' (= yang direkrut), ia dipaksa untuk turut serta. di dalam upacara korban kepada dewa-dewa kafir Romawi; namun karena imannya ia dengan tegas menolak untuk turut serta di dalam praktek kekafiran itu. Ia tetap berpegang teguh pada imannya dan hanya Ingin menyembah Kristus sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah oleh manusia. Oleh karena itu ia ditangkap, disiksa secara bengis oleh pasukan kafir lainnya. Akhirnya pada tahun 306, ia dibakar hidup-hidup hingga mati.

Di kaki bukit Palatium, Roma, didirikan sebuah gereja untuk menghormati dia sebagai martir Kristus yang berani mati karena mempertahankan imannya. Makamnya sendiri terdapat di Euchaita, Asia Kecil. Kemungkinan ia dan Teodorus Stratelates, yang juga disebut Teodoros dari Heraclea adalah orang yang sama.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari