Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
L: Demikian Tuhan bersabda, ”Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahi bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya.
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan, dengarkanlah suaraku. Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharap Firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan Israel dari segala kesalahan.
L: Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang tinggal dalam dirimu.
Berbaliklah kepada-Ku dengan sepenuh hatimu, Sabda Tuhan. sebab Aku Mahapengasih dan Penyayang.
I: Pada waktu itu ada seorang jatuh sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Maka kedua perempuan saudara Lazarus yang sakit itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. Namun setelah didengar-Nya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita pergi lagi ke Yudea.” Murid-murid itu berkata kepada-Nya, “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?” Jawab Yesus, “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang akan berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada dalam dirinya.” Demikian perkataan-Nya dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka, “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, ”Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, “Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup: Barangsiapa percaya kepada-Ku, Ia akan hidup walaupun ia sudah mati dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku, ia tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya Tuhan, Aku percaya bahwa Engkaulah Mesias Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya, “Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.” Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai dia. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar mereka mengikutinya karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini saudaraku pasti tidak mati. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang diantaranya berkata, “Ia yang memelekkan mata orang buta tidak sanggupkah ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Maka masygullah pula hati Yesus lalu ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkat batu itu.” Marta, saudara orang yang meninggal itu berkata kepada-Nya, “Tuhan, ia sudah berbau sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu. Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Daku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Daku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!” Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” Banyak diantara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus percaya kepada-Nya.
Kubur yang Dihuni Orang Hidup
Di makam-makam tua ada batu penutup yang berat. Batu itu dipasang bukan untuk menahan yang di dalam, melainkan untuk melindungi yang di luar: dari bau, dari pemandangan yang tak sanggup dilihat. Batu adalah cara manusia berdamai dengan yang sudah membusuk. Tutup rapat, jangan pernah dibuka lagi.
Injil hari ini berhenti lama di depan batu semacam itu. Lazarus sudah empat hari di dalam kubur. Yesus datang terlambat, setidaknya menurut Marta. Di tengah duka itu Yesus mengucapkan salah satu kalimat terbesar dalam Injil, "Akulah kebangkitan dan hidup." Lalu Injil mencatat kalimatnya yang paling pendek dan paling manusiawi: maka menangislah Yesus. Allah yang sebentar lagi membangkitkan itu tidak melompati duka. Ia berdiri di dalamnya dan ikut menangis.
Kemudian perintah yang mengguncang, "Angkat batu itu!" Marta keberatan: sudah empat hari, sudah berbau. Bukankah kita persis begitu? Setiap orang punya kubur yang dipalang rapat. Dendam yang bertahun dipelihara, kecanduan yang disembunyikan, luka keluarga yang tak boleh disinggung siapa pun. Kita menaruh batu di atasnya dan berkata, sudah, jangan dibuka, berbau. Padahal Yesus justru meminta batu itu diangkat lebih dulu. Ia tidak jijik pada yang membusuk. Ia hanya tidak mau memanggil keluar apa yang kita tutup rapat dari-Nya.
Lalu seruan itu menggema, "Lazarus, marilah ke luar!" Orang mati itu keluar masih terikat kain kafan, dan Yesus memberi perintah terakhir yang sering terlewat: bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi. Yang membangkitkan hanya Allah. Tetapi melepaskan kain-kain diserahkan kepada orang-orang di sekitarnya. Kebangkitan seseorang selalu membutuhkan jemaat yang mau membuka ikatan, bukan yang sibuk mengungkit bau masa lalunya.
Bacaan pertama memperluas janji ini bagi seluruh umat, "Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku." Dan Paulus memastikan dayanya sudah ada di dalam kita: Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati diam di dalam kamu. Kebangkitan bukan hanya perkara kelak sesudah mati. Ia mulai sekarang, setiap kali sebuah batu diangkat dan seseorang berjalan keluar dari kubur yang dihuninya selagi hidup.
Dua pekan menjelang Paskah, pertanyaannya menjadi pribadi. Kubur mana dalam hidupku yang masih kupalang batu? Dan beranikah aku mendengar Ia memanggil namaku dari luar sana, marilah ke luar?
Tuhan, Engkaulah kebangkitan dan hidup. Angkatlah batu yang kupasang bertahun-tahun, panggillah aku keluar, dan utuslah orang-orang yang membantu melepaskan kain-kainku. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah salib Tuhan terungkap sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkaulah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Responsorium Ibrani 1:3; 12:2
Responsorium Ibrani 6:20; Yohanes 1:29
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Mazmur 62
Antifon 1Engakulah yang menolong aku, ya Allahku.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Selamatkanlah kami dengan karyaMu yang agung dan lepaskanlah kami dari cengkeraman maut.
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Mazmur 149
Antifon 3Sekarang telah tiba saatnya Putera manusia dimuliakan.
Bacaan Singkat: (Lh. Neh 8,9.10)
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungLazarus, sahabat kita, tidur; marilah kita pergi untuk memabangunkannya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku.
Bacaan Singkat: (1Tes 4,1.7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Mazmur 113
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
1Petr 2,21-24
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
Bacaan Singkat: (1Kor 9,24-25)
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungBila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Matilda
Matilda lahir kira-kira pada tahun 895. Ia kemudian menikah dengan Henry I, putra Adipati Saxon, yang menjadi raja Jerman pada tahun 919. Tuhan menganugerahkan kepada mereka anak-anak yang cerdas: Otto, yang kemudian menjadi Otto I, kaisar Jerman dan Kaisar Romawi Suci; Henry, yang menjadi adipati Bavaria; Bruno, yang menjadi uskup Agung di Cologne dan kemudian dihormati oleh Gereja sebagai orang Kudus; dan Gerberga, yang menikah dengan Raja Loius IV dari Perancis.
Ketika suaminya meninggal pada tahun 936, Matilda membaktikan dirinya kepada karya-karya cinta kasih. Ia lebih banyak memperhatikan kehidupan rohaninya. Ia mendirikan biara-biara di Nordhausen, Quedlinburg dan di Engern. Anak-anaknya, Henry dan Otto sering memarahi ibunya karena sangat banyak memboroskan harta kekayaan untuk membantu orang-orang fakir miskin. Meskipun demikian, mereka tetap menghormati Matilda, ibu mereka. Hal ini terlihat dengan tindakan Otto terhadap ibunya,. Ketika Otto pergi ke Roma untuk dimahkotai sebagai Kaisar Roma, ia menyerahkan kekuasaan Kerajaan Jerman kepada ibunya. Matilda memimpin Kerajaan Jerman hingga kematiannya pada tanggal 14 Maret 968 di sebuah biara yang didirikannya di Quedlinburg.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari