Doa Katolik
Doa Hari Ini

Kamis XI Masa Biasa

Kamis, 19 Juni 2031· Hijau · Pekan Psalterium III
19 Juni 2031

Bacaan Misa

Kamis XI Masa Biasa
Bacaan Pertama

Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. Tetapi menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan di dalam segala hal. Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian. Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.

Mazmur Tanggapan

Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.
Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh,
kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

Bacaan Injil

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Bapa Kami, Bukan Bapaku

Renungan · 2 menit baca

Perhatikan satu kata kecil dalam doa yang paling sering kita ucapkan. Yesus tidak mengajari kita berdoa “Bapaku”, melainkan “Bapa kami”. Sejak kata pertama, doa itu sudah menolak kesendirian. Bahkan ketika kita berdoa seorang diri di kamar yang terkunci, mulut kita tetap menyebut kami, seakan seluruh saudara ikut berlutut di samping kita.

Sebelum mengajarkan doa itu, Yesus memperingatkan supaya kita tidak bertele-tele seperti orang yang mengira doa dikabulkan karena banyaknya kata. Bapa, kata-Nya, sudah tahu apa yang kita perlukan sebelum kita minta. Kalau begitu, untuk apa berdoa? Bukan untuk memberi tahu Allah, melainkan untuk menata hati kita sendiri di hadapan-Nya.

Dan lihat apa yang kita minta: makanan secukupnya, bukan berlimpah. Pengampunan, yang langsung diikat dengan syarat, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Yesus bahkan menegaskannya sekali lagi seusai doa itu. Kalau kita tidak mengampuni, Bapa pun tidak mengampuni kita.

Ini bagian yang paling tidak nyaman. Kita ingin diampuni tanpa syarat, tetapi disuruh mengampuni lebih dulu. Rupanya pengampunan itu seperti pintu; ia hanya bisa terbuka ke dua arah sekaligus. Tangan yang mengepal menahan kesalahan orang lain tidak bisa sekaligus terbuka menerima pengampunan.

Hari ini, ketika menyebut Bapa kami, siapa nama yang paling berat kita ikutkan dalam kata kami itu?

Bapa kami, ajarilah aku mengampuni sebagaimana aku ingin diampuni, supaya doaku tidak berhenti di bibir. Amin.

Invitatorium

Kamis XI Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Ibadat Bacaan

Kamis XI Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Aku Tuhan yang membawa terang melalui awan

Biarlah Langit mencurahkan kebenaran

Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;

Biarlah Langit mencurahkan kebenaran

Akulah Tuhan, Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain

Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit mencurahkan kebenaran

Akulah Tuhan yang menciptakannya.
Aku Tuhan yang membawa terang melalui awan

Biarlah Langit mencurahkan kebenaran

Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;

Biarlah Langit mencurahkan kebenaran

Akulah Tuhan, Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain

Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit mencurahkan kebenaran

Akulah Tuhan yang menciptakannya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya.

Mazmur 44

Kemalangan umat Allah

Kita mengalahkan semuanya itu oleh Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).

I
Dengan telinga kami sendiri kami mendengar, ya Allah,

nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami kisah

tentang hal-hal yang Engkau lakukan pada zaman mereka,

Engkau sendiri, pada zaman dahulu kala.
Untuk menanam mereka Engkau mencabut bangsa-bangsa:

untuk membiarkan mereka menyebar Engkau merendahkan bangsa-bangsa.

Bukan pedang mereka sendiri yang memenangkan tanah;

bukan lengan mereka sendiri yang membawa mereka kemenangan.

Itu adalah tangan kanan-Mu, lengan-Mu

dan terang wajah-Mu: karena Engkau mengasihi mereka.
Engkaulah, rajaku, Allahku,

yang menganugerahkan kemenangan kepada Yakub.

Melalui Engkau kami mengalahkan musuh-musuh kami;

dalam nama-Mu kami menginjak-injak penyerang kami.
Karena bukan pada busurku aku percaya

pun bukan oleh pedangku aku diselamatkan:

Engkaulah yang menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,

Engkaulah yang mempermalukan musuh-musuh kami.

Sepanjang hari kebanggaan kami ada pada Allah,

dan kami memuji nama-Mu tanpa henti.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya.

Antifon 2Ampunilah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri.

II
Namun sekarang Engkau telah menolak kami, mempermalukan kami:

Engkau tidak lagi maju bersama tentara kami.

Engkau membuat kami mundur dari musuh

dan musuh-musuh kami menjarah kami sesuka hati.
Engkau membuat kami seperti domba untuk disembelih

dan menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.

Engkau menjual umat-Mu sendiri tanpa harga

dan tidak mendapat keuntungan dari penjualan itu.
Engkau membuat kami menjadi ejekan tetangga kami,

bahan tertawaan semua orang yang dekat.

Di antara bangsa-bangsa, Engkau membuat kami menjadi pepatah,

di antara bangsa-bangsa menjadi bahan cemoohan.
Sepanjang hari aibku ada di hadapanku:

wajahku tertutup rasa malu

mendengar suara pencemooh, pengejek,

melihat musuh dan pembalas.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAmpunilah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri.

Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau penuh belas kasihan.

III
Ini menimpa kami meskipun kami tidak melupakan Engkau;

meskipun kami tidak berkhianat terhadap perjanjian-Mu,

meskipun kami tidak menarik hati kami;

meskipun kaki kami tidak menyimpang dari jalan-Mu.

Namun Engkau telah menghancurkan kami di tempat kesedihan

dan menutupi kami dengan bayangan maut.
Sekiranya kami melupakan nama Allah kami

atau mengulurkan tangan kami kepada allah lain

tidakkah Allah akan menemukan ini,

Dia yang mengetahui rahasia hati?

Karena Engkaulah kami menghadapi kematian sepanjang hari

dan dihitung sebagai domba untuk disembelih.
Bangunlah, ya Tuhan, mengapa Engkau tidur?

Bangkitlah, janganlah menolak kami selama-lamanya!

Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu dari kami

dan melupakan penindasan dan kesengsaraan kami?
Karena kami direndahkan sampai ke debu;

tubuh kami tergeletak di bumi.

Bangkitlah dan datanglah menolong kami!

Tebuslah kami karena kasih-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, bangkitlah dan datanglah menolong kami; dengan lengan-Mu yang kuat pimpinlah kami menuju kebebasan, sebagaimana Engkau dengan perkasa membebaskan nenek moyang kami. Karena Engkaulah raja yang mengetahui rahasia hati kami, penuhilah hati kami dengan terang kebenaran.

AntifonBangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau penuh belas kasihan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi?

Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Yosua

5:13-6:21

Kota musuh yang paling kuat dihancurkan
Ketika Yosua berada dekat Yerikho, ia mengangkat matanya dan melihat seseorang berdiri di hadapannya, dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya, “Apakah engkau dari pihak kami atau dari pihak musuh kami?” Ia menjawab, “Bukan keduanya. Aku adalah panglima bala tentara Tuhan dan aku baru saja tiba.” Lalu Yosua sujud ke tanah menyembah, dan berkata kepadanya, “Apakah yang akan dikatakan Tuhanku kepada hamba-Nya?” Panglima bala tentara Tuhan menjawab Yosua, “Lepaskanlah sandalmu dari kakimu, karena tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua menurutinya.
Sekarang Yerikho dalam keadaan terkepung karena kehadiran orang Israel, sehingga tidak ada seorang pun yang keluar atau masuk.
Dan kepada Yosua Tuhan berfirman, “Aku telah menyerahkan Yerikho dan rajanya ke dalam kuasamu. Suruhlah semua prajurit mengelilingi kota, berbaris sekali mengelilinginya. Lakukanlah ini selama enam hari, dengan tujuh imam membawa sangkakala tanduk domba di depan tabut. Pada hari ketujuh berbarislah mengelilingi kota tujuh kali, dan suruhlah para imam meniup sangkakala. Ketika mereka meniup sangkakala tanduk domba dengan tiupan panjang dan engkau mendengar isyarat itu, semua orang harus bersorak dengan nyaring. Tembok kota akan runtuh, dan mereka akan dapat menyerang dari depan.”
Memanggil para imam, Yosua, anak Nun, kemudian memerintahkan mereka untuk mengambil tabut perjanjian dengan tujuh imam membawa sangkakala tanduk domba di depan tabut Tuhan. Dan ia memerintahkan orang-orang untuk berbaris melingkar mengelilingi kota, dengan pasukan pilihan berbaris di depan tabut Tuhan.
Atas perintah ini mereka maju, dengan tujuh imam yang membawa sangkakala tanduk domba di hadapan Tuhan meniup sangkakala mereka, dan tabut perjanjian Tuhan mengikuti mereka. Di depan para imam dengan sangkakala berbaris pasukan pilihan; barisan belakang mengikuti tabut, dan tiupan sangkakala terus-menerus dilakukan saat mereka berbaris. Tetapi orang-orang telah diperintahkan oleh Yosua untuk tidak bersorak atau membuat suara atau teriakan apa pun sampai ia memberi aba-aba: barulah mereka harus bersorak. Jadi ia menyuruh tabut Tuhan mengelilingi kota, sekali mengelilinginya, setelah itu mereka kembali ke perkemahan untuk bermalam.
Pagi-pagi keesokan harinya, Yosua menyuruh para imam mengambil tabut Tuhan. Ketujuh imam yang membawa sangkakala tanduk domba berbaris di depan tabut Tuhan, meniup sangkakala mereka. Di depan mereka berbaris pasukan pilihan, sementara barisan belakang mengikuti tabut Tuhan, dan tiupan sangkakala terus-menerus dilakukan. Pada hari kedua ini mereka kembali berbaris mengelilingi kota sekali sebelum kembali ke perkemahan; dan selama enam hari mereka melakukan hal yang sama.
Pada hari ketujuh, mulai dari fajar, mereka berbaris mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka berbaris mengelilingi kota tujuh kali. Pada putaran ketujuh, para imam meniup sangkakala dan Yosua berkata kepada orang-orang, “Sekarang bersoraklah, karena Tuhan telah menyerahkan kota ini kepadamu dan segala isinya. Kota ini berada di bawah larangan Tuhan. Hanya Rahab, pelacur itu, dan semua yang ada di rumahnya yang harus diselamatkan, karena ia menyembunyikan utusan yang kami kirim. Tetapi berhati-hatilah agar tidak mengambil, dalam keserakahanmu, apa pun yang berada di bawah larangan; jika tidak, engkau akan mendatangkan larangan ini dan kesengsaraannya ke atas perkemahan Israel. Semua perak dan emas, dan barang-barang dari perunggu atau besi, adalah kudus bagi Tuhan. Mereka harus dimasukkan ke dalam perbendaharaan Tuhan.”
Saat sangkakala ditiup, orang-orang mulai bersorak. Ketika mereka mendengar isyarat sangkakala, mereka bersorak dengan sangat nyaring. Tembok itu runtuh, dan orang-orang menyerbu kota dalam serangan frontal dan merebutnya. Mereka mematuhi larangan itu dengan membunuh dengan pedang semua makhluk hidup di kota: pria dan wanita, muda dan tua, serta lembu, domba, dan keledai.

Responsorium Lihat Yesaya 25:1, 2; Ibrani 11:30

Ya Tuhan, Engkaulah Allahku; aku akan memuliakan-Mu dan memuji nama-Mu.

Engkau telah meruntuhkan kota menjadi tumpukan batu, tidak akan dibangun kembali.
Setelah tujuh hari prosesi mengelilingi tembok Yerikho, iman Israel meruntuhkannya.

Engkau telah meruntuhkan kota menjadi tumpukan batu, tidak akan dibangun kembali.
Bacaan Kedua

Dari homili tentang Yosua oleh Origenes, imam

Penaklukan Yerikho
Setelah Yerikho dikepung, ia harus diserbu. Lalu bagaimana Yerikho diserbu? Tidak ada pedang yang dihunus melawannya, tidak ada alat pelantak yang diarahkan kepadanya, tidak ada lembing yang dilemparkan. Para imam hanya meniup sangkakala mereka, dan tembok-tembok Yerikho runtuh.
Dalam Kitab Suci Yerikho sering digambarkan sebagai gambaran dunia. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang digambarkan Injil turun dari Yerusalem ke Yerikho dan jatuh ke tangan perampok adalah gambaran Adam yang diusir dari firdaus ke dalam pengasingan dunia ini. Demikian pula orang-orang buta di Yerikho, kepada siapa Yesus datang untuk memberi penglihatan, melambangkan orang-orang di dunia ini yang dibutakan oleh ketidaktahuan, kepada siapa Putra Allah datang.
Yerikho akan jatuh, maka; dunia ini akan binasa. Sesungguhnya dalam kitab-kitab suci akhir dunia telah diumumkan sejak lama. Bagaimana dunia akan diakhiri, dan dengan cara apa ia akan dihancurkan? Jawaban Kitab Suci adalah: Dengan bunyi sangkakala. Jika engkau bertanya sangkakala apa, maka biarlah Paulus mengungkapkan rahasianya. Dengarkan apa yang dikatakannya: Sangkakala akan berbunyi, dan orang mati yang ada dalam Kristus akan bangkit tanpa binasa. Suara penghulu malaikat dan sangkakala Allah akan memberi isyarat, dan Tuhan sendiri akan turun dari surga. Maka Tuhan Yesus akan menaklukkan Yerikho dengan sangkakala dan menghancurkannya, hanya menyelamatkan pelacur itu dan rumah tangganya.
Yesus Tuhan kita akan datang, kata Paulus, dan Ia akan datang dengan bunyi sangkakala. Ia hanya akan menyelamatkan wanita yang menerima mata-mata-Nya, yaitu rasul-rasul-Nya, dalam iman dan ketaatan, dan menyembunyikan mereka di atap rumahnya; dan Ia akan menggabungkan pelacur ini dengan rumah Israel. Tetapi janganlah kita mengungkit dosa-dosa masa lalunya lagi atau menuduhnya. Ia pernah menjadi pelacur, tetapi sekarang ia digabungkan dengan Kristus, perawan suci kepada satu suami suci. Dengarkan apa yang dikatakan Rasul tentang dia: Ia telah menetapkan untuk mempersembahkan engkau kepada Kristus sebagai perawan suci kepada satu-satunya suaminya. Sesungguhnya, Paulus sendiri telah lahir darinya: Tersesat oleh kebodohan dan ketidakpercayaan kita, katanya, kita juga pernah menjadi budak nafsu kita dan kesenangan segala jenis.
Jika engkau ingin belajar lebih lengkap tentang bagaimana pelacur ini berhenti menjadi pelacur, maka dengarkan Paulus sekali lagi: Dan demikianlah juga engkau, tetapi engkau telah dibersihkan dan dikuduskan dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita. Untuk memastikan pelariannya ketika Yerikho dihancurkan, pelacur itu diberi simbol keselamatan yang paling efektif, tali merah. Karena oleh darah Kristuslah seluruh Gereja diselamatkan, dalam Yesus Kristus Tuhan kita yang sama, kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya. Amin.

Responsorium Yesaya 49:22, 26; Yohanes 8:28

Lihat, Aku akan mengangkat tangan-Ku kepada bangsa-bangsa dan mengangkat isyarat-Ku bagi bangsa-bangsa.

Seluruh umat manusia akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, adalah penyelamatmu, penebusmu, Yang Mahakuasa dari Yakub.
Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia dari bumi, kamu akan mengetahui bahwa Akulah Dia.

Seluruh umat manusia akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, adalah penyelamatmu, penebusmu, Yang Mahakuasa dari Yakub.

Doa Penutup

Ya Allah,

dari siapa segala yang baik berasal,

anugerahkanlah agar kami, yang berseru kepada-Mu dalam kebutuhan kami,

atas dorongan-Mu dapat membedakan apa yang benar,

dan dengan bimbingan-Mu melakukannya.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Kamis XI Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Antifon 1Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.

Mazmur 86 (87)

Hai Yerusalem, kota di atas gunung yang kudus,*
Tuhan cinta padamu.

Hai benteng Sion, Tuhan yang memperindah semua kediaman Yakub,*
berfirman dalam dirimu:

"Mesir dan Babel akan Kudafatar,*
antara mereka yang mengakui Aku.

Bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia,*
akan termasuk warga negara Sion".

Tetapi tentang Sion sendiri akan dikatakan,+
"Orang ini dan orang itu kelahiran Sion,*
Allah yang mahatinggi menyentosakannya".

Tuhan akan mencatat dalam daftar para bangsa,*
"Inipun dilahirkan di Sion".

Dan semua orang yang pernah menderita demi Sion,*
akan bernyanyi dan menari-nari.

Antifon 1Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.

Antifon 2Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.

Yes 40,10-17

Lihat, Allah Tuhan kita datang dengan kekuasaan,*
Ia menaklukkan segala-galanya!

Jarahan dibawaNya serta,*
dan tanda kemenangan diarak di hadapanNya.

Seperti seorang gembala,*
Tuhan mengumpulkan dan membimbing kawananNya.

Ia membopong anak domba dalam pelukan tanganya,*
dan menuntun induknya penuh perhatian.

Siapa yang menakar air laut dengan cidukan tangan,*
mengukur langit dengan jengkal jari?

Siapa menyukat segala debu bumi dengan takaran,+
menimbang gunung dengan dacing,*
atau bukit dengan neraca?

Siapa yang mengatur roh Tuhan,*
atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat?

Dengan siapa Tuhan berunding untuk memperoleh kebijaksanaan,+
untuk belajar keadilan dan menimba pengetahuan,*
untuk mengetahui jalan yang paling baik?

Sungguh, para bangsa bagaikan setitik air pada pinggir timba,+
bagaikan sebutir debu pada neraca,*
sungguh, pulau-pulau tidak lebih berat dari tepung halus.

Semua hutan tidak cukup kayu bakarnya untuk kurban bakaran,*
dan segala margasatwa tidak cukup untuk persembahan.

Di hadapan Tuhan segala bangsa tidak berarti apa-apa,*
bagi Tuhan mereka hampa dan ketiadaan belaka.

Antifon 2Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.

Antifon 3Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.

Mazmur 98 (99)

Tuhan meraja, gemetarlah para bangsa,+
Tuhan bertakhta di atas singgasana, goncanglah bumi,*
agunglah Tuhan di Sion.

Tuhan agung, mengatasi segala bangsa,+
dimuliakanlah namaMu, Allah yang agung dan dahsyat,*
kuduslah Tuhan.

Raja mahakuasa, pencinta hukum,*
Engkau sendirilah yang menegakkan keadilan.

Hukum dan keadilan dalam bangsa Yakub,*
Engkaulah yang menegakkannya.

Agungkanlah Tuhan, Allah kita,+
bersembahsujudlah di depan tumpuan kakiNya,*
kuduslah Tuhan.

Musa dan Harun termasuk imamNya,+
dan Samuel teramsuk orang yang menyerukan namaNya,*
mereka berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab mereka.

Dari dalam tiang awan Tuhan berfirman kepada mereka,*
mereka berpegang pada perintahNya, pada hukum yang diberikanNya.

Tuhan, Allah kami, Engkau telah menjawab mereka,+
Engkaulah Allah yang mengampuni mereka,*
namun Engkau membalas perbuatannya yang jahat.

Agungkanlah Tuhan, Allah kita,*
bersembahsujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.

Antifon 3Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.

Bacaan Singkat (1Ptr 4,10-11)

Hendaklah kamu saling melayani sesuai dengan kurnia yang kamu peroleh masing-masing. Sebab kamu ditugaskan untuk membagikan rahmat Allah yang beraneka ragam. Kalau seorang berbicara, baiklah ia menyampaikan sabda Allah. Kalau seorang melayani, baiklah ia melayani dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus.

Lagu Singkat

℣.Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.℟.Aku.℣.PeraturanMu akan kupelihara.℟.Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Aku.

Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Doa Permohonan

Allah Bapa membimbing dan memelihara umatNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan dengan gembira berseru:

℟. Terpujiah Engkau, Tuhan, selama-lamanya.

Bapa yang mahamurah, kami memuji Engkau karena cinta kasihMu, sebab luhurlah karyaMu ketika menciptakan kami,* dan lebih lurhur lagi karyaMu ketika membaharui kami. ℟.

Pada permulaan hari ini curahkanlah ke dalam hati kami keinginan untuk mengabdi Engkau,* supaya kami tetap memuliakan Dikau dengan pikiran dan perbuatan. ℟.

Sucikanlah hati kami dari setiap keinginan jahat,* agar kami selalu memperhatikan kehendakMu. ℟.

Bukalah kiranya hati kami terhadap keperluan saudara-saudara kami dan semua orang lain,* supaya kami mencintai mereka semua sebagai saudara. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah, yang kekal dan kuasa, terangilah kiranya bangsa-bangsa yang meringkuk dalam kegelapan maut. Sinarilah mereka dengan terang cahayaMu, yang telah terbit laksana fajar cemerlang, yaitu Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Kamis XI Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Sap 19, 22)

Memang dalam segala-galanya, ya Tuhan, telah Kauagungkan dan Kaumuliakan umat-Mu, tidak pernah Kauhina, melainkan selalu dan di mana-mana Kaudampingi.

Ayat Singkat

℣.Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban.℟.Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Kamis XI Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.

Mazmur 118 (119),113-120

Orang yang bimbang hati kubenci,*
tetapi hukumMu kucintai.

Engkaulah pelindung dan rajaku,*
aku berharap pada firmanMu

Enyahlah dari padaku, hai para penjahat,*
aku ingin berpegang pada perintah Allahku.

Topanglah aku sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup,*
janganlah mengecewakan harapanku.

Sokonglah aku, supaya aku selamat,*
sebab ketetapanMu selalu kuamalkan.

Tolaklah semua orang yang menyimpang dari ketetapanMu,*
sebab tipu muslihatlah rencana mereka.

Semua orang durjana di bumi Kaubuang seperti sampah,*
sebab itu aku mencintai ketetapanMu.

Badanku gemetar karena hormat kepadaMu,*
aku takut kepada keputusanMu.

Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.

Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.

Mazmur 78 (79)1-5.8-11.13

Ya Allah, bangsa kafir telah menduduki tanah milik pusakaMu,+
menajiskan bait kudusMu,*
menjadikan Yerusalem timbunan puing.

Mereka membuang mayat para hambaMu,+
sebagai makanan kepada burung di udara,*
dan daging orang yang Kaukasihi kepada binatang buas di bumi.

Di sekitar Yersualem mereka menumpahkan darah seperti air,*
dan tak seorangpun menguburkan mayat-mayatnya.

Kami dicerca tetangga kami,*
diolok-olok dan dicemoohkan orang sekeliling kami.

Masih berapa lamakah Engkau murka, ya Tuhan?*
Terus-meneruskah amarahMu membara, berkobar seperti api?

Janganlah kautanggungkan kesalahan leluhur kepada kami,+
bersegeralah menyongsong kami dengan belaskasihanMu,*
karena kami kehabisan tenaga.

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami,+
demi kemuliaan namaMu bebaskanlah kami,*
dan hapuskanlah dosa kami demi namaMu.

Jangan biarkan bangsa-bangsa kafir berkata,*
"Di manakah Allah mereka?"

Semoga bangsa-bangsa kafir di hadapan mata kami,*
mengalami pembalasanMu atas darah yang mereka tumpahkan.

Naiklah hendaknya ke hadiratMu rintihan para tawanan,*
dengan kuasaMu renggutlah mereka dari hukuman mati.

Maka kami, umatMu, kawanan domba gembalaanMu,+
akan bersyukur kepadaMu untuk selama-lamanya,*
dan mewartakan pujianMu turun-temurun.

Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.

Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.

Mazmur 79 (80)

Gembala Israel, dengarkanlah kami,*
Engkau yang menimpin Yusuf bagaikan kawanan.

Engkau yang bertakhta di atas singgasana, tampillah dengan cemerlang,*
di depan suku Efraim, Benyamin dan Manasye.

Kerahkanlah kekuatanMu,*
dan datanglah menyelamatkan kami.

Ya Allah, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi Engkau murka,*
sekalipun umatMu berdoa?

UmatMu Kauberi ratap tangis sebagai makanan,*
cucuran air mata berlimpah sebagai minuman.

Kaujadikan kami sasaran kebencian para tetangga,*
dan olok-olokan musuh kami.

Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

UmatMu bagaikan pokok anggur yang Kaupindahkan dari Mesir,*
Kauhalaukan bangsa-bangsa lalu Kautanamkan dia.

Engkau telah menyediakan tanah bagi pokok itu,*
maka berurat berakarlah ia dan memenuhi seluruh negeri.

Gunung-gunung ditudungi oleh naungannya,*
dan pohon-pohon jati oleh cabang-cabangnya.

Ranting-rantingnya menjulur sampai ke laut,*
dan sulur-sulurnya sampai ke sungai Efrat.

Ya Allah, mengapa Engkau merobohkan pagarnya,*
sehingga setiap orang yang lewat memetik buahnya!

Babi hutan menggerogotinya,*
dan binatang di padang memakannya.

Ya Allah semesta alam, kembalilah,+
pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu,*
lindungilah pokok yang Kautanam dengan tanganMu sendiri.

Musuh telah menebang dan membakarnya,*
biarlah mereka binasa oleh ancaman wajahMu.

Hendaknya Engkau melindunghi raja kami,*
orang pilihan yang telah Kaunobatkan.

Maka kami tidak akan menyimpang dari padaMu,*
lindungilah hidup kami, maka kami akan memuji Engkau.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.

Bacaan singkat Ul 4,7

Tak ada bangsa lain sebesar bangsa kita, yang mempunyai dewa-dewa demikian dekat seperti Allah kita, yang memperhatikan setiap permohonan kita.

℣.Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya.℟.Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Kamis XI Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Est 10, 3f)

Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.

Ayat Singkat

℣.Aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab Engkau menjawab aku.℟.Dan Engkau menjadi keselamatanku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Kamis XI Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Ibadat Sore I Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus (malam menjelang perayaan).

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.

Mazmur 140

Ya Tuhan, aku berseru kepadaMu, datanglah segera kepadaku,*
dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa,*
semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.

Awasilah mulutku, ya Tuhan,*
dan jagalah pintu bibirku.

Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*
jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.

Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*
tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.

Biarlah Allah yang adil memukul aku,*
biarlah yang maharahim menyiksa aku.

Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*
tak mungkin! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.

Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*
biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusanNya!

Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*
demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.

Tetapi kepadaMulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*
kepadaMulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.

Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*
dan terhadap perangkap orang berdosa.

Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.

Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Mazmur 141

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*
dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.

Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapanNya,*
aku membentangkan sengsaraku kepadaNya.

"Bila nyawaku melenyap dari padaku,*
Engkaulah yang mengetahui jalannya ke maut.

Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*
para musuhku memasang jerat.

Tengoklah dan saksikan sendiri,*
tak seorangpun mau mengenal aku.

Tak mungkin aku meloloskan diri,*
tak seorangpun menghiraukan daku.

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,+
Engkaulah pelindungku,*
milik pusakaku dalam hidup abadi.

Perhatikanlah seruanku,*
sebab aku teramat hina.

Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*
karena mereka terlalu kuat bagiku.

Keluarkanlah aku dari penjara maut,*
agar aku memuji namaMu!

Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*
sebab Engkau menyelamatkan daku.

Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Rom 11,33-36)

Betapa dalam dan kayanya kebijaksanaan dan pengetahuan Allah; betapa tak terselami keputusanNya, betapa tak terkira jalanNya. Siapakah yang dapat memahami pikiran Tuhan, siapakah pernah menjadi penasihatNya. Atau siapakah yang memberi Allah sesuatu, sehingga berhak menuntut balasan dari padaNya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, tercipta olehNya dan tertuju kepadaNya. BagiNya kemuliaan selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Betapa agunglah,* Karya tanganMu, ya Tuhan.℟.Betapa.℣.KebijaksanaanMu nyata dalam alam semesta.℟.Karya tanganMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Betapa.

Antifon Kidung(Mi V): Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah yang mahaesa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dan dengan rendah hati berdoa:

℟. Dampingilah umatMu, ya Tuhan.

Tuhan yang kudus, Bapa yang mahakuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umatMu dapat menikmati kesejahteraan dan damai. ℟.

Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaanMu,* supaya akhirnya semua manusia selamat. ℟.

Semoga suami isteri hidup dalam damaiMu, bertindak seturut kehendakMu,* dan saling mencintai seumur hidup. ℟.

Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal. ℟.

Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, kami bermegah dalam Hati PuteraMu terkasih dan mengenangkan karya agung cinta kasihNya bagi kami. Anugerahkanlah agar dari sumber surgawi itu kami menerima rahmat yang berlimpah ruah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Kamis XI Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santa Yuliana Falconieri

Biarawati

Yuliana lahir pada tahun 1270 dan meninggal dunia pada tahun 1341. Sebagai pendiri Tarekat Biarawati Servita, ia sangat dihormati. Semangatnya untuk meneladani pamannya Santo Aleksis, pendiri Ordo Servita, mendorongnya untuk melakukan hal yang sama bagi kaum wanita. Kiranya Tuhan sudah menanamkan benih-benih panggilan Ilahi dalam dirinya sejak masa kecilnya, sebab Yuliana kecil sudah menjadi anggota ketiga Ordo Servita, yang didirikan pamannya, sejak berumur 8 tahun. Keanggotaannya waktu itu dijalaninya dengan tetap tinggal bersama ibunya di rumah, sampai ibunya meninggal pada tahun 1304.

Sepeninggal ibunya, ia tinggal bersama beberapa orang wanita lainnya di sebuah rumah yang kemudian menjadi pusat biara suster-suster Servita. Tarekat ini mengabdikan diri pada hidup komtemplatif dan hidup aktif dengan melakukan berbagai karya amal. Kemudian Yuliana diangkat menjadi pimpinan tertinggi tarekat itu. Kesalehan hidupnya dan kebijaksanaannya membuat ia mampu memimpin tarekat itu hingga berkembang pesat dan dikenal luas. Ketika ia meninggal dunia pada tahun 1341, ia menerima secara ajaib Bekal Suci Tubuh Kristus. Ia digelari “kudus” pada tahun 1737.

Santo Gervasius dan Protasius

Martir

Gervasius dan Protasius adalah anak-anak dari Santo Vitalis yang dibunuh di Ravenna karena Kristus dan Santa Valeria yang mati sebagai martir di Milano. Kedua kakak beradik ini dibunuh di Milano pada tahun 170 karena imannya kepada Kristus. Mereka di kuburkan di Milano. Kerangka mereka ditemukan kembali oleh Santo Ambrosius berdasarkan suatu ilham pada tahun 386 di dekat makam Santo Nabot.

Santo Romualdus

Romualdus lahir pada tahun 952. Keluarganya, sebuah keluarga bangsawan yang kaya. Sergius, ayahnya adalah seorang pangeran dari Ravenna. Keinginannya untuk menjalani kehidupan tapa yang jauh dari keramaian dunia berawal dari peristiwa pembunuhan seorang saudara oleh ayahnya karena perselisihan harta warisan.

Untuk memenangkan batinnya, ia melarikan diri dari rumah dan masuk sebuah biara yang ada di daerah itu. Selama delapan tahun di biara itu ia berdoa dan bermatiraga di bawah bimbingan Marinus, seorang pertapa saleh. Bimbingan Marinus berangsur-angsur mengembangkan kepribadian Romualdus hingga menjadi seorang biarawan dan pertapa yang saleh. Kemudian bersama Marinus, Romualdus merencanakan pendirian sebuah pertapaan.

Menyaksikan kemajuan hidup rohani Romualdus, ayahnya Sergius bertobat, bahkan ingin juga menjalani kehidupan tapa seperti anaknya. Maka ia masuk biara San Severo yang terletak di dekat Ravenna.

Romualdus menghabiskan waktu 30 tahun lamanya di Italia untuk mendirikan pertapaan dan biara, sambil tetap berdoa, bermatiraga dan bekerja keras. Meski hidup rohaninya tampak sangat mantap, namun ia sama sekali tidak lepas dari cobaan-cobaan. Selama suatu kurun waktu yang lama, ia merasakan suatu kekeringan rohani yang amat dalam. Ia merasa ditinggalkan Allah.

Namun Tuhan sama sekali tidak meninggalkan dia. Pada suatu hari ketika ia sedang mendaraskan Mazmur yang berbunyi: “Aku akan memberikan engkau pengertian dan akan mengajarimu”, ia merasakan sentuhan rahmat Allah yang membangkitkan lagi semangat rohaninya. Tiba-tiba seberkas cahaya Ilahi yang terang-benderang menampakkan diri padanya. Roh Allah kembali berdiam dalam hatinya. Semenjak itu Tuhan tidak meninggalkan dia lagi. Ia kembali bekerja dengan semangat. Ia dianugerahi kemampuan maramalkan apa yang akan terjadi dan kemampuan memberi bimbingan rohani kepada orang-orang yang datang kepadanya.

Lebih dari itu, ia ingin sekali agar bisa menghadapi kematiannya sebagai martir. Untuk itu ia berangkat ke Hongaria untuk mewartakan Injil setelah mendapat restu dari Sri Paus. Tetapi setibanya di Hongaria, ia jatuh sakit. Ia kembali lagi ke Italia. Setelah sembuh, ia berziarah ke berbagai tempat.

Biara Kamalduli yang didirikannya di dekat kota Febriano berpengaruh besar di kalangan umat. Hampir saja Raja Otto III menjadi anggota biaranya, Romualdus meninggal dunia pada tahun 1027.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari