Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.
Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
Suara yang Pelan
Perhatikanlah cara orang membangunkan anak kecil yang tertidur. Ibu yang baik tidak membentak. Ia mendekat, menepuk pelan, memanggil nama dengan suara yang nyaris bisik. Yang keras membangunkan dengan kaget. Yang pelan membangunkan dengan selamat.
Elia sedang tertidur di dalam guanya, bukan tidur badan melainkan tidur harapan. Nabi besar itu baru saja menang melawan ratusan nabi Baal, lalu diancam bunuh dan lari ketakutan. Ia merasa gagal total dan tinggal seorang diri. Kepadanya Allah berjanji akan lewat. Maka datanglah angin besar yang membelah gunung. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Datang gempa. Tidak ada TUHAN dalam gempa. Datang api. Tidak juga. Sesudah semuanya, terdengar bunyi angin sepoi-sepoi basa. Dan Elia menyelubungi mukanya, sebab ia tahu: inilah Dia.
Pada Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus, bacaan ini seperti membuka tirai ke dalam dada Allah. Kita sering membayangkan kuasa Allah dengan gambar angin, gempa, dan api. Allah sendiri rupanya lebih suka memperkenalkan diri lewat yang pelan. Hati Yesus tidak pernah digambarkan-Nya sebagai hati yang menggelegar. Belajarlah pada-Ku, kata-Nya di tempat lain, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Kekuatan yang paling besar di dunia ini ternyata tidak berisik.
Menarik bahwa suara pelan itu tidak datang untuk memanjakan Elia. Sesudah menyapa, Allah memberinya tugas baru: pergilah, kembalilah ke jalanmu, urapilah raja dan penggantimu. Kelembutan hati Allah bukan kelembekan. Ia menyembuhkan orang yang patah justru dengan mempercayainya lagi.
Injil hari ini pun berbicara tentang hati. Yesus memindahkan urusan dosa dari tangan ke hati: zinah tidak mulai di tempat tidur, melainkan di dalam pandangan dan keinginan yang dipelihara. Kalau hati Allah adalah pusat kasih-Nya, hati manusia adalah pusat pertempurannya. Yang satu memancarkan, yang lain harus dijaga.
Maka pertanyaan hari raya ini sederhana. Di antara sekian suara yang masuk ke hati kita setiap hari, suara keras yang menuntut dan suara pelan yang mengasihi, mana yang kita beri kursi paling depan? Allah masih berbicara seperti kepada Elia. Pelan. Dan yang pelan hanya terdengar oleh yang mau hening.
Ya Yesus yang berhati lemah lembut, jadikanlah hatiku serupa dengan hati-Mu: teduh untuk didiami, hening untuk mendengar-Mu, dan setia untuk diutus kembali. Amin.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonBersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 94 (95)
AntifonBersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina, alleluya.
Mazmur 88 (89):39-53
Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud
Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, lahir dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).
AntifonPandanglah kami, Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina, alleluya.
Antifon 2Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi, alleluya.
AntifonAkulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi, alleluya.
Antifon 3Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal, alleluya.
Mazmur 89 (90)
Semoga kami hidup dalam cahaya Allah
Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).
AntifonTahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal, alleluya.
Responsorium 1 Yohanes 5:20; Yohanes 1:18
Responsorium 1 Tesalonika 2:8; Galatia 4:19
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonBersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
AntifonBersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
Madah
Antifon 1Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Mazmur 50 (51)
Antifon 1Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Antifon 2Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Merasa muakkah Engkau terhadap Sion?*
dan bahwa leluhur kami berbuat jahat.*
Antifon 2Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Antifon 3Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya .
Mazmur 99 (100)
Antifon 3Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.
Bacaan Singkat (2Kor 12,9b-10)
Antifon KidungTuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah kami dengan darah-Mu, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, Yesus, penyelamat manusia, sebab Engkau telah rela menderita sengsara pada salib bagi kami,* dan Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu yang berharga. ℟.
Engkau telah berjanji memberi kami air hidup yang memancarkan kehidupan abadi,* maka curahkanlah Roh-Mu kepada semua manusia. ℟.
Engkau telah mengutus para murid-Mu untuk mewartakan Injil kepada semua bangsa,* maka bantulah mereka meluaskan kemenangan salib-Mu. ℟.
Engkau telah mengikutsertakan orang yang sakit dan malang dalam penderitaan-Mu di salib,* maka berilah mereka kekuatan dan ketabahan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Mazmur 27 (28),1-3.6-9
Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan singkat Kol 3,12-13
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan agung melebihi segala dewata.
Antifon 1Tuhan agung melebihi segala dewata.
Antifon 2Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.
Antifon 2Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.
Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Antifon KidungTuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.
Doa Permohonan
℟. Kasihanilah umat-Mu, ya Tuhan Yesus.
Dengarkanlah, ya Tuhan, doa kami dan ampunilah kesalahan kami,* limpahilah kami dengan rahmat dan damai. ℟.
Rasul Paulus berkata: “Ketika dosa bertambah, rahmat semakin melimpah”,* maka ampunilah kiranya dosa kami yang banyak itu. ℟.
Kami memang sudah berdosa banyak, ya Tuhan, namun kami berharap kepada kemurahan-Mu yang tak terbatas,* ubahlah hati kami, supaya kami bertobat. ℟.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dari segala dosa,* supaya Engkau berkenan kepada kami. ℟.
Engkau membuka pintu firdaus bagi penjahat yang mengakui Engkau sebagai penyelamat,* maka janganlah Kaututup pintu surga bagi kaum kerabat kami yang telah berpulang. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Yer 14,9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Maria Droste zu Vishering
Maria Hidup antara tahun 1863-1899. Suster Gembala Baik ini terkenal saleh dan suci hidupnya. Ia senantiasa mendorong Sri Paus Leo XIII (1878-1903) untuk mempersembahkan dunia sejagat kepada perlindungan Hati Kudus Yesus. I.
Santo William
William adalah Uskup dioses York, Inggris. Setelah ditabhiskan menjadi Uskup, William dituduh, oleh Santo Bernardus, memboroskan uang keuskupan dan berlaku serong dengan seorang perempuan. Karena tuduhan ini Sri Paus meragukan dia dan menon-aktifkannya di dalam sebuah biara. Baru setelah semua pemfitnahnya meninggal dunia, William dapat menggembalakan umat keuskupannya lagi tanpa ingin membalas dendam terhadap mereka. Beberapa tahun kemudian ia mati diracuni orang. Kematiannya ini terjadi pada tahun 1154.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari