Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Sabtu, 25 Maret 2028· Putih
25 Maret 2028

Bacaan Misa

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

Mazmur Tanggapan

(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
(40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

Bacaan Kedua

Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Bacaan Injil

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Lamaran di Nazaret

Renungan · 2 menit baca

Dalam adat kita, lamaran adalah peristiwa yang berdebar-debar. Keluarga datang dengan hormat, maksud disampaikan baik-baik, lalu semua orang menunggu satu jawaban dari pihak yang dilamar. Sebesar apa pun keluarga yang datang, mereka tidak bisa memaksa. Jawaban harus keluar dengan bebas, atau tidak sah sama sekali.

Hari ini Gereja merayakan lamaran terbesar dalam sejarah. Allah mengutus Gabriel ke Nazaret, kota kecil yang tidak tercatat keistimewaannya, kepada seorang gadis bernama Maria. Yang dilamar bukan sekadar kesediaan menikah, melainkan kesediaan mengandung dan melahirkan Anak Allah. Dan sungguh mencengangkan: Allah yang mahakuasa itu menunggu jawaban. Pencipta langit dan bumi menahan diri di hadapan kebebasan seorang gadis desa. Surga seakan menahan napas.

Maria tidak menjawab asal cepat. Ia terkejut, bertanya di dalam hatinya, lalu bertanya terus terang: bagaimana hal itu mungkin terjadi? Iman yang sehat memang tidak melompati pertanyaan. Setelah mendengar jawaban malaikat, barulah ia berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Bahasa Latin menyimpan jawaban itu dalam satu kata: fiat, jadilah. Kata yang sama dipakai ketika Allah menciptakan terang. Penciptaan dimulai dengan fiat Allah; penebusan dimulai dengan fiat Maria.

Bandingkanlah dengan raja Ahas dalam bacaan pertama. Allah menawarinya tanda, bebas memilih, sedalam dunia orang mati atau setinggi langit. Ahas menolak dengan alasan yang terdengar saleh: aku tidak mau mencobai TUHAN. Padahal ia hanya tidak mau terikat; ia sudah punya rencananya sendiri. Namun kepada orang yang menutup pintu seperti itu pun Allah tetap memberi tanda: seorang perempuan muda mengandung dan melahirkan anak laki-laki, Imanuel, Allah menyertai kita.

Surat Ibrani merangkum arah semua ini dalam kata-kata Kristus: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Fiat Maria membuka pintu bagi fiat yang lebih besar, ketaatan Anak sampai wafat di salib, yang menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya.

Sembilan bulan sebelum Natal, di tengah Prapaskah, Gereja mengingatkan bahwa keselamatan kita bermula dari sebuah persetujuan yang diberikan dengan bebas. Dan lamaran itu belum berhenti. Setiap hari Allah datang dengan halus: lewat bisikan hati, lewat orang yang membutuhkan, lewat panggilan tugas. Ia tetap tidak memaksa. Ia menunggu.

Jawaban apa yang sudah lama ditunggu Allah dariku?

Tuhan, berilah aku hati Maria, yang berani bertanya namun lebih berani berserah. Jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Salam Maria, penuh rahmat
Tuhan sertamu
Terpujilah Engkau di antara wanita
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus
Santa Maria, Bunda Allah
Doakanlah kami orang berdosa
Sekarang dan pada waktu kami mati
Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Marilah kita memuji Tuhan karena belas kasihan-Nya dan karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib bagi manusia.

Mazmur 106 (107)

Syukur atas pembebasan

Inilah pesan Allah kepada bani Israel; kabar baik tentang damai sejahtera yang diwartakan melalui Yesus Kristus (Kis. 10:36).

I
“Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik;

kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.”
Biarlah mereka berkata demikian, orang-orang yang ditebus Tuhan,

yang ditebus-Nya dari tangan musuh

dan dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri yang jauh,

dari timur dan barat, utara dan selatan.
Ada yang mengembara di padang gurun, di tanah tandus,

tidak menemukan jalan ke kota tempat mereka dapat tinggal.

Mereka lapar dan haus;

jiwa mereka pingsan di dalam diri mereka.
Lalu mereka berseru kepada Tuhan dalam kesusahan mereka

dan Ia menyelamatkan mereka dari kesesakan mereka

dan Ia menuntun mereka di jalan yang benar

untuk mencapai kota tempat mereka dapat tinggal.
Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,

karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib bagi manusia.

Sebab Ia memuaskan jiwa yang haus;

Ia mengisi yang lapar dengan hal-hal yang baik.
Ada yang duduk dalam kegelapan dan dalam bayangan maut,

tawanan dalam kesengsaraan dan belenggu,

Karena mereka menentang firman Allah

dan menolak nasihat Yang Mahatinggi.

Ia meremukkan semangat mereka dengan kerja keras;

mereka tersandung; tidak ada yang menolong.
Lalu mereka berseru kepada Tuhan dalam kesusahan mereka

dan Ia menyelamatkan mereka dari kesesakan mereka.

Ia membawa mereka keluar dari kegelapan dan bayangan maut

dan memecahkan belenggu mereka berkeping-keping.
Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kebaikan-Nya,

karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib bagi manusia:

sebab Ia mendobrak pintu-pintu perunggu

dan mematahkan palang-palang besi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita memuji Tuhan karena belas kasihan-Nya dan karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib bagi manusia.

Antifon 2Manusia telah melihat perbuatan-perbuatan Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Ia lakukan.

II
Ada yang sakit karena dosa-dosa mereka

dan menderita karena kesalahan mereka.

Mereka membenci setiap makanan;

mereka mendekati gerbang maut.
Lalu mereka berseru kepada Tuhan dalam kesusahan mereka

dan Ia menyelamatkan mereka dari kesesakan mereka.

Ia mengutus firman-Nya untuk menyembuhkan mereka

dan menyelamatkan hidup mereka dari kubur.
Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,

karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib bagi manusia.

Biarlah mereka mempersembahkan kurban syukur

dan menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya dengan bersukacita.
Ada yang berlayar ke laut dengan kapal

untuk berdagang di perairan yang luas.

Orang-orang ini telah melihat perbuatan-perbuatan Tuhan,

keajaiban-keajaiban yang Ia lakukan di kedalaman.
Sebab Ia berfirman; Ia memanggil badai,

mengangkat gelombang laut.

Terombang-ambing ke surga, lalu ke kedalaman;

jiwa mereka meleleh dalam kesesakan mereka.
Mereka terhuyung-huyung, terombang-ambing seperti orang mabuk,

karena semua keahlian mereka hilang.

Lalu mereka berseru kepada Tuhan dalam kesusahan mereka

dan Ia menyelamatkan mereka dari kesesakan mereka.
Ia menenangkan badai menjadi bisikan:

semua gelombang laut menjadi tenang.

Mereka bersukacita karena ketenangan itu

dan Ia menuntun mereka ke pelabuhan yang mereka inginkan.
Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya,

keajaiban-keajaiban yang Ia lakukan bagi manusia.

Biarlah mereka meninggikan-Nya dalam perkumpulan umat

dan memuji-Nya dalam pertemuan semua tua-tua.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonManusia telah melihat perbuatan-perbuatan Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Ia lakukan.

Antifon 3Mereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.

III
Ia mengubah sungai-sungai menjadi padang gurun,

mata air menjadi tanah yang haus,

tanah yang subur menjadi gurun garam,

karena kejahatan orang-orang yang tinggal di sana.
Tetapi Ia mengubah padang gurun menjadi sungai-sungai,

tanah yang haus menjadi mata air.

Di sana Ia menempatkan orang-orang yang lapar

dan mereka membangun kota untuk tinggal.
Mereka menabur ladang dan menanam kebun anggur mereka;

ini menghasilkan panen.

Ia memberkati mereka; mereka bertambah banyak.

Ia tidak membiarkan kawanan ternak mereka berkurang.
Ia mencurahkan penghinaan atas para pangeran,

membuat mereka mengembara di padang gurun yang tidak berjejak.

Mereka berkurang, menjadi tidak berarti

oleh penindasan, kejahatan, dan kesedihan.
Tetapi Ia mengangkat orang miskin dari kesusahan;

membuat keluarga-keluarga banyak seperti kawanan domba.

Orang benar melihatnya dan bersukacita

tetapi semua yang berbuat salah dibungkam.
Siapa pun yang bijaksana, biarlah ia memperhatikan hal-hal ini

dan mempertimbangkan kasih setia Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau mengisi yang lapar dengan hal-hal yang baik, Tuhan Allah, dan memecahkan belenggu orang berdosa. Dengarkanlah umat-Mu yang berseru kepada-Mu dalam kesusahan mereka dan pimpinlah Gereja-Mu dari bayangan maut. Kumpulkanlah kami dari matahari terbit hingga terbenam agar kami dapat bertumbuh bersama dalam iman dan kasih dan memberikan syukur abadi atas kebaikan-Mu.

AntifonMereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Manusia Allah menyambut terang.

Agar semua dapat melihat bahwa perbuatan-perbuatannya benar.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

40:16-38

Kemah Suci didirikan. Awan Tuhan.
Musa melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Pada hari pertama bulan pertama tahun kedua, Kemah Suci didirikan. Musa-lah yang mendirikan Kemah Suci. Ia menempatkan alas-alasnya, mendirikan papan-papannya, memasang palang-palangnya, dan mendirikan tiang-tiangnya. Ia membentangkan tenda di atas Kemah Suci dan menempatkan penutup di atas tenda, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ia mengambil perintah-perintah dan menempatkannya di dalam tabut; ia menempatkan tiang-tiang di samping tabut dan menempatkan tutup pendamaian di atasnya. Ia membawa tabut ke dalam Kemah Suci dan menggantungkan tirai tabir, sehingga menutupi tabut perintah-perintah, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ia menempatkan meja di kemah pertemuan, di sisi utara Kemah Suci, di luar tabir, dan menata roti di atasnya di hadapan Tuhan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ia menempatkan kaki pelita di kemah pertemuan, di seberang meja, di sisi selatan Kemah Suci, dan ia memasang pelita-pelita di hadapan Tuhan, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya.
Ia menempatkan mezbah emas di kemah pertemuan, di depan tabir, dan di atasnya ia membakar dupa yang harum, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ia menggantungkan tirai di pintu masuk Kemah Suci. Ia menempatkan mezbah kurban bakaran di depan pintu masuk Kemah Suci kemah pertemuan, dan mempersembahkan kurban bakaran dan kurban sajian di atasnya, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ia menempatkan bejana pembasuhan di antara kemah pertemuan dan mezbah, dan menaruh air di dalamnya untuk membasuh. Musa dan Harun serta anak-anaknya biasa membasuh tangan dan kaki mereka di sana, karena mereka membasuh diri setiap kali mereka masuk ke kemah pertemuan atau mendekati mezbah, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Akhirnya, ia mendirikan pelataran di sekitar Kemah Suci dan mezbah dan menggantungkan tirai di pintu masuk pelataran. Demikianlah Musa menyelesaikan semua pekerjaan.
Kemudian awan menutupi kemah pertemuan, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci. Musa tidak dapat masuk ke kemah pertemuan, karena awan itu turun di atasnya dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.
Setiap kali awan itu naik dari Kemah Suci, orang Israel akan berangkat dalam perjalanan mereka. Tetapi jika awan itu tidak terangkat, mereka tidak akan maju; hanya ketika awan itu terangkat barulah mereka maju. Pada siang hari awan Tuhan terlihat di atas Kemah Suci; sedangkan pada malam hari, api terlihat di dalam awan oleh seluruh bani Israel di semua tahap perjalanan mereka.

Responsorium 1 Kor. 10:1, 2; Kel. 40:32, 33, 34

Bapa-bapa kita semua berada di bawah awan dan semua mereka melewati Laut Merah.

Semua dibaptis dalam Musa di dalam awan.
Awan menutupi kemah pertemuan, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci.

Semua dibaptis dalam Musa di dalam awan.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Gregorius dari Nazianzen, uskup

Layani Kristus dalam diri orang miskin
Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan, demikianlah kata Kitab Suci. Kemurahan hati bukanlah yang terkecil dari kebahagiaan. Lagi: Berbahagialah orang yang memperhatikan orang miskin dan melarat. Sekali lagi: Murah hati adalah orang yang berbelas kasihan dan meminjamkan. Di tempat lain: Sepanjang hari orang benar berbelas kasihan dan meminjamkan. Marilah kita meraih berkat ini, marilah kita mendapatkan nama sebagai orang yang memperhatikan, marilah kita bermurah hati.
Bahkan malam pun tidak boleh mengganggu tugas belas kasihanmu. Jangan berkata: Kembalilah dan aku akan memberimu sesuatu besok. Seharusnya tidak ada penundaan antara niatmu dan perbuatan baikmu. Kemurahan hati adalah satu-satunya hal yang tidak dapat menunda.
Bagikanlah rotimu kepada orang yang lapar, dan bawalah orang miskin dan tunawisma ke dalam rumahmu, dengan hati yang gembira dan bersemangat. Orang yang melakukan perbuatan belas kasihan harus melakukannya dengan sukacita. Rahmat perbuatan baik berlipat ganda ketika dilakukan dengan cepat dan sigap. Apa yang diberikan dengan tidak ikhlas atau melawan kehendak seseorang adalah tidak menyenangkan dan jauh dari terpuji.
Ketika kita melakukan perbuatan baik, kita harus bersukacita dan tidak bersedih karenanya. Jika kamu melepaskan belenggu dan tali, kata Yesaya, yaitu, jika kamu menyingkirkan kekikiran dan perhitungan biaya, dengan keraguan dan keluhan, apa hasilnya? Sesuatu yang besar dan indah! Betapa menakjubkan pahala yang akan ada: Terangmu akan terbit seperti fajar, dan kesembuhanmu akan segera muncul. Siapa yang tidak akan mendambakan terang dan kesembuhan.
Jika kamu berpikir bahwa aku memiliki sesuatu untuk dikatakan, hamba-hamba Kristus, saudara-saudara-Nya dan sesama pewaris, marilah kita mengunjungi Kristus kapan pun kita bisa; marilah kita merawat-Nya, memberi-Nya makan, memberi-Nya pakaian, menyambut-Nya, menghormati-Nya, tidak hanya pada waktu makan, seperti yang dilakukan beberapa orang, atau dengan mengurapi-Nya, seperti yang dilakukan Maria, atau hanya dengan meminjamkan-Nya kubur, seperti Yusuf dari Arimatea, atau dengan mengatur pemakaman-Nya, seperti Nikodemus, yang mengasihi Kristus dengan setengah hati, atau dengan memberi-Nya emas, kemenyan, dan mur, seperti orang Majus sebelum semua yang lain ini.
Tuhan semesta alam meminta belas kasihan, bukan kurban, dan belas kasihan lebih besar daripada jutaan domba gemuk. Marilah kita menunjukkan belas kasihan kepada-Nya dalam diri orang miskin dan mereka yang hari ini tergeletak di tanah, agar ketika kita meninggalkan dunia ini mereka dapat menerima kita ke tempat tinggal abadi, dalam Kristus Tuhan kita sendiri, kepada-Nya kemuliaan selama-lamanya. Amin.

Responsorium Matius 25:35, 40; Yohanes 15:12

Aku lapar dan kamu memberi Aku makan; Aku haus dan kamu memberi Aku minum; Aku tunawisma dan kamu menerima Aku.

Sekarang Aku katakan kepadamu: Ketika kamu melakukan hal-hal ini untuk yang paling terabaikan dari saudara-saudara-Ku, kamu melakukannya untuk Aku.
Inilah yang Aku perintahkan kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain seperti Aku telah mengasihi kamu.

Sekarang Aku katakan kepadamu: Ketika kamu melakukan hal-hal ini untuk yang paling terabaikan dari saudara-saudara-Ku, kamu melakukannya untuk Aku.

Doa Penutup

Bersukacita

dalam perayaan tahunan ini

dari masa Prapaskah kita,

kami berdoa, ya Tuhan, agar,

dengan hati kami tertuju pada misteri Paskah,

kami dapat digembirakan oleh efek penuhnya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.
Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.
Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh Suci.
Amin.

Antifonifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.
Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke Hadapan-Mu,*
berilah aku pengertian seturut firman-Mu.
Semoga doaku sampai ke hadapan-Mu,*
selamatkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.
Perkenankanlah aku mewartakan pujian-Mu,*
sebab Engkau mengajarkan perintah-Mu kepadaku.
Aku hendak mendaras sabda-Mu,*
sebab firman-Mu benar seluruhnya.
Semoga tangan-Mu menolong aku,*
sebab aku memilih titah-Mu.
Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan,*
dan hukum-Mu kesukaan hatiku.
Perkenankan daku memuji Engkau sepanjang umurku,*
semoga hukum-Mu membantu aku.
Andaikan aku sesat seperti domba yang hilang,+
maka carilah hamba-Mu ini,*
sebab aku tak lupa akan perintah-Mu.

Antifonifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.

Antifonifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Mazmur 44 (45)

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.
Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.
Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.
Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.
Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.
Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.
Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab baginda diurapi oleh Allah.
Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.
Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.
Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Antifonifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Antifonifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.
Mazmur (lanjutan)
Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.
Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.
Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.
Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.
Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.
Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.
Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.
Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Antifonifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Bacaan Singkat (Mengapa 3 : 19-20)

Aku menegur dan menghajar orang yang Kucintai. Maka bergiatlah dan bertobatlah!
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan menmendapatuk.
Barang siapa mendengar suara-Ku dan membuka pintu bagi-Ku, akan-Kukunjungi.
Aku akan bersantap dengan dia, dan dia dengan Daku.

℣.Manusia hidup bukan saja dari makanan.℟.Melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Antifon KidungPegawai pajak itu berdiri jauh-jauh. Bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan menepuk dada dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPegawai pajak itu berdiri jauh-jauh. Bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan menepuk dada dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Doa Permohonan:

Kristus ingin mengubah manusia menjadi ciptaan baru. Ia menyerahkan kepada umatNya pembaptisan kelahiran baru dan mengundang kita kepada perjamuan sabda dan tubuhNya. Marilah kita memuliakan Tuhan dan berdoa:

℟.Baharuilah kami dengan rahmatMu, ya Tuhan.℣.Yesus, yang lembut dan rendah hati, berilah kami perasaan yang peka, budi bahasa yang lembut dan hati yang penuh pengertian,* sehingga kami tetap sabar terhadap setiap orang.℣.Ajarilah kami sungguh-sungguh menjadi sesama untuk orang yang melarat dan terdesak,* sehingga kami mencontoh Engkau seperti orang Samaria yang baik hati.℣.Semoga perawan Maria, bundaMu, mendoakan para perawan yang membaktikan diri kepadaMu,* sehingga mereka lebih setia pada janji yang mereka ikrarkan kepadaMu.℣.Berbelaskasihlah terhadap kami, ampunilah dosa kami,* dan janganlah menghukum kami.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Yang Mahamurah, bimbinglah kiranya hati kami, sebab kami sadar bahwa tanpa Engkau kami tidak dapat hidup dengan baik.
Demikianlah permohonan kami demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

SABTU — Prapaskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Apc 3, 19-20)

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Ayat Singkat

℣.Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.℟.Dan perbaharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh Suci.
Amin.

Antifonifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.

Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke Hadapan-Mu,*
berilah aku pengertian seturut firman-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadapan-Mu,*
selamatkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.

Perkenankanlah aku mewartakan pujian-Mu,*
sebab Engkau mengajarkan perintah-Mu kepadaku.

Aku hendak mendaras sabda-Mu,*
sebab firman-Mu benar seluruhnya.

Semoga tangan-Mu menolong aku,*
sebab aku memilih titah-Mu.

Aku rindu akan keselamatan-Mu, ya Tuhan,*
dan hukum-Mu kesukaan hatiku.

Perkenankan daku memuji Engkau sepanjang umurku,*
semoga hukum-Mu membantu aku.

Andaikan aku sesat seperti domba yang hilang,+
maka carilah hamba-Mu ini,*
sebab aku tak lupa akan perintah-Mu.

Antifonifon 1

Semoga tangan-Mu menolong aku, sebab aku telah memilih titah-Mu.

Antifonifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Mazmur 44 (45)

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Antifonifon 2

Takhta-Mu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Antifonifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Mazmur (lanjutan)

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Antifonifon 3

Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Bacaan Singkat (Mengapa 3 : 19-20)

Aku menegur dan menghajar orang yang Kucintai. Maka bergiatlah dan bertobatlah!
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan menmendapatuk.
Barang siapa mendengar suara-Ku dan membuka pintu bagi-Ku, akan-Kukunjungi.
Aku akan bersantap dengan dia, dan dia dengan Daku.

℣.Manusia hidup bukan saja dari makanan.℟.Melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yang Mahamurah, bimbinglah kiranya hati kami, sebab kami sadar bahwa tanpa Engkau kami tidak dapat hidup dengan baik.
Demikianlah permohonan kami demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

SABTU — Prapaskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 6, 7 b-8)

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Ayat Singkat

℣.Persembahan kepada Allah ialah jiwa yang hancur.℟.Hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Mari kami bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kami trima

Sungguh menghidupkan kami.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kami

Dikurbankan bagai domba

Tubuh-Nya dipersembahkan

Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia

Yang menghancurkan neraka

Membebaskan yang tertawan

Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi

Paska kesukaan kami

Himpunkan kami umatmu

Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+

aku mempersembahkan laguku kepada raja,*

lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+

tampanlah wajah baginda,*

terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*

itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*

dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*

bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*

tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*

sebab baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*

Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*

menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*

permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, Alleluya.

Antifon 2Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*

lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*

sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*

para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*

pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*

para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*

masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*

baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*

maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Antifon 2Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anak domba, Alleluya.

Antifon 3Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.

Ef 1:3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kami Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kami dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kami,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kami kudus dan tak bercela di hadapan-Nya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kami menjadi putera-Nya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendak-Nya.

Supaya terpujilah rahmat-Nya yang mulia,+

yang dianugerahkan-Nya kepada kami,*

dalam Putera yang dikasihi-Nya.

Dalam Kristus, kami telah memperoleh penebusan berkat darah-Nya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kami,*

menurut kekayaan rahmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada kami.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendak-Nya kepada kami,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkan-Nya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Dari kelimpahan Kristus kami semua menerima rahmat demi rahmat, Alleluya.

Bacaan singkat Ibr 8:1b-3a

Kita mempunyai seorang imam besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Yang Mahamulia di surga. Ia menjalankan ibadat di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Allah dan bukan oleh manusia. Sebab setiap imam besar ditetapkan untuk menyampaikan kurban dan persembahan.

Lagu singkat

℣.Para murid bergembira,* Alleluya, Alleluya.
℟.Para…
℣.Tatkala melihat Tuhan.
℟.Alleluya, Alleluya.
℣.Kemuliaan…
℟.Para…

Lagu Singkat Sesudah Kenaikan Tuhan

℣.Roh penghibur,* Alleluya, Alleluya.
℟.Roh…
℣.Akan mengajar Engkau segalanya.
℟.Alleluya, Alleluya…
℣.Kemuliaan…
℟.Roh…

Antifon KidungYang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.

Kidung Maria Luk 1 : 46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Antifon KidungYang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, Alleluya.

Doa Permohonan

Kemanusiaan Kristus telah dihidupkan oleh Roh Kudus, dan karena pula Kristus menghidupkan kami. Maka marilah kami berseru dengan hati gembira:

℟. Baharuilah dan hidupkanlah semesta alam, ya Tuhan.

Kristus, penyelamat dunia, raja seluh penciptaan baru, arahkanlah hati kami kepada kerajaan-Mu,* ℟.

tempat Engkau duduk di sebelah kanan Bapa.

Tuhan, Engkau selalu hidup dalam umat pilihan-Mu,* ℟.

tuntunlah Gereja-Mu kepada seluruh kebenaran berkat dorongan Roh Kudus.

Engkau Maharahim, tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada orang yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal,* ℟.

agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kemurahan-Mu.

Kristus, cahaya yang takkan pudar, pada sore hari ini kami berbakti kepada-Mu,* ℟.

dan mohon, agar saudara-saudara kami yang telah meninggal Kausinari dengan cahaya kebangkamin-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Kekal dan Kuasa, kami berani memanggil Engkau Bapa.

Kuatkanlah semangat kami sebagai putera-Mu, agar kami layak menerima warisan yang telah Kaujanjikan.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

Hari Raya Kabar Sukacita (Annunsiasi)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel

Salam engkau yang penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita. Demikianlah salam Malaikat Gabriel kepada Maria. Selanjutnya Malaikat Allah itu berkata: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus.

Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat arti dan maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaannya dan persetujuannya kepada Malaikat Gabriel, pembawa khabar gembira itu, dan semenjak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Satu hal yang harus kita camkan dalam hati ialah hormat Allah pada Maria sebagaimana terlihat dalam permintaan kesediaan Maria untuk menerima Sabda Allah dalam rahimnya. Disini Allah tidak memaksa Maria, tetapi meminta kesediaannya. Maria sendiri menyadari bahwa Tuhan memilih dia karena menganggap dia layak untuk menerima khabar gembira itu. Tetapi sebagai manusia, Maria masih tampak ragu- ragu akan makna khabar itu. Oleh karena itu, ia menanyakan lebih lanjut keterangan dari malaikat Allah itu: Bagaimana hal ini mungkin terjadi ? Dan ketika ia sudah merasa pasti akan makna khabar gembira malaikat itu, Maria berkata: Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan Mu.

Semoga hari raya Khabar Sukacita ini menumbuhkan dalam diri kita semangat ketaatan ada Allah dan kesediaan berkerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatan Nya.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari