Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Minggu, 2 November 2031· Ungu · Pekan Psalterium III
2 November 2031

Bacaan Misa

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
2 Mak. 12:43-46

Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan.

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagi pula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu, disuruhnyalah mengadakan kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu supaya mereka di-lepaskan dari dosa mereka.

Mazmur Tanggapan
Mzm

Refren: Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian,kepada suara permohonanku.

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharapkan Firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan,lebih daripada pegawai mengharapkan pagi.

Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak sekali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bacaan Kedua
1 Kor. 15:20-24a.25-28

Kristus menjadi pokok harapan, entah bagi mereka yang hidup maupun mereka yang sudah meninggal. Di dalam Kristus, semua orang akan dibawa kepada Allah dan memperoleh kehidupan.

Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir yang Ia binasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan bahwa “Segala sesuatu telah ditaklukkan”, sudah barang tentu Allah sendiri, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah Kristus, tidak termasuk di dalamnya. Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Kristus sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri di bawah Dia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

Bait Pengantar Injil
Yoh. 6:40

Alleluya.U Alleluya.

Bacaan Injil
Yoh. 6:37-40

Kristus datang untuk menyelamatkan manusia. Kehadiran Kristus terlaksana atas kehendak Bapa. Maka, manusia diminta untuk mempercayakan diri kepada Kristus demi keselamatannya.

Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah beroleh hidup yang kekal, dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman.

Dalam rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Tidak Ditolak di Pintu

Renungan · 2 menit baca

Ada satu hal yang membuat rumah tetap disebut rumah: pintunya tidak pernah menolak orang yang pulang. Selarut apa pun, sekusut apa pun keadaannya, anak yang mengetuk tetap dibukakan. Ibu bahkan sering menyiapkan masakan kesukaan orang yang ditunggu, seolah kepulangannya sudah pasti.

Hari ini Gereja berdoa bagi arwah semua orang beriman, dan Yesus dalam Injil membuka isi hati Bapa dengan janji yang berbunyi seperti pintu rumah itu: barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Perhatikan, tidak ada saringan di sana. Bukan barangsiapa yang pantas, bukan barangsiapa yang catatannya bersih. Barangsiapa datang. Titik.

Kita menyimpan banyak ketakutan tentang orang yang telah mendahului kita. Apakah mereka diterima? Apakah dosa-dosa mereka menutup pintu itu? Justru untuk ketakutan inilah Gereja berdoa hari ini. Doa bagi orang mati adalah kasih yang menolak berhenti di ambang kubur, dan sekaligus kepercayaan bahwa pintu itu memang tidak dikunci.

Paulus memberi alasannya kepada jemaat Roma. Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa, bukan setelah kita rapi dan layak. Kalau kasih sebesar itu diberikan waktu kita masih menjadi seteru, masakan kasih itu ditarik kembali justru setelah kita mati? Karena itu, kata Paulus, pengharapan tidak mengecewakan.

Ayub, dari atas timbunan debu dan dengan tubuh penuh luka, sudah lebih dulu mengucapkannya: aku tahu, Penebusku hidup. Ia tidak berkata aku berharap, atau barangkali. Ia berkata aku tahu. Iman berani sepasti itu karena yang dijanjikan bukan sebuah tempat, melainkan Pribadi yang menunggu di pintu.

Maka doa dan ziarah kita hari ini bukan perjalanan ke masa lalu. Ia latihan pengharapan. Sebutlah nama-nama itu pelan-pelan di hadapan Tuhan, satu per satu. Tidak ada satu pun yang jatuh ke ruang kosong. Semuanya diketuk pada pintu yang tidak pernah menolak orang pulang.

Karena itu doa bagi arwah tidak pernah sia-sia. Ada kalanya orang yang kita kasihi pergi dengan urusan yang belum selesai, dengan luka yang belum sembuh, dengan dosa yang belum sempat dibereskan. Doa kita hari ini seperti tangan yang menuntun mereka melewati sisa perjalanan itu, sampai sungguh bersih dan siap memandang wajah Allah. Inilah yang diajarkan Gereja tentang api penyucian: bukan tempat keputusasaan, melainkan ruang tunggu kasih, tempat rahmat merampungkan apa yang belum sempat dirampungkan di dunia.

Tuhan, terimalah saudara-saudari kami yang telah mendahului kami. Bukalah bagi mereka pintu yang tak pernah Kaututup, dan sambutlah mereka dalam terang wajah-Mu. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka meninggikan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Melalui tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan Darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang hingga akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan, sebab dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau telah memahkotai para kudus-Mu; Engkau telah menempatkan mereka atas karya tangan-Mu.

Mazmur 8

Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan Allah kami,

di seluruh bumi!
Keagungan-Mu dipuji di atas langit;

di bibir anak-anak dan bayi-bayi

Engkau telah menemukan pujian untuk menggagalkan musuh-Mu,

untuk membungkam musuh dan pemberontak.
Ketika aku melihat langit, karya tangan-Mu,

bulan dan bintang-bintang yang Engkau atur,

apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya,

manusia fana sehingga Engkau memedulikannya?
Namun Engkau telah menjadikannya sedikit lebih rendah dari Allah;

dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau memahkotainya,

memberinya kuasa atas karya tangan-Mu,

menempatkan segala sesuatu di bawah kakinya.
Semuanya, domba dan lembu,

ya, bahkan binatang buas,

burung-burung di udara, dan ikan

yang membuat jalan mereka melalui air.
Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan Allah kami

di seluruh bumi!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBetapa agung nama-Mu, ya Tuhan, sebab dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau telah memahkotai para kudus-Mu; Engkau telah menempatkan mereka atas karya tangan-Mu.

Antifon 2Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 14 (15)

Tuhan, siapakah yang akan diterima di kemah-Mu

dan tinggal di gunung-Mu yang kudus?
Dia yang berjalan tanpa cela;

dia yang bertindak dengan keadilan

dan berbicara kebenaran dari hatinya;

dia yang tidak memfitnah dengan lidahnya;
Dia yang tidak berbuat salah kepada saudaranya,

yang tidak mencela tetangganya,

yang memandang rendah orang fasik,

tetapi menghormati orang yang takut akan Tuhan;
dia yang menepati janjinya, apa pun yang terjadi;

yang tidak mengambil bunga atas pinjaman

dan tidak menerima suap terhadap orang yang tidak bersalah.

Orang seperti itu akan berdiri teguh selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBerbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Antifon 3Engkau telah menunjukkan kepada para kudus-Mu jalan kehidupan, Engkau telah memenuhi mereka dengan sukacita di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 15 (16)

Peliharalah aku, ya Allah, aku berlindung pada-Mu.

Aku berkata kepada Tuhan: “Engkaulah Allahku.

Kebahagiaanku hanya ada pada-Mu.”
Dia telah menaruh di hatiku kasih yang luar biasa

bagi orang-orang setia yang tinggal di tanah-Nya.

Mereka yang memilih allah lain menambah kesedihan mereka.

Tidak akan pernah aku mempersembahkan persembahan darah mereka.

Tidak akan pernah aku menyebut nama mereka di bibirku.
Ya Tuhan, Engkaulah bagian dan cawanku;

Engkaulah sendiri hadiahku.

Bagian yang ditentukan bagiku adalah kesenanganku:

sungguh menyenangkan warisan yang jatuh kepadaku!
Aku akan memberkati Tuhan yang memberiku nasihat,

yang bahkan di malam hari mengarahkan hatiku.

Aku selalu memandang Tuhan:

karena Dia ada di sisi kananku, aku akan berdiri teguh.
Maka hatiku bersukacita, jiwaku gembira;

bahkan tubuhku akan beristirahat dengan aman.

Sebab Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku di antara orang mati,

pun tidak membiarkan kekasih-Mu mengalami kebinasaan.
Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan,

kepenuhan sukacita di hadapan-Mu,

di sisi kanan-Mu kebahagiaan selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonEngkau telah menunjukkan kepada para kudus-Mu jalan kehidupan, Engkau telah memenuhi mereka dengan sukacita di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima di dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pandanglah Tuhan dan terangilah.

Dan jangan biarkan wajahmu dipermalukan.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

5:1-14

Engkau telah menebus kami bagi Allah dari setiap suku dan bahasa, bangsa dan kaum.
Di tangan kanan Dia yang duduk di takhta, aku melihat sebuah gulungan. Gulungan itu bertuliskan di kedua sisinya dan dimeteraikan dengan tujuh meterai. Kemudian aku melihat seorang malaikat perkasa yang berseru dengan suara nyaring: “Siapakah yang layak membuka gulungan itu dan memecahkan meterai-meterainya?” Tetapi tidak seorang pun di surga atau di bumi atau di bawah bumi dapat ditemukan yang layak membuka gulungan itu atau memeriksa isinya. Aku menangis dengan pahit karena tidak seorang pun dapat ditemukan yang layak membuka atau memeriksa gulungan itu. Salah seorang tua-tua berkata kepadaku: “Jangan menangis. Singa dari suku Yehuda, Akar Daud, telah memenangkan hak dengan kemenangan-Nya untuk membuka gulungan dengan tujuh meterai itu.”
Kemudian, di antara takhta dengan empat makhluk hidup dan para tua-tua, aku melihat Anak Domba berdiri, Anak Domba yang telah disembelih. Dia memiliki tujuh tanduk dan tujuh mata; mata-mata ini adalah tujuh roh Allah, yang diutus ke seluruh bagian dunia. Anak Domba itu datang dan menerima gulungan itu dari tangan kanan Dia yang duduk di takhta.
Ketika Dia telah mengambil gulungan itu, keempat makhluk hidup dan kedua puluh empat tua-tua itu tersungkur di hadapan Anak Domba. Bersama dengan harpa mereka, para tua-tua itu memegang bejana-bejana emas yang penuh dengan rempah-rempah harum, yang adalah doa-doa umat kudus Allah. Inilah nyanyian baru yang mereka nyanyikan:
“Layaklah Engkau menerima gulungan itu

dan membuka meterai-meterainya,

karena Engkau telah disembelih.

Dengan Darah-Mu Engkau telah membeli bagi Allah

orang-orang dari setiap suku dan bahasa,

dari setiap bangsa dan kaum.

Engkau menjadikan mereka kerajaan,

dan imam-imam untuk melayani Allah kami,

dan mereka akan memerintah di bumi.”
Ketika penglihatanku berlanjut, aku mendengar suara banyak malaikat yang mengelilingi takhta dan makhluk-makhluk hidup dan para tua-tua. Jumlah mereka tak terhitung, ribuan dan puluhan ribu, dan mereka semua berseru:
“Layaklah Anak Domba yang telah disembelih

untuk menerima kuasa dan kekayaan, hikmat dan kekuatan,

kehormatan dan kemuliaan dan pujian!”
Kemudian aku mendengar suara setiap makhluk di surga dan di bumi dan di bawah bumi dan di laut; segala sesuatu di alam semesta berseru dengan nyaring:
“Bagi Dia yang duduk di takhta, dan bagi Anak Domba,

pujian dan kehormatan, kemuliaan dan kekuatan,

selama-lamanya!”
Keempat makhluk hidup itu menjawab, “Amin,” dan para tua-tua itu tersungkur dan menyembah.

Responsorium Wahyu 11:17; Mazmur 145:10

Kami mengucap syukur kepada-Mu, Tuhan Allah Yang Mahakuasa,

yang ada, yang telah ada dan yang akan datang,

karena Engkau telah memulai pemerintahan-Mu,

Dan sekarang telah tiba waktunya untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu dan para kudus-Mu.
Semoga seluruh ciptaan memuji Engkau, ya Tuhan;

semoga semua orang kudus-Mu memberkati Engkau.

karena Engkau telah memulai pemerintahan-Mu,

Dan sekarang telah tiba waktunya untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu dan para kudus-Mu.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Bernardus, abbas

Marilah kita bergegas kepada saudara-saudari kita yang sedang menanti kita.
Mengapa pujian dan pemuliaan kita, atau bahkan perayaan hari raya ini, berarti sesuatu bagi para kudus? Apa peduli mereka dengan kehormatan duniawi ketika Bapa surgawi mereka menghormati mereka dengan memenuhi janji setia Putra? Apa arti pujian kita bagi mereka? Para kudus tidak membutuhkan kehormatan dari kita; pun pengabdian kita tidak menambah sedikit pun pada apa yang sudah menjadi milik mereka. Jelas, jika kita menghormati ingatan mereka, itu melayani kita, bukan mereka. Tetapi aku katakan kepadamu, ketika aku memikirkan mereka, aku merasa diriku terbakar oleh kerinduan yang luar biasa.
Mengingat para kudus menginspirasi, atau lebih tepatnya membangkitkan dalam diri kita, di atas segalanya, kerinduan untuk menikmati kebersamaan mereka, yang begitu diinginkan dalam dirinya sendiri. Kita rindu untuk berbagi dalam kewarganegaraan surga, untuk tinggal bersama roh-roh yang diberkati, untuk bergabung dengan jemaat para patriark, barisan para nabi, dewan para rasul, pasukan besar para martir, rombongan mulia para pengaku iman dan paduan suara para perawan. Singkatnya, kita rindu untuk bersatu dalam kebahagiaan dengan semua orang kudus. Tetapi disposisi kita berubah. Gereja dari semua pengikut Kristus yang pertama menanti kita, tetapi kita tidak melakukan apa-apa. Para kudus ingin kita bersama mereka, dan kita acuh tak acuh. Jiwa-jiwa orang benar menanti kita, dan kita mengabaikan mereka.
Marilah, saudara-saudari, marilah kita akhirnya memacu diri kita. Kita harus bangkit kembali bersama Kristus, kita harus mencari dunia yang di atas dan memusatkan pikiran kita pada hal-hal surgawi. Marilah kita merindukan mereka yang merindukan kita, bergegas kepada mereka yang menanti kita, dan meminta mereka yang menantikan kedatangan kita untuk mendoakan kita. Kita seharusnya tidak hanya ingin bersama para kudus, kita juga harus berharap untuk memiliki kebahagiaan mereka. Sementara kita ingin berada dalam kebersamaan mereka, kita juga harus sungguh-sungguh berusaha untuk berbagi dalam kemuliaan mereka. Jangan membayangkan bahwa ada sesuatu yang berbahaya dalam ambisi seperti ini; tidak ada bahaya dalam menaruh hati kita pada kemuliaan seperti itu.
Ketika kita memperingati para kudus, kita terbakar dengan kerinduan lain: agar Kristus, hidup kita, juga menampakkan diri kepada kita seperti Dia menampakkan diri kepada mereka dan agar kita suatu hari nanti dapat berbagi dalam kemuliaan-Nya. Sampai saat itu kita melihat Dia, bukan sebagaimana Dia adanya, tetapi sebagaimana Dia menjadi demi kita. Dia adalah kepala kita, dimahkotai, bukan dengan kemuliaan, tetapi dengan duri-duri dosa kita. Sebagai anggota kepala itu, yang dimahkotai dengan duri, kita seharusnya malu untuk hidup dalam kemewahan; jubah ungu-Nya adalah ejekan daripada kehormatan. Ketika Kristus datang kembali, kematian-Nya tidak akan lagi diberitakan, dan kita akan tahu bahwa kita juga telah mati, dan bahwa hidup kita tersembunyi bersama Dia. Kepala Gereja yang mulia akan menampakkan diri dan anggota-anggota-Nya yang dimuliakan akan bersinar dalam kemuliaan bersama Dia, ketika Dia membentuk kembali tubuh yang rendah ini menjadi kemuliaan yang menjadi milik-Nya sendiri, kepala-Nya.
Oleh karena itu, kita harus bertujuan untuk mencapai kemuliaan ini dengan keinginan yang tulus dan bijaksana. Agar kita dapat dengan benar berharap dan berusaha untuk kebahagiaan seperti itu, kita harus di atas segalanya mencari doa-doa para kudus. Demikianlah, apa yang di luar kekuatan kita sendiri untuk memperolehnya akan diberikan melalui perantaraan mereka.

Responsorium Wahyu 19:5,6; Mazmur 33:1

Pujilah Allah, hai kamu semua yang melayani Dia, baik besar maupun kecil,

karena Tuhan Allah Yang Mahakuasa telah memulai pemerintahan-Nya.
Bersukacitalah, hai orang-orang pilihan Allah,

biarlah semua orang kudus memberi pujian yang layak kepada-Nya.

Karena Tuhan Allah Yang Mahakuasa telah memulai pemerintahan-Nya.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah yang berkuasa dan perkasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Rombongan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang benar dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga Darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memberkati-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Peliharalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah yang Mahakuasa dan kekal,

oleh karunia-Mu kami menghormati dalam satu perayaan

jasa-jasa semua Orang Kudus, berikanlah kepada kami, kami mohon,

melalui doa-doa begitu banyak perantara,

kelimpahan rekonsiliasi dengan-Mu

yang sangat kami rindukan.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, selama-lamanya.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan mengucap syukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus pokok kehidupan
Engkau sumber pengampunan
Yang menjamin kebangkitan
Bagi umat yang beriman.

Engkau telah mengalami
Kematian sangat ngeri
Karena taat pada Bapa
Tetap setya sepenuhnya.

Maka maut Kaukalahkan
Berjayalah kehidupan
Besarkanlah hati kami
Yang sedang berduka ini.

Semoga arwah saudara
Yang pindah ke alam baka
Kauizinkan berbahagya
Hidup mulya selamanya. Amin.

Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.

Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup,*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat menyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.

Bacaan Singkat (1Tes 4,34)

Kalau kita percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kita percaya juga bahwa semua orang yang meninggal dalam iman akan Yesus, akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.

Lagu Singkat

℣.Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan,* Sebab Engkau membebaskan daku.℟.Aku.℣.Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira.℟.Sebab Engkau membebaskan daku.℣.Kemuliaan.℟.Aku.

Antifon KidungAku inilah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungAku inilah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.

Doa Permohonan

Allah Bapa yang mahakuasa telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan akan membangkitkan juga tubuh kita yang fana ini. Marilah kita mohon kepadaNya dan berseru:

℟. Ya Tuhan, hidupkanlah kami dalam Kristus.

Bapa yang kudus, karena pembaptisan, kami telah mati dan dikubur bersama PuteraMu serta dibangkitkan kembali berkat kebangkitanNya,* semoga kami memasuki hidup baru bersama Kristus. ℟.

Bapa penyelenggara, Engkau telah memberi kami roti kehidupan yang turun dari surga, sebagai bekal dalam perjalanan kami di dunia ini,* semoga kami memiliki hidup abadi dan dibangkitkan pada hari kiamat. ℟.

Ya Tuhan, Engkau telah mengutus malaikat untuk memperkuat PuteraMu dalam sakrat maut,* hiburkanlah kami dengan pengharapan teguh, bila ajal kami tiba. ℟.

Engkau telah melepaskan ketiga pemuda dari tengah-tengah api,* bebaskanlah arwah orang yang sudah meninggal dari hukuman atas dosa. ℟.

Allah orang-orang hidup dan mati, Engkau membangkitkan Yesus dari antara orang mati,* bangkitkanlah orang-orang yang telah meninggal, dan terimalah kami juga dalam kemuliaan abadi bersama mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami, ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam, demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ayat Singkat

℣.Pada-Mu, ya Tuhan, ada sumber hayat.℟.Dan dalam terang-Mu kami melihat terang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan singkat Yes 25,8

Tuhan akan membinasakan maut selama-lamanya dan akan menghapus air mata dari wajah segala orang. Kehinaan umatNya akan Ia lenyapkan dari muka bumi, karena demikianlah Tuhan telah bersabda.

℣.Sekalipun berjalan dalam lembah maut.℟.Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami, ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam, demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ayat Singkat

℣.Tuhan menuntun mereka dengan aman, sehingga tidak gentar.℟.Dan membawa mereka ke tanah-Nya yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Raja yang mahakuasa
Kristus pahlawan mulia
Engkau telah mengalahkan
Kedahsyatan kematian.

Dengan bangkit dari kubur
Engkau berhasil melebur
Dosa maut serta setan
Dan memulihkan harapan.

Kami mohon keyakinan
Yang teguh tak tergoncangkan
Bahwa hidup pasti menang
Lawan maut yang menyerang.

Panggillah saudara ini
Yang mendahului kami
Sambutlah dalam kasihMu
Agar bahagya selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.

Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?

Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.

Bacaan Singkat (1Kor 15,55-57)

Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa, dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kemenangan kepada kita berkat Yesus Kristus, Tuhan kita.

Lagu Singkat

℣.KepadaMu aku berlindung, ya Tuhan,* Aku takkan dikecewakan.℟.KepadaMu.℣.Aku akan bergembira dan bersukacita karena belaskasihanMu.℟.Aku takkan dikecewakan.℣.Kemuliaan.℟.KepadaMu.

Atau:

℣.Demi belaskasihanMu, ya Tuhan,* Berilah mereka istirahat kekal.℟.Demi.℣.Engkau akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.℟.Berilah mereka istirahat kekal.℣.Kemuliaan.℟.Demi.

Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.

Doa Permohonan

Kristus akan mengubah tubuh kita yang fana menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia. Marilah kita berseru kepadaNya dan berkata:

℟. Engkaulah kehidupan dan kebangkitan kami, ya Tuhan.

Kristus, Putera Allah yang hidup, Engkau membangkitkan sahabatMu Lazarus dari alam maut,* bangkitkanlah semua orang yang telah meninggal, ke dalam kehidupan dan kemuliaan kekal. ℟.

Kristus, penghibur orang berdukacita, ketika Lazarus, pemuda Naim dan puteri Yairus meninggal, Engkau menghapuskan air mata kaum kerabat mereka,* hiburlah semua orang yang berkabung karena kehilangan sanak saudara. ℟.

Kristus penyelamat, hancurkanlah kekuasaan dosa yang membawa kematian,* sehingga kami layak menerima hidup abadi dalam Engkau. ℟.

Kristus, penebus kami, ingatlah akan semua orang yang tidak mempunyai harapan karena belum mengenal Engkau,* semoga mereka percaya akan kebangkitan dan akan hidup abadi. ℟.

Engkau telah memulihkan penglihatan orang yang lahir buta hingga ia dapat memandang kemuliaanMu,* tunjukkanlah wajahMu kepada arwah-arwah yang sampai kini belum memandang terang cahayaMu. ℟.

Engkau menghendaki agar tempat kediaman kami di dunia ini akhirnya dibongkar,* sediakanlah bagi kami tempat kediaman abadi di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami, ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu, yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam, demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.

Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.

Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari