Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai berbicara.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang yang percaya akan Yesus berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka, penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamkan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan. Waktu itu di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena masing-masing mendengar rasul-rasul itu berbicara dalam bahasa mereka. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah semua yang berbicara itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita? Kita orang Partia, Media, Elam, kita penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi mau-pun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab; kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.”
Refren: Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan dan jadi baru seluruh muka bumi.
Allahku, nama-Mu hendak kupuji, Engkau amat agung berdandan sinar kebesaran.
Ya Tuhan, berselubungkan cahaya, bagai jubah raja, langit kaupasang bagai kemah.
Firman-Mu disampaikan oleh angin, api yang berkobar tunduk pada-Mu bagai hamba.
A
Kita semua telah dibaptis dalam Roh Kudus menjadi satu tubuh.
Saudara-saudara, tidak seorang pun dapat mengaku, “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa karunia, tetapi hanya ada satu Roh. Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu; Dialah yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik Yahudi maupun Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
Alleluya.U. Alleluya.
Seperti Bapa telah mengutus Aku, kini Aku mengutus kamu. Terimalah Roh Kudus.
Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di satu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka, kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikan, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
Inilah Injil Tuhan kita!
Diembusi
Ada satu benda yang tidak pernah kita lihat, tetapi setiap detik kita percayai: udara. Kita tidak memandangnya, kita menghirupnya. Bayi yang baru lahir tidak diajari cara bernapas; ia hanya menangis, dan paru-parunya langsung tahu apa yang harus dilakukan. Napas adalah pemberian yang datang sebelum kita sempat memintanya.
Hari Raya Pentakosta berbicara tentang napas. Dalam Injil, Yesus yang bangkit tidak menurunkan petir. Ia hanya mengembusi murid-murid-Nya dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.” Kata Roh dalam bahasa aslinya, ruah, memang berarti angin, embusan, napas. Allah yang dahulu menghembuskan napas ke hidung manusia dari tanah liat, kini menghembuskan napas baru ke dalam murid yang ketakutan di balik pintu terkunci.
Di Yerusalem, napas itu jadi suara. Orang Partia, Media, Elam, sampai orang Arab, semuanya mendengar orang Galilea berbicara dalam bahasa ibu mereka. Menariknya, Roh tidak menyeragamkan bahasa. Ia tidak memaksa semua orang berbicara satu logat. Ia justru membuat satu kabar terdengar dalam banyak lidah. Kesatuan yang dikerjakan Roh bukan kesatuan yang menghapus perbedaan, melainkan yang merangkulnya.
Paulus menjelaskan hal yang sama dengan gambar tubuh. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Tangan tidak perlu menjadi mata untuk disebut berguna. Justru karena berbeda-beda, tubuh bisa bekerja. Gereja bukan pabrik yang mencetak orang seragam. Ia tubuh, tempat setiap anggota diberi minum dari satu sumber.
Lalu untuk apa napas itu diberikan? Yesus menyambung, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” Roh bukan hadiah untuk disimpan sendiri di kamar doa. Ia bekal keberangkatan. Dan tugas pertama yang disebut Yesus mengejutkan: mengampuni. Rupanya tanda paling nyata bahwa seseorang penuh Roh bukanlah bisa berbahasa aneh, melainkan berani melepaskan orang dari kesalahannya.
Angin memang tak bisa diperintah. Kita tidak tahu dari mana ia datang dan ke mana ia pergi; kita hanya merasakan embusannya dan melihat daun bergoyang. Begitu pula Roh. Ia tidak bisa kita kurung dalam aturan, tidak bisa kita pesan sesuai selera. Yang bisa kita lakukan hanyalah membuka jendela hati, lalu membiarkan diri digerakkan ke arah yang sering tak kita duga.
Hari ini, adakah pintu hati yang masih kita kunci karena takut? Biarkanlah Ia masuk dan mengembusinya.
Roh Kudus, embusilah aku yang gentar ini, dan utuslah aku membawa damai serta pengampunan. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonAlleluya. Marilah kita menyembah Roh Tuhan, yang memenuhi seluruh bumi, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonAlleluya. Marilah kita menyembah Roh Tuhan, yang memenuhi seluruh bumi, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Roh berembus ke mana Ia kehendaki; engkau mendengar suara-Nya, tetapi tidak tahu dari mana Ia datang atau ke mana Ia pergi, alleluya.
Mazmur 103 (104)
Nyanyian Pujian kepada Allah Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah lenyap, kini segala sesuatu dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonRoh berembus ke mana Ia kehendaki; engkau mendengar suara-Nya, tetapi tidak tahu dari mana Ia datang atau ke mana Ia pergi, alleluya.
Antifon 2Tiba-tiba dari langit terdengar bunyi angin kencang, alleluya.
AntifonTiba-tiba dari langit terdengar bunyi angin kencang, alleluya.
Antifon 3Utuslah Roh-Mu dan mereka akan diciptakan; dan Engkau akan memperbarui muka bumi, alleluya.
AntifonUtuslah Roh-Mu dan mereka akan diciptakan; dan Engkau akan memperbarui muka bumi, alleluya.
Responsorium Galatia 4:6; 3:26; 2 Timotius 1:7
Responsorium Kisah Para Rasul 2:1-2
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Antifon 2Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Antifon 3Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 5,30-32
Antifon KidungTerimalah Roh kudus, siapapun yang kamu ampuni dosanya, akan diampuni, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerimalah Roh kudus, siapapun yang kamu ampuni dosanya, akan diampuni, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Baharuilah muka bumi, ya Tuhan.
Tuhan Yesus, waktu Engkau ditinggikan pada salib, mengalirlah air pemberi hidup dari lambungMu,* utuslah Roh kudus, pemberi hidup, kepada kami. ℟.
Dari kemuliaanMu di sebelah kanan Bapa Kauanugerahkan kurnia Bapa kepada para rasul ,* utuslah RohMu untuk menciptakan dunia baru. ℟.
Para rasul Kauberi kuasa dalam Roh kudus untuk mengampuni dosa,* hancurkanlah kuasa dosa dalam dunia. ℟.
Engkau menjanjikan Roh kudus untuk mengajar kami segala sesuatu dan mengingatkan kembali segala sabdaMu,* utuslah RohMu untuk menerangi iman kami. ℟.
Engkau berjanji mengutus Roh kebenaran untuk memberi kesaksian tentang diriMu,* utuslah RohMu agar kami menjadi saksiMu yang setia. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifonifon dari ibadat pagi, mazmur dari hari minggu I siang, hal. 394
Antifon 1Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Ya Tuhan, sungguh baik dan manislah RohMu yang tinggal dalam diri kami, alleluya.
Antifon 2Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Antifon 2Pujilah Tuhan, hai segala mata air dan segala yang hidup di dalam air, alleluya.
Antifon 3Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Antifon 3Para rasul berbicara dalam berbagai bahasa tentang karya agung Allah, alleluya.
Bacaan singkat: 2 Kor 1,21-22
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Pada hari Pentekosta semua murid Yesus berkumpul di satu tempat, alleluya.
Antifon 1Pada hari Pentekosta semua murid Yesus berkumpul di satu tempat, alleluya.
Antifon 2Tampaklah kepada para rasul lidah-lidah yang menyerupai api dan hinggap di atas mereka masing-masing, alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Tampaklah kepada para rasul lidah-lidah yang menyerupai api dan hinggap di atas mereka masing-masing, alleluya.
Antifon 3Roh yang keluar dari Bapa, akan memuliakan Daku, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Roh yang keluar dari Bapa, akan memuliakan Daku, alleluya.
Bacaan singkat: Ef 4,3-6
Antifon KidungHari ini tibalah Pentekosta, alleluya. Hari ini Roh kudus tampak kepada para rasul dalam rupa api dan membagikan anugerah kepada mereka. Hari ini Roh kudus mengutus para rasul ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil dan memberi kesaksian. Barang siapa percaya dan dibaptis, akan selamat, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungHari ini tibalah Pentekosta, alleluya. Hari ini Roh kudus tampak kepada para rasul dalam rupa api dan membagikan anugerah kepada mereka. Hari ini Roh kudus mengutus para rasul ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil dan memberi kesaksian. Barang siapa percaya dan dibaptis, akan selamat, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Utuslah Roh kudus kepada umatMu, ya Tuhan.
Semua orang yang percaya kepada Kristus hendak Kausatukan dalam Roh kudus berdasarkan pembaptisan yang satu dan sama,* semoga orang beriman menjadi sehati sejiwa dalam Engkau. ℟.
Engkau memenuhi segenap muka bumi dengan RohMu,* semoga kami sanggup membangun suatu dunia yang adil dan damai. ℟.
Tuhan Allah, Bapa semua orang, Engkau hendak menghimpun putera-puteraMu yang tercerai-berai menjadi satu dalam iman yang sama,* terangilah dunia kami dengan cahaya Roh kudus. ℟.
Engkau membaharui segalanya dalam Roh kudus,* sembuhkanlah yang sakit, hiburkanlah yang berduka, limpahkanlah belaskasihanMu kepada semua orang. ℟.
Engkau membangkitkan PuteraMu dari alam maut dengan kekutan Roh kudus,* hidupkanlah kembali tubuh semua orang mati bagi kehidupan kekal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Ahmed
Ahmed adalah saudara Almansur, kepala negeri Lerida di Spanyol. Bersama dengan kedua adiknya Zaida dan Zoraida. Ahmed bertobat mengikuti Kristus dan dipermandikan menjadi Kristen. Masing- masing dengan nama permandian: Bernard, Maria dan Gracia. Setelah menjadi Kristen ketiga kaka – beradik ini berusaha mengKristenkan Almansur, kakak mereka. Namun tindakan mereka ini justru mengakibatkan kematian mereka sebagai martir. Mereka ditangkap dan diserahkan ke tangan algojo untuk di bunuh.
Santo Johannes Storey
Yohanes Storey hidup diantara tahun 1510-1571. Ia adalah Anggota parlemen Inggris dan sama sekali menolak mengakui Ratu Elisabeth I sebagai kepala Gereja. Akibatnya ia dipenjarakan. Namun sempat lolos dan melarikan diri ke Belgia. Dengan tipu muslihat, ia dibawa kembali ke Inggris dan digantung hingga menghembuskan nafasnya di London.
Santo Pamphilus dari Sasarea
Pamphilus lahir di Berytus, Pheonicia (sekarang: Beirut, Lebanon) pada tahun 240 dari sebuah keluarga terkemuka dan kaya. Pamphilus mempunyai minat dan bakat besar dalam masalah-masalah sekular di Berytus sambil meneruskan studi teologi di Sekolah Kateketik Aleksandria yang tersohor namanya di bawah bimbingan Pierius, pengganti Origenes. Dari Aleksandria dia pergi ke Sasarea, ibukota Palestina. Tak lama setelah ia tiba di Sasarea, ia ditabhiskan menjadi imam oleh Uskup Agapius. Ia menetap disana dan teguh membela iman Kristen selama masa penganiayaan orang-orang Kristen sampai hari kematiannya sebagai martir pada tahun 309/310.
Pamphilus seorang imam, dosen, ekseget, dan pengumpul buku-buku yang bernilai tinggi. Dengan buku-buku yang berhasil dikumpulkannya, ia mengorganisir dan mengembangkan perpustakaan besar yang telah dirintis oleh Origenes. Perpustakaan ini berguna sekali bagi berbagai studi tentang Gereja. Dengan keahliannya di bidang teologi dan Kitab Suci, ia membimbing sekelompok pelajar dalam studi Kitab Suci. Eusebius, salah seorang muridnya - yang kemudian dijuluki " Bapa Sejarah Gereja " sangat akrab dengannya. Bersama dia, Pamphilus menulis sebuah biografi tentang gurunya (buku biografi ini telah hilang) sambil terus mengembangkan perpustakaan Sasarea di atas. Ia memusatkan perhatian pada pengumpulan teks-teks Alkitab beserta komentar-komentarnya sehingga koleksinya menjadi sumber informasi penting bagi penerbitan suatu versi penulisan Kitab Suci yang secara tektual lebih tinggi daripada versi-versi lainnya pada masa itu. Koleksi teks-teks Kitab Suci dan buku-buku lainnya di dalam perpustakaan ini merupakan sumbangannya yang utama bagi Gereja, karena memberikan data yang lengkap dan terpercaya tentang literatur-literatur Kristen perdana. Karya santo Hieronimus dan Eusebius di bidang sejarah Gereja dan Kitab Suci didasarkan pada informasi yang disediakan di dalam perpustakaan Pimphilus ini. Sayang sekali bahwa perpustakaan ini dan semua buku yang ada di dalamnya dirusak oleh orang- orang Arab pada abad ketujuh.
Kira-kira antara tahun 307-308, Pimphilus ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa karena imannya. Sementara berada di penjara, ia bersama Eusebius - yang juga dipenjarakan - menulis sebuah apologi untuk membela Origenes; sebagian fragmen dari tulisan ini kini masih ada. Karena ia menolak untuk membawa kurban kepada dewa-dewa kafir selama aksi penganiayaan oleh Maximinus Daza, ia dipenggal kepalanya antara tahun 309 atau 310.
Santo Simeon
Simeon menempuh pendidikan di Konstantinopel dan hidup bertapa di tepi sungai Yordan. Pria berdarah Yunani ini kemudian menjadi rahib di biara Betlehem dan Gunung Sinai. Ia lebih suka hidup menyendiri dan menetap di seputar Pantai Laut Merah dan di puncak gunung. Namun kemudian pemimpin biara mengutusnya ke Prancis. Setelah menjelajahi berbagai daerah, ia secara sukarela hidup terkunci di dalam sebuah bilik di suatu biara di Trier, Jerman sampai saat kematiannya.
Santo Yustinus
Yustinus lahir dari sebuah keluarga kafir di Nablus, Samaria, Asia Kecil pada permulaan abad kedua kira-kira pada kurun waktu meninggalnya Santo Yohanes Rasul.
Yustinus mendapat pendidikan yang baik semenjak kecilnya. Kemudian ia tertarik pada pelajaran filsafat untuk memperoleh kepastian tentang makna hidup ini dan tentang Allah. Suatu ketika ia berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan berbagai soal. Ia bertemu dengan seorang orang-tua. Kepada orang tua itu, Yustinus menanyakan berbagai soal yang sedang direnungkannya. Orang tua itu menerangkan kepadanya segala hal tentang para nabi Israel yang diutus Allah, tentang Yesus Kristus yang diramalkan para nabi serta tentang agama Kristen. Ia dinasehati agar berdoa kepada Allah memohon terang surgawi.
Di samping filsafat, ia juga belajar Kitab Suci. Ia kemudian dipermandikan dan menjadi pembela kekristenan yang tersohor. Sesuai kebiasaan jaman itu, Yustinus pun mengajar di tempat-tempat umu, seperti alun-alun kota, dengan mengenakan pakaian seorang filsuf. Ia juga menulis tentang berbagai masalah, tertutama yang menyangkut pembelaan ajaran iman yang benar. Di sekolahnya di Roma, banyak kali diadakan perdebatan umum guna membuka hati banyak orang bagi kebenaran iman Kristen.
Yustinus bangga bahwa ia menjadi seoranng Kristen yang saleh, dan ia bertekad meluhurkan kekristenan dengan hidupnya. Dalam bukunya, "Percakapan dengan Truphon Yahudi", Yustinus menulis: "Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau di buang ke moncong- moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus, bertobat dan menjadi saleh."
Di Roma, Yustinus ditangkap dan bersama para martir lainnya dihadapkan dihadapankan ke depan penguasa Roma. Setelah banyak disesah, kepala mereka dipenggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 165. Yustinus dikenal sebagai seorang pembela iman terbesar pada zaman Gereja Purba.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari