Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Kagum Belum Tentu Kasih
Minggu lalu kita berhenti tepat pada saat yang menegangkan. Di rumah ibadat Nazaret, Yesus membaca nubuat Yesaya lalu berkata, "Pada hari ini genaplah nas ini." Hari ini kita mendengar kelanjutannya, dan kelanjutannya mengejutkan.
Mula-mula reaksi orang sekampung tampak baik. "Semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya." Mereka kagum. Tetapi hanya beberapa ayat kemudian, kekaguman itu berubah menjadi amarah, sampai-sampai mereka menyeret Yesus ke tebing gunung hendak melempar-Nya. Dari memuji ke hendak membunuh, hanya dalam satu percakapan.
Apa yang terjadi? Selama Yesus memuji telinga mereka, mereka senang. Begitu Ia menyinggung bahwa rahmat Allah juga mengalir kepada orang luar, kepada janda di Sarfat dan Naaman orang Siria, kekaguman mereka runtuh. Ternyata mereka mengagumi Yesus selama Ia menyenangkan mereka, bukan mengasihi Dia apa adanya.
Di sinilah bacaan kedua menjadi cermin yang tajam. "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang." Orang Nazaret penuh kekaguman, tetapi kosong dari kasih. Dan kasih, kata Paulus, "sabar menanggung segala sesuatu", tidak mudah tersinggung, tidak menyimpan kesalahan. Kekaguman bisa runtuh dalam sekejap begitu tidak dipuaskan; kasih justru bertahan bahkan ketika dikecewakan.
Kita perlu jujur, sebab kekeliruan Nazaret sangat mudah menjadi kekeliruan kita. Kita pun senang kepada Tuhan selama Ia memenuhi keinginan kita. Doa dikabulkan, kita memuji. Hidup terasa berat, kita kecewa dan menjauh. Itu tanda bahwa kita masih di tahap kagum, belum sampai tahap kasih. Kagum menuntut Tuhan menyenangkan kita; kasih tetap setia meski Tuhan menantang kita.
Yeremia dalam bacaan pertama menunjukkan wajah kasih yang dewasa. Dipanggil sejak muda, ia diutus mengatakan hal-hal yang tidak disukai orang. Tuhan berjanji, "Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau." Mengasihi Tuhan berarti berani setia bahkan ketika kesetiaan itu tidak populer, bahkan ketika ia membawa kita ke tebing seperti Yesus.
Maka pertanyaan hari ini sederhana tetapi menusuk: apakah aku mengagumi Tuhan, atau mengasihi-Nya? Yang pertama bertahan selama aku senang. Yang kedua bertahan sampai ke salib.
Tuhan, bawalah aku melampaui kekaguman yang mudah goyah menuju kasih yang setia. Ajarilah aku mengasihi-Mu bukan hanya saat Engkau menyenangkanku, tetapi juga saat Engkau menantangku. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Iman para Bapa kami! iman dan doa
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Siapakah Engkau, Tuhan? Akulah Yesus yang kauaniaya; engkau hanya menyakiti dirimu sendiri dengan menendang gandar.
AntifonSiapakah Engkau, Tuhan? Akulah Yesus yang kauaniaya; engkau hanya menyakiti dirimu sendiri dengan menendang gandar.
Antifon 2Pergilah, Ananias, dan carilah Saulus, yang sedang berdoa kepada-Ku; dialah yang telah Kupilih untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain dan raja-raja mereka, serta kepada umat Israel.
Mazmur 63 (64)
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
AntifonPergilah, Ananias, dan carilah Saulus, yang sedang berdoa kepada-Ku; dialah yang telah Kupilih untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain dan raja-raja mereka, serta kepada umat Israel.
Antifon 3Paulus pergi ke sinagoga-sinagoga dan memberitakan kepada orang Yahudi bahwa Yesus memang adalah Mesias.
Mazmur 96 (97)
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pulau bergembira.
AntifonPaulus pergi ke sinagoga-sinagoga dan memberitakan kepada orang Yahudi bahwa Yesus memang adalah Mesias.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Galatia 1:11-12; 2 Korintus 11:10, 7
Bacaan Kedua
Responsorium 1 Timotius 1:13-14; 1 Korintus 15:9
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Mazmur 92 (93)
Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.
Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.
Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.
Mazmur 148
Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.
Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)
Lagu Singkat
Antifon Kidung(Mi III): Tuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.
Doa Permohonan
โ. Terangilah umatMu, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini. โ.
Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia. โ.
Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu. โ.
Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. โ.
Bapa Kami
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.
Bacaan singkat 2Tim 1,9
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.
Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Mazmur 110 (111)
Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 1Ptr 1,3-5
Antifon Kidung(Mi III): Roh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungRoh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.
Doa Permohonan
โ. Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.
Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman. โ.
Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa. โ.
Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati. โ.
Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah orang yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita. โ.
Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus. โ.
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Henrikus Suso OP
Terlahir di Konstance, Swiss pada tanggal 21 Maret 1295 dengan nama Hendry von Berg. Kemudian ia lebih suka mengenakan nama ibunya Suso. Henrikus meninggal pada tanggal 25 Januari 1366 di Ulm, Jerman.
Pada usia 13 tahun ia masuk Ordo Dominikan dan selama lima tahun menjalani pendidikan hidup rohani dalam ordo ini. Pada usia 18 tahun, ia mengalami suatu pertobatan batin yang luar biasa, suatu sentuhan rahmat yang menghantar dia kepada suatu kehidupan heroik dalam doa dan pertobatan orang-orang berdosa.
Setelah menyelesaikan studi teologinya di Konstance, ia pergi ke Cologne pada tahun 1324 untuk memulai karirnya dibawah bimbingan Meister (atau Master) Eckhart. Eckhart sungguh mempengaruhi kehidupan rohani dan ajaran Suso secara mendalam.
Pada tahun 1236, Suso kembali ke Konstance untuk mengajar teologi di sekolah biara Dominikan. Dalam kurun waktu itu, ia mulai banyak menulis tentang mistisisme. Dalam bukunya yang berjudul Buku kecil tentang kebenaran, Suso memaparkan mistisisme secara teoritis dan dengan tegas membela ajaran Eckhart. Dalam buku ini, ia menunjukkan kesetiannya kepada Eckhart sekaligus berusaha membenarkan dirinya terhadap tuduhan-tuduhan yang diberikan kepadanya. Dalam bukunya Buku Kecil tentang kebijaksanaan Abadi yang disebut sebagai hasil karya terindah dalam mistisisme Jerman Henry menuliskan percakapan-percakapan rohaninya dengan Kristus. Buku ini penuh dengan devosi kepada luka-luka Yesus, kepada nama Yesus, kepada Maria dan kepada Ekaristi. Suso sendiri kemudian menerjemahkan buku ini kedalam bahasa latin dengan judul Horologium Sapientia (Jam Kebijaksanaan). Dalam bukunya yang berjudul Kehidupan, Suso menuliskan percakapan- percakapan rohani dengan muridnya, Elisabeth Stagel. Buku ini lebih merupakan kisah sebuah jiwa daripada suatu biografi. Ajaran Suso hangat, personal dan lembut. Bahasanya indah dan punya daya tarik yang mendalam. Dari tahun 1335, Suso membaktikan seluruh hidupnya dalam karya pewartaan Sabda dan bimbingan Rohani kepada umat dan rohaniwan dan rohaniwati. Dalam hal ini, Suso dikarunia bakat istimewa. Karya ini mencampakkannya dalam kesibukan mengunjungi banyak biara untuk memberikan bimbingan rohani. Ia pergi ke biara suster-suster Dominikan di Swiss, dan Netherland. Ia dibantu oleh sahabat-sahabatnya mistikus Yohanes Tauler dan Henry dari Nordlingen. Karena bakat dan pengalamannya ini, ia diangkat menjadi pemimpin Sahabat-sahabat Allah, suatu serikat religius yang terdiri dari rohaniwan dan awam untuk mendalami bentuk-bentuk kehidupan rohani yang lebih tinggi.
Pada tahun 1343-1344, Suso menjadi pemimpin imam-imam Dominikan Konstance, yang tinggal di pengasingan Diessenhofen karena menolak mendukung Kaisar Louis dari Bavaria. Pada tahun 1349, ia dikirim ke Ulm untuk mewartakan dan membimbing umat dan rohaniwan rohaniwati disana. Disanalah ia menghembuskan nafasnya pada tanggal 25 Januari 1366.
Santa Emerensiana
Emerensiana adalah saudara angkat Santa Agnes. Menurut cerita rakyat, Emerensiana dirajam dengan batu hingga mati ketika ia sedang berdoa di makam Santa Agnes, dua hari setelah wafatnya.
Ketika itu Emerensiana masih menjalani masa katekumenat. Ia seorang katekumen yang rajin mengikuti pelajaran-pelajaran agama dan menata hidupnya menurut ajaran iman Kristen. Meskipun ia masih katekumen, kematiannya telah merupakan suatu permandian baginya, permandian dalam darah. Oleh karena itu cukup beralasan bila jenazah Emerensiana dimakamkan di pekuburan Kristen di Roma sebagai seorang martir. Kisah tentang seluruh hidupnya tidak banyak diketahui.
Yohanes Penderma, Pengaku Iman
Jika kita yang hina dan tidak layak ini, memohon bantuan Tuhan siang dan malam, kiranya perlu juga kita bersedia mendengarkan dan mengabulkan permintaan sesama saudara kita. Inilah pikiran dasar yang menjadi motto hidup Yohanes Penderma. Motto ini sungguh mewarnai seluruh hidup dan pelayannya kepada umat.
Yohanes lahir di Siprus pada pertengahan abad keenam. Ia mempunyai seorang istri dan beberapa anak. Hidup mereka sekeluarga sangat bahagia. Tetapi karena suatu sebab, istri dan anak- anaknya meninggal mendahului dia ke alam baka. Peristiwa duka ini dianggap sebagai kehendak dan rencana Tuhan atas dirinya. Sepeninggal istri dan anak-anaknya, ia memutuskan untuk mengabdikan seluruh hidupnya bagi karya pelayanan kepada kaum fakir miskin. Harta kekayaannya dibagi-bagikan seluruhnya kepada para fakir miskin tersebut. Para miskin disebutnya sebagai majikan- majikannya yang menuntut pelayanan segera. Ia sendiri menganggap dirinya sebagai hamba dan pelayan mereka.
Perhatiannya kepada fakir miskin ini semakin meningkat ketika ia diangkat menjadi Batrik Aleksandria. Ia berusaha mengumpulkan semua kaum miskin, kira-kira berjumlah tujuh ribu lima ratus orang, dan sedapat mungkin membantu mereka agar memperoleh pekerjaan. Setiap hari Rabu dan Sabtu, ia menyiapkan waktu khusus di Gereja untuk berbincang-bincang dengan mereka, mendengarkan keluhan- keluhan mereka, serta menolong memecahkan masalah mereka. Terhadap orang-orang kaya yang kikir dan angkuh, ia bersikap tegas. Namun ketegasannya tidak mengurangi simpatik mereka kepada Yohanes, karena sikapnya yang lembut, ramah dan penuh cinta kepada para umatnya.
Tuhan menganugerahkan kepadanya kemampuan membuat mukzijat dan kebijaksanaan memimpin gereja. Ia dinamakan Yohanes Penderma karena kesediaanya membagikan hartanya kepada para miskin dan kelembutannya dalam mendengarkan mereka. Ia meninggal pada tahun 620.
Santa Martina
Martina dikenal sebagai putri bangsawan Romawi yang kaya raya. Hari kelahirannya dan kematiannya tidak diketahui dengan pasti. Yang diketahui tentang dirinya adalah bahwa ia adalah seorang wanita dermawan yang membagi-bagikan harta warisan orang tuanya kepada fakir miskin. Penganiyaan terhadap dirinya hingga mati diperkirakan pada masa pemerintahan kaisar Aleksander Saverus (222-235). Perlakuan sadis ini ditimpakan pada dirinya karena dia tidak sudi membawakan kurban kepada dewa-dewa bangsa Romawi. Ia dipaksa dengan berbagai macam cara yang kejam, namun pendiriannya tetap teguh, yakni bahwa imannya akan Kristus yang memberikan kebahagiaan kekal lebih penting dari kehidupan dunia yang fana ini.
Sejumlah Mukzijat dihubungkan dengan Martina. Untuk menghormati dia maka pada abad ketujuh didirikan sebuah gereja kecil. Kemudian pada tahun 1634, Sri Paus Urbanus VIII (1623-1644) mendirikan sebuah gereja untuk menghormatinya.
Santo Ildephonsus
Sebagai seorang pemuda turunan bangsawan, Ildephonsus memiliki banyak harta kekayaan dan dihormati masyarakat. Kehidupannya dihiasi dengan kesenangan-kesenangan duniawi bersama dengan kawan-kawannya. Meskipun demikian, Tuhan mempunyai suatu rencana khusus atas dirinya. Atas rahmat Allah, Ildephonsus merobah cara hidupnya. Ia meninggalkan segala kefanaan duniawinya, lalu mengikuti Yesus.
Kemudian, ia mengajukan permohonan kepada pimpinan sebuah biara, dekat Toledo, Spanyol untuk menjadi seorang biarawan. Permohonannya diterima. Sejak itu ia mulai menjalani sebuah corak hidup yang baru, yang bisa lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Perkembangan hidup rohani menjadi perhatiannya yang utama. Devosi kepada Bunda Maria merupakan kecintaannya. Ia kemudian dipilih menjadi Abbas biara itu.
Sebagai pimpinan biara, Ildephonsus mengerahkan seluruh perhatian dan dayanya demi kemajuan biaranya. Dengan bijaksana dan pandangan-pandangannya yang baik, ia mampu melawan ajaran yang tidak benar. Pernah ia menulis sebuah buku untuk melawan ajaran sesat yang menyangkal Keperawanan Bunda Maria sebagai Bunda Allah.
Pada tahun 657, ia diangkat menjadi Uskup Agung kota Toledo. Dengan bijaksana ia memimpin umatnya. Devosi kepada Bunda Maria yang menjadi kecintaannya merambat luas menjadi devosi seluruh umatnya. Bahkan atas anjurannya, di seluruh kerajaan Spanyol, devosi kepada Maria menjadi suatu ibadat nasional. Bunda Maria pernah menampakkan diri kepadanya pada waktu ia sedang merayakan Misa pada pesta Maria merima Kabar Gembira, dan mengucapkan banyak terima kasih atas jasa-jasanya untuk membela kehormatannya. Ildephonsus meninggal dunia pada tahun 667.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari