Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."
Berangkat pada Usia 75
Pada usia tujuh puluh lima tahun, kebanyakan orang sedang berkemas untuk berhenti. Rumah sudah tetap, kebiasaan sudah mengendap, peta hidup sudah hafal di luar kepala. Justru pada usia itulah Abram menerima perintah yang mengguncang: pergilah dari negerimu, dari sanak saudaramu, dari rumah bapamu, ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
Perhatikan, negeri itu belum disebut namanya. Akan Kutunjukkan, kata Allah. Abram diminta berangkat dengan alamat yang baru akan diberitahukan di jalan. Dan ayat berikutnya hanya berkata pendek: lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Tanpa tawar-menawar. Iman ternyata bukan soal mengetahui semua jawaban, melainkan berani melangkah bersama Dia yang tahu.
Injil hari ini membawa kita ke gunung yang tinggi. Minggu lalu kita mendengar Petrus mengaku: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kini pengakuan itu diberi penglihatan: wajah Yesus bercahaya seperti matahari, Musa dan Elia hadir, dan suara Bapa terdengar dari awan: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.
Reaksi Petrus sangat manusiawi: Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini, biarlah kudirikan tiga kemah. Petrus ingin menetap di puncak yang indah, mengabadikan saat bahagia, dan tidak turun lagi. Tetapi kemah itu tidak jadi didirikan. Yesus menyentuh mereka, berkata jangan takut, lalu mengajak mereka turun. Di kaki gunung, jalan menuju Yerusalem dan salib sudah menunggu.
Abram diminta berangkat, Petrus diminta turun. Dua arah yang tampak berbeda, satu pelajaran yang sama: Allah tidak membiarkan kita menetap terlalu lama, baik dalam kemapanan maupun dalam kenyamanan rohani. Iman selalu berbentuk perjalanan.
Paulus menuliskan bekalnya kepada Timotius: Allah menyelamatkan dan memanggil kita bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri. Kita berangkat bukan karena kuat, melainkan karena dipanggil dan disertai.
Minggu kedua Prapaskah ini bertanya: di mana kita sedang mendirikan kemah dan enggan beranjak? Kenyamanan mana yang diam-diam menghalangi panggilan Tuhan: pekerjaan, kebiasaan lama, atau bahkan cara berdoa yang tidak pernah bertumbuh?
Tuhan, seperti Abram, buatlah aku berani berangkat, dan seperti para murid, buatlah aku rela turun gunung untuk mengikuti Engkau sampai ke Yerusalem. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pada hari ini, hari pertama,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Mazmur 103 (104)
Nyanyian Pujian kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Yang lama sudah lenyap, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemuliaan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah.
Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia.
Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.
AntifonTuhan memandang segala yang telah Dia buat dan melihat bahwa itu sangat baik.
Responsorium Mazmur 114:1, 2; Keluaran 13:21
Responsorium Ibrani 12:22, 24, 25; Mazmur 95:8
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pekan II Mazmur
Mazmur 94 (95)
Antifonifon
Madah
Antifonifon 1
Mazmur 117 (118)
Antifonifon 1
Antifonifon 2
Dan 3 : 52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifonifon 2
Antifonifon 3
Mazmur 150
Antifonifon 3
Bacaan Singkat (Neh 8 : 9, 10)
Antifonifon Kidung
Kidung Zakaria Luk 1 : 68-79
Antifonifon Kidung
Doa Permohonan
℟. Perbaruilah semangat kami, ya Tuhan.
Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,*
semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu. ℟.
Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,*
semoga kamipun selalu memperhatikan kepentingan umum. ℟.
Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,*
dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat Suci-Mu di surga. ℟.
Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,*
agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuan-Mu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Thess 4, 1. 7)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifonifon 1
Mazmur 22 (23)
Antifonifon 1
Antifonifon 2
Mazmur 75 (76)
Antifonifon 2
Antifonifon 3
Antifonifon 3
Bacaan Singkat (1Tes 4 : 1, 7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dt 4, 29-31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifonifon 1
Mazmur 118 (119) : 105-112
Antifonifon 1
Antifonifon 2
Mazmur 15 (16)
Antifonifon 2
Antifonifon 3
Flp 2 : 6-11
Antifonifon 3
Bacaan Singkat (2Kor 6 : 1-4a)
Antifonifon Kidung
Kidung Maria Luk 1 : 46-55
Antifonifon Kidung
Doa Permohonan
℟. Hidupkanlah umat-Mu, ya Tuhan.
Ya Kristus, dalam segala-galanya Engkau serupa dengan kami, kecuali dalam hal dosa,
semoga kami bergembira dengan yang bergembira, dan menangis dengan yang menangis,*
agar cinta kasih kami semakin bertambah setiap hari. ℟.
Perkenankanlah kami mengabdi Engkau yang lapar dalam orang yang lapar,*
dan melayani Engkau yang haus dalam orang yang haus. ℟.
Engkau membangkitkan Lazarus dari kematian,*
semoga orang yang mati karena dosa, Kauhidupkan kembali karena iman dan tobat. ℟.
Semoga banyak orang mengikuti jejak-Mu dengan lebih teguh dan lebih sempurna,*
berkat teladan santa perawan Maria dan para kudus-Mu. ℟.
Semoga orang yang telah meninggal, bangkit kembali dalam kemuliaan-Mu,*
serta menikmati cinta kasih-Mu untuk selamanya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Walburga
Walburga lahir pada tahun 710 di Devonshire, Inggris, Saudari Santo Winebald dan Willibald ini masih mempunyai hubungan keluarga dengan Santo Bonifasius yang dikenal sebagai “Rasul Bangsa Jermanâ.
Ketika berumur 11 tahun, Walburga dididik di biara Benediktin, Wimborne di Dorsetshire, Inggris. Kemudian dia diterima sebagai anggota biara itu. Ia tetap tinggal di biara Wimborne sampai tahun 748 sambil membantu santo Bonifisius mendirikan biara biara di beberapa daerah Jerman yang baru di Kristenkan. Kemudian ia pergi ke Jerman dan menjadi Abbas untuk para biarawati yang mendiami biara Benediktin di Heidenheim yang didirikan oleh saudaranya Santo Winebald. Sesudah Winebald meninggal dunia pada tahun 761, Walburga menjadi abbas untuk seluruh biara yang ada di Jerman. Ia melayani biara biara ini hingga kematiannya pada tahun 779 di Heidenheim, Jerman.
Semenjak abad ke sembilan, nama Walburga terkenal luas di kalangan umat Jerman karena semacam minyak pengobatan penyakit, yang mengalir dari batu padas di bawah tempat duduknya di Gereja Salib Suci Eichstatt, Jerman. Minyak ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari