Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Elisabet dari Hungaria

Senin, 17 November 2031· Putih · Pekan Psalterium I
17 November 2031

Bacaan Misa

S. Elisabet dari Hungaria
Bacaan Pertama

Dari pada mereka itulah terbit sebuah tunas yang berdosa, yaitu Antiokhus Epifanes putera raja Antiokhus. Ia telah menjadi sandera di Roma. Antiokhus Epifanes menjadi raja dalam tahun seratus tiga puluh tujuh di zaman pemerintahan Yunani. Di masa itu tampil dari Israel beberapa orang jahat yang meyakinkan banyak orang dengan berkata: "Marilah kita pergi dan mengadakan perjanjian dengan bangsa-bangsa di keliling kita. Sebab sejak kita menyendiri maka kita ditimpa banyak malapetaka." Usulnya itu diterima baik. Maka beberapa orang dari kalangan rakyat bersedia untuk menghadap raja. Mereka diberi hak oleh raja untuk menuruti adat istiadat bangsa-bangsa lain. Kemudian orang-orang itu membangun di Yerusalem sebuah gelanggang olah raga menurut adat bangsa-bangsa lain. Merekapun memulihkan kulup mereka pula dan murtadlah mereka dari perjanjian kudus. Mereka bergabung dengan bangsa-bangsa lain dan menjual dirinya untuk berbuat jahat. Rajapun menulis juga sepucuk surat perintah untuk seluruh kerajaan, bahwasanya semua orang harus menjadi satu bangsa. Masing-masing harus melepaskan adatnya sendiri. Maka semua bangsa menyesuaikan diri dengan titah raja itu. Juga dari Israel ada banyak orang yang menyetujui pemujaan raja. Dipersembahkan oleh mereka korban kepada berhala dan hari Sabat dicemarkan. Pada tanggal lima belas bulan Kislew dalam tahun seratus empat puluh lima maka raja menegakkan kekejian yang membinasakan di atas mezbah korban bakaran. Dan mereka mendirikan juga perkorbanan di segala kota di seluruh Yehuda. Pada pintu-pintu rumah dan di lapangan-lapangan dibakar korban. Kitab-kitab Taurat yang ditemukan disobek-sobek dan dibakar habis. Jika pada salah seorang terdapat Kitab Perjanjian atau jika seseorang berpaut pada hukum Taurat maka dihukum mati oleh pengadilan raja. Namun demikian ada banyak orang Israel yang menetapkan hatinya dan memasang tekad untuk tidak makan apa yang haram. Lebih sukalah mereka mati dari pada menodai dirinya dengan makanan semacam itu dan begitu mencemarkan perjanjian kudus. Dan sesungguhnya mereka mati juga. Kemurkaan yang hebat sekali menimpa Israel.

Mazmur Tanggapan

Aku menjadi gusar terhadap orang-orang fasik, yang meninggalkan Taurat-Mu.
Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan.
Bebaskanlah aku dari pada pemerasan manusia, supaya aku berpegang pada titah-titah-Mu.
Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu.
Keselamatan menjauh dari orang-orang fasik, sebab ketetapan-ketetapan-Mu tidaklah mereka cari.
Melihat pengkhianat-pengkhianat, aku merasa jemu, karena mereka tidak berpegang pada janji-Mu.

Bacaan Injil

Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Apa yang Kaukehendaki

Renungan · 2 menit baca

Ada pertanyaan yang kelihatannya mudah, tetapi sering membuat orang tergagap: apa sebenarnya yang kaumau? Banyak orang hidup bertahun-tahun tanpa pernah benar-benar tahu jawabannya. Ditanya, mereka bingung, atau menyebut hal yang ternyata bukan yang paling diinginkan.

Di pinggir jalan menuju Yerikho, seorang buta duduk mengemis. Ketika mendengar Yesus lewat, ia berseru sekuat tenaga, Anak Daud, kasihanilah aku! Orang banyak menyuruhnya diam, tetapi ia justru makin keras berteriak. Yesus berhenti, memanggilnya, dan bertanya, apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?

Pengemis buta itu tidak ragu sedikit pun. Tuhan, supaya aku dapat melihat. Ia tahu persis apa yang paling ia butuhkan, dan berani memintanya langsung. Jawaban Yesus segera menyusul: melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau.

Hari ini Gereja mengenang Santa Elisabet dari Hungaria, seorang puteri raja yang bisa saja meminta apa saja dari kemewahan istana. Tetapi yang ia kehendaki justru melayani orang miskin dan sakit dengan tangannya sendiri. Ia pun tahu persis apa yang paling berharga, dan berani memilihnya.

Seandainya hari ini Yesus berhenti di depanku dan bertanya, apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu, apa yang akan kujawab? Kesehatan, uang, kelancaran urusan, atau berani seperti si buta itu meminta supaya sungguh dapat melihat?

Tuhan, ajarilah aku mengenali apa yang paling kubutuhkan di hadapan-Mu. Dan seperti orang buta di Yerikho, berilah aku keberanian untuk memintanya. Amin.

Invitatorium

S. Elisabet dari Hungaria

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Ibadat Bacaan

S. Elisabet dari Hungaria

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Misteri yang paling purba,
di hadapan takhta-Mu kami bersujud;
kasihanilah kami sekarang, ya Maharahim,
ya Tritunggal Mahakudus.

Ketika langit dan bumi belum tercipta,
ketika waktu belum dikenal,
Engkau dalam keagungan-Mu yang bersinar
hidup dan mengasihi sendirian.

Engkau tidak dilahirkan; tidak ada sumber
dari mana keberadaan-Mu mengalir;
tidak ada akhir yang dapat Engkau capai:
karena Engkau adalah Allah semata.

Betapa indahnya ciptaan,
karya yang Engkau berkati!
Maka seperti apakah Engkau, ya Allah yang terkasih,
Keindahan abadi!

Misteri yang paling purba,
di hadapan takhta-Mu kami bersujud;
kasihanilah kami sekarang dan selama-lamanya,
ya Tritunggal Mahakudus.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang murni hatinya!

Mazmur 72 (73)

Mengapa orang baik banyak mengalami kesusahan?

Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).

I
Betapa baiknya Allah bagi Israel,
bagi mereka yang murni hatinya.
Namun kakiku hampir tergelincir,
langkahku hampir terpeleset
karena aku dipenuhi iri hati terhadap orang sombong
ketika aku melihat bagaimana orang fasik makmur.

Bagi mereka tidak ada rasa sakit;
tubuh mereka sehat dan mulus.
Mereka tidak berbagi dalam kesedihan manusia;
mereka tidak ditimpa seperti orang lain.

Maka mereka mengenakan kesombongan seperti kalung,
mereka mengenakan kekerasan.
Hati mereka meluap dengan kejahatan,
pikiran mereka bergejolak dengan rencana jahat.

Mereka mencemooh; mereka berbicara dengan kejahatan;
dari atas mereka merencanakan penindasan.
Mereka telah menempatkan mulut mereka di surga
dan lidah mereka mendikte bumi.

Maka orang-orang berbalik mengikuti mereka
dan menelan semua perkataan mereka.
Mereka berkata: Bagaimana Allah bisa tahu?
Apakah Yang Mahatinggi memperhatikan?
Lihatlah mereka, demikianlah orang fasik,
tetapi tanpa masalah, mereka bertambah kaya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBetapa baiknya Allah Israel bagi orang yang murni hatinya!

Antifon 2Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.

II
Betapa sia-sianya menjaga hatiku tetap murni
dan membasuh tanganku dalam kemurnian,
ketika aku ditimpa sepanjang hari,
menderita hukuman hari demi hari.

Lalu aku berkata: “Jika aku berbicara seperti itu,
aku akan meninggalkan iman umat-Mu.”

Aku berusaha memahami masalah ini,
terlalu sulit bagi pikiranku untuk mengerti,
sampai aku menembus misteri-misteri Allah
dan memahami apa yang terjadi pada orang fasik.

Betapa licinnya jalan yang Engkau tempatkan bagi mereka;
Engkau membuat mereka tergelincir menuju kehancuran.
Betapa tiba-tiba mereka menemui kehancuran,
terhapus, dihancurkan oleh teror.
Seperti mimpi yang terbangun, ya Tuhan,
ketika Engkau bangun, Engkau menyingkirkan mereka sebagai hantu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.

Antifon 3Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.

III
Maka ketika hatiku menjadi pahit
dan ketika aku terluka parah,
aku bodoh dan tidak mengerti,
tidak lebih baik dari binatang di hadapan-Mu.

Namun aku selalu di hadapan-Mu;
Engkau memegangku dengan tangan kanan-Mu.
Engkau akan membimbingku dengan nasihat-Mu
dan demikian Engkau akan membawaku kepada kemuliaan.

Apa lagi yang kumiliki di surga selain Engkau?
Selain Engkau aku tidak menginginkan apa pun di bumi.
Tubuhku dan hatiku pingsan karena sukacita;
Allah adalah milikku selamanya.

Semua orang yang meninggalkan-Mu akan binasa;
Engkau akan menghancurkan semua orang yang tidak setia.
Berada dekat dengan Allah adalah kebahagiaanku.
Aku telah menjadikan Tuhan Allah perlindunganku.
Aku akan menceritakan karya-karya-Mu
di gerbang kota Sion.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Baiklah bersama-Mu, Bapa; di dalam-Mu ada kepenuhan hidup bagi umat-Mu yang setia; di dalam-Mu semua harapan bersemayam. Semoga Engkau membimbing kami menuju kebahagiaan abadi.

AntifonMereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; kegembiraanku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Menikmati sabda-Mu adalah kesukaanku, ya Tuhan,

Madu itu sendiri tidak lebih manis.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

2:26-47

Penglihatan tentang patung dan batu. Kerajaan Allah yang kekal
Raja Nebukadnezar bertanya kepada Daniel, yang namanya Beltesazar, “Dapatkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang kulihat, dan artinya?” Di hadapan raja Daniel menjawab:
“Misteri yang ditanyakan raja, tidak dapat dijelaskan oleh orang-orang bijak, ahli jampi, tukang sihir, dan ahli nujum kepada raja. Tetapi ada Allah di surga yang menyingkapkan misteri-misteri, dan Ia telah menunjukkan kepada Raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi di hari-hari yang akan datang; inilah mimpi yang engkau lihat ketika engkau berbaring di tempat tidur.
“Kepadamu di tempat tidurmu datanglah pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di masa depan, dan Dia yang menyingkapkan misteri-misteri menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi. Kepadaku juga misteri ini telah disingkapkan; bukan karena aku lebih bijaksana dari orang lain yang hidup, tetapi agar artinya dapat diketahui oleh raja, agar engkau dapat memahami pikiran-pikiran dalam benakmu sendiri.
“Dalam penglihatanmu, ya raja, engkau melihat sebuah patung, sangat besar dan sangat terang, menakutkan penampilannya ketika berdiri di hadapanmu. Kepala patung itu dari emas murni, dada dan lengannya dari perak, perut dan pahanya dari perunggu, kakinya dari besi, kakinya sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat.
“Ketika engkau melihat patung itu, sebuah batu yang dipahat dari gunung tanpa tangan menyentuhnya, menimpa kaki besi dan tanah liatnya, menghancurkannya berkeping-keping. Besi, tanah liat, perunggu, perak, dan emas semuanya hancur sekaligus, halus seperti sekam di lantai pengirikan di musim panas, dan angin meniupnya tanpa meninggalkan jejak. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar dan memenuhi seluruh bumi.
“Inilah mimpinya; penafsirannya juga akan kami berikan di hadapan raja. Engkau, ya raja, adalah raja segala raja; kepadamu Allah surga telah memberikan kekuasaan dan kekuatan, kuasa dan kemuliaan; manusia, binatang buas, dan burung-burung di udara, di mana pun mereka tinggal, Ia telah menyerahkan kepadamu, menjadikan engkau penguasa atas mereka semua; engkau adalah kepala emas. Kerajaan lain akan menggantikan tempatmu, lebih rendah darimu, lalu kerajaan ketiga, dari perunggu, yang akan memerintah seluruh bumi. Akan ada kerajaan keempat, kuat seperti besi; ia akan menghancurkan dan menaklukkan semua kerajaan ini, sama seperti besi menghancurkan dan meremukkan segala sesuatu yang lain.
“Kaki dan jari-jari kaki yang engkau lihat, sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian dari besi, berarti bahwa itu akan menjadi kerajaan yang terbagi, tetapi masih memiliki sebagian kekerasan besi. Seperti yang engkau lihat besi bercampur dengan tanah liat, dan jari-jari kaki sebagian besi dan sebagian tanah liat, kerajaan itu akan sebagian kuat dan sebagian rapuh. Besi yang bercampur dengan tanah liat berarti bahwa mereka akan mengikat perjanjian mereka dengan perkawinan, tetapi mereka tidak akan tetap bersatu, sama seperti besi tidak bercampur dengan tanah liat.
“Pada masa raja-raja itu, Allah surga akan mendirikan sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dihancurkan atau diserahkan kepada bangsa lain; sebaliknya, ia akan menghancurkan semua kerajaan ini dan mengakhirinya, dan ia akan berdiri selamanya. Itulah arti batu yang engkau lihat dipahat dari gunung tanpa tangan menyentuhnya, yang menghancurkan tanah liat, besi, perunggu, perak, dan emas. Allah yang agung telah menyingkapkan kepada raja apa yang akan terjadi di masa depan; inilah persis seperti yang engkau mimpikan, dan artinya pasti.”
Kemudian Raja Nebukadnezar sujud dan menyembah Daniel dan memerintahkan persembahan kurban dan dupa kepadanya. Kepada Daniel raja berkata, “Sungguh, Allahmu adalah Allah segala allah dan Tuhan segala raja dan penyingkap misteri-misteri; itulah sebabnya engkau dapat menyingkapkan misteri ini.”

Responsorium Daniel 2:44; lihat Lukas 20:17, 18

Allah surga akan mendirikan sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dihancurkan;
ia akan mengalahkan dan menyerap semua kerajaan di bumi,

dan kerajaan Allah akan berdiri selamanya.
Batu yang dibuang oleh para pembangun telah menjadi batu penjuru bangunan.
Jika batu ini menimpa siapa pun, ia akan menghancurkannya.

Dan kerajaan Allah akan berdiri selamanya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili yang ditulis pada abad kedua

Marilah kita mengakui iman kita kepada Allah melalui perbuatan kita
Besarlah belas kasihan yang telah ditunjukkan Yesus Kristus kepada kita. Manfaat pertama yang kita berutang kepada belas kasihan-Nya adalah bahwa kita yang hidup tidak berkorban kepada dewa-dewa mati atau menyembah mereka, tetapi, melalui Kristus, telah mencapai pengetahuan tentang Bapa. Apa lagi pengetahuan tentang Bapa selain pengakuan akan Dia melalui siapa pengetahuan ini datang kepada kita? Ia sendiri menyatakan: Setiap orang yang mengakui Aku, Aku pada giliranku akan mengakui di hadapan Bapa. Maka inilah akan menjadi upah kita jika kita mengakui Dia melalui siapa kita telah diselamatkan. Tetapi bagaimana kita akan menunjukkan bahwa kita mengakui Dia? Dengan melakukan apa yang Ia katakan, dengan tidak melanggar perintah-Nya, dan dengan menghormati-Nya tidak hanya dengan bibir kita tetapi dengan seluruh hati dan seluruh pikiran kita. Karena Ia berkata dalam Yesaya: Bangsa ini menghormati Aku dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh dari Aku.
Janganlah kita hanya menyebut-Nya Tuhan, karena itu tidak akan menyelamatkan kita. Tidak setiap orang yang berkata kepada-Ku, Tuhan, Tuhan, akan diselamatkan, Ia memperingatkan, tetapi hanya orang yang melakukan apa yang benar. Maka, saudara-saudara, marilah kita menunjukkan iman kita kepada-Nya melalui perbuatan kita, dengan saling mengasihi, dengan tidak berzina, dengan tidak saling menyalahkan, atau iri hati. Sebaliknya, marilah kita menjadi suci, berbelas kasihan, dan baik hati. Kita juga harus memiliki belas kasihan satu sama lain, dan tidak serakah. Kita harus membuktikan bahwa kita percaya kepada-Nya dengan melakukan tindakan-tindakan seperti ini dan dengan menghindari apa pun yang bertentangan dengannya, karena kita takut kepada Allah daripada manusia. Jika kita gagal melakukannya, kita memiliki peringatan Tuhan: Jika kamu tidak menuruti perintah-perintah-Ku, meskipun Aku telah memelukmu ke hati-Ku, Aku akan mengusirmu dari-Ku dan berkata kepadamu: Pergilah dari hadapan-Ku, kamu yang perbuatannya jahat; kamu adalah orang asing bagiku.
Oleh karena itu, saudara-saudaraku, marilah kita memasuki arena dengan pengetahuan bahwa pertandingan sudah dekat. Banyak orang melakukan perjalanan jauh untuk memperebutkan mahkota yang segera layu, namun tidak semua dari mereka menang, tetapi hanya mereka yang telah mengerahkan setiap saraf dan berkompetisi dengan adil. Marilah kita berkompetisi sedemikian rupa sehingga kita semua dapat dimahkotai. Marilah kita berlari lurus dalam perlombaan kehidupan Kristen, berangkat dalam jumlah besar untuk mengambil bagian di dalamnya, dan kemudian berjuang untuk mahkota dengan segenap kekuatan kita. Bahkan jika kita tidak dapat menang, setidaknya marilah kita mendekati kemenangan.
Sekarang kita harus tahu bahwa bahkan ketika pertandingan untuk karangan bunga yang hanya bertahan sehari, jika ada yang ditemukan melanggar aturan, ia dicambuk dan diusir dari arena balap. Apa yang Anda kira, kemudian, akan menjadi nasib orang yang melanggar aturan dalam pertandingan kehidupan Kristen? Tentang mereka yang tidak menjaga meterai baptisan mereka tetap utuh, Kitab Suci berkata: Ulatnya tidak mati dan apinya tidak pernah padam. Mereka akan menjadi tontonan bagi semua orang.

Responsorium 1 Tesalonika 1:9-10; 1 Yohanes 2:28

Engkau telah berpaling dari penyembahan berhala untuk melayani Allah yang hidup dan benar,
dan sekarang engkau menantikan kedatangan Putra-Nya dari surga, Dia yang dibangkitkan-Nya dari antara orang mati:

Yesus, penyelamat kami dari murka yang akan datang.
Sekarang, anak-anakku, hiduplah di dalam Dia agar ketika Ia menampakkan diri, engkau dapat sepenuhnya yakin
dan tidak berpaling dari-Nya dengan malu pada kedatangan-Nya.

Yesus, penyelamat kami dari murka yang akan datang.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan maharahim,
dengan murah hati jauhkanlah dari kami segala kesukaran,
agar, tanpa terhalang baik dalam pikiran maupun tubuh,
kami dapat mengejar dengan kebebasan hati hal-hal yang adalah milik-Mu.
Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Elisabet dari Hungaria

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Mari bernyanyi untuk menghormati
Wanita suci yang pantas dipuji
Hati berbakti sungguh tahan uji
Slalu mengabdi.

Tak terkalahkan oleh jerat lawan
Namun bertahan di tengah godaan
Memperjuangkan kerajaan Tuhan
Dan persatuan.

Berat tapanya tekun dalam doa
Siap sedia mengabdi sesama
Di mana-mana menyumbangkan jasa
Dengan gembira.

Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan; waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.

Mazmur 5,2-10. 12-13

Dengarkanlah kata-kataku, ya Tuhan,*
indahkanlah keluh kesahku.

Perhatikanlah permohonanku,*
ya rajaku dan Allahku.

KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan,+
waktu pagi Engkau mendengar seruanku,*
sejak pagi aku mengharapkan belas-kasihMu.

Sebab Engkau bukan Allah yang berkenan akan kejahatan,*
orang jahat tidak boleh bertamu padaMu.

Orang berdosa tak dapat bertahan di hadapan pandanganMu,*
Engkau membenci orang yang melakukan kejahatan.

Pembohong Kaubinasakan,*
Engkau muak akan penumpah darah dan penipu.

Tetapi aku, berkat kasih setiaMu yang besar,*
akan masuk ke dalam rumahMu.

Aku sujud ke arah rumahMu yang kudus,*
penuh khidmat, ya Tuhanku.

Bimbinglah aku dengan setia, karena banyaklah lawanku,*
ratakanlah jalanMu di hadapanku.

Sungguh, tak ada yang jujur pada mulut mereka,*
batinnya penuh rencana busuk.

Tenggorokannya bagaikan kubur ternganga,*
lidah mereka licik merayu.

Tetapi orang yang berlindung padaMu akan bersukacita,*
dan bergembira selama-lamanya.

Karena lindunganMu bersukarialah,*
mereka yang mengasihi namaMu.

Sebab Engkau memberkati orang takwa, ya Tuhan,*
Engkau melingkupi mereka dengan perisai cintaMu.

Antifon 1KepadaMu aku berdoa, ya Tuhan, waktu pagi Engkau mendengarkan seruanku.

Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.

1Taw 29,10-13

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, selama-lamanya,*
Allah Israel, Allah leluhur kami.

Engkaulah, ya Tuhan, luhur dan perkasa,*
gemilang dan berseri semarak.

Sebab milikMulah langit dan bumi,+
bagiMulah kerajaan, ya Tuhan,*
Engkau unggul melampaui semua penguasa.

Kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu,*
dan segalanya Kaukuasai.

Di tanganMulah kekuatan dan keperkasaan,*
segala yang jaya karya tanganMu.

Maka kini kami bersembah sujud, ya Allah,*
dan memuji namaMu yang mulia.

Antifon 2Kami memuji namaMu yang mulia, ya Allah.

Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.

Mazmur 28

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga,*
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kekuasaan.

Sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan namaNya,*
sujudlah kepadaNya dengan hormat dan khidmat.

Suara Tuhan di atas langit,*
Allah yang mulia bergemuruh di angkasa raya.

Suara Tuhan penuh kekuatan.*
suara Tuhan penuh semarak.

Suara Tuhan mematahkan pohon-pohon jati,*
Menumbangkan jati raksasa.

Suara Tuhan membuat gunung melonjak-lonjak bagaikan anak lembu,*
dan bukit bagaikan anak kuda.

Suara Tuhan meledakkan mata petir,*
dan menggetarkan padang gurun.

Suara Tuhan meggoyangkan pohon,*
merontokkan dedaunan hutan.

Maka dalam rumah Tuhan,*
semua berseru; Mulia! Mulia!

Tuhan bertakhta di surga,*
bersemayam sebagai raja selama-lamanya.

Tuhan memberikan kekuatan kepada umat,*
umat diberkatiNya dengan damai sejahtera.

Antifon 3Sujudlah kepada Tuhan dengan hormat dan khidmat.

Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu! Persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat

℣.Tuhan memandang dia,* Serta menolong dia.℟.Tuhan.℣.Tuhan menyertai dia dan meneguhkan dia.℟.Serta menolong dia.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungKerajaan surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Waktu dijumpainya sebiji yang istimewa, dijualnya seluruh harta miliknya dan dibelinya mutiara itu.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungKerajaan surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Waktu dijumpainya sebiji yang istimewa, dijualnya seluruh harta miliknya dan dibelinya mutiara itu.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, bersama dengan semua wanita kudus, marilah kita memuji penyelamat kita, sambil berseru:

℟. Datanglah, ya Tuhan Yesus.

Yesus Tuhan kami, Engkau telah mengampuni wanita berdosa karena cinta kasihnya yang besar,* ampunilah kami, ya Tuhan, karena kamipun sangat berdosa. ℟.

Yesus Tuhan kami, Engkau dilayani oleh para wanita selama perjalananMu ke Yerusalem,* perkenankanlah kami juga mengikuti jejakMu. ℟.

Yesus Tuhan kami, Engkau didengarkan Maria ketika Marta melayani,* semoga kami mengabdi kepadaMu dalam iman dan cinta kasih. ℟.

Yesus Tuhan kami, semua orang yang melakukan kehendakMu Kausebut saudara, saudari dan ibuMu,* semoga kami menyenangkan Dikau dengan perkataan dan perbuatan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, oleh karunia-Mu Santa Elisabet dari Hungaria mengenal dan menghormati Kristus dalam diri orang miskin, berikanlah, melalui perantaraannya, agar kami dapat melayani dengan kasih yang tak kunjung padam orang-orang yang membutuhkan dan yang menderita. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Elisabet dari Hungaria

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 13, 8. 10)

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Ayat Singkat

℣.Jadilah penolongku, jangan membuang aku.℟.Jangan tinggalkan aku, ya Allah penyelamatku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Elisabet dari Hungaria

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Mazmur 18B (19B)

Sabda Tuhan sempurna,*
menyegarkan jiwa.

Peraturan Tuhan teguh,*
membuat arif orang bersahaja.

Titah Tuhan tepat,*
menyenangkan hati.

Perintah Tuhan jelas,*
menerangi mata.

Hikmat Tuhan baik,*
tetap selamanya.

Keputusan Tuhan benar,*
adil selalu.

Lebih indah dari pada emas murni,*
lebih manis dari pada madu lebah.

Aku memperhatikan hukumMu,*
maka besarlah ganjaranku.

Siapa sadar akan pelanggarannya?*
Ampunilah dosa yang tak kusadari.

Lindungilah hambaMu terhadap keangkuhan,*
jangan aku dikuasai olehnya.

Maka hidupku suci,*
bebas dari pelanggaran besar.

Semoga Engkau berkenan akan ucapan mulutku,+
dan akan renungan hatiku di hadapanMu,*
ya Tuhan, padas dan penebusku.

Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Mazmur 7 I

Ya Tuhan, Allahku, kepadaMu aku berlindung,*
selamatkan daku dari para pengejarku dan bebaskan daku.

Jangan sampai mereka menerkam aku seperti singa,*
dan menyeret aku, tanpa ada yang membebaskan.

Ya Tuhan, Allahku, jika aku bersalah,*
jika tanganku berbuat curang,

jika aku berbuat jahat terhadap kawan,*
atau merugikan lawan yang tak beralasan,

biarlah musuh mengejar dan menangkap aku,+
menginjak-injak hidupku ke tanah,*
melemparkan kemuliaanku ke dalam debu.

Bangkitlah, Tuhan, dalam kemurkaanMu,+
melawan amarah para penindasku,*
lindungilah aku dengan menjatuhkan hukuman.

Hendaklah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau,*
bertakhtalah dan rajailah mereka.

Engkaulah hakim segala bangsa,+
hakimilah aku sesuai dengan kejujuranku,*
dan menurut kesucian hatiku.

Semoga berakhirlah kejahatan orang berdosa,+
Teguhkanlah hati orang yang baik,*
ya Allah yang adil, yang menyelami lubuk hati.

Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Mazmur 7 II

Perisaiku ialah Allah,*
penyelamat orang yang tulus hati.

Allah itu hakim yang adil,*
amarahNya berkobar setiap hari.

Biar penindas mengasah pedang,*
melenturkan busur dan membidik;

namun bagi diri sendirilah ia menyiapkan senjata maut,*
dan menyalakan anak panahnya.

Ia mengandung kejahatan,*
ia hamil kelaliman dan melahirkan dusta.

Ia membuat lubang dan menggalinya,*
lalu terperosok sendiri ke dalamnya.

Begitulah kelaliman kembali kepada si jahat,*
dan kekerasan menimpa dia sendiri.

Aku bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya,*
dan bermazmur bagi nama Tuhan yang mahatinggi.

Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Bacaan singkat Flp 4,8.9

Saudara-saudara, segala yang benar, luhur dan adil, segala yang suci, manis dan mulia, segala yang utama dan patut dipuji, itulah yang harus kamu pikirkan. Dan apa saja yang telah kamu pelajari dari padaku, serta yang kamu terima dan dengar dari padaku, atau yang kamu saksikan padaku, itu pula yang harus kamu lakukan. Jika demikian, maka Allah, pokok segala damai, akan tetap menyertai kamu.

℣.Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.℟.Aku hendak hidup tanpa cela.

Doa Penutup

Ya Allah, oleh karunia-Mu Santa Elisabet dari Hungaria mengenal dan menghormati Kristus dalam diri orang miskin, berikanlah, melalui perantaraannya, agar kami dapat melayani dengan kasih yang tak kunjung padam orang-orang yang membutuhkan dan yang menderita. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Elisabet dari Hungaria

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Pe 1, 17b. 18a. 19)

Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Ayat Singkat

℣.Bebaskanlah aku, ya Tuhan, dan kasihanilah aku.℟.Dalam jemaah aku hendak memuji Tuhan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Elisabet dari Hungaria

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Marilah kita memuji
Wanita yang tabah hati
Terkenal di mana-mana
Karena kesuciannya.

Penuh cinta pada Tuhan
Teguh kuat dalam iman
Gagah ditempuhnya jalan
Berpedoman pengabdian.

Badan diatur puasa
Hati dikuatkan doa
Maka kini menikmati
Kegembiraan surgawi.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada hamba yang setya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.

Mazmur 10

Pada Tuhan aku berlindung: mengapa Engkau berkata kepadaku,*
"Terbanglah ke gunung bagaikan burung!

Sebab dari tempat yang gelap orang jahat merentangkan busur,+
memasang anak panah pada talinya,*
untuk memanah orang yang tulus hati.

Kalau hilang segala pegangan,*
apa daya orang benar?"

Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus,*
Tuhan bertakhta di surga.

PandanganNya selalu mengamat-amati,*
sorotan mataNya menguji manusia.

Tuhan menguji orang yang benar dan yang jahat,*
Ia membenci mereka yang mencintai kelaliman.

Dengan api dan belerang dihujaniNya penjahat,*
dihanguskanNya mereka dengan angin panas.

Sebab Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan,*
Ia memandang orang benar.

Antifon 1Tuhan memperhatikan orang miskin.

Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 14

Tuhan, siapa boleh menumpang di kemahMu,*
siapa boleh tinggal di gunungMu yang suci?

Yaitu orang yang hidup tanpa cela dan berlaku jujur,+
yang berkata benar dalam hatinya,*
dan tidak memfitnah dengan lidahnya.

Yang tidak berbuat jahat terhadap saudaranya,*
tidak mendatangkan nista kepada sesama.

Yang menjauhi orang berdosa,*
dan memberi hormat kepada yang takwa.

Yang berpegang pada sumpah, meskipun rugi,*
tidak meminjamkan uang dengan makan riba.

Yang tak mau memungut uang suap,*
untuk merugikan orang tak bersalah.

Barang siapa berbuat demikian,*
tidak akan goyah selama-lamanya.

Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Bacaan Singkat (Rom 8,28-30)

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa segala-galanya menguntungkan mereka yang mencintai Allah, yaitu semua orang yang terpanggil menurut rencana Allah dari semula. Karena semua orang yang dikenal Allah dari semula, ditentukanNya dari semula pula untuk menjadi serupa dengan citra PuteraNya, supaya di antara banyak saudara Kristus menjadi yang sulung. Semua yang ditentukan Allah dari semula, dipanggilNya juga; semua yang dipanggil diselamatkanNya, dan semua yang diselamatkan dimuliakan olehNya.

Lagu Singkat

℣.Tuhan memilih dia,* Dan mencintai dia.℟.Tuhan.℣.Tuhan menerimanya ke dalam kemuliaan.℟.Dan mencintai dia.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungAku bersuka ria dalam Tuhan dengan hati lapang, sebab aku telah menikmati keselamatan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungAku bersuka ria dalam Tuhan dengan hati lapang, sebab aku telah menikmati keselamatan.

Doa Permohonan

Marilah kita bersama para wanita kudus berdoa kepada Tuhan untuk GerejaNya:

℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

Dengan iman yang teguh para martir menghadapi kematian badani,* berikanlah kekuatan kepada Gereja dalam segala cobaan. ℟.

Dengan tabah para wanita kudus menjawab panggilan rahmat dalam perkawinan suci,* semoga GerejaMu subur dalam kerasulannya. ℟.

Dengan sabar para janda suci menguduskan kesepiannya dengan doa dan bakti,* semoga GerejaMu menunjukkan cinta kasih kepada dunia. ℟.

Dengan tekun para ibu mendidik anak-anak bagi kerajaan Allah dan masyarakat,* semoga GerejaMu membimbing semua manusia kepada keselamatan dan kehidupan abadi. ℟.

Dengan gembira semua wanita suci memandang cahaya wajahMu,* semoga para anggota Gereja yang telah meninggal bergembira karena memandang wajahMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, oleh karunia-Mu Santa Elisabet dari Hungaria mengenal dan menghormati Kristus dalam diri orang miskin, berikanlah, melalui perantaraannya, agar kami dapat melayani dengan kasih yang tak kunjung padam orang-orang yang membutuhkan dan yang menderita. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

S. Elisabet dari Hungaria

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat 1Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santa Elisabeth dari Hungaria

Janda · 1207-1231

Elisabeth Hungaria adalah janda kudus mendiang Pangeran Ludwig IV dari Turingia. Sepeninggal suaminya, ia menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan sangat aktif melayani orang-orang miskin dengan kekayaannya. Elisabeth lahir di Pressbura atau Bratislava atau Saros Patak (sekarang: Cekoslovakia), ibukota Hungaria Utara, pada tahun 1207 dari pasangan Andreas II, Raja Hungaria, dan Gertrude dari Andechs Meran.

Ketika berusia 4 tahun, kedua orang-tuanya mempertunangkan dia dengan putera tertua Pangeran Hermann I dari Thuringia, Jerman Barat. Semenjak itu Elisabeth kecil tinggal di istana Wartburg di Jerman Tengah. Di sana ia dan putera Pangeran Herman I itu dibesarkan dan dididik bersama. Namun sayang, rencana pernikahan mereka menemui jalan buntu: sang pangeran muda itu mati dalam usia yang masih begitu muda. Sebagai gantinya Elisabeth lalu dipertunangkan dengan Ludwig IV, putera Hermann I yang lebih muda. Pernikahan mereka diselenggarakan pada tahun 1221 ketika Elisabeth berusia 14 tahun dan Ludwig berusia 21 tahun. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Perkawinan ini berakhir pada tahun 1227, ketika Ludwig meninggal dunia karena serangan wabah pes sementara mengikuti Perang Salib di Tanah Suci.

Selagi hidup bersama suaminya, Elisabeth tetap hidup sederhana, tidak seperti penghuni istana lainnya yang serba mewah. Ia bahkan sangat sosial dan menunjukkan perhatian dan cintakasih yang besar kepada orang-orang miskin. Ia mendermakan uang, makanan dan pakaian kepada para fakir miskin itu. Hal itu tidak disukai oleh kaum keluarganya; mereka menuduh Elisabeth memboroskan harta suaminya. Suatu hari, ia dipergoki suaminya ketika sedang keluar membawa sebuah keranjang berisi roti. "Apa yang kaubawa itu?" tanya suaminya dengan suara agak keras. Elisabeth agak takut tetapi dengan serta merta ia menjawab: "Bunga mawar, Mas!". Suaminya tak percaya dan segera menggeledah bungkusan di dalam keranjang itu. Dan ternyata betul: keranjang itu berisi bunga-bunga mawar yang masih segar. Tuhan kiranya telah menyelamatkan hambanya. Sejak itu, Ludwig semakin menyayangi Elisabeth dan hidup rukun dengannya. Ludwig semakin memahami tujuan perbuatan sosial Elisabeth kepada orang-orang miskin. Kepada penghuni-penghuni istana lain yang tidak menyukai Elisabeth, Ludwig mengatakan: "Perbuatan amal Elisabeth akan membawa berkat Tuhan bagi kita. Kita tentu tidak akan dibiarkan Allah menderita suatu kekurangan pun, selama kita mengizinkan Elisabeth untuk meringankan penderitaan orang lain."

Sebelum kepergian suaminya ke Tanah Suci guna mengikuti Perang Salib, Elisabeth telah banyak menunjukkan perbuatan-perbuatan cintakasih yang mengagumkan kepada orang-orang miskin dan sakit. Ia mendirikan rumah-rumah sakit, dan memberikan makanan kepada orang-orang malang itu. Kegiatan amalnya ini diperganda, ketika Elisabeth menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus.

Kegiatan-kegiatannya semakin memperhebat kebencian anggota keluarga istana padanya. Ia diusir dari istana tanpa membawa apa-apa kecuali tiga orang puteranya. Kemudian ketiga anaknya itu dititipkan pada seorang sahabatnya yang terpercaya. Ia sendiri lalu masuk Ordo Ketiga Santo Fransiskus dan giat menjalankan berbagai kegiatan amal kepada orang-orang miskin dan anak-anak yatim-piatu. Ia mengakhiri hidupnya sebagai hamba Tuhan yang setia dan wafat di Marburg, Jerman pada tanggal 17 Nopember 1231, dalam usia 24 tahun. Banyak sekali terjadi mujizat berkat perantaraannya.

Pada tahun 1235, empat tahun setelah kematiannya, ia sudah dinyatakan 'kudus' berkat permohonan dari orang-orang yang mengenal baik dia dan semua kebajikan yang dilakukannya semasa hidupnya. Tak ketinggalan di antara orang-orang itu, bapa pengakuannya, yang sungguh mengagumi kepribadian dan karyanya. Elisabeth adalah seorang ibu yang memberi teladan hidup yang luar biasa kepada para ibu rumah tangga. Ia diangkat menjadi pelindung kudus karya-karya sosial.

Santo Dionisius Agung

Uskup dan Pengaku Iman

Beliau adalah Uskup Aleksandria, Mesir dan seorang katekis yang termasyhur. Ia terpaksa mengungsi beberapa kali ke gurun pasir Lybia karena penganiayaan yang terjadi atas umat Kristen di dalam keuskupannya. Dionisius dikenal bersikap lunak terhadap orang-orang Kristen yang murtad dalam masa penganiayaan tetapi bertobat kembali ke pangkuan Bunda Gereja. Dalam zaman yang sulit itu ia amat rajin menguatkan iman umatnya.

Santo Gregorius dari Tours

Uskup dan Pengaku Iman

Gregorius lahir di Auvergne, Prancis pada tahun 538 dan meninggal dunia di Tours pada tahun 594. Ia terkenal sebagai seorang uskup abad keenam sekaligus penulis dan sejarawan kenamaan yang memperkaya kasanah budaya di Tours. Dengan berbagai usahanya ia berhasil mengembangkan kota itu menjadi salah satu pusat kekristenan di Prancis Tengah. Keluarganya yang campuran Prancis-Roma itu menempatkan banyak anggotanya dalam kedudukan-kedudukan terhormat di dalam masyarakat dan di dalam Gereja. Namanya sejak kecil ialah Gregorius Florentius; nama Gregorius dikenakannya sebagai kenangan akan seorang neneknya yang menjadi uskup di Langers.

Sepeninggal Euphronius, saudara sepupunya pada tahun 573, Gregorius menggantikan dia sebagai Uskup Tours. Sebagai Uskup kota itu, Gregorius adalah petinggi Gereja yang paling penting yang harus menghadapi bangsa Frank, yang menguasai wilayah itu termasuk Tours. Konsepnya tentang Gereja sebagai suatu kekuatan politik dan kebudayaan mengawetkan sistim depotisme dan sikap tak bertanggungjawab dari kebanyakan Pangeran Frank.

Bukunya “De Cursibus Eccdesiasticis” ditulis untuk menyanggupkan kaum rohaniwan-dengan dasar-dasar astronomi-mengenal waktu dengan mengamati bintang-bintang. Studi ini menolong mereka dalam hal pengaturan waktu terutama dalam kaitan dengan kewajiban-kewajiban membaca dan berdoa pada malam hari. Gaya penulisannya sangat sederhana; ia dengan tangkas menghindari uraian-uraian yang fantastis yang menandai hampir semua karya ilmu pengetahuan pada masa itu. Kecuali itu, ia juga menulis tentang riwayat hidup Santo Martinus dari Tours (315-399) dan Santo Yulianus dari Brioude, yang hidup pada abad ketiga, dan menyusun satu koleksi karya para orang kudus dan martir Prancis.

Karyanya yang terbesar ialah 10 buah buku Sejarah Bangsa Prancis. Dua buku pertama berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari penciptaan sampai tahun 511. Buku ketiga dan keempat menguraikan secara ringkas Sejarah Kerajaan Frank sampai tahun 573. Sedangkan enam buku berikutnya merupakan suatu kumpulan kronik tentang peristiwa-peristiwa dari 573-tahun di mana Gregorius menjadi uskup-sampai tahun 591.

Gregorius lebih menonjol sebagai seorang pencerita dengan gaya bahasa yang hidup daripada seorang sejarawan objektif. Ia memberikan suatu gambaran yang hidup tentang keadaan suatu masyarakat, dengan lebih memberi tekanan kuat pada hal-hal yang menakjubkan dari suatu peristiwa yang diuraikannya. Kemampuannya yang paling menonjol terlihat di dalam kemampuan melukiskan perangai tokoh-tokoh yang berperan di dalam suatu peristiwa. Kisahnya tentang peristiwa permandian Raja Clovis dan pengikut-pengikutnya pada tahun 496 adalah sebuah cerita klasik yang sangat menarik. Tokoh-tokoh dinasti Meroving dari Prancia seperti Clotaire I, Chilperic I, Guntram, Ratu Fredegund, dan anggota-anggota lainnya digambarkan dengan begitu hidup dibarengi suatu pemahaman yang tinggi.

Seperti sejarawan-sejarawan lainnya, cerita-ceritanya mempunyai akurasi dan daya tarik yang tinggi seolah-olah dia sendiri mengalaminya. Cerita merupakan suatu kekayaan abad keenam dalam bidang sejarah politik dan sosial. Buku Sejarah Bangsa Prancis yang ditulisnya dipakai oleh Santo Bede, Paul Deacon dan sejarawan lainnya dari abad ketujuh dan kedelapan. Buku itu mempunyai nilai sejarah yang tinggi sebagai satu sumber informasi primer tentang Zaman Meroving dari Sejarah Prancis. Tanpa buku itu asal-usul monarki itu tak dikenal oleh ahli-ahli zaman sekarang

.

Santo Gregorius Thaumaturgos

Uskup dan Pengaku Iman

Gregorius Thaumaturgos atau Gregorius Pembuat Mujizat berasal dari Neokaisarea (Turki). Ia lahir pada tahun 213 dan meninggal dunia di tanah kelahirannya pada tahun 268. Ia dikenal luas karena mujizat-mujizatnya dan usahanya menyebarkan agama Kristen di dunia Timur.

Putera bangsawan kafir ini adalah seorang ahli hukum. Suatu ketika ia bermaksud pergi ke Beirut, Lebanon untuk mempraktekkan keahliannya di bidang hukum. Dalam perjalanannya ke kota itu, ia singgah di Kaisarea, Israel. Di sana, ia ditobatkan menjadi Kristen oleh Origenes (185-254), seorang ahli Kitab Suci kenamaan di kota itu. Peristiwa ini membuatnya tidak lagi bersemangat untuk meneruskan perjalanannya ke Beirut. Ia selanjutnya tinggal di Kaisarea selama beberapa tahun sambil belajar pada Origenes.

Pada tahun 238, ia kembali ke Neokaisarea. Di sana ia ditahbiskan menjadi uskup kota itu. Pada masa itu orang Kristen sangat sedikit. Sebagian besar penduduk kota itu masih kafir. Gregorius dalam kedudukannya sebagai uskup berjuang keras untuk memperbanyak jumlah orang Kristen. Kemampuannya yang luar biasa dalam berkotbah sangat mendukung usahanya itu. Ia berhasil menarik banyak orang kafir menjadi Kristen. Karya-karya amalnya kepada orang-orang miskin dan sakit, yang diperkuat dengan banyak mujizat, seperti menyembuhkan orang-orang sakit dengan doa-doanya, semakin memikat hati orang-orang kafir pada agama Kristen.

Pada tahun 250, Keuskupan Neokaisarea menderita pengejaran dan penganiayaan yang diperintahkan Kaisar Gaius Decius. Tak lama kemudian keuskupan itu pun dilanda wabah penyakit dan serangan suku bangsa Goth. Kendatipun tertimpa berbagai penderitaan, orang-orang Kristen Neokaisarea di bawah bimbingan uskupnya tetap berpegang teguh pada imannya. Ketika Gregorius wafat pada tahun 268 hanya ada 17 orang kafir di kota itu.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari