Doa Katolik
Peringatan Wajib

Santa Perawan Maria Ratu

Jumat, 22 Agustus 2031· Putih · Pekan Psalterium IV
22 Agustus 2031

Bacaan Misa

Santa Perawan Maria Ratu
Bacaan Pertama

Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing. Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya. Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya. Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya. Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu." Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Mazmur Tanggapan

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:
Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,
yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.
TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.
TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Bacaan Injil

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Ke Mana Engkau Pergi

Renungan · 2 menit baca

Hubungan menantu dan mertua sering jadi bahan guyon, kadang bahan keluhan. Ada jarak yang tak mudah dijembatani, apalagi kalau yang menyatukan mereka sudah tiada. Kisah Rut menyentuh justru di titik itu.

Naomi kehilangan suami dan kedua anaknya di negeri asing. Tinggal ia dan dua menantunya, sama-sama janda. Naomi menyuruh mereka pulang, sebab tak ada lagi yang mengikat mereka padanya. Yang seorang, Orpa, pulang. Wajar. Tetapi Rut tetap berpaut, dan berkata kalimat yang kemudian dikenang berabad-abad. "Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi; bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku."

Perhatikan, tidak ada lagi kewajiban yang menahan Rut. Suaminya sudah mati, tak ada anak, tak ada warisan. Yang membuatnya bertahan bukan utang budi atau aturan, melainkan kasih yang memilih tinggal ketika semua alasan sudah gugur. Kasih yang lebih panjang umurnya daripada sebabnya.

Injil hari ini menaruh dua hukum terutama, mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Rut, perempuan asing dari Moab, ternyata menghidupi keduanya sekaligus. Dalam memilih Naomi, ia memilih Allah Naomi. Orang Jawa punya ungkapan mikul dhuwur mendhem jero, menjunjung tinggi dan memendam dalam, sikap memuliakan keluarga sampai menutup aibnya. Rut menjunjung mertuanya justru ketika mertuanya sudah tak punya apa-apa untuk dibalas.

Pada peringatan Santa Perawan Maria Ratu ini, kita ingat bahwa Maria pun mengikuti dengan setia sampai ke kaki salib, ketika semua alasan manusiawi menyuruh pergi. Adakah orang yang Tuhan titipkan padaku, yang layak kukasihi bukan karena menguntungkan, melainkan karena kasih itu sendiri?

Tuhan, ajari aku kasih seperti Rut, yang tetap tinggal ketika alasan sudah habis. Kasih yang memilih setia, bukan menghitung untung. Amin.

Invitatorium

Santa Perawan Maria Ratu

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, putera Maria.

Atau:
Marilah kita bergembira dalam Tuhan pada pesta santa perawan Maria.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Kristus, putera Maria.

Atau:
Marilah kita bergembira dalam Tuhan pada pesta santa perawan Maria.

Ibadat Bacaan

Santa Perawan Maria Ratu

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Rajaku, Gembalaku,
Kebaikan-Mu tak pernah pudar.
Tak kurang suatu apa pun bagiku,
Jika aku milik-Mu, dan Engkau milikku selamanya.

Di mana aliran air hidup mengalir,
Jiwa tebusan-Ku Kau pimpin;
Dan di mana padang rumput hijau tumbuh,
Dengan makanan surgawi Kau beri makan.

Sesat dan bodoh, sering aku tersesat,
Namun dalam kasih Kau mencari aku;
Dan di bahu-Mu dengan lembut Kau letakkan,
Dan pulang, dengan sukacita, Kau bawa aku.

Dalam lembah gelap kematian aku tak takut celaka,
Dengan-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;
Tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,
Salib-Mu di depan untuk membimbingku.

Kau siapkan meja di hadapanku;
Rahmat urapan-Mu Kau berikan;
Dan oh, betapa sukacita yang meluap
Dari piala-Mu yang murni mengalir!

Dan demikianlah sepanjang hari-hari,
Kebaikan-Mu tak pernah pudar;
Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu
Di dalam rumah-Mu selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Mazmur 43 (44)

Kemalangan umat Allah

Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).

I
Dengan telinga kami sendiri kami mendengar, ya Allah,
nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami kisah
tentang hal-hal yang Engkau lakukan pada zaman mereka,
Engkau sendiri, pada zaman dahulu kala.
Untuk menanam mereka, Engkau mencabut bangsa-bangsa:
untuk membiarkan mereka menyebar, Engkau merendahkan bangsa-bangsa.
Bukan pedang mereka sendiri yang memenangkan tanah;
bukan lengan mereka sendiri yang membawa mereka kemenangan.
Itu adalah tangan kanan-Mu, lengan-Mu
dan terang wajah-Mu: karena Engkau mengasihi mereka.
Engkaulah, rajaku, Allahku,
yang memberikan kemenangan kepada Yakub.
Melalui Engkau kami mengalahkan musuh-musuh kami;
dalam nama-Mu kami menginjak-injak penyerang kami.
Karena bukan pada busurku aku percaya
pun bukan oleh pedangku aku diselamatkan:
Engkaulah yang menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,
Engkaulah yang mempermalukan musuh-musuh kami.
Sepanjang hari kebanggaan kami ada pada Allah
dan kami memuji nama-Mu tanpa henti.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Antifon 2Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

II
Namun sekarang Engkau telah menolak kami, mempermalukan kami:
Engkau tidak lagi maju bersama tentara kami.
Engkau membuat kami mundur dari musuh
dan musuh-musuh kami menjarah kami sesuka hati.
Engkau membuat kami seperti domba untuk disembelih
dan menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.
Engkau menjual umat-Mu sendiri dengan harga murah
dan tidak mendapat untung dari penjualan itu.
Engkau membuat kami menjadi ejekan tetangga kami,
bahan tertawaan semua orang yang dekat.
Di antara bangsa-bangsa, Engkau membuat kami menjadi pepatah,
di antara bangsa-bangsa menjadi bahan ejekan.
Sepanjang hari aibku ada di hadapanku:
wajahku tertutup rasa malu
pada suara pencemooh, pengejek,
pada pemandangan musuh dan pembalas.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

Antifon 3Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

III
Ini menimpa kami meskipun kami tidak melupakan Engkau;
meskipun kami tidak berkhianat terhadap perjanjian-Mu,
meskipun hati kami tidak menyimpang;
meskipun kaki kami tidak menyimpang dari jalan-Mu.
Namun Engkau telah menghancurkan kami di tempat kesedihan
dan menutupi kami dengan bayangan kematian.
Seandainya kami melupakan nama Allah kami
atau mengulurkan tangan kami kepada allah lain
tidakkah Allah akan mengetahui hal ini,
Dia yang mengetahui rahasia hati?
Demi Engkaulah kami menghadapi kematian sepanjang hari
dan dihitung sebagai domba untuk disembelih.
Bangunlah, ya Tuhan, mengapa Engkau tidur?
Bangunlah, jangan menolak kami selamanya!
Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu
dan melupakan penindasan dan kesengsaraan kami?
Karena kami direndahkan sampai ke debu;
tubuh kami tergeletak di tanah.
Bangunlah dan datanglah menolong kami!
Tebuslah kami karena kasih-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, Engkau telah menubuatkan bahwa kami akan turut serta dalam penganiayaan yang membawa-Mu kepada kematian yang kejam. Gereja yang dibentuk dengan harga darah-Mu yang mahal bahkan sekarang disesuaikan dengan Sengsara-Mu; semoga ia diubah, sekarang dan selamanya, oleh kuasa kebangkitan-Mu.

AntifonBangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh dari suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahu orang lain apa yang telah Kukatakan.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

11:1-16

Tunas Isai dan kembalinya sisa umat Allah
Demikianlah firman Tuhan:

Tunas akan bertunas dari tunggul Isai,
dan dari akarnya tunas akan mekar.
Roh Tuhan akan berdiam padanya:
roh hikmat dan pengertian,
Roh nasihat dan kekuatan,
roh pengetahuan dan takut akan Tuhan,
dan kesukaannya adalah takut akan Tuhan.

Ia tidak akan menghakimi berdasarkan penampilan,
pun tidak akan memutuskan berdasarkan desas-desus,
Tetapi ia akan menghakimi orang miskin dengan keadilan,
dan memutuskan dengan benar bagi orang-orang yang tertindas di negeri itu.
Ia akan memukul orang-orang kejam dengan tongkat mulutnya,
dan dengan napas bibirnya ia akan membunuh orang fasik.
Keadilan akan menjadi ikat pinggang di pinggangnya,
dan kesetiaan menjadi sabuk di pinggulnya.

Maka serigala akan menjadi tamu domba,
dan macan tutul akan berbaring bersama anak kambing;
Anak lembu dan singa muda akan merumput bersama,
dengan seorang anak kecil untuk membimbing mereka.
Sapi dan beruang akan bertetangga,
bersama-sama anak-anak mereka akan beristirahat;
singa akan makan jerami seperti lembu.
Bayi akan bermain di sarang kobra,
dan anak akan meletakkan tangannya di sarang ular berbisa.
Tidak akan ada bahaya atau kehancuran di seluruh gunung kudus-Ku;
karena bumi akan dipenuhi dengan pengetahuan tentang Tuhan,
seperti air menutupi laut.

Pada hari itu,
Tunas Isai,
didirikan sebagai tanda bagi bangsa-bangsa,
Orang-orang bukan Yahudi akan mencari,
karena kediamannya akan mulia.
Pada hari itu,
Tuhan akan kembali mengambil alih
untuk merebut kembali sisa umat-Nya
yang tersisa dari Asyur dan Mesir,
Patros, Etiopia, dan Elam,
Sinear, Hamat, dan pulau-pulau di laut.

Ia akan mengangkat tanda bagi bangsa-bangsa
dan mengumpulkan orang-orang buangan Israel;
Orang-orang yang tersebar dari Yehuda akan ia kumpulkan
dari keempat penjuru bumi.
Kecemburuan Efraim akan lenyap,
dan persaingan Yehuda akan dihapuskan;
Efraim tidak akan cemburu pada Yehuda,
dan Yehuda tidak akan memusuhi Efraim;
Tetapi mereka akan menyerbu ke kaki bukit
orang Filistin di barat,
bersama-sama mereka akan menjarah orang Kedem;
Edom dan Moab akan menjadi milik mereka,
dan orang Amon menjadi taklukan mereka.

Tuhan akan mengeringkan lidah Laut Mesir,
dan melambaikan tangan-Nya di atas Efrat dalam kemarahan-Nya yang dahsyat
Dan menghancurkannya menjadi tujuh anak sungai,
sehingga dapat diseberangi dengan sandal.
Akan ada jalan raya bagi sisa umat-Nya
yang tersisa dari Asyur,
Seperti yang ada bagi Israel
ketika mereka keluar dari tanah Mesir.

Responsorium Yesaya 55:12; 11:16

Engkau akan pergi dengan sukacita;

Engkau akan dipimpin dalam damai.

Gunung-gunung dan bukit-bukit akan bersorak-sorai di hadapan-Mu,

dan semua pohon di hutan akan bertepuk tangan.
Akan ada jalan raya bagi sisa umat-Ku

seperti yang ada bagi Israel ketika mereka keluar dari tanah Mesir.

Gunung-gunung dan bukit-bukit akan bersorak-sorai di hadapan-Mu,

dan semua pohon di hutan akan bertepuk tangan.
Bacaan Kedua

Dari konstitusi apostolik Divino afflatu dari Paus Santo Pius X.

Nyanyian Gereja
Kumpulan mazmur yang terdapat dalam Kitab Suci, yang disusun di bawah ilham ilahi, sejak awal Gereja, telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa untuk memupuk devosi di antara umat Kristiani saat mereka mempersembahkan kepada Allah kurban pujian yang terus-menerus, hasil bibir yang memberkati nama-Nya. Mengikuti kebiasaan yang sudah ada dalam Hukum Lama, mazmur-mazmur telah memainkan peran penting dalam liturgi suci itu sendiri, dan dalam ibadat harian. Demikianlah lahir apa yang Basil sebut suara Gereja, nyanyian mazmur itu, yang merupakan putri dari himne pujian itu (menggunakan kata-kata pendahulu kami, Urbanus VIII) yang naik tanpa henti di hadapan takhta Allah dan Anak Domba, dan yang mengajarkan mereka yang secara khusus bertugas dalam ibadat ilahi, seperti yang dikatakan Athanasius, cara memuji Allah, dan kata-kata yang tepat untuk memberkati-Nya. Agustinus mengungkapkan ini dengan baik ketika ia berkata: Allah memuji diri-Nya sendiri agar manusia dapat memberikan pujian yang layak kepada-Nya; karena Allah memilih untuk memuji diri-Nya sendiri, manusia menemukan cara untuk memberkati Allah.
Mazmur-mazmur juga memiliki kekuatan yang luar biasa untuk membangkitkan dalam hati kita keinginan akan setiap kebajikan. Athanasius berkata: Meskipun semua Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, diilhami secara ilahi dan memiliki kegunaannya dalam pengajaran, seperti yang kita baca dalam Kitab Suci itu sendiri, namun Kitab Mazmur, seperti taman yang mengelilingi buah-buahan dari semua kitab lain, menghasilkan buah-buahnya dalam nyanyian, dan dalam proses menyanyi menghasilkan buah-buah istimewanya sendiri untuk menempati tempat di sampingnya. Di tempat yang sama Athanasius dengan tepat menambahkan: Mazmur-mazmur bagiku seperti cermin, di mana orang yang menggunakannya dapat melihat dirinya sendiri, dan gejolak hatinya sendiri; ia dapat membacanya dengan latar belakang emosinya sendiri. Agustinus berkata dalam Pengakuannya: Betapa aku menangis ketika aku mendengar himne dan kidung-Mu, sangat terharu oleh nyanyian manis Gereja-Mu. Suara-suara itu mengalir ke telingaku, kebenaran menyaring ke dalam hatiku, dan dari hatiku melonjak gelombang devosi. Air mata mengalir, dan aku bahagia dalam air mataku.
Memang, siapa yang tidak akan tergerak oleh begitu banyak bagian dalam mazmur yang begitu mendalam menyatakan keagungan Allah yang tak terbatas, kemahakuasaan-Nya, keadilan dan kebaikan serta kemurahan-Nya, yang terlalu dalam untuk diungkapkan dengan kata-kata, dan semua sifat-Nya yang tak terbatas lainnya yang layak kita puji? Siapa yang tidak akan tergerak pada emosi yang sama oleh doa-doa syukur kepada Allah atas berkat-berkat yang diterima, oleh permohonan, begitu rendah hati dan percaya diri, untuk berkat-berkat yang masih dinantikan, oleh seruan jiwa dalam kesedihan atas dosa yang dilakukan? Siapa yang tidak akan terbakar dengan kasih saat ia melihat kemiripan Kristus, Penebus, di sini begitu penuh kasih dinubuatkan? Itulah suara yang didengar Agustinus dalam setiap mazmur, suara pujian, penderitaan, harapan yang gembira, kesusahan saat ini.

Responsorium 1 Tesalonika 2:4, 3

Allah telah menganggap kami layak untuk menjadi pelayan Injil-Nya, dan demikianlah ketika kami berbicara,

kami berusaha menyenangkan Allah dan bukan manusia.
Pemberitaan kami tidak berasal dari kesalahan, atau motif yang tidak murni, atau keinginan untuk menipu.

Kami berusaha menyenangkan Allah dan bukan manusia.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang untuk menjaga iman Katolik
dan untuk memulihkan segala sesuatu dalam Kristus,
memenuhi Paus Santo Pius Kesepuluh dengan hikmat surgawi
dan ketabahan apostolik, dengan murah hati berikanlah,
agar, mengikuti ajaran dan teladannya,
kami dapat memperoleh pahala abadi.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Santa Perawan Maria Ratu

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

O ratu kami yang mulya
Luhur tiada taranya
Engkau merangkul memangku
Tuhan Allah penciptamu.

Pintu yang ditutup Hawa
Dibuka putera bunda
Engkaupun turut berjasa
Membukakan gerbang surga.

Kami anggap tugas luhur
Untuk mengucapkan syukur
Dengan menyanyikan madah
Atas anugerah Allah.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada bunda Maria. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Antifon 2Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Tb 13,10-16

Pujilah Tuhan, hai para pilihanNya,*
berpestalah dengan gembira dan bersyukurlah kepadaNya.

Hai Yerusalem, kota suci,+
Allah menyiksa kamu karena perbuatanmu yang jahat,*
tetapi Ia akan mengasihani kembali orang-orang yang jujur.

Luhurkanlah Tuhan dengan selayaknya,+
bersyukurlah kepada raja yang kekal abadi,*
supaya rumahNya dibangun kembali bagimu dengan gembira.

Tuhan akan menghantar pulang semua tawananmu,*
dan engkau akan bersukacita selama-lamanya.

Engkau bermandikan cahaya gemilang, hai Yerusalem,*
dan seluruh bumi sujud hormat kepadamu.

Dari jauh bangsa-bangsa datang kepadaMu,*
membawa persembahan sebagai tanda bakti bagi Tuhanmu.

Mereka memandang tanahmu sebagai tanah suci,*
dan menyerukan nama Tuhan di tengahmu.

Hai Yerusalem, engkau akan bersukacita atas putera-puterimu,+
sebab mereka semua diberkati Tuhan,*
dan dihimpun di hadapanNya.

Berbahagialah semua yang mencintai engkau,*
yang bersukacita atas damai sejahteramu.

Pujilah Tuhan, hai hatiku, pujilah Tuhan Allah kita,*
sebab Ia membebaskan kotaNya Yerusalem dari segala penderitaannya.

Antifon 2Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Bacaan Singkat (lh. Yes 61,10)

Aku bersuka ria dalam Tuhan, dan jiwaku bersorak-sorai dalam Allah. Aku dikenakan dandanan keselamatan dan diselubungi dengan pakaian kejujuran, bagaikan mempelai berhiaskan ratna mutu manikam.

Lagu Singkat

℣.Tuhan memilih Maria,* Dan mencintai dia.℟.Tuhan.℣.Tuhan menerima Maria ke dalam kemuliaan.℟.Dan mencintai dia.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungKarena dosa Hawa firdaus tertutup, karena iman Maria surga terbuka.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungKarena dosa Hawa firdaus tertutup, karena iman Maria surga terbuka.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:

℟. Semoga bundaMu mendoakan kami, ya Tuhan.

Kristus, matahari sejati, perawan Maria telah mendahului Engkau seperti fajar mendahului siang,* semoga kami hidup dalam cahaya kedatanganMu. ℟.

Sabda kekal, Engkau telah memilih Maria menjadi bundaMu yang tak bernoda,* bebaskanlah kami dari noda dosa. ℟.

Penyelamat kami, pada saat penderitaan dan wafatMu, bundaMu berdiri di kaki salib,* semoga berkat doanya, kami mengambil bagian dalam penderitaanMu dengan gembira hati. ℟.

Yesus yang mahamurah, ketika terpaku pada salib, Engkau menyerahkan Maria kepada Yohanes sebagai bundanya,* semoga kami hidup selaku putera Maria yang sejati. ℟.

Atau:
Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:

℟. Semoga bundaMu mendoakan kami, ya Tuhan.

Penyelamat dunia, berkat kekuatan penebusanMu, Engkau telah melindungi bundaMu terhadap noda dosa,* lindungilah kamipun terhadap dosa. ℟.

Penebus kami, Engkau menjadikan santa Maria tempat kediaman Roh kudus,* penuhilah kami juga dengan RohMu. ℟.

Sabda kekal, Engkau telah mengajar bundaMu memilih bagian yang terbaik,* semoga kami meneladan dia dan tekun mendengarkan sabdaMu. ℟.

Raja para raja, Engkau telah mengangkat bundaMu ke surga dengan jiwa raganya,* semoga hati kami tetap terarah kepadaMu. ℟.

Penguasa surga dan dunia, Engkau mentakhtakan Maria menjadi ratu yang mulia,* semoga kamipun Kauizinkan masuk ke dalam kemuliaan abadi. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang menjadikan Bunda Putra-Mu menjadi Bunda dan Ratu kami, dengan murah hati berilah, agar, ditopang oleh perantaraannya, kami dapat mencapai di Kerajaan surgawi kemuliaan yang dijanjikan kepada anak-anak-Mu. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Santa Perawan Maria Ratu

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 12, 17a. 19b-20a. 21)

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Ayat Singkat

℣.Kasih setia Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.℟.Dan keadilan-Nya bagi orang yang memegang perjanjian-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Santa Perawan Maria Ratu

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Antifon 1Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Antifon 2Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Antifon 2Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Antifon 3Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka".

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Antifon 3Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan singkat Zak 9,9

Bersorak-sorailah sekuat tenagamu, hai puteri Sion!
Gemakanlah suaramu, hai puteri Yerusalem! Lihatlah, rajamu datang kepadamu. Ia jujur dan jaya.

℣.Berbahagialah rahim perawan Maria.℟.Yang telah mengandung Putera Bapa.

Doa Penutup

Ya Allah, yang menjadikan Bunda Putra-Mu menjadi Bunda dan Ratu kami, dengan murah hati berilah, agar, ditopang oleh perantaraannya, kami dapat mencapai di Kerajaan surgawi kemuliaan yang dijanjikan kepada anak-anak-Mu. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Santa Perawan Maria Ratu

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Io 4, 9-11)

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Ayat Singkat

℣.Pandanglah, ya Allah perisai kami.℟.Dan lihatlah wajah orang yang Kauurapi.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Santa Perawan Maria Ratu

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Salam bintang laut
Bunda Yesus Kristus
Sebab engkau ikut
Membantu penebus.

Tolonglah yang papa
Bimbinglah yang buta
Hiburlah yang duka
Sembuhkan yang luka.

Kami mohon iman
Mohon pengharapan
Supaya bertahan
Dalam cinta Tuhan.

Terpujilah Bapa
Bersama Putera
Serta RohNya pula
Selama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Mazmur 144 (145) - I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Antifon 1Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Antifon 2Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Mazmur 144 (145) - II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Antifon 2Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat (Gal 4,4-5)

Ketika sudah sampai saat yang ditetapkan Allah, Ia mengutus PuteraNya. PuteraNya itu dilahirkan dari seorang wanita dan hidup di bawah hukum Taurat, supaya mereka semua yang tunduk pada hukum itu, dibebaskan olehNya dan diangkat menjadi anak Allah.

Lagu Singkat

℣.Salam Maria, penuh rahmat,* Tuhan sertamu.℟.Salam.℣.Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.℟.Tuhan sertamu.℣.Kemuliaan.℟.Salam.

Antifon KidungBerbahagialah engkau, Maria, sebab engkau telah percaya. Sabda Tuhan akan terlaksana padamu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungBerbahagialah engkau, Maria, sebab engkau telah percaya. Sabda Tuhan akan terlaksana padamu.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah, Bapa yang mahakuasa, dan bersuka ria di hadapanNya. Sebab Ia telah merahmati santa Maria yang disebut bahagia oleh semua bangsa. Maka hendaklah kita berdoa dengan rendah hati:

℟. Terimalah doa Maria dan kasihanilah kami.

Engkau telah mengangkat Maria menjadi bunda yang bermurah hati,* semoga semua orang yang ditimpa mara bahaya mengalami cintanya. ℟.

Engkau menghendaki Maria sebagai ibu keluarga di rumah Yesus dan Yusuf,* semoga berkat doanya semua ibu memupuk cinta kasih dalam rumah tangganya. ℟.

Engkau menguatkan Maria, ketika ia berdiri di kaki salib, dan menggembirakan hatinya dengan kebangkitan PuteraMu,*hiburkanlah orang yang bersusah dan kuatkanlah harapan mereka. ℟.

Engkau membuka hati Maria untuk mendengarkan sabdaMu dan menyerahkan dirinya kepadaMu sebagai hamba yang setia,* semoga berkat doanya, kami menjadi hamba dan murid PuteraMu. ℟.

Engkau telah memahkotai Maria di surga,* semoga semua arwah bersuka ria di dalam kerajaanMu bersama para kudus. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang menjadikan Bunda Putra-Mu menjadi Bunda dan Ratu kami, dengan murah hati berilah, agar, ditopang oleh perantaraannya, kami dapat mencapai di Kerajaan surgawi kemuliaan yang dijanjikan kepada anak-anak-Mu. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

Santa Perawan Maria Ratu

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Yer 14,9

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Perawan Maria Ratu

Peringatan Wajib Maria · Ditetapkan 1954

Peringatan ini merayakan Maria sebagai Ratu, yang dimuliakan bersama Putranya di dalam kemuliaan surgawi. Gereja mengimani bahwa martabat keratuan Maria bukan berasal dari kuasa duniawi, melainkan dari perannya sebagai Bunda Allah dan sebagai orang yang paling erat dipersatukan dengan karya penebusan Kristus Sang Raja.

Dasar penghormatan ini berakar dalam Kitab Suci. Malaikat Gabriel mewartakan bahwa Putra Maria akan menerima takhta Daud dan meraja selama-lamanya (Luk 1:32-33). Dalam Kitab Wahyu, Yohanes melihat seorang perempuan berselubungkan matahari dengan mahkota dua belas bintang (Why 12:1). Tradisi Gereja sejak awal menyapa Maria sebagai Regina, Ratu, terutama dalam doa Salve Regina.

Perayaan ini secara resmi ditetapkan oleh Paus Pius XII melalui ensiklik Ad Caeli Reginam pada 11 Oktober 1954, di tengah Tahun Maria yang menandai seabad dogma Maria Dikandung Tanpa Noda. Mula-mula pesta ini dirayakan pada 31 Mei, namun dalam pembaruan kalender liturgi tahun 1969 dipindahkan ke 22 Agustus, tepat delapan hari setelah Hari Raya Maria Diangkat ke Surga, untuk menampakkan hubungan erat antara pengangkatan dan pemahkotaan Maria.

Bagi umat, peringatan ini meneguhkan pengharapan: Maria yang telah dimahkotai adalah tanda dan janji kemuliaan yang disediakan bagi semua yang setia kepada Kristus.

Ditetapkan: oleh Paus Pius XII melalui ensiklik Ad Caeli Reginam, 11 Oktober 1954.

Santo Simforianus

Martir

Di kota Autun, Prancis pada masa penjajagan Romawi, setiap tahun biasanya diselenggarakan perarakan besar untuk menghormati dewi Cybele. Patung dewi itu diusung mengelilingi kota. Di antara khalayak ramai yang berdiri di sepanjang jalan kota untuk memberi hormat dan sujud-sembah kepada sang dewi yang lewat, ada juga seorang pemuda tak dikenal yang tetap berdiri tegak dengan sikap sinis. Ia tidak sudi memberikan sikap hormat dan sujud-sembah seperti yang dilakukan orang banyak itu. Sikapnya ini menimbulkan pertanyaan dan curiga dalam hati banyak orang. Tak lama kemudian, ia ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan Prefek kota Autun. Atas pertanyaan Prefek, pemuda itu dengan tegas menjawab: “Namaku Simforianus. Aku seorang Kristen.”

Pada waktu itu jumlah orang Kristen sangat sedikit, sehingga tidaklah mengherankan kalau prefek itu tidak memahami maksud kata-kata Simforianus itu. Prefek yang mengira bahwa Simforianus belum mengetahui semua peraturan kaisar, menyuruh orang membacakan peraturan kaisar mengenai penyembahan kepada dewi Cybele. Seusai pembacaan itu, Simforianus dengan lantang berkata: “Semua perintah itu sudah aku tahu, tetapi aku harus lebih menaati perintah Tuhanku Yesus Kristus, Raja segala raja”, selanjutnya untuk menantang sang prefek, Simforianus berkata: “Berikan kepadaku sebuah palu, maka aku akan menghancrukan dewimu itu. Aku mau melihat apakah perbuatanku atas dewimu itu akan mengakibatkan malapetaka besar atas seluruh rakyat kota ini.”

Perkataan berani itu menyebabkan amarah hebat sang prefek. Simforianus segera dibelenggu, didera lalu kemudian dipenjarakan. Setelah beberapa hari mendekam di penjara, ia dikeluarkan dan digiring ke tempat pembunuhan. Penderitaan yang hebat yang ditimpakan atas dirinya membuat badannya lemah dan wajahnya pucat pasi. Namun Simforianus tetap girang dan tetap tegak berdiri. Ketika tiba di tempat pembunuhan itu, ibunya berseru: “Vita non tollitur sed mutatur!” yang artinya “Hidup tidak dicabut melainkan hanya diubah!”. Simforianus dibunuh dengan menggunakan pedang para algojo kafir. Ia kemudian dihormati sebagai seorang martir Kristus.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari