Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
“Barangsiapa takwa kepada Tuhan, ia akan menghormati orangtuanya.”
Anak-anakku, dengarkanlah aku: Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya. Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditujukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
Refren: Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
(Mzm. 128:1-2.3.4-5; R:1)
Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
“Tata hidup keluarga di dalam Tuhan.”
Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi oleh-Nya. Maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni bila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya. Dan di atas semuanya itu kenakanlah cintakasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga sabda Kristus dengan segala kekayaannya tinggal di antara kamu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraan-Nya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita. Hai para isteri, tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai para suami, kasihilah isterimu, dan janganlah berlaku kasar terhadapnya. Hai anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai para bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Semoga damai Kristus melimpahi hatimu, semoga sabda Kristus berakar dalam dirimu.
“Ambillah Anak itu serta ibu-Nya, dan larilah ke Mesir.”
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, nampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Kata malaikat itu, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh nabi-nabi bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Yang Kekal Punya Alamat
Setiap orang punya alamat masa kecil. Sebuah rumah dengan dapur yang baunya masih terekam, halaman tempat kita jatuh dan berdarah, ambang pintu yang tingginya kita ukur dengan coretan tiap tahun. Alamat itu membentuk kita jauh sebelum kita bisa memilih. Kita adalah anak dari sebuah tempat, sebuah keluarga, sebuah rutinitas.
Injil hari raya Keluarga Kudus justru membuka dengan kalimat yang paling jauh dari soal alamat. "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Ini tentang Yang Kekal, yang tak punya awal, yang ada sebelum ada tempat mana pun. Bagaimana mungkin Yang seperti itu dipasangkan dengan pesta tentang sebuah keluarga?
Justru di situlah keajaibannya. Firman yang kekal itu, yang tidak butuh rumah, tidak butuh keluarga, tidak butuh alamat, memilih untuk memilikinya. "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita." Ia yang tak punya awal kini punya hari ulang tahun. Ia yang mengisi seluruh ruang kini punya satu alamat di Nazaret. Ia yang adalah Allah kini punya ibu yang memanggil-Nya makan dan ayah angkat yang mengajari-Nya memegang martil.
Kita mudah menganggap kehidupan keluarga sebagai sesuatu yang biasa, bahkan membosankan. Rutinitas yang berulang: memasak, mencuci, menegur, memaafkan, mengantar, menjemput. Hari-hari yang tampak tak istimewa. Tetapi hari raya ini mengangkat semua itu menjadi kudus. Sebab Allah sendiri memilih tumbuh besar di dalamnya.
Yesus tidak turun dari langit sebagai orang dewasa yang siap mengajar. Ia memulai sebagai bayi, lalu kanak-kanak, lalu remaja di sebuah rumah tukang kayu. Ia belajar berjalan sambil dipegangi. Ia belajar adat dan doa dari orang tua-Nya. Selama bertahun-tahun, karya penyelamatan dunia berlangsung dalam bentuk yang paling sederhana: seorang anak tumbuh dalam sebuah keluarga.
Surat Yohanes hari ini mengingatkan bahwa waktu ini adalah waktu yang terakhir, zaman yang penuh kebingungan dan suara-suara palsu. Justru di zaman seperti itu, keluarga menjadi tempat pertama iman diwariskan, tempat anak-anak belajar mengenali suara yang benar di antara sekian banyak suara.
Maka keluarga kita, dengan segala keributan dan kekurangannya, bukan tempat yang terlalu remeh bagi Allah. Ia sendiri pernah tinggal di alamat seperti itu. Yang Kekal memilih punya rumah, supaya rumah kita boleh menjadi kudus.
Tuhan, Engkau yang kekal memilih tumbuh dalam sebuah keluarga. Kuduskanlah rumah kami dengan segala rutinitas dan kekurangannya, dan jadikan ia tempat iman berakar. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia memberikan mahkota kemartirannya kepada kanak-kanak suci.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Kristus yang telah lahir. Ia memberikan mahkota kemartirannya kepada kanak-kanak suci.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Sukacita bagi dunia, Tuhan telah datang!
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Ketika orang tua-Nya membawa Kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dalam pelukannya dan memuji Allah.
Mazmur 23 (24)
dunia dan semua penduduknya.
Dialah yang mendasarkannya di atas lautan;
AntifonKetika orang tua-Nya membawa Kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, Simeon menyambut-Nya dalam pelukannya dan memuji Allah.
Antifon 2Para Majus masuk ke rumah dan menemukan Kanak-kanak itu bersama Maria, ibu-Nya.
Mazmur 45 (46)
penolong yang dekat, di saat kesesakan,
maka kita tidak akan takut meskipun bumi berguncang,
AntifonPara Majus masuk ke rumah dan menemukan Kanak-kanak itu bersama Maria, ibu-Nya.
Antifon 3Yusuf bangun di malam hari dan membawa Kanak-kanak itu serta ibu-Nya ke Mesir.
Mazmur 86 (87)
yang dikasihi Tuhan.
Tuhan lebih menyukai gerbang-gerbang Sion
AntifonYusuf bangun di malam hari dan membawa Kanak-kanak itu serta ibu-Nya ke Mesir.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Efesus 6:1-2; Lukas 2:51
Bacaan Kedua
Responsorium (2 Korintus 13:11; Efesus 5:9; Kolose 3:23)
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Mereka akan bermain-main bersama aku berpakaian putih, sebab mereka ternyata pantas, alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Mereka akan bermain-main bersama aku berpakaian putih, sebab mereka ternyata pantas, alleluya.
Antifon 2Para kanak-kanak yang dibunuh itu melambangkan pujian bagi Tuhan, yang tak mungkin mereka lakukan selama masih hidup.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Para kanak-kanak yang dibunuh itu melambangkan pujian bagi Tuhan, yang tak mungkin mereka lakukan selama masih hidup.
Antifon 3Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu untuk melambungkan musuh dan lawanMu.
Mazmur 149
Antifon 3Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu untuk melambungkan musuh dan lawanMu.
Bacaan Singkat (Yer 31,15)
Lagu Singkat
Antifon KidungPara kanak-kanak suci di bunuh oleh raja jahat demi Kristus. Mereka mengikuti anakdomba yang tak bercela sambil bernyanyi: mulialah Engkau, ya Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPara kanak-kanak suci di bunuh oleh raja jahat demi Kristus. Mereka mengikuti anakdomba yang tak bercela sambil bernyanyi: mulialah Engkau, ya Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Barisan para martir memuji Engkau , ya Tuhan.
Ya Kristus, para kanak-kanak suci memuliakan Dikau bukan dengan madah melainkan dengan darah,* semoga kami memberi kesaksian tentang Engkau dengan perkataan dan perbuatan. ℟.
Engkau mengaruniakan mahkota kemenangan kepada para kanak-kanak suci, meskipun mereka belum mampu berjuang bagiMu,* semoga berkat pertolonganMu kami tetap bertahan dalam perjuangan iman. ℟.
Engkau telah membasuh pakaian para kanak-kanak suci dalam darahMu,* semoga kami suci dari setiap noda dosa. ℟.
Engkau menerima para kanak-kanak suci di surga sebagai buah bungaran kerajaanMu,* semoga kami kelak Kauterima dalam perjamuan nikah di surga. ℟.
Sebagai anak kecil Engkau mengalami pengungsian dan penganiayaan,* lindungilah para kanak-kanak yang diancam maut karena bencana alam, kelaparan atau perang. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Is 11, 1-3 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Kis 3,12a.14
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 49, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Antifon 3Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (1Yoh 1:1-3)
Antifon Kidung(Mi 28 Des): Santa perawan yang suci murni melahirkan bagi kita Allah yang menjadi anak kecil dan lemah. Marilah kita semua menyembah Allah, yang datang untuk menyelamatkan kita.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSanta perawan yang suci murni melahirkan bagi kita Allah yang menjadi anak kecil dan lemah. Marilah kita semua menyembah Allah, yang datang untuk menyelamatkan kita.
Doa Permohonan
Allah telah mengutus PuteraNya yang dilahirkan dari seorang wanita dan hidup di bawah hukum Taurat untuk membebaskan semua orang yang tunduk pada hukum itu. Marilah kita berdoa penuh harapan: ℟.
℟. Semoga PuteraMu menyertai kami, ya Tuhan.
Allah, sumber cinta kasih dan damai, baharuilah iman semua orang Kristen akan penjelmaan PuteraMu,* agar mereka bertekun mengucapkan syukur kepadaMu. ℟.
Kuatkanlah pengharapan orang yang sakit, yang tua dan yang miskin,* berilah kelegaan hati kepada orang yang tertindas, pengharapan kepada yang putus asa, dan penghiburan kepada yang berduka. ℟.
Ingatlah semua orang yang ditahan dalam penjara,* dan mereka yang diusir dari tanah airnya. ℟.
Waktu kelahiran PuteraMu, para malaikat melambungkan madah pujian di dunia ini,* semoga orang-orang yang telah berpulang memuji Engkau di surga bersama rombongan para malaikat. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem
Kelahiran Yesus yang konon akan menjadi 'Raja Israel' membawa kegoncangan bahkan ancaman terhadap kekuasaan Herodes Agung. Kemarahan Herodes semakin menjadi-jadi karena Tiga Raja dari Timur, yang disuruh kembali ke Yerusalem untuk memberitahukan kepadanya tempat kelahiran bayi Yesus, pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain. Ia segera memerintahkan agar bayi Yesus dibunuh dan semua bayi yang ada di Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh semua kanak-kanak di daerah Betlehem. Maksudnya gagal karena Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtua-Nya ke Mesir.
Herodes memang dikenal sebagai penguasa yang berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen, namun ia sebenarnya adalah boneka mainan kaisar Romawi. Namanya sendiri busuk karena ke bengisan dan kebejatan hidupnya. Ia membunuh banyak orang termasuk tiga orang puteranya sendiri. Isterinya ada 10 orang. Dengan melihat pada kepribadiannya yang bejat ini, kita dapat memahami tindakannya.
Pada hari ini Gereja bukan saja menghormati kanak-kanak itu sebagai martir-martir Kristus, melainkan juga terutama menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai suatu cita-cita iman semua orang Kristen. Pesta hari ini menghimbau semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun kerap harus mengorbankan nyawa, menumpahkan darah karena cinta kasih kepada Allah dan sesama. Di dalam diri kanak-kanak Suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.
Santa Fabiola
Fabiola Iahir di Roma pada pertengahan abad ke-4 dari sebuah keluarga ningrat. Masa mudanya sangat tidak terpuji. Mula-mula ia menikah dengan seorang pemuda yang bejat hidupnya. Karena tidak tahan maka ia berusaha cerai. Setelah ia berhasil secara sipil, ia menikah Iagi dengan lelaki lain. Sebagai orang Kristen, tindakannya ini sangat tidak terpuji dan mencoreng nama baik Gereja. Namun Tuhan rupanya tidak sudi membiarkan Fabiola bertindak semakin sembrono. Tuhan mulai campur tangan.
Tidak lama kemudian dua laki-laki yang menjadi suaminya itu meninggal dunia. Fabiola sendiri menyesali sikap hidupnya dan bertobat. Ia menaati aturan hidup sebagai anggota Gereja, melakukan silih di hadapan seluruh umat sehingga diterima kembali sebagai anggota Gereja. Pertobatannya secara terbuka dilakukannya di muka basilik Lateran. Paus Santo Siricius menerimanya kembali dalam pangkuan ibu Gereja.
Corak hidupnya yang baru diwarnai dengan pengabdian tulus dalam karya-karya cinta kasih. Harta bendanya ia manfaatkan untuk kepentingan Gereja Roma. Ia mendirikan rumah sakit khusus untuk membantu orang-orang miskin. Para pasiennya adalah gelandangan-gelandangan yang ditemuinya di jalan-jalan atau yang meringkuk di dalam penjara. Rumah sakit ini menampung siapa saja sehingga menjadi semacam rumah sakit umum pertama dalam sejarah Barat.
Pada tahun 395 Fabiola berziarah ke Yerusalem dan mengunjungi Santo Hieronimus, Santa Paula dan Santa Eustakium. Ketika itu Hieronimus sedang bermusuhan dengan Uskup Rufinus berkenaan dengan ajaran Origenes yang ditentangnya. Orang berusaha mempengaruhi Fabiola agar memihak Rufinus. Namun Fabiola tetap mendukung Hieronimus, gurunya. Fabiola mendirikan sebuah biara dan membantu Hieronimus dalam usaha menerjemahkan Kitab Suci. Tetapi kemudian ia pindah dari biara itu: biara itu menjadi tempat ziarah yang sangat ramai; kondisi hidup umat sangat tidak menyenangkan: umat Kristen terpecah-pecah, dan dari luar ada ancaman serangan bangsa Hun, dll.
Untuk sementara Fabiola dengan kawan-kawannya mengungsi ke Jaffa, sambil menantikan ketenteraman di Yerusalem. Setelah keadaan pulih dan aman, Fabiola pulang ke Roma dan kawan-kawannya kembali ke Yerusalem. Di Roma masih terdapat banyak masalah. Meskipun demikian, Fabiola tetap meneruskan karya cintakasihnya selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Bersama Santo Pammachius, ia mendirikan rumah sakit umum besar di Porto untuk peziarah yang miskin dan sakit. Dalam satu tahun saja rumah sakit itu terkenal dari Parthia sampai ke Britania. Fabiola wafat pada tahun 399. Ia sangat dicintai dan dihormati
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari