Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
(45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!
(45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
(45-13) Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.
(45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Nyanyian dari Pegunungan
Lagu-lagu besar tidak selalu lahir di gedung konser. Kadang ia lahir di dapur, di sawah, di punggung bukit, dinyanyikan perempuan sederhana sambil bekerja. Nyanyian seperti itu tidak direkam studio, tetapi diwariskan dari mulut ke mulut, dari ibu ke anak. Justru karena lahir dari hidup yang sesungguhnya, ia bertahan melampaui zaman.
Magnificat adalah lagu semacam itu. Maria, gadis dari kampung kecil Nazaret, sedang mengandung. Ia menempuh perjalanan jauh ke pegunungan Yehuda untuk menolong Elisabet, saudarinya yang hamil di usia tua. Dua ibu hamil bertemu, dan yang terjadi bukan keluh kesah, melainkan ledakan sukacita. Bayi melonjak dalam rahim. Lalu Maria bernyanyi: “Jiwaku memuliakan Tuhan.”
Simak liriknya baik-baik. Ini bukan lagu yang manis-manis saja. Yang congkak dicerai-beraikan. Yang berkuasa diturunkan dari takhta. Yang rendah ditinggikan. Yang lapar dikenyangkan. Yang kaya disuruh pergi dengan tangan hampa. Dari mulut seorang gadis desa, wong cilik di mata dunia, mengalir keyakinan bahwa Allah bekerja membalik keadaan.
Hari ini Gereja merayakan puncak dari pembalikan itu: Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Perempuan yang bermadah “Ia meninggikan orang-orang yang rendah” kini mengalaminya secara penuh. Kitab Wahyu melukiskannya sebagai tanda besar di langit: perempuan berselubungkan matahari, bulan di bawah kakinya, mahkota dua belas bintang di kepalanya.
Apa artinya bagi kita? Paulus menjelaskannya dalam bacaan kedua: Kristus telah bangkit sebagai yang sulung, lalu menyusul mereka yang menjadi milik-Nya. Maria adalah buah pertama dari panen itu. Ia bukti bahwa janji kebangkitan bukan kiasan. Tubuh manusia, dengan segala kerapuhannya, ternyata dimaksudkan untuk kemuliaan, bukan untuk berakhir sebagai debu belaka.
Maka pesta hari ini adalah pesta pengharapan. Naga dalam Kitab Wahyu memang masih berkeliaran: kejahatan, penyakit, maut. Tetapi ujung cerita sudah ditentukan. Musuh terakhir, yaitu maut, akan dibinasakan. Yang setia pada Allah tidak jatuh ke mana-mana selain ke dalam tangan-Nya.
Dan jangan lupa: Maria menerima kemuliaan itu bukan karena melakukan hal-hal spektakuler. Ia percaya, ia berangkat menolong saudarinya, ia bertahan di kaki salib. Kesetiaan dalam hal-hal kecil ternyata jalan menuju hal-hal besar. Surga, kata pesta ini, dimulai dari kesediaan berangkat menolong saudara.
Adakah “Elisabet” yang menanti kunjungan kita pekan ini? Mungkin dari sanalah nyanyian syukur kita akan lahir.
Bunda Maria yang diangkat ke surga, doakanlah kami, agar setia di bumi dan sampai di rumah Bapa. Amin.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
Mazmur 144 (145)
Pujian akan keagungan Allah
Tuhan, Engkaulah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).
AntifonHari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
AntifonHari demi hari aku akan memuji-Mu, Tuhan, alleluya.
Antifon 2Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.
Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Hosea 11:8, 9; Yeremia 31:3
Bacaan Kedua
Responsorium Mazmur 101:1-2
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kami bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kami, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
AntifonMarilah kami bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kami, Alleluya .
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatan-Mu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatan-Mu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Mengapa 7,10.12)
Antifon Kidung(Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tangan-Mu,* sambil mengenangkan kebangkamin-Mu. ℟.
Semoga roh-Mu mengajar kami bertindak seturut keinginan hati-Mu,* dan semoga kebijaksanaan-Mu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umat-Mu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuh-Mu. ℟.
Kami mengucap syukur kepada-Mu,* atas kurnia-Mu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setia-Nya, Alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Alleluya.
Antifon 3Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Antifon 3Syukur kepada-Mu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, Alleluya.
Bacaan singkat Gal 6,9-10
Doa Penutup (Mi V)
Tuhan, hanya pada-Mulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umat-Mu selalu dengan cinta kasih-Mu. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa.
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa.
Mazmur 140
Antifon 1Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapan-Mu bagaikan dupa.
Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.
Mazmur 141
Engkaulah pelindungku,*
Antifon 2Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.
Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Antifon Kidung(Mi V): Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.
Doa Permohonan
℟. Dampingilah umat-Mu, ya Tuhan.
Tuhan yang kudus, Bapa yang Maha Kuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umat-Mu dapat menikmati kesejahteraan dan damai. ℟.
Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaan-Mu,* supaya akhirnya semua manusia selamat. ℟.
Semoga suami isteri hidup dalam damai-Mu, bertindak seturut kehendak-Mu,* dan saling mencintai seumur hidup. ℟.
Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal. ℟.
Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga. ℟.
Bapa Kami
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga
Hari Raya ini merayakan kebenaran iman bahwa Santa Perawan Maria, pada akhir hidupnya di dunia, diangkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan tubuh dan jiwanya. Maria, yang sejak awal dikandung tanpa noda dosa dan menjadi Bunda Allah, tidak dibiarkan mengalami kebinasaan tubuh di dalam kubur, melainkan disatukan sepenuhnya dengan Putranya yang mulia.
Meski peristiwa ini tidak diceritakan langsung dalam Kitab Suci, iman akan pengangkatan Maria berakar pada tradisi kuno Gereja dan pada keseluruhan misteri keselamatan. Sebagai buah pertama penebusan Kristus, Maria menikmati lebih dahulu apa yang dijanjikan kepada semua orang beriman. Kidung Wahyu tentang perempuan yang berselubungkan matahari (Wahyu 12:1) sering dibaca sebagai gambaran kemuliaannya.
Keyakinan ini sudah dirayakan Gereja Timur maupun Barat sejak berabad-abad lamanya sebagai pesta yang agung. Menjelang pertengahan abad kedua puluh, banyak uskup dan umat mendesak agar kebenaran ini dinyatakan secara resmi. Paus Pius XII lebih dulu meminta pendapat seluruh uskup sedunia, dan lebih dari seribu uskup menyatakan persetujuan.
Maka pada 1 November 1950, melalui konstitusi apostolik Munificentissimus Deus, Paus Pius XII memaklumkan sebagai dogma iman bahwa Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Ini adalah satu-satunya pernyataan ex cathedra sejak dogma infalibilitas dirumuskan. Bagi umat hari ini, Hari Raya ini adalah tanda pengharapan pasti bahwa mereka pun dipanggil kepada kemuliaan tubuh dan jiwa bersama Allah.
Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius XII pada 1 November 1950 melalui konstitusi apostolik Munificentissimus Deus.
Santo Tarsisius
Tarsisius dihormati Gereja sebagai pelindung para akolit dan pelayan Misa. Menurut tradisi abad ketiga, yang didasarkan pada sebuah syair dari Paus Santo Damascus (366-384), Tarsisius adalah seorang martir yang mati di tangan orang-orang kafir karena ia menolak menyerahkan Tubuh Kristus kepada anjing-anjing penindas itu. Sedangkan menurut tradisi abad keenam, Tarsisius dikenal sebagai seorang akolit muda yang ditugaskan membawa Komuni Kudus kepada orang-orang Kristen yang dipenjarakan selama masa penganiayaan yang dilancarkan oleh Kaisar Valerianus (253-260). Penghormatan dan kebaktian kepada Sakramen MahaKudus didasarkan pada kesaksian iman Tarsisius. Tarsisius dikuburkan di pekuburan Santo Kallistus di Roma.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari