Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Filipus Neri

Senin, 26 Mei 2031· Putih · Pekan Psalterium III
26 Mei 2031

Bacaan Misa

S. Filipus Neri
Bacaan Pertama

Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

Mazmur Tanggapan

(68-3) Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.
(68-4) Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
(68-5) Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!
(68-6) Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
(68-7) Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.
(68-8) Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela

Bacaan Injil

Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah." Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Warisan yang Tak Diambil

Renungan · 1 menit baca

Bayangkan seseorang hidup pas-pasan bertahun-tahun, lalu suatu hari ditanya petugas bank: mengapa tabungan warisan Bapak tidak pernah diambil? Ia terkejut. Warisan apa? Simpanan itu ada, atas namanya, tetapi ia tidak pernah tahu.

Pertanyaan Paulus di Efesus mirip pertanyaan petugas itu: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Jawaban kedua belas murid di sana polos sekali: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Mereka percaya, sudah dibaptis dengan baptisan Yohanes, hidup baik. Tetapi ada kekayaan yang belum tersentuh.

Sesudah Paulus menumpangkan tangan, Roh Kudus turun, dan hidup mereka menyala.

Jangan-jangan kita pun begitu. Sudah dibaptis, sudah menerima Krisma, tetapi menjalani iman seperti orang yang tidak tahu punya warisan. Roh Kudus disebut dalam tanda salib, lalu dilupakan sepanjang hari.

Santo Filipus Neri, yang pestanya kita rayakan hari ini, mengalami hal sebaliknya. Menjelang Pentakosta tahun 1544 ia berdoa memohon Roh Kudus, dan kasih Allah memenuhi hatinya begitu rupa sampai dadanya serasa tak muat menampung. Sukacitanya menular ke seluruh Roma.

Warisan itu juga tercatat atas nama kita. Mengapa tidak diambil?

Datanglah, Roh Kudus, dan nyalakanlah dalam hatiku api kasih-Mu. Amin.

Invitatorium

S. Filipus Neri

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Ibadat Bacaan

S. Filipus Neri

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah membantu aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang, ya Maha Pengasih,

ya Tritunggal Mahakudus.
Ketika langit dan bumi belum tercipta,

ketika waktu belum dikenal,

Engkau dalam keagungan-Mu yang bersinar

hidup dan mengasihi sendirian.
Engkau tidak dilahirkan; tidak ada sumber

dari mana keberadaan-Mu mengalir;

tidak ada akhir yang dapat Engkau capai:

karena Engkau adalah Allah semata.
Betapa indahnya ciptaan,

karya yang Engkau berkati!

maka seperti apakah Engkau, ya Allah yang terkasih,

Keindahan abadi!
Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang dan selama-lamanya,

ya Tritunggal Mahakudus.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan, alleluya.

Mazmur 49 (50)

Cinta sejati kepada Allah

Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (lihat Matius 5:17)

I
Allah segala allah, Tuhan,

telah berfirman dan memanggil bumi,

dari terbitnya matahari sampai terbenamnya.

Dari Sion, keindahan yang sempurna, Ia bersinar.
Allah kita datang, Ia tidak berdiam diri lagi.

Di hadapan-Nya api melahap,

di sekeliling-Nya badai mengamuk.

Ia memanggil langit dan bumi

untuk menyaksikan penghakiman-Nya atas umat-Nya.
“Kumpulkan di hadapan-Ku umat-Ku

yang telah mengadakan perjanjian dengan-Ku melalui kurban.”

Langit memberitakan keadilan-Nya,

karena Allah sendiri adalah Hakim.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAllah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan, alleluya.

Antifon 2Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian, alleluya.

II
“Dengarlah, umat-Ku, Aku akan berbicara;

Israel, Aku akan bersaksi melawanmu,

karena Akulah Allahmu.

Aku menuduhmu, mengajukan dakwaan di hadapanmu.
Aku tidak menemukan kesalahan pada kurban-kurbanmu,

persembahan-persembahanmu selalu di hadapan-Ku.

Aku tidak meminta lebih banyak lembu dari peternakanmu,

pun kambing dari antara kawananmu.
Sebab Aku memiliki semua binatang di hutan,

ribuan binatang di bukit-bukit-Ku.

Aku mengenal semua burung di langit,

segala yang bergerak di padang adalah milik-Ku.
Jika Aku lapar, Aku tidak akan memberitahumu,

sebab Aku memiliki dunia dan segala isinya.

Apakah kamu pikir Aku makan daging lembu,

atau minum darah kambing?
Persembahkanlah kurban syukurmu kepada Allah

dan tunaikanlah nazar-nazarmu kepada-Nya.

Berserulah kepada-Ku pada hari kesesakan.

Aku akan membebaskanmu dan kamu akan memuliakan Aku.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPersembahkanlah kepada Allah kurban pujian, alleluya.

Antifon 3Aku menghendaki hati yang mengasihi lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran, alleluya.

III
Tetapi Allah berfirman kepada orang fasik:

“Tetapi bagaimana kamu dapat mengucapkan perintah-perintah-Ku

dan mengucapkan perjanjian-Ku di bibirmu,

kamu yang menghina hukum-Ku

dan membuang firman-Ku ke angin,
kamu yang melihat pencuri dan pergi bersamanya;

yang bersekutu dengan pezina,

yang melepaskan mulutmu untuk kejahatan

dan lidahmu merencanakan kejahatan,
kamu yang duduk dan memfitnah saudaramu

dan memfitnah anak ibumu sendiri.

Kamu melakukan ini, dan haruskah Aku berdiam diri?

Apakah kamu pikir Aku sama denganmu?
Perhatikanlah ini, kamu yang tidak pernah memikirkan Allah,

jangan sampai Aku menangkapmu dan kamu tidak dapat melarikan diri;

kurban syukur memuliakan Aku

dan Aku akan menunjukkan keselamatan Allah kepada orang yang jujur.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, terimalah kami sebagai kurban pujian, agar kami dapat menjalani hidup tanpa terbebani dosa, berjalan di jalan keselamatan, dan senantiasa bersyukur kepada-Mu.

AntifonAku menghendaki hati yang mengasihi lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Hatiku dan dagingku, alleluya.

Bersukacitalah dalam Allah yang hidup, alleluya.
Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Yohanes

1 Yohanes 4:1-10

Allah telah lebih dahulu mengasihi kita
Saudara-saudaraku yang terkasih,

janganlah percaya setiap roh,

tetapi ujilah roh-roh itu

apakah mereka berasal dari Allah,

sebab banyak nabi palsu telah muncul di dunia.

Beginilah kamu dapat mengenal Roh Allah:

setiap roh yang mengakui Yesus Kristus telah datang dalam daging

berasal dari Allah,

sedangkan setiap roh yang tidak mengakui Dia

tidak berasal dari Allah.

Itulah roh antikristus

yang telah kamu dengar akan datang;

bahkan sekarang ini sudah ada di dunia.
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku,

dan dengan demikian kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu.

Sebab ada Yang lebih besar di dalam kamu

daripada yang ada di dunia.

Orang-orang lain itu berasal dari dunia;

itulah sebabnya perkataan mereka adalah perkataan dunia

dan dunia mendengarkan mereka.

Kami berasal dari Allah

dan siapa saja yang mengenal Allah mendengarkan kami,

sedangkan siapa saja yang tidak berasal dari Allah menolak mendengarkan kami.

Demikianlah kita membedakan roh kebenaran

dari roh penyesatan.
Saudara-saudaraku yang terkasih,

marilah kita saling mengasihi

karena kasih berasal dari Allah;

setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah

dan mengenal Allah.

Orang yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah,

sebab Allah adalah kasih.
Kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita dengan cara ini:

Ia mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dunia

agar kita memperoleh hidup melalui Dia.

Maka, kasih terdiri dari ini:

bukan karena kita telah mengasihi Allah

melainkan karena Ia telah mengasihi kita

dan telah mengutus Putra-Nya sebagai kurban penebus dosa-dosa kita.

Responsorium 1 Yohanes 4:9; Yohanes 3:16

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dunia

agar semua yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal, alleluya.
Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal kepada kita.

Agar semua yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari pengajaran katekese oleh Santo Sirilus dari Yerusalem, uskup

Air hidup Roh Kudus
Air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi di dalam dirinya mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal. Ini adalah jenis air yang baru, air yang hidup, melompat-lompat, memancar bagi mereka yang layak. Tetapi mengapa Kristus menyebut rahmat Roh itu air? Karena segala sesuatu bergantung pada air; tumbuhan dan hewan berasal dari air. Air turun dari surga sebagai hujan, dan meskipun selalu sama dalam dirinya sendiri, ia menghasilkan banyak efek yang berbeda, satu pada pohon palem, yang lain pada pohon anggur, dan seterusnya di seluruh ciptaan. Ia tidak turun, sekarang sebagai satu hal, sekarang sebagai yang lain, tetapi sambil tetap sama pada dasarnya, ia menyesuaikan diri dengan kebutuhan setiap makhluk yang menerimanya.
Dengan cara yang sama Roh Kudus, yang sifat-Nya selalu sama, sederhana dan tak terpisahkan, membagikan rahmat kepada setiap orang sesuai kehendak-Nya. Seperti pohon kering yang bertunas ketika disiram, jiwa menghasilkan buah kekudusan ketika pertobatan telah membuatnya layak menerima Roh Kudus. Meskipun Roh tidak pernah berubah, efek dari tindakan ini, oleh kehendak Allah dan dalam nama Kristus, adalah banyak dan menakjubkan. Roh menjadikan seseorang guru kebenaran ilahi, mengilhami orang lain untuk bernubuat, memberikan orang lain kuasa untuk mengusir setan, memungkinkan orang lain untuk menafsirkan Kitab Suci. Roh menguatkan pengendalian diri seseorang, menunjukkan kepada orang lain bagaimana membantu orang miskin, mengajar orang lain untuk berpuasa dan menjalani hidup asketisme, membuat orang lain melupakan kebutuhan tubuh, melatih orang lain untuk mati syahid. Tindakan-Nya berbeda pada orang yang berbeda, tetapi Roh itu sendiri selalu sama. Dalam setiap orang, Kitab Suci mengatakan, Roh menyatakan kehadiran-Nya dengan cara tertentu untuk kebaikan bersama.
Roh datang dengan lembut dan menyatakan diri-Nya melalui keharuman-Nya. Ia tidak terasa sebagai beban, karena Ia adalah terang, sangat terang. Sinar terang dan pengetahuan mengalir di hadapan-Nya saat Ia mendekat. Roh datang dengan kelembutan seorang teman sejati dan pelindung untuk menyelamatkan, menyembuhkan, mengajar, menasihati, menguatkan, menghibur. Roh datang untuk menerangi pikiran pertama-tama orang yang menerima-Nya, dan kemudian, melalui dia, pikiran orang lain juga.
Seperti cahaya menerpa mata seorang pria yang keluar dari kegelapan ke sinar matahari dan memungkinkannya melihat dengan jelas hal-hal yang tidak dapat ia bedakan sebelumnya, demikian pula cahaya membanjiri jiwa orang yang dianggap layak menerima Roh Kudus dan memungkinkannya melihat hal-hal di luar jangkauan penglihatan manusia, hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

Responsorium 1 Korintus 12:6-7, 27

Ada berbagai pelayanan tetapi Allah yang sama yang mengerjakan semuanya itu dalam semua orang.

Manifestasi Roh diberikan kepada setiap orang dengan cara yang unik untuk kebaikan bersama, alleluya.
Kamu adalah tubuh Kristus dan kamu semua adalah anggota-anggotanya.

Manifestasi Roh diberikan kepada setiap orang dengan cara yang unik untuk kebaikan bersama, alleluya.

Doa Penutup

Semoga kuasa Roh Kudus

datang kepada kami, kami mohon, ya Tuhan,

agar kami dapat mengingat kehendak-Mu dengan setia

dan menyatakannya dalam cara hidup yang saleh.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Filipus Neri

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Yesus Tuhan Engkau menghendaki
Agar panggilan untuk hidup bakti
Diperjuangkan serta diikuti
Umat beriman.

Panggilan suci Kautanam di hati
Untuk mengabdi dan menyangkal diri
Tekun mencari setya mengikuti
Putra ilahi.

Ditinggalkannya milik harta benda
Agar dibina cinta yang sempurna
Hati sluruhnya dipersembahkannya
Kepada Bapa.

Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.

Mazmur 83 (84)

Betapa menyenangkan kediamanMu,*
ya Tuhan semesta alam!

Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan;*
jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Bahkan burung pipit mendapat tempat,*
dan burung layang-layang bersarang di rumahMu.

Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbahMu,*
yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.

Berbahagialah orang yang diam di rumahMu,*
yang selalu memuji Engkau.

Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari padaMu,*
yang suka berziarah ke rumahMu.

Lembah kering yang mereka lintasi,*
berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.

Mereka berjalan dari kota ke kota,*
hendak menghadap Allah di gunung Sion.

Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*
condongkanlah telingaMu, ya Allah Yakub.

Lihatlah, ya Allah, raja agung,*
pandanglah raja yang Kauurapi.

Lebih baik satu hari di pelataranMu,*
dari pada seribu hari di tempat lain.

Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*
dari pada diam di rumah orang berdosa.

Sebab Tuhan Allah adalah raja yang agung dan murah hati,*
Ia memberikan kasih dan kemuliaan.

Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*
kepada orang yang hidup tanpa cela.

Tuhan semesta alam,*
berbahagialah orang yang percaya kepadaMu.

Antifon 1Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.

Antifon 2Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.

Yes 2,2-5

Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,+
di antara puncak gunung-gemunung,*
dan menjulang tinggi di atas semua bukit.

Semua bangsa akan mengalir ke sana,*
dan banyak kaum akan datang seraya berkata:

"Mari kita berziarah ke gunung Tuhan,*
naik ke rumah Allah Yakub.

Semoga Ia menunjukkan jalanNya kepada kita,*
dan kita akan mengikuti bimbinganNya."

Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*
dan dari Yerusalem sabda Tuhan.

Tuhan akan menguasai semua bangsa,*
dan menghakimi sekalian rakyat.

Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*
dan tombaknya menjadi sabit.

Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*
dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.

Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*
marilah kita hidup dalam cahaya Tuhan.

Antifon 2Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.

Antifon 3Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.

Mazmur 95 (96)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!+
Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*
Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.

Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,+
ceritakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa,*
dan karyaNya yang agung di antara segala suku.

Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,+
Ia dahsyat melebihi segala dewata!*
Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.

Tuhan yang menciptakan langit,+
agung dan semaraklah Ia,*
kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumahNya yang kudus.

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,+
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*
serukanlah namaNya yang mulia.

Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumahNya,+
bersembahsujudlah kepada hadiratNya,*
gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.

Katakanlah di antara para bangsa: "Tuhanlah raja!+
Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*
Ia menghakimi para bangsa dengan adil."

Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*
Bergemuruhlah lautan beserta isinya!

Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*
bergembiralah segala pohon di hutan.

Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*
Ia datang menghakimi dunia.

Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*
dan para bangsa dengan tepat.

Antifon 3Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.

Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu! Persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat

℣.Dalam hatinya ia merenungkan,* Hukum Allahnya.℟.Dalam.℣.Ia tetap mengikuti perintah Tuhan.℟.Hukum Allahnya.℣.Kemuliaan.℟.Dalam.

Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, hendaklah kita menyembah Kristus, Allah yang kudus, dalam kesucian dan kebenaran seumur hidup. Marilah kita berseru:

℟. Hanya Engkaulah kudus, ya Tuhan.

Engkau sudi menjadi serupa dengan kami dalam segalanya, kecuali dalam hal dosa,* Yesus Tuhan kami, kasihanilah kami. ℟.

Engkau mengundang kami semua untuk menaruh cinta yang sempurna,* Yesus, Tuhan kami, kuduskanlah kami. ℟.

Engkau berpesan agar kami menjadi garam dan terang dunia,* Yesus, Tuhan kami, terangilah hati kami. ℟.

Engkau datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,* Yesus, Tuhan kami, tolonglah kami mengabdi Engkau dan saudara-saudara kami. ℟.

Engkaulah sinar kemuliaan Bapa dan citra wajah Allah,* Yesus, Tuhan kami, semoga kami memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu, dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu yang dengan ajaib memenuhi hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Filipus Neri

SENIN — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Cf. Apc 1, 17 c-18)

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Filipus Neri

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firmanMu bertahan selama-lamanya,*
tetap teguh melebihi surga.

KesetiaanMu berlaku turun-temurun,*
kokoh kuat melebihi bumi.

Firman dan kesetiaanMu tetap bertahan,*
segala-galanya mengabdi kepadaMu.

Sekiranya hukumMu bukan kesayanganku,*
niscaya aku binasa dalam sengsaraku.

Untuk selamanya aku takkan melupakan sabdaMu,*
sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

MilikMulah aku, maka selamatkan daku,*
sebab aku selalu mengindahkan perintahMu.

Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*
tetapi aku memperhatikan ketetapanMu.

Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*
tetapi perintahMu sempurna tanpa batas.

Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sekali-kali aku dikecewakan.

Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*
dengarkan dan selamatkanlah aku!

Jadilah bagiku tempat berteduh,+
gua perlindungan yang aman;*
sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.

Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*
dari cengkeraman orang lalim dan bengis

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*
kepercayaanku sejak masa mudaku.

KepadaMulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+
sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*
Engkau selalu kupuji.

Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*
tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.

Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*
memuliakan Dikau sepanjang hari.

Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*
jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.

Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*
orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:

"Allah telah meninggalkan dia,*
kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya."

Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*
Allahku, segeralah menolong aku!

Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.

Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap padaMu,*
dan meningkatkan pujianMu.

Aku menceritakan keadilanMu sepanjang hari,*
mewartakan karya keselamatanMu yang tak terduga.

Aku datang ke rumah Allah yang megah,*
untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.

Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*
dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaanMu.

Semoga juga pada masa tuaku,*
aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,

agar aku masih dapat mewartakan kekuasaanMu,*
kepada semua yang datang ke rumahMu yang megah.

KeadilanMu, ya Allah, menjangkau awan,+
karena Engkau melakukan perbuatan yang agung,*
ya Allah, siapakah menyamai Engkau?

Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*
namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.

Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*
menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.

Maka aku akan bersyukur kepadaMu dengan iringan celempung,*
atas kesetiaanMu, ya Allahku.

Aku akan memetik kecapi bagiMu,*
Allah Israel yang kudus.

Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagiMu,*
dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.

Dan juga lidahku akan menuturkan keadilanMu sepanjang hari,*
sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.

Bacaan singkat: Kol 2,9101.12

Seluruh kepenuhan Allah menjelma dalam Kristus dan meresapi kamu juga demi Kristus. Sebab kamu telah dikuburkan dalam pembaptisan bersama Kristus dan dibangkitkan juga bersama Dia berkat iman akan kekuatan Allah yang membangkitkan Kristus dari alam maut.

℣.Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya.℟.Dan memperlihatkan diri kepada Simon, alleluya.

Doa Penutup

Ya Allah, yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu, dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu yang dengan ajaib memenuhi hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Filipus Neri

SENIN — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 2, 8. 11)

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Filipus Neri

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kita bergembira
Menghormati hamba
Yang dalam hidupnya
Tekun membiara.

Demi cinta Tuhan
Hidup dibaktikan
Untuk mengikuti
Panggilan ilahi.

Dalam segalanya
Slalu berusaha
Mengabdi sesama
Dengan kasih setya.

Terpujilah Bapa
Bersama Putera
Serta RohNya pula
Selama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Tuhan menjadi cahaya kekal bagimu, dan Allah menjadi seri kemuliaanmu, alleluya.

Mazmur 122 (123)

KepadaMu kutengadahkan mataku,*
ya Tuhan, yang bersemayam di surga.

Seperti hamba memandang tuannya,*
dan sahaya memandang majikannya,

demikian kita memandang Tuhan Allah,*
sampai Ia mengasihani.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*
sebab sudah banyak kami dihina.

Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*
dan dihina orang yang sombong.

Antifon 1Tuhan menjadi cahaya kekal bagimu, dan Allah menjadi seri kemuliaanmu, alleluya.

Antifon 2Jerat telah putus, dan kita terlepas, alleluya.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kita,*
ketika musuh bangkit melawan kita,

mereka pasti sudah menelan kita hidup-hidup,*
ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kita.

Air pasang pasti sudah menghanyutkan kita,*
dan sungai sudah melanda kita.

Kita pasti sudah tenggelam,*
ditelan banjir yang meluap-luap.

Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kita,*
menjadi mangsa mereka!

Kita terlepas dari mereka,*
seperti burung dari jerat penangkap.

Jerat telah putus,*
dan kitapun terlepas.

Penolong kita ialah Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Jerat telah putus, dan kita terlepas, alleluya.

Antifon 3Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Bila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepadaKu, alleluya.

Bacaan Singkat (Rom 8,28-30)

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa segala-galanya menguntungkan mereka yang mencintai Allah, yaitu semua orang yang terpanggil menurut rencana Allah dari semula. Karena semua orang yang dikenal Allah dari semula, ditentukanNya dari semula pula untuk menjadi serupa dengan citra PuteraNya, supaya di antara banyak saudara Kristus menjadi yang sulung. Semua yang ditentukan Allah dari semula, dipanggilNya juga; semua yang dipanggil diselamatkanNya, dan semua yang diselamatkan dimuliakan olehNya.

Lagu Singkat

℣.Tuhan adil,* Ia mencintai orang jujur.℟.Tuhan.℣.Tuhan memperhatikan orang yang tulus ikhlas.℟.Ia mencintai orang jujur.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungKamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku; sebab itu kamu menerima ganjaran seratus kali ganda dan akan memiliki kehidupan abadi.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku; sebab itu kamu menerima ganjaran seratus kali ganda dan akan memiliki kehidupan abadi.

Doa Permohonan

Bapa, sumber segala kesucian, menghantar kita kepada kesucian hidup berkat teladan dan doa para kudus. Marilah kita berdoa kepadaNya:

℟. Semoga kami suci seperti Engkau, ya Tuhan.

Bapa yang kudus, Engkau mengangkat kami menjadi putera-puteraMu,* semoga segenap Gereja kudus memuji Engkau di seluruh dunia. ℟.

Bapa yang kudus, Engkau mendorong kami untuk mengabdi Engkau dalam segala hal,* semoga tingkah laku kami menghasilkan buah untuk kerajaanMu. ℟.

Bapa yang kudus, Engkau menyatukan diri kami kembali kepadaMu dengan perantaraan PuteraMu,* semoga kami semua tetap bersatu. ℟.

Bapa yang kudus, Engkau telah mengundang kami ke dalam perjamuan surgawi,* semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih. ℟.

Bapa yang kudus, sudilah mengampuni kesalahan orang-orang berdosa,* semoga orang-orang yang telah meninggal memandang seri wajahMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu, dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu yang dengan ajaib memenuhi hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Filipus Neri

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat 1Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santa Mariana dari Quito

Pengaku Iman

Mariana de Paredes Y. Flores yang dijuluki “Bunga lily dari Quito” lahir di Quito, Ekuador pada tahun 1618. Ayahnya seorang bangsawan kaya raya Spanyol. Tetapi sayang sekali bahwa semenjak kecilnya, Mariana sudah ditinggal mati kedua orangtuanya. Hidupnya ditanggung oleh seorang kakaknya perempuan yang sudah berumah tangga.

Meski hidup sebagai anak yatim-piatu, Mariana memiliki suatu keistimewaan adikodrati. Semenjak kecilnya, ia sudah menaruh minat besar pada hal-hal kerohanian dan kehidupan bakti kepada Tuhan. Ia rajin sekali berdoa dan mengikuti perayaan Misa Kudus. Sebelum batas waktu untuk menerima Komuni Suci seperti yang ditentukan aturan Gereja, ia sudah diperkenankan oleh pastor paroki untuk menerima Komuni Suci. Ketika berusia 12 tahun, ia mengatakan kepada kakaknya niatnya untuk membentuk sebuah perkumpulan untuk mempertobatkan bangsa Jepang yang masih kafir. Niat luhur ini gagal. Sebagai gantinya, ia berniat lagi menjalani hidup bertapa di daerah pegunungan dekat Quito. Niat ini pun gagal lagi. Kawan-kawannya mendesak ia masuk biara. Namun semuanya ini selalu saja menemui jalan buntu.

Menyaksikan semua kegagalan ini, ia mulai menyadari bahwa Tuhan mempunyai suatu rencana lain atas dirinya. Tuhan lebih menghendaki agar dia tetap tinggal di rumah kakaknya sambil menjalani hidup menyendiri dalam kemiskinan, matiraga dan doa-doa. Untuk itu dengan bantuan kakaknya, ia membangun sebuah gubuk sederhana guna melaksanakan rencana Tuhan itu di bawah bimbingan seorang Yesuit sebagai pembimbing rohani dan bapa pengakuan. Dia tidak pergi kemana-mana kecuali ke Gereja untuk berdoa dan merayakan Misa Kudus.

Matiraganya sangat luar biasa. Hal ini mengkhawatirkan banyak orang di sekitarnya, bahkan membuat mereka bertanya-tanya “Mengapa Bapa Pengakuannya membiarkan gadis remaja ini menjalani hidup sekeras itu?” Setiap hari Jumat malam, ia berbaring di dalam sebuah peti mayat seperti layaknya seorang yang benar-benar mati. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai. Sementara itu, waktu tidurnya dalam sehari hanya tiga jam saja. Sisa waktunya dipakai untuk melakukan latihan rohani. Cara hidup ini memang aneh di mata kakaknya. Tetapi justru itulah kehendak dan rencana Allah atas dirinya. Sebagai pahalanya, Tuhan mengaruniakan kepadanya kemampuan meramal dan membuat mukjizat.

Pada tahun 1645, kota Quito digetarkan oleh gempa bumi yang dahsyat disertai wabah penyakit menular yang ganas. Menghadapi bencana ini, timbullah tekad dalam dirinya untuk mengorbankan diri sebagai tebusan bagi dosa-dosa penduduk kota Quito. Tekad ini disampaikannya secara tegas kepada Tuhan. Gempa dasyat itu berhenti, demikian pula wabah penyakit menular itu. Sebagai gantinya, Mariana sendiri jatuh sakit dengan komplikasi berat sampai akhirnya meninggal dunia pada tanggal 26 Mei 1645 dalam usianya 25 tahun. Segenap penduduk kota Quito yang selamat dari bahaya maut itu sangat sedih karena kematian Mariana. Mereka menyebut dia ‘Bunga Lili dari Quito’ karena kesalehan hidupnya di tengah-tengah penduduk kota yang buruk kelakukannya. Ia digelari ‘Kudus’ pada tahun 1950.

Santo Philipus Neri

Pengaku Iman · 1515-1595

Riwayat hidup Philipus Neri ini menggembirakan karena sifat dan kepribadiannya yang menarik. Pippo Buono, yang berarti Pippo yang baik adalah nama panggilan Philipus semasa kecilnya. Ia lahir di Florence dari sebuah keluarga Notaris. Ia mendapat pendidikan yang baik terutama dalam sastra latin.

Pada tahun 1534 ia tiba di Roma. Ia bermaksud melanjutkan perjalanannya ke India tetapi Allah memilihnya menjadi Rasul di kota Abadi itu. Philipus yang pada saat itu masih berstatus awam memberikan pengajaran kepada beberapa orang anak untuk memperoleh sedikit biaya hidup. Karyanya ini membuat banyak orang mengenal dia terutama di kalangan para pemuda. Banyak pemuda diundangnya ke rumahnya. Disana mereka berdiskusi, menyanyi, berdoa, dan kadang-kadang berlatih pidato singkat mengenai sesuatu pokok masalah tertentu. Pada mulanya tidak terlintas keinginan untuk membentuk suatu perkumpulan tetap. Tetapi kemudian mereka berkeputusan untuk membentuk suatu perkumpulan di bawah perlindungan Suci Bunda Maria. Mereka hidup bersama dalam satu rumah tanpa mengikrarkan kaul-kaul.

Setelah Philipus Neri ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1551, perkumpulan ini berkembang meluas ke seluruh Roma. Philipus terus meningkatkan perlayanan kepada pemuda-pemuda itu. Kini ia menuntut agar para muridnya benar-benar menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Ia tidak mengharapkan banyak dari para muridnya, kecuali kerendahan hatinya kepada Tuhan saja. Meskipun demikian perkumpulannya tidak terlalu keras.

Philipus Neri bukanlah seorang pemulih ketertiban, bukan juga seorang Teolog kenamaan atau seorang politikus. Ia, orang biasa, tetapi hidupnya merupakan rentetan mukzijat yang tidak henti-hentinya. Tidaklah jarang ia mengalami ekstase. Ia dapat membaca suasana batin orang lain dan mengenal rahasia-rahasia pribadi orang. Ia dapat meramalkan masa depan seseorang dan apa yang akan terjadi atas dirinya. Untuk menyembuhkan orang dari sakitnya, cukuplah ia menyentuh orang itu. Demikian juga semua orang yang gelisah dan susah hatinya karena berbagai masalah.

Beliau tetap riang-gembira, jujur, ramah kepada setiap orang. Ia memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan kepercayaan, cinta kasih dan kegembiraannya, sehingga banyak orang terhibur karenanya. Setiap hari di tempat pengakuannya dikerumuni oleh orang banyak, bahkan kardinal-kardinal pun datang meminta nasehat dan bimbingan.

Ia dijuluki ‘Pelopor Anti Reformasi’. Pada tanggal 26 Mei 1595 Philipus Neri meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Ia dihormati gereja sebagai Rasul kota Roma.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari