Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
Hari Sudah Malam
Ada kalimat pendek dalam Injil hari ini yang mudah terlewat, tetapi begitu diperhatikan, terasa berat. Setelah Yudas menerima roti dari tangan Yesus lalu pergi, Yohanes menutup dengan lima kata, 'Pada waktu itu hari sudah malam.' Kalimat itu bukan sekadar keterangan waktu. Ia keterangan hati.
Kita tahu rasanya malam. Ketika lampu padam dan sekeliling gelap, benda-benda yang tadinya jelas menjadi samar. Kita meraba-raba. Kita mudah tersandung. Malam adalah waktu ketika orang paling gampang tersesat, bukan hanya di jalan, melainkan juga di dalam hati.
Yudas melangkah keluar, dan bersama langkahnya malam pun masuk. Ia meninggalkan meja tempat terang berada, menuju kegelapan yang ia pilih sendiri. Yang menyedihkan, semua itu terjadi tepat setelah Yesus menyuapinya roti, tanda persahabatan yang paling lembut. Kasih ditawarkan, tetapi ditolak. Terang diulurkan, tetapi malam lebih dipilih.
Di meja yang sama, ada Petrus. Ia begitu percaya diri, 'Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu.' Tetapi Yesus tahu, sebelum ayam berkokok, Petrus akan menyangkal tiga kali. Dua murid, dua kegagalan. Namun ada bedanya. Yudas berjalan ke dalam malam dan tidak kembali. Petrus jatuh di dalam malam, lalu menangis, lalu pulang.
Bacaan pertama memberi kita pegangan. Hamba Tuhan berkata, aku telah bersusah-susah dengan percuma, namun ia menutup dengan iman, hakku terjamin pada TUHAN. Bahkan ketika segala usaha terasa sia-sia dan hari menjadi gelap, ada sesuatu yang tetap terjamin di tangan Allah.
Yang menghibur, Yesus tidak dikejutkan oleh malam itu. Ia tahu Yudas akan pergi, tahu Petrus akan menyangkal, dan tetap menyuapi keduanya dengan roti. Kasih-Nya tidak menunggu kita sempurna dulu. Ia mengasihi kita sampai kesudahannya, bahkan ketika Ia tahu kita akan mengecewakan-Nya. Terang itu tetap menyala di meja, sabar menunggu siapa pun yang mau kembali dari gelapnya. Itulah kesabaran yang membuat kita selalu berani pulang.
Kita semua punya malam-malam sendiri. Saat iman meredup, saat kita melangkah ke arah yang kita tahu keliru. Pertanyaannya bukan apakah kita pernah masuk ke dalam gelap, melainkan apakah kita mau berbalik dan pulang, atau terus berjalan menjauh.
Ketika hari menjadi malam dalam hidup kita, ke arah manakah kaki kita melangkah, keluar dari terang atau kembali kepadanya?
Tuhan, bila aku tersesat dalam malamku sendiri, jangan biarkan aku terus berjalan menjauh. Panggil aku pulang. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 36 (37)
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
AntifonBerserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Antifon 2Berpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
AntifonBerpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Antifon 3Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
AntifonTunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Responsorium Ibrani 12:2; Filipi 2:8
Responsorium Roma 6:3, 5, 4
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Mazmur 42 (43)
Antifon 1Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Antifon 2Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Yes 38,10-14.17-20
Antifon 2Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Antifon 3Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Mazmur 64 (65)
Antifon 3Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Bacaan Singkat: (Zak 12,10-11a)
Lagu Singkat:
Antifon KidungMuliakanlah Aku sekarang, ya Bapa, di hadiratMu, dengan memberikan kemuliaan, yang Kumiliki sebelum penciptaan dunia.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungMuliakanlah Aku sekarang, ya Bapa, di hadiratMu, dengan memberikan kemuliaan, yang Kumiliki sebelum penciptaan dunia.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 1, 18-19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Mazmur 118 (119),49-56
Antifon 1Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Antifon 2Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Mazmur 52 (53)
Antifon 2Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Antifon 3Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Antifon 3Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Bacaan Singkat: (1Kor 1,22-24)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Cor 1, 25. 27 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Aku disiksa dan takut, tetapi Tuhan ada besertaku laksana seorang pahlawan.
Mazmur 48 (49) I
Antifon 1Aku disiksa dan takut, tetapi Tuhan ada besertaku laksana seorang pahlawan.
Antifon 2Bebaskan daku, ya Tuhan, tempatkanlah aku di sampingMu, biar siapapun yang memerangi aku.
Mazmur 48 (49) II
Antifon 2Bebaskan daku, ya Tuhan, tempatkanlah aku di sampingMu, biar siapapun yang memerangi aku.
Antifon 3Engkau telah dibunuh, ya Tuhan, Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darahMu.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Engkau telah dibunuh, ya Tuhan, Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darahMu.
Bacaan Singkat: (1Kor 1,27b-30)
Antifon KidungAku berkuasa menyerahkan nyawaKu dan berkuasa pula memperolehnya kembali.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku berkuasa menyerahkan nyawaKu dan berkuasa pula memperolehnya kembali.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Edesius
Edesius lahir di Propinsi Lysia, Asia Kecil pada tahun 265. Sejak usia mudanya, ia menaruh perhatian dan minat besar pada filsafat yang pada waktu itu masih mencakup ilmu agama, ilmu falak, ilmu alam dsb. Pengetahuannya yang luas itu membawa dia kepada iman akan kebenaran ajaran Kristus. Sesudah dipermandikan, ia terus menambah ilmunya dengan tekun belajar. Ketika Kaisar Galerius melancarkan penganiayaan terhadap umat Kristen, Edesius tampil sebagai pembela kebenaran agama Kristen di hadapan pemimpin-pemimpin negara dan para hakim. Oleh karena itu, ia ditangkap dan menjalani hukuman kerja paksa di tambang-tambang negeri Palestina. Dari Palestina, ia pindah ke Mesir. Disana pun ia menyaksikan penganiayaan terhadap umat Kristen oleh penguasa-penguasa Aleksandria. Semua peristiwa penganiayaan itu membuat dia tertarik pada renungan tentang sengsara Yesus dan terhadap kata-kata St. Yohanes dalam suratnya yang pertama: "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita" (1 Yoh 3:16)
Terdorong oleh imanya, Edesius dengan berani membela orang-orang Kristen yang dianiaya itu. Dengan berani menerangkan keluhuran iman Kristen serta memprotes perlakukan bengis terhadap para penganut agama Kristen. Karena itu, sekali lagi ia ditangkap, disiksa lalu dibuang ke laut. Ia mati sebagai seorang martir, bukan hanya karena mempertaruhkan imannya tetapi juga karena cinta kasih terhadap sesamanya.
Santo Redemptus de Ferento
Redemptus adalah Uskup Ferento. Ia mendapat penglihatan bahwa Italia terancam bahaya. Tidak lama kemudian suku Lombard membanjiri dan merusak negara itu. Ia meninggal dunia pada tahun 587.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari