Bacaan Misa
TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku. Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!" Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
(7-3) supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
(7-4) Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku,
(7-10) Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.
(7-11) Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
(7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.
(7-13) Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya, melentur busurnya dan membidik.
Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,
Sebelum Didengar
Kemarin kita mendengar orang banyak sibuk menebak-nebak asal-usul Yesus dan berusaha menangkap-Nya. Hari ini pertengkaran itu memanas. Sebagian berkata Ia nabi, sebagian berkata Mesias, sebagian menolak, "Mesias tidak datang dari Galilea!"
Lihat cara mereka menolak: bukan dengan mendengarkan apa yang Yesus katakan, melainkan dengan menimbang dari mana Ia berasal. Prasangka soal asal-usul mengunci telinga sebelum kata pertama sempat masuk. Orang Galilea, kampungan, mana mungkin.
Di tengah keriuhan itu, satu suara berani muncul. Nikodemus, yang pernah datang kepada Yesus pada malam hari, bertanya pelan, "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatnya?" Sebuah pertanyaan sederhana yang membongkar seluruh ketidakadilan itu. Mereka sudah memvonis sebelum mendengar.
Yeremia mengenal rasa itu. "Aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih," katanya, sementara orang bermufakat menghabisinya. Orang benar sering dihakimi lebih dulu, baru dicari-cari alasannya kemudian.
Betapa mudahnya kita menjatuhkan vonis dari kejauhan: lewat satu potongan kabar, satu cerita sepihak, satu label. Kita menolak seseorang karena "dari mana ia berasal", dan lupa bertanya apa sebenarnya yang ia katakan.
Siapa yang sudah kuvonis hari ini, padahal aku belum sungguh mendengarnya?
Tuhan, tahan aku dari menghukum sebelum mendengar. Beri aku keberanian Nikodemus untuk membela yang diperlakukan tidak adil. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Mazmur
Antifon 1Tuhan membebaskan umat-Nya dari penindas.
Mazmur 77 (78):40-72
Sejarah keselamatan mengungkapkan kebaikan Allah dan ketidaksetiaan umat-Nya
Peristiwa-peristiwa ini diingat sebagai peringatan bagi kita (1 Korintus 10:6).
AntifonTuhan membebaskan umat-Nya dari penindas.
Antifon 2Tuhan memimpin umat-Nya ke gunung-Nya yang kudus.
AntifonTuhan memimpin umat-Nya ke gunung-Nya yang kudus.
Antifon 3Tuhan memilih suku Yehuda, dan Daud, hamba-Nya, untuk menggembalakan Israel, umat pilihan-Nya.
AntifonTuhan memilih suku Yehuda, dan Daud, hamba-Nya, untuk menggembalakan Israel, umat pilihan-Nya.
Responsorium Yohanes 3:14, 15, 17
Responsorium 2 Korintus 5:15; Roma 4:25
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Betapa baiklah memuji namaMu, Allah yang mahatinggi, dan mewartakan kasihMu pagi hari.
Mazmur 91 (92)
Antifon 1Betapa baiklah memuji namaMu, Allah yang mahatinggi, dan mewartakan kasihMu pagi hari.
Antifon 2Kamu akan Kuberi hati yang baru dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.
Yeh 36,24-28
Antifon 2Kamu akan Kuberi hati yang baru dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.
Antifon 3Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu, ya Tuhan.
Mazmur 8
Antifon 3Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat: (Yes 1,16-18)
Antifon KidungBelum pernah ada orang yang berbicara seperti Yesus.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBelum pernah ada orang yang berbicara seperti Yesus.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Apc 3, 19-20)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu.
Antifon 1Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu.
Antifon 2TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah.
Mazmur 44 (45) I
Antifon 2TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah.
Antifon 3Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.
Mazmur 44 (45) II
Antifon 3Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.
Bacaan Singkat: (Why 3,19-20)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 7 b-8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Mazmur 140
Antifon 1Aku akan menempatkan hukumKu dalam batin mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Mazmur 141
Antifon 2Segala sesuatu kuanggap kerugian, sebab hubunganku dengan Tuhan Yesus Kristus lebih berharga dari pada segala sesuatu.
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
Flp 2,6-11
Antifon 3Meskipun Yesus Putera Allah, Ia tetap taat dalam penderitaanNya.
Bacaan Singkat: (2Kor 6,1-4a)
Antifon KidungSekiranya benih gandum yang jatuh ke tanah tidak mati, ia tetap tinggal sebiji saja. Akan tetapi jika mati, ia menghasilkan banyak buah.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSekiranya benih gandum yang jatuh ke tanah tidak mati, ia tetap tinggal sebiji saja. Akan tetapi jika mati, ia menghasilkan banyak buah.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Gertrudis dari Nivelles
Gertrudis adalah putri raja Pipin. Ia kemudian menjadi Abbas di biara yang didirikan oleh ibunya Santa Iduberga (pesta: 8Mei). Gertrudis adalah wanita terpelajar dan pembantu orang miskin. Santa pelindung persatuan suami- istri yang diancam perceraian dan orang- orang yang tergoda menjadi musuh satu sama lain.
Santo Patrisius
Patrisius lahir di Inggris pada tahun 389. Ketika berusia 16 tahun, ia diculik oleh orang- orang Irlandia dan dibawa sebagai sandera ke Irlandia. Disana Patrisius dijual sebagai seorang budak. Perlakuan yang tidak manusiawi menimbulkan kebencian yang sangat besar terhadap bangsa Irlandia. Namun lama kelamaan ia menyadari arti penculikan atas dirinya sebagai suatu jalan Tuhan baginya untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Kesadarannya akan cinta kasih Kristus yang besar pada manusia perlahan- lahan menghilangkan kebenciannya kepada bangsa Irlandia. Ia kemudian mulai lebih mencintai bangsa Irlandia yang belum mengenal Kristus. Ia merasa prihatin akan cara hidup orang Irlandia yang kafir itu. Ia bertekad untuk membawa orang- orang Irlandia kepada Allah dengan berusaha mempertobatkan mereka.
Untuk melaksanakan tekadnya itu, ia berjuang meloloskan diri dari cengkraman hidup sebagai budak. Ketika perjuangan ini berhasil, ia pergi ke Gallia (sekarang: Perancis) untuk mengikuti pendidikan disana. Setelah menyelesaikan studinya, ia ditabhiskan menjadi imam. Tekadnya untuk mempertobatkan bangsa Irlandia mulai dilaksanakan. Ia kembali ke Irlandia sebagai seorang misionaris Kristus. Di sana ia kemudian di tabhiskan menjadi Uskup Irlandia. Ia berjuang keras untuk membawa bangsa kafir itu kepada pengenalan akan Kristus dan Injil. Dan dia berhasil dalam perjuangannya.
Pemimpin- pemimpin Irlandia yang masih kafir berhasil diyakinkannya dengan berbagai tanda ajaib. Panglima besar bersama seluruh anak buahnya ditobatkan dan dipermandikan. Pemuda- pemudi menyerahkan diri Yesus dengan mengikuti teladan Patrisius. Keberhasilan ini ditunjang dengan pembangunan sekolah- sekolah dan gereja- gereja di seluruh Irlandia. Patrisius dikenal sebagai seorang Uskup yang rendah hati dan memimpin umatnya dengan penuh kasih sayang. Ia meninggal dunia pada tahun 461.
Yusuf dari Arimatea
Yusuf dari Arimatea adalah seorang murid Yesus ([Mat 25:57]). Ia menjadi murid Yesus secara sembunyi- sembunyi karena takut pada orang- orang Yahudi ([Yoh 19:38]). Peranannya sebagai seorang murid Yesus terlihat sangat menonjol pada waktu ia meminta kepada Pilatus agar diijinkan menurunkan jenazah Yesus dari atas Salib dan menguburkan Yesus. Bersama Nikodemus (pMat 27: 57] 60; [Mrk 15: 42] 46; [Luk 23: 50] 53).
Di kalangan bangsa Yahudi, Yusuf Arimatea dikenal sebagai seorang yang baik dan benar ([Luk 23:50]) dan termasuk anggota Majelis Besar Sanhendrin. Meskipun demikian, ia tidak menyetujui keputusan Majelis itu untuk menghukum mati Yesus ([Luk 23:51]).
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari