Doa Katolik
Pesta

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Minggu, 9 November 2031· Putih · Pekan Psalterium IV
9 November 2031

Bacaan Misa

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Raja alam semesta akan membangkitkan kami untuk kehidupan kekal Pada masa pemerintahan Raja Antiokhus Ephifanes ada tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Dengan siksaan cambuk dan rotan mereka dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram. Maka seorang dari antara mereka, yakni yang menjadi juru bicara, berkata begini, “Apakah yang hendak Baginda tanyakan kepada kami, dan apakah yang hendak Baginda ketahui? Kami lebih senang mati daripada melanggar hukum nenek moyang!”

Ketika anak yang kedua hampir putus nyawanya, berkatalah ia, “Memang benar, Bangsat, engkau dapat menghapus kami dari hidup di dunia ini, tetapi Raja alam semesta akan membangkitkan kami untuk kehidupan kekal, oleh karena kami mati demi hukum-hukum- Nya!”

Sesudah itu anak yang ketiga disengsarakan. Ketika diminta, segera dikeluarkanlah lidahnya, dan dengan berani dikedangkannya tangannya juga. Dengan berani ia berkata, “Dari surga aku telah menerima anggota-anggota ini! Demi hukum-hukum Tuhan kupandang semuanya ini bukan apa-apa! Aku berharap akan mendapat kembali semua ini dari pada-Nya!” Sampai-sampai sang raja sendiri serta pengiringnya tercengang-cengang atas semangat pemuda itu yang memandang kesengsaraannya bukan apa-apa.

Sesudah yang ketiga berpulang, maka yang keempat disiksa dan dipuntungkan secara demikian pula. Ketika sudah dekat pada akhir hidupnya, berkatalah ia, “Sungguh baiklah berpulang oleh tangan manusia, dengan harapan yang dianugerahkan Allah sendiri, bahwa

kami akan dibangkitkan kembali oleh-Nya. Tetapi bagi baginda tidak ada kebangkitan untuk kehidupan!”

Mazmur Tanggapan

(46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
(46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
(46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
(46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.
(46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
(46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

Bacaan Kedua

Cinta kasih Allah dan ketabahan Kristus menjadi jaminan kekuatan kesetiaan para penerus Injil.

Tesalonika:

Semoga Tuhan menguatkan hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik.

Saudara-saudara, dalam kasih karunia-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, telah mengasihi kita dan telah menganugerahkan penghiburan abadi serta pengharapan yang baik kepada kita. Semoga Ia menghibur dan menguatkan hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik.

Selanjutnya, Saudara-saudaraku, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi diantara kamu: juga supaya kami terlepas dari para pengacau dan dari orang-orang jahat, sebab tidak semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan akan memelihara kamu terhadap yang jahat. Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu telah kamu lakukan dan akan selalu kamu lakukan. Kiranya Tuhan tetap mengarahkan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

Bacaan Injil

Ia bukan Allah orang mati melainkan Allah orang hidup Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Musa menuliskan untuk kita perintah ini: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati meninggalkan isterinya tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.

Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”

Jawab Yesus kepada mereka, “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian

dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka semua seperti malaikat-malaikat, dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun

melaksanakannya.

Bait yang Berupa Tubuh

Renungan · 2 menit baca

Ada bangunan-bangunan yang begitu megah sampai orang datang jauh-jauh hanya untuk memotretnya. Mereka berdiri di depannya, berfoto, mengagumi tinggi menaranya dan indah ukirannya, lalu pulang. Yang mereka bawa hanya gambar dindingnya. Apa yang terjadi di dalam, untuk apa gedung itu dibangun, sering justru terlewat.

Hari ini Gereja mengenang pemberkatan Basilika Santo Yohanes Lateran, gereja katedral Sri Paus di Roma, yang disebut ibu dari semua gereja. Wajar bila kita membayangkan kemegahan batu dan pualamnya. Tetapi bacaan-bacaan hari ini justru menarik mata kita menjauh dari tembok.

Dalam Injil, Yesus masuk ke Bait Allah di Yerusalem, bangunan paling suci dan paling dibanggakan bangsa-Nya, lalu mengusir para pedagang. Rumah Bapa-Ku bukan tempat berjualan, kata-Nya. Orang-orang menantang, tanda apa yang bisa Ia tunjukkan. Jawab Yesus mengejutkan: rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Mereka mengira Ia bicara tentang gedung yang dibangun empat puluh enam tahun. Padahal, kata Yohanes, yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri.

Di sinilah seluruh cara pandang dibalik. Rumah Allah yang sejati ternyata bukan tumpukan batu, betapapun sucinya. Rumah Allah yang sejati adalah sebuah Pribadi. Allah tidak lagi tinggal di dalam gedung; Ia tinggal di dalam tubuh Kristus, dan melalui Dia, di dalam kita.

Yehezkiel sudah melihatnya dari jauh. Dari bait itu mengalir air yang menghidupkan, makin jauh makin deras, sampai laut yang mati pun menjadi tawar dan penuh ikan. Tanda sebuah rumah Allah yang sejati bukan megah temboknya, melainkan hidup yang mengalir keluar darinya.

Maka pesta hari ini bukan tentang mengagumi satu gedung indah di Roma. Ia pertanyaan bagi setiap kita yang oleh permandian telah dijadikan bait Allah yang hidup. Kalau tubuhku ini rumah Tuhan, apa yang orang temukan ketika masuk ke dalamnya? Kekudusan yang menyegarkan, atau kesibukan berjualan seperti pasar? Dan dari hidupku, adakah air yang mengalir keluar, menghidupkan orang di sekitarku?

Santo Paulus pernah menuliskannya terang-terangan kepada jemaat di Korintus: tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus? Kalimat itu mengubah cara kita memandang diri sendiri. Merawat tubuh dan jiwa, menjaganya dari yang menajiskan, ternyata bukan urusan sepele, melainkan cara kita menghormati rumah yang Allah pilih untuk didiami.

Tuhan, Engkau memilih tinggal bukan di gedung megah, melainkan di dalam diriku. Bersihkanlah bait ini dari segala yang menjadikannya pasar, agar dari dalamnya mengalir air yang menghidupkan sesamaku. Amin.

Invitatorium

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, pengantin Gereja.

Ibadat Bacaan

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kebaikan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia kerajaan-Mu Kau bawa.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja yang diurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mazmur 144 (145)

Pujian atas keagungan Allah

Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Aku akan memberkati Engkau hari demi hari

dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat patut dipuji,

keagungan-Nya tak terukur.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang ajaib.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyuarakan keadilan-Mu.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, melimpah kasih setia-Nya.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Antifon 2Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

II
Semua ciptaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan para sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

pemerintahan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.

AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Mata semua ciptaan memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

memenuhi keinginan semua yang hidup.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Ia memenuhi keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk abad-abad yang tak berkesudahan.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang memanggil-Mu dengan kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian orang-orang yang menghormati Engkau. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka, agar mereka senantiasa mengasihi Engkau dan memuji nama-Mu yang kudus.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah perkataan-perkataanku.

Perhatikanlah perintah-perintahku.
Bacaan Pertama

Dari permulaan Kitab Makabe yang pertama

1:1-24

Kemenangan dan keangkuhan orang-orang Yunani
Setelah Aleksander orang Makedonia, putra Filipus, yang datang dari tanah Kittim, mengalahkan Darius, raja Persia dan Media, ia menjadi raja menggantikannya, setelah sebelumnya memerintah di Yunani. Ia berperang dalam banyak kampanye, merebut benteng-benteng, dan membunuh raja-raja. Ia maju sampai ke ujung bumi, mengumpulkan jarahan dari banyak bangsa; bumi terdiam di hadapannya, dan hatinya menjadi bangga dan angkuh. Ia mengumpulkan pasukan yang sangat kuat dan menaklukkan provinsi-provinsi, bangsa-bangsa, dan penguasa-penguasa, dan mereka menjadi taklukannya. Tetapi setelah semua ini ia jatuh sakit, menyadari bahwa ia akan mati. Oleh karena itu ia memanggil para perwiranya, para bangsawan, yang telah dibesarkan bersamanya sejak masa mudanya, untuk membagi kerajaannya di antara mereka selagi ia masih hidup. Aleksander telah memerintah dua belas tahun ketika ia meninggal.
Maka para perwiranya mengambil alih kerajaannya, masing-masing di wilayahnya sendiri, dan setelah kematiannya mereka semua mengenakan mahkota kerajaan, demikian pula putra-putra mereka setelah mereka selama bertahun-tahun, menyebabkan banyak kesusahan di bumi.
Dari antara mereka muncullah tunas yang berdosa, Antiokhus Epifanes, putra Raja Antiokhus, yang pernah menjadi sandera di Roma. Ia menjadi raja pada tahun seratus tiga puluh tujuh dari kerajaan orang-orang Yunani.
Pada masa itu muncullah di Israel orang-orang yang melanggar hukum, dan mereka menyesatkan banyak orang, dengan berkata: “Marilah kita pergi dan membuat perjanjian dengan orang-orang kafir di sekitar kita; karena sejak kita berpisah dari mereka, banyak kejahatan telah menimpa kita.” Usulan itu menyenangkan; beberapa orang dari antara rakyat segera pergi kepada raja, dan ia mengizinkan mereka untuk memperkenalkan cara hidup orang-orang kafir. Kemudian mereka membangun sebuah gimnasium di Yerusalem sesuai dengan kebiasaan orang kafir. Mereka menutupi tanda sunat mereka dan meninggalkan perjanjian kudus; mereka bersekutu dengan orang-orang kafir dan menjual diri mereka kepada kejahatan.
Ketika kerajaannya tampak aman, Antiokhus bermaksud menjadi raja Mesir, agar dapat memerintah kedua kerajaan itu. Ia menyerbu Mesir dengan kekuatan besar, dengan kereta-kereta dan gajah-gajah, dan dengan armada besar, untuk berperang melawan Ptolemeus, raja Mesir. Ptolemeus ketakutan akan kehadirannya dan melarikan diri, meninggalkan banyak korban. Kota-kota berbenteng di tanah Mesir direbut, dan Antiokhus menjarah tanah Mesir. Setelah Antiokhus mengalahkan Mesir pada tahun seratus empat puluh tiga, ia kembali dan naik ke Israel dan ke Yerusalem dengan kekuatan besar. Ia dengan sombong menyerbu tempat kudus dan mengambil mezbah emas, kaki pelita untuk penerangan dengan semua perlengkapannya, meja persembahan, cawan-cawan dan mangkuk-mangkuk, pedupaan-pedupaan emas, tirai, mahkota-mahkota, dan hiasan emas di fasad bait suci. Ia menelanjangi semuanya, dan mengambil emas dan perak serta bejana-bejana berharga; ia juga mengambil semua harta tersembunyi yang dapat ia temukan. Mengambil semua ini, ia kembali ke negerinya sendiri, setelah ia berbicara dengan sangat angkuh dan menumpahkan banyak darah.

Responsorium 2 Makabe 7:33; Ibrani 12:11

Jika untuk sementara waktu Allah kita marah kepada kita, untuk menghukum dan mendisiplin kita,

Ia akan kembali berdamai dengan hamba-hamba-Nya.
Semua disiplin terasa keras pada saat diberikan; sesudahnya ia menghasilkan buah damai dari kehidupan yang jujur.

Ia akan kembali berdamai dengan hamba-hamba-Nya.
Bacaan Kedua

Dari Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern dari Konsili Vatikan Kedua

Peningkatan Perdamaian
Perdamaian bukanlah sekadar ketiadaan perang atau pemeliharaan sederhana keseimbangan kekuatan antar kekuatan, juga tidak dapat dipaksakan atas perintah kekuasaan absolut. Ia disebut, dengan tepat dan benar, karya keadilan.
Ia adalah hasil dari tatanan, tatanan yang ditanamkan dalam masyarakat manusia oleh pendiri ilahinya, untuk diwujudkan dalam praktik ketika manusia lapar dan haus akan keadilan yang semakin sempurna.
Kebaikan bersama umat manusia tunduk pada hukum abadi sebagai prinsip utamanya, tetapi persyaratannya dalam praktik terus berubah seiring berjalannya waktu. Akibatnya, perdamaian tidak pernah ditetapkan secara final dan untuk selamanya; pembangunan perdamaian harus terus berlanjut sepanjang waktu. Lagi pula, kehendak manusia lemah dan terluka oleh dosa; pencarian perdamaian oleh karena itu menuntut dari setiap individu pengendalian nafsu yang konstan, dan dari otoritas yang sah kewaspadaan yang tak kenal lelah.
Bahkan ini tidak cukup. Perdamaian di bumi ini tidak dapat dipertahankan kecuali kebaikan pribadi manusia dilindungi, dan manusia bersedia saling percaya dan berbagi kekayaan roh dan bakat mereka. Jika perdamaian ingin ditegakkan, mutlak diperlukan tekad yang kuat untuk menghormati orang lain dan bangsa-bangsa serta martabat mereka, dan untuk bersemangat dalam praktik persaudaraan. Perdamaian oleh karena itu juga merupakan buah kasih; kasih melampaui apa yang dapat dicapai oleh keadilan. Perdamaian di bumi, yang lahir dari kasih terhadap sesama, adalah tanda dan efek dari perdamaian Kristus yang mengalir dari Allah Bapa. Dalam pribadi-Nya sendiri, Putra yang menjelma, Pangeran Damai, mendamaikan semua manusia dengan Allah melalui kematian-Nya di kayu salib. Dalam kodrat manusia-Nya Ia menghancurkan kebencian dan memulihkan persatuan bagi seluruh umat manusia dalam satu umat dan satu tubuh. Diangkat tinggi oleh kebangkitan, Ia mengutus Roh kasih ke dalam hati manusia.
Semua orang Kristen dengan demikian dipanggil secara mendesak untuk hidup dalam kebenaran dalam kasih, dan untuk bergabung dengan semua pembawa damai sejati dalam doa dan kerja untuk perdamaian. Didorong oleh roh yang sama, kita tidak dapat tidak memuji mereka yang menolak kekerasan dalam membela hak-hak, dan menggunakan cara-cara pertahanan lain yang tersedia bagi mereka yang kurang berkuasa juga, asalkan ini dapat dilakukan tanpa merugikan hak-hak dan kewajiban orang lain atau komunitas.

Responsorium (Lihat 1 Tawarikh 29:11-12; 2 Makabe 1:24)

Milik-Mu, ya Tuhan, adalah keagungan dan kekuasaan; Engkau ditinggikan sebagai penguasa atas segalanya.

Berilah kami damai, ya Tuhan, di zaman kami.
Ya Allah, Pencipta segala sesuatu, Engkau dahsyat dan kuat, adil dan berbelas kasihan.

Berilah kami damai, ya Tuhan, di zaman kami.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memberkati Engkau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan maharahim,

oleh karunia-Mu umat-Mu yang setia mempersembahkan kepada-Mu

pelayanan yang benar dan patut dipuji,

kami mohon, berilah kami agar dapat bergegas

tanpa tersandung untuk menerima hal-hal yang telah Engkau janjikan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kota yang dipilih Tuhan
Menjadi kesayangan
Mengumandangkan pujian
Teriring kesukaan
Lantang merdu mewartakan
Allah menyelamatkan.

Turunlah Bapa surgawi
Pada kenisah ini
Kabulkanlah doa kami
Dengan sepenuh hati
Curahkan berkat ilahi
Di sluruh muka bumi.

Dengarkan umatMu ini
Yang mohon diberkati
Agar dengan para suci
Kauperkenankan kami
Berarak dan memasuki
Kemulyaan abadi.

Terpujilah Allah Bapa
Pencipta yang kuasa
Bersama Putra ilahi
Yang bangkit dari mati
Menganugerahkan RohNya
Untuk tinggal slamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Rumahku akan disebut rumah sembahyang, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di rumahMu yang suci, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Pujilah Tuhan dalam himpunan para kudusNya, (M.P. Alleluya)

Bacaan Singkat (Yes 56,7)

Semua orang akan Kuhantar ke gunungKu yang suci. Mereka sekalian akan Kubuat gembira dalam rumah doaKu. Aku berkenan menerima kurban bakar dan kurban sembelihan mereka di atas altarKu. Sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Lagu Singkat

℣.Tuhan kita agung,* Ia pantas dipuji.℟.Tuhan.℣.Dalam kota Allah kita, di gunungNya yang suci.℟.Ia pantas dipuji.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungHai Zakheus, cepatlah turun, sebab hari ini Aku akan tinggal di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan dengan hati gembira menjamu Yesus dalam rumahnya. Rumah ini sungguh diberkati Tuhan.

Doa Permohonan

Kita sebagai batu yang hidup didasarkan atas Kristus, batu yang terpilih. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa, untuk GerejaNya yang tercinta, dan menyatakan iman kita:

℟. Inilah rumah Allah dan pintu surga.

Ya Bapa, peliharalah, lindungilah dan tumbuhkanlah pokok anggurMu,* supaya ia merambat ke seluruh dunia. ℟.

Gembala abadi, bimbinglah dan berkatilah kawananMu,* supaya domba-dombaMu disatupadukan di bawah pimpinan PuteraMu. ℟.

Penabur yang mahakuasa, taburkanlah benih sabda di ladangMu,* supaya menghasilkan buah seratus kali lipat bagi panenan abadi. ℟.

Pembangun yang bijaksana, kuduskanlah rumahMu seisinya,* supaya kota surgawi, Yerusalem baru, tampak mulia laksana mempelai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 6, 19-20)

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ayat Singkat

℣.Jiwaku merindu, bahkan hancur, akan pelataran Tuhan.℟.Hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Bacaan singkat 1Kor 3,16-17

Saudara-saudara, kamu kan tahu, bahwa kamu tempat kediaman Allah dan bahwa Roh Allah tinggal dalam dirimu. Orang yang menghancurkan kediaman Allah, akan dihancurkan oleh Allah. Sebab kuduslah kediaman Allah dan kamu sendirilah kediaman itu.

℣.Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu.℟.Tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Ct 8, 6b-7a)

--Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api Tuhan!

Ayat Singkat

℣.Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku.℟.Perisaiku dan tanduk keselamatanku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kota Yerusalem mulya
Yang aman dan sentosa
Engkau dibangun di surga
Dari batu bernyawa
Suci murni indah permai
Tak ubahnya mempelai.

Engkau turun dari surga
Bagai mempelai mulya
Yang siap menghadap Tuhan
Dihias kesucian
Untuk bersatu slamanya
Dengan Tuhan yang jaya.

Pintumu penuh permata
Lebar-lebar terbuka
Bagi wargamu semua
Yang demi Anakdomba
Rela mengurbankan nyawa
Menumpahkan darahnya.

Terpujilah Allah Bapa
Pencipta yang kuasa
Bersama Putra ilahi
Yang bangkit dari mati
Menganugerahkan RohNya
Untuk tinggal slamanya. Amin.

Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)

Mazmur 45

Allah itu perlindungan dan kekuatan kita,*
pertolonganNya terbukti dalam kesesakan kita.

Maka kita tidak takut, sekalipun bumi bergetar,*
sekalipun gunung-gemunung tenggelam ke dasar laut.

Sekalipun gelora lautan berbuih mengamuk,*
sekalipun gunung-gemunung goncang diempas ombak.

Kota kediaman Allah yang mahatinggi,*
digembirakan oleh aliran sungai.

Karena Allah mendiamiNya, kota itu tidak akan goncang,*
Allah menolongnya waktu fajar merekah.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,*
Allah memperdengarkan suaranya, maka hancurlah bumi.

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mari, pandanglah karya Tuhan yang agung,*
dan karyaNya yang dahsyat di seluruh bumi.

DihentikanNya semua peperangan sampai ke ujung bumi,+
busur dipatahkanNya, tombak diremukkanNya,*
dibakarNya kereta perang.

"Jangan banyak bicara, akuilah aku sebagai Allah,*
agung di antara bangsa-bangsa, agung di seluruh dunia".

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 1Kediaman Allah yang maha tinggi tidak akan goncang, sebab Allah tinggal di dalamnya, (M.P. Alleluya)

Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 2Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan hati gembira, (M.P. Alleluya)

Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya yang kudus, alleluya.

Bacaan Singkat (Why 21,2-3.22.27)

Kulihat kota suci, Yerusalem baru, turun dari surga, dari Allah, berhias laksana mempelai yang siap menyambut suamiNya. Dan aku mendengar suara yang nyaring dari takhta berseru: Inilah kemah Allah di tengah-tengah manusia. Allah akan tinggal bersama mereka. Mereka akan menjadi umatNya, dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan aku tidak melihat suatu kenisah di kota itu; sebab Tuhan, Allah yang mahakuasa sendiri dan Anakdomba itulah kenisahNya. Ke dalamnya tidak akan masuk sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta. Hanyalah orang yang terdaftar dalam kitab kehidupan Anakdomba, diizinkan masuk ke dalam kota suci itu.

Lagu Singkat

℣.Berbahagialah orang,* Yang tinggal dalam rumahMu, ya Tuhan.℟.Berbahagialah.℣.Mereka akan memuji Engkau selama-lamanya.℟.Yang tinggal dalam rumahMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Berbahagialah.

Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan telah menyucikan tempat kediamanNya. Inilah rumah Allah, di sini orang menyerukan nama Tuhan. Tentang rumah ini Tuhan telah bersabda: Aku akan tinggal di dalamnya.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menyerahkan nyawaNya untuk mempersatukan anak-anak Allah yang tersebar di mana-mana. Marilah berdoa kepadaNya:

℟. Ingatlah GerejaMu, ya Tuhan.

Tuhan Yesus, Engkau mendirikan rumahMu di atas wadas yang teguh,* kuatkanlah kepercayaan GerejaMu, dan teguhkanlah imannya. ℟.

Tuhan Yesus, dari lambungMu telah mengalir darah dan air,* perbaharuilah GerejaMu dengan sakramen-sakramen perjanjian yang baru dan kekal. ℟.

Tuhan Yesus, Engkau hadir di tengah-tengah kami yang berhimpun demi namaMu,* kabulkanlah doa seluruh GerejaMu. ℟.

Tuhan Yesus, bersama Bapa Engkau menyediakan tempat bagi setiap orang yang mencintai Engkau,* sempurnakanlah cinta kasih GerejaMu. ℟.

Tuhan Yesus, tak seorangpun yang datang kepadaMu, Kaubuang ke luar,* terimalah semua orang mati dalam rumah Bapa. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dari batu-batu hidup dan terpilih menyiapkan kediaman abadi bagi keagungan-Mu, tingkatkanlah dalam Gereja-Mu roh rahmat yang telah Engkau anugerahkan, agar dengan pertumbuhan baru umat-Mu yang beriman dapat membangun Yerusalem surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kristen, basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.

Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.

Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilik itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilik itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.

Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.

Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu?

Santo Teodorus Tiro

Martir

Teodorus Tiro-yang juga dikenal dengan nama 'Teodoros Amasea' adalah prajurit Romawi yang beragama Kristen. Bersama rekan-rekannya yang ada di dalam divisi Tyronum, ia ditugaskan untuk menjaga keamanan di wilayah Pontus, Asia Kecil sekitar Laut Hitam. Menurut legenda, sementara ia berada dalam kedudukan sebagai seorang prajurit `tiro' (= yang direkrut), ia dipaksa untuk turut serta. di dalam upacara korban kepada dewa-dewa kafir Romawi; namun karena imannya ia dengan tegas menolak untuk turut serta di dalam praktek kekafiran itu. Ia tetap berpegang teguh pada imannya dan hanya Ingin menyembah Kristus sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah oleh manusia. Oleh karena itu ia ditangkap, disiksa secara bengis oleh pasukan kafir lainnya. Akhirnya pada tahun 306, ia dibakar hidup-hidup hingga mati.

Di kaki bukit Palatium, Roma, didirikan sebuah gereja untuk menghormati dia sebagai martir Kristus yang berani mati karena mempertahankan imannya. Makamnya sendiri terdapat di Euchaita, Asia Kecil. Kemungkinan ia dan Teodorus Stratelates, yang juga disebut Teodoros dari Heraclea adalah orang yang sama.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari