Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Di Manakah Engkau
Anak-anak suka main petak umpet. Tetapi perhatikanlah: anak kecil yang bersembunyi sebenarnya ingin ditemukan. Kalau terlalu lama tidak ketemu, ia akan batuk-batuk kecil atau menggoyangkan tirai. Bersembunyi itu melelahkan. Ditemukan itu melegakan.
Bacaan pertama hari raya ini memuat pertanyaan pertama Allah kepada manusia dalam seluruh Kitab Suci: "Di manakah engkau?" Adam dan Hawa baru saja jatuh, lalu bersembunyi di antara pepohonan. Allah tentu tahu tempat mereka. Pertanyaan itu bukan soal lokasi. Itu pertanyaan hati: engkau di mana sekarang, sesudah semua ini? Dan sejak hari itu, sejarah manusia adalah sejarah bersembunyi. Kita bersembunyi di balik kesibukan, di balik alasan, di balik saling menyalahkan. Adam menunjuk Hawa, Hawa menunjuk ular.
Tetapi di taman yang porak-poranda itu Allah menanam sebuah janji: keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Para bapa Gereja menyebutnya kabar baik yang pertama. Kejatuhan belum selesai diumumkan, rencana penyelamatan sudah disiapkan.
Hari ini kita merayakan buah sulung rencana itu: Maria yang dikandung tanpa noda. Paulus menulis kepada jemaat Efesus bahwa Allah "telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya." Pada Maria, kalimat itu digenapi secara penuh sejak detik pertama hidupnya. Ia disiapkan seperti orang menyiapkan kamar bagi tamu agung: dibersihkan lebih dulu, jauh sebelum tamunya datang.
Maka dengarkanlah bedanya di Injil. Kepada Adam dan Hawa yang bersembunyi, Allah bertanya, "Di manakah engkau?" Kepada Maria, malaikat justru datang menyapa: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Yang satu bersembunyi dari Allah, yang satu didatangi Allah dan tidak lari. Maria terkejut, bertanya, tidak serta-merta paham. Tetapi ia tidak bersembunyi. Jawabannya membuka kembali pintu yang dulu dibanting: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Hawa disebut ibu semua yang hidup. Maria menjadi ibu Sang Hidup itu sendiri. Apa artinya bagi kita yang masih sering bersembunyi? Sederhana: berhenti bersembunyi. Pertanyaan "di manakah engkau" masih diajukan Allah setiap hari, dengan suara yang sama lembutnya. Ia bukan mencari untuk menghukum. Ia mencari karena rindu. Dan seperti anak dalam permainan petak umpet, bagian terbaik kita bukan saat berhasil sembunyi. Bagian terbaik adalah saat ditemukan.
Bapa, aku lelah bersembunyi. Bersama Maria yang tak bernoda, ajarilah aku menjawab: jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Inilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Mazmur 23 (24)
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonInilah Raja surgawi kita; Ia datang dengan kuasa dan kekuatan untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Antifon 2Hai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Mazmur 65 (66)
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
AntifonHai putri Yerusalem, bersukacitalah dan bergembiralah; Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut; Penyelamatmu sedang dalam perjalanan.
Antifon 3Marilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
AntifonMarilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
AntifonMarilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
AntifonMarilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
AntifonMarilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
AntifonMarilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
AntifonMarilah kita membersihkan hati kita untuk kedatangan Raja kita yang agung, agar kita siap menyambut-Nya; Ia datang dan tidak akan menunda.
Responsorium Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7
Responsorium Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
AntifonMarilah kami menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mezbah-Mu.
Mazmur 50
Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbah-Mu.
Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
‘sia-sialah Engkau mencari Aku’.*
Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Mazmur 99
Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Bacaan Singkat (Yer 30:21-22)
Antifon KidungSungguh Allah akan datang sebagai putera Daud. Ia akan menjadi raja, Alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSungguh Allah akan datang sebagai putera Daud. Ia akan menjadi raja, Alleluya.
Doa Permohonan
Allah Bapa telah menyatakan kemuliaan-Nya kepada manusia dengan perantaraan Putera-Nya. Oleh sebab itu, marilah kami dengan senang hati menyerukan: ℟.
℟. Dimuliakanlah nama-Mu, ya Tuhan.
Ya Tuhan, ajarlah kami menerima satu sama lain,* seperti Kristus juga menerima kami dalam kemuliaan Allah. ℟.
Penuhilah kami dengan kegembiraan dan kedamaian iman,* agar kami berjalan dalam pengharapan dan kekuatan Roh Kudus. ℟.
Ya Tuhan, tolonglah semua orang menurut besarnya belaskasihan-Mu,* terimalah mereka, yang tak sempat mengenal Engkau, tetapi yang berharap akan Dikau. ℟.
Engkau memanggil dan menguduskan kaum pilihan-Mu,* angkatlah kami orang berdosa untuk menerima mahkota kebahagian abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (IS 2, 11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintah-Mu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan singkat Kol 3,12-13
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dn 9, 19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadap-Mu.
Mazmur 40
Tuhan membahagiakannya di bumi,*
tetapi hatinya memikirkan kejahatan,*
Antifon 1Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadap-Mu.
Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kami, benteng kuatlah bagi kami Allah Yakub.
Mazmur 45
busur dipatahkan-Nya, tombak diremukkan-Nya,*
Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kami, benteng kuatlah bagi kami Allah Yakub.
Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu,*
Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Antifon KidungDari Mesir kupanggil Putera-Ku. Ia akan datang untuk menyelamatkan bangsa-Nya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungDari Mesir kupanggil Putera-Ku. Ia akan datang untuk menyelamatkan bangsa-Nya.
Doa Permohonan
Kristuslah gembala dan pembimbing hati kami. Marilah kami berkata dengan penuh kepercayaan: ℟.
℟. Peliharalah umat-Mu, ya Tuhan.
Gembala kawanan Allah yang baik,* datanglah untuk mempersatukan seluruh kawanan-Mu di dalam Gereja-Mu. ℟.
Ya Tuhan, berilah pertolongan kepada para gembala umat-Mu yang sedang mengembara ini,* agar mereka menggembalakan kawanan-Mu dengan tekun hingga saat kedatangan-Mu. ℟.
Pilihlah dari antara umat-Mu orang yang menjadi bentara sabda-Mu,* untuk mewartakan Injil-Mu sampai ke ujung bumi. ℟.
Kasihanilah semua orang yang bersusah payah dan yang putus asa ditengah jalan,* supaya mereka bertemu dengan seorang sahabat yang suka menolong. ℟.
Perlihatkanlah kemuliaan-Mu dalam perjamuan surgawi,* kepada mereka yang mendengarkan sabda-Mu di dunia ini. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Hari Raya ini merayakan iman Gereja bahwa Santa Perawan Maria, sejak saat pertama ia dikandung dalam rahim ibunya, dibebaskan dari segala noda dosa asal. Ini adalah karunia istimewa yang diberikan Allah kepadanya demi jasa Yesus Kristus, dengan memandang ke depan pada penebusan yang akan dikerjakan Putranya. Perlu dibedakan: perayaan ini bukan tentang cara Yesus dikandung, melainkan tentang Maria sendiri yang dikandung tanpa noda oleh Yoakim dan Anna.
Dasar iman ini bergema dalam sapaan malaikat Gabriel: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau (Luk 1:28). Maria disapa sebagai yang penuh rahmat, sepenuhnya suci dan pantas menjadi kediaman Sang Sabda. Doktrin ini diperdebatkan para teolog selama berabad-abad pada Abad Pertengahan sebelum akhirnya dirumuskan secara pasti.
Pada 8 Desember 1854, Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus memaklumkan Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai dogma iman Gereja. Empat tahun kemudian, dalam penampakan di Lourdes tahun 1858, Bunda Maria memperkenalkan diri kepada Bernadette dengan kata-kata Akulah Yang Dikandung Tanpa Noda, yang oleh banyak orang dipandang sebagai peneguhan atas dogma tersebut.
Bagi umat, hari raya ini memuliakan kekudusan Allah yang bekerja dalam diri Maria, sekaligus menjadi tanda pengharapan akan penebusan yang ditawarkan Kristus kepada seluruh umat manusia.
Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik Ineffabilis Deus, 8 Desember 1854.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari