Doa Katolik
Doa Hari Ini

Kamis VIII Masa Biasa

Kamis, 27 Mei 2027ยท Hijau
27 Mei 2027

Bacaan Misa

Kamis VIII Masa Biasa
Bacaan Pertama

Pekerjaan Tuhan hendak kukenangkan, dan apa yang telah kulihat hendak kukisahkan. Segala pekerjaan Tuhan dijadikan dengan firman-Nya. Matahari bercahaya memandang segala sesuatunya dan ciptaan Tuhan itu penuh dengan kemuliaan-Nya. Kepada orang-orang-Nya yang kudus Tuhan tidak memberikan kemampuan untuk menceritakan segala buatan-Nya yang mengagumkan, yang telah ditentukan Tuhan alam semesta, supaya jagat raya didukung dengan kemuliaan-Nya. Lubuk lautan dan hati diselami oleh-Nya, dan segala rencananya diketahui-Nya. Sebab Yang Mahatinggi mengenal segala sesuatu yang dapat dikenal dan menilik tanda-tanda zaman. Yang sudah-sudah diberitahukan-Nya dan juga apa yang datang, dan bekas dari apa yang tersembunyipun disingkapkan-Nya. Tidak ada pikiran satupun yang terluput dari pada Tuhan dan perkataan manapun tak tersembunyi bagi-Nya. Ciptaan besar dari kebijaksanaan-Nya rapih diatur oleh-Nya, oleh karena dari kekal sampai kekal Ia ada. Tidak ada sesuatupun yang dapat ditambahkan atau diambil dari padanya dan Ia tidak membutuhkan seorangpun sebagai penasehat. Betapa eloklah segala ciptaan Tuhan, tetapi hanya sebagai bunga api sajalah apa yang nampak. Semuanya hidup dan tetap tinggal untuk selama-lamanya guna setiap keperluan, dan semuanya patuh kepada-Nya. Segala-galanya berpasang, yang satu berhadapan dengan yang lain, dan tidak ada sesuatupun yang diciptakan-Nya kurang lengkap. Yang satu menguatkan kebaikan dari yang lain, dan siapa gerangan pernah kenyang-kenyang memandang kemuliaan Tuhan?

Mazmur Tanggapan

Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.
Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia!
Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.

Bacaan Injil

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Mata yang Tak Pernah Kenyang

Renungan ยท 1 menit baca

Orang yang baru pulih dari operasi katarak sering bercerita hal yang sama: dunia ternyata seterang ini. Daun kelihatan helainya, wajah cucu kelihatan jelas. Hal-hal yang dulu biasa mendadak menakjubkan. Yang berubah bukan dunianya, melainkan matanya.

Kemarin kita mendengar Yesus berkata bahwa Ia datang untuk melayani. Hari ini, dalam perjalanan yang sama menuju Yerusalem, Ia berhenti untuk seorang pengemis buta. Bartimeus duduk di pinggir jalan Yerikho. Ketika Yesus lewat, ia berseru dan tidak mau didiamkan: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Ditanya Yesus apa yang ia kehendaki, jawabnya lurus: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Dan ia melihat. Apa yang pertama dilihatnya? Wajah Yesus. Pantas saja ia langsung mengikuti Dia dalam perjalanan-Nya.

Sirakh dalam bacaan pertama adalah orang yang matanya sudah lama celik. Ia memandang matahari, laut, dan segala pekerjaan Tuhan, lalu menulis dengan takjub: "Betapa eloklah segala ciptaan Tuhan." Ia menutup dengan pertanyaan yang indah: siapa gerangan pernah kenyang-kenyang memandang kemuliaan Tuhan?

Kita punya mata yang sehat, tetapi sering buta kebiasaan. Langit pagi tidak lagi kita tengok. Berkat harian tidak lagi kita hitung. Barangkali doa Bartimeus perlu menjadi doa kita juga.

Rabuni, buatlah aku melihat: melihat karya-Mu, kebaikan-Mu, dan wajah-Mu di sekitarku. Amin.

Invitatorium

Kamis VIII Masa Biasa

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Kamis VIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, datanglah menolong aku.
โ„Ÿ.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Akulah Tuhan yang membawa terang melalui awan
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain
Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan yang telah menciptakannya.
Akulah Tuhan yang membawa terang melalui awan
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Biarlah bumi terbuka, dan keselamatan berbuah;
Biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan Allahmu, di samping-Ku tiada allah lain
Aku memanggilmu dengan namamu biarlah Langit menghujankan kebenaran
Akulah Tuhan yang telah menciptakannya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Mazmur 88 (89):39-53

Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud

Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).

IV
Namun Engkau telah menolak dan mencampakkan,

dan murka kepada orang yang telah Engkau urapi.

Engkau telah membatalkan perjanjian-Mu dengan hamba-Mu

dan mencemarkan mahkotanya dalam debu.
Engkau telah merobohkan semua temboknya

dan meruntuhkan benteng-bentengnya.

Ia dijarah oleh semua yang lewat:

ia telah menjadi ejekan tetangganya.
Engkau telah meninggikan tangan kanan musuh-musuhnya;

Engkau telah membuat semua musuhnya bersukacita.

Engkau telah membuat pedangnya menyerah,

Engkau tidak menopangnya dalam pertempuran.
Engkau telah mengakhiri kemuliaannya;

Engkau telah menjatuhkan takhtanya ke tanah.

Engkau telah memendekkan tahun-tahun masa mudanya;

Engkau telah menumpuk aib padanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

โ„Ÿ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.

Antifon 2Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

V
Berapa lama lagi, ya Tuhan? Apakah Engkau akan menyembunyikan diri-Mu selama-lamanya?

Berapa lama lagi murka-Mu akan menyala seperti api?

Ingatlah, Tuhan, betapa singkatnya hidupku

dan betapa rapuhnya Engkau telah menjadikan anak-anak manusia.

Manusia mana yang dapat hidup dan tidak pernah melihat kematian?

Siapa yang dapat menyelamatkan dirinya dari cengkeraman kubur?
Di manakah belas kasihan-Mu yang dahulu, ya Tuhan,

yang telah Engkau sumpahkan dalam kesetiaan-Mu kepada Daud?

Ingatlah, Tuhan, bagaimana hamba-Mu diejek,

bagaimana aku harus menanggung semua penghinaan bangsa-bangsa.

Demikianlah musuh-musuh-Mu mengejek aku, ya Tuhan,

mengolok-olok orang yang Engkau urapi pada setiap langkah.
Terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Amin, amin!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

โ„Ÿ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Allah yang penuh belas kasihan dan kesetiaan, Engkau telah membuat perjanjian baru dan abadi dengan manusia dan memeteraikannya dalam darah Putra-Mu. Ampunilah kebodohan ketidaksetiaan kami dan buatlah kami menaati perintah-perintah-Mu, agar dalam perjanjian baru kami, kami dapat menjadi saksi dan pewarta kesetiaan dan kasih-Mu di bumi, dan turut serta dalam kemuliaan-Mu di surga.

AntifonAkulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.

Antifon 3Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Mazmur 89 (90)

Semoga kami hidup dalam cahaya Allah

Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).

Ya Tuhan, Engkau telah menjadi perlindungan kami

dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebelum gunung-gunung lahir

atau bumi atau dunia diciptakan,

Engkau adalah Allah, tanpa permulaan atau akhir.
Engkau mengembalikan manusia menjadi debu

dan berkata: "Kembalilah, anak-anak manusia."

Di mata-Mu seribu tahun

adalah seperti kemarin, datang dan pergi,

tidak lebih dari jaga malam.
Engkau menyapu manusia seperti mimpi,

seperti rumput yang tumbuh di pagi hari.

Di pagi hari ia tumbuh dan berbunga:

menjelang malam ia layu dan pudar.
Maka kami dihancurkan dalam murka-Mu,

dilanda ketakutan dalam amarah-Mu.

Kesalahan kami terbuka di hadapan-Mu;

rahasia kami dalam terang wajah-Mu.
Semua hari kami berlalu dalam murka-Mu.

Hidup kami berakhir seperti desahan.

Jangka waktu kami tujuh puluh tahun

atau delapan puluh bagi mereka yang kuat.
Dan sebagian besar dari ini adalah kehampaan dan penderitaan.

Mereka berlalu dengan cepat dan kami pun tiada.

Siapa yang memahami kekuatan murka-Mu

dan takut akan kekuatan amarah-Mu?
Buatlah kami mengetahui singkatnya hidup kami

agar kami memperoleh hikmat hati.

Tuhan, berbelas kasihanlah! Apakah murka-Mu selamanya?

Tunjukkan belas kasihan kepada hamba-hamba-Mu.
Di pagi hari, penuhilah kami dengan kasih-Mu;

kami akan bersukacita dan bergembira sepanjang hari-hari kami.

Berikanlah kami sukacita untuk menyeimbangkan penderitaan kami

untuk tahun-tahun ketika kami mengalami kemalangan.
Tunjukkanlah karya-Mu kepada hamba-hamba-Mu;

biarlah kemuliaan-Mu bersinar pada anak-anak mereka.

Biarlah kemurahan Tuhan menyertai kami:

berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami,

berikanlah keberhasilan pada pekerjaan tangan kami.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

โ„Ÿ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa yang kekal, Engkau memberi kami hidup meskipun kami bersalah dan bahkan menambahkan hari dan tahun pada hidup kami untuk membawa kami pada hikmat. Buatlah kami mengasihi dan menaati Engkau, agar pekerjaan tangan kami selalu menunjukkan apa yang telah dilakukan tangan-Mu, sampai hari kami memandang keindahan wajah-Mu.

AntifonTahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pada-Mu adalah sumber kehidupan.

โ„Ÿ Dalam terang-Mu kami melihat terang itu sendiri.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Pengkhotbah

6:12โ€”7:28

Jangan terlalu bijaksana
Siapa yang tahu apa yang baik bagi manusia dalam hidup, hari-hari yang terbatas dari hidupnya yang sia-sia (yang telah Allah jadikan seperti bayangan)? Karena siapa yang dapat memberitahu manusia apa yang akan datang setelah dia di bawah matahari?
Nama baik lebih baik daripada minyak wangi yang baik,

dan hari kematian daripada hari kelahiran.

Lebih baik pergi ke rumah duka

daripada ke rumah pesta.

Sebab itulah akhir setiap manusia,

dan orang yang hidup harus merenungkannya.

Kesedihan lebih baik daripada tawa,

karena ketika wajah sedih hati menjadi lebih bijaksana.

Hati orang bijak ada di rumah duka,

tetapi hati orang bodoh ada di rumah kegembiraan.
Lebih baik mendengarkan teguran orang bijak

daripada mendengarkan nyanyian orang bodoh;

Sebab seperti bunyi duri yang terbakar di bawah periuk,

demikianlah tawa orang bodoh.

Ini pun kesia-siaan,

Sebab penindasan dapat membuat orang bijak menjadi bodoh,

dan suap merusak hati.

Akhir perkataan lebih baik daripada permulaannya;

roh yang sabar lebih baik daripada roh yang sombong.
Janganlah dalam roh menjadi cepat tidak puas,

karena ketidakpuasan berdiam di dada orang bodoh.
Jangan berkata: Mengapa zaman dahulu lebih baik daripada sekarang? Sebab bukan dalam hikmat Engkau menanyakan hal ini.

Hikmat dan warisan adalah baik,

dan keuntungan bagi mereka yang melihat matahari.
Sebab perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang; dan keuntungan pengetahuan adalah bahwa hikmat memelihara kehidupan pemiliknya.
Perhatikanlah pekerjaan Allah. Siapa yang dapat meluruskan apa yang telah Ia bengkokkan? Pada hari yang baik nikmatilah hal-hal yang baik, dan pada hari yang jahat renungkanlah: Keduanya telah Allah jadikan, sehingga manusia tidak dapat menyalahkan-Nya dalam hal apa pun.
Aku telah melihat segala macam hal dalam hari-hari kesia-siaanku: orang benar binasa dalam kebenarannya, dan orang fasik bertahan dalam kefasikannya. โ€œJangan terlalu benar, dan jangan terlalu bijaksana, jangan sampai Engkau hancur. Jangan terlalu fasik, dan jangan bodoh. Mengapa Engkau harus mati sebelum waktunya?โ€ Adalah baik untuk berpegang pada aturan ini, dan tidak melepaskan yang itu; tetapi orang yang takut akan Allah akan berhasil dalam segala hal.
Hikmat adalah pertahanan yang lebih baik bagi orang bijak daripada sepuluh pangeran di kota, namun tidak ada manusia di bumi yang begitu benar sehingga berbuat baik dan tidak pernah berdosa. Janganlah memperhatikan setiap perkataan yang diucapkan jangan sampai Engkau mendengar hamba-Mu berbicara buruk tentang Engkau, karena Engkau tahu dalam hati-Mu bahwa Engkau telah berkali-kali berbicara buruk tentang orang lain.
Semua hal ini aku selidiki dalam hikmat. Aku berkata, โ€œAku akan memperoleh hikmatโ€; tetapi itu di luar jangkauanku. Apa yang ada sangat luas; itu dalam, sangat dalam: siapa yang dapat menemukannya? Aku mengarahkan pikiranku pada pengetahuan; aku mencari dan mengejar hikmat dan akal, dan aku menyadari bahwa kefasikan adalah kebodohan dan kebodohan adalah kegilaan.
Lebih pahit daripada kematian aku menemukan wanita yang adalah perangkap pemburu, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah ikatan penjara. Orang yang menyenangkan Allah akan luput darinya, tetapi orang berdosa akan terperangkap olehnya.
Lihatlah, ini telah aku temukan, kata Qoheleth, menambahkan satu hal ke hal lain agar aku dapat menemukan jawaban yang masih dicari jiwaku dan belum ditemukan: Satu orang dari seribu telah aku temukan, tetapi seorang wanita di antara mereka semua belum aku temukan.

Responsorium (Amsal 20:9; Pengkhotbah 7:21; 1 Yohanes 1:8, 9)

Siapa yang dapat berkata: Hatiku murni; aku bukan orang berdosa?

โ„Ÿ Tidak ada manusia hidup yang begitu kudus yang berbuat baik dan tidak pernah berdosa.
Jika kita mengaku tidak berdosa, kita menipu diri sendiri; tetapi jika kita mengakui dosa-dosa kita, maka Allah yang setia dan adil akan mengampuni kita.

โ„Ÿ Tidak ada manusia hidup yang begitu kudus yang berbuat baik dan tidak pernah berdosa.
Bacaan Kedua

Dari sebuah instruksi oleh Santo Columban, abbas

Kedalaman Allah yang tak terselami
Allah ada di mana-mana dalam kebesaran-Nya, dan di mana-mana dekat. Seperti yang Ia katakan tentang diri-Nya: Aku adalah Allah yang dekat, bukan Allah yang jauh. Allah yang kita cari bukanlah Dia yang berdiam jauh dari kita, karena kita memiliki Dia hadir bersama kita, jika saja kita layak. Dia berdiam di dalam kita seperti jiwa dalam tubuh, jika saja kita adalah anggota-Nya yang sehat, jika kita mati terhadap dosa. Maka sesungguhnya Dia berdiam di dalam kita, Dia yang berkata: Aku akan berdiam di dalam mereka dan berjalan di antara mereka. Jika kita layak akan kehadiran-Nya bersama kita, maka sesungguhnya kita dihidupkan oleh-Nya sebagai anggota-Nya yang hidup. Seperti yang dikatakan Rasul: Di dalam Dia kita hidup dan bergerak dan ada.
Siapa, aku bertanya, yang akan menyelidiki Yang Mahatinggi dalam keberadaan-Nya sendiri, karena Dia melampaui kata-kata atau pemahaman? Siapa yang akan menembus rahasia-rahasia Allah? Siapa yang akan membanggakan bahwa ia mengenal Allah yang tak terbatas, yang memenuhi segala sesuatu, namun meliputi segala sesuatu, yang meresapi segala sesuatu, namun melampaui segala sesuatu, yang memegang segala sesuatu dalam tangan-Nya, namun luput dari genggaman segala sesuatu? Tidak seorang pun pernah melihat-Nya sebagaimana adanya. Tidak seorang pun boleh berani mencari hal-hal yang tak terselidiki dari Allah: sifat-Nya, cara keberadaan-Nya, ke-diri-an-Nya. Ini melampaui kata-kata, melampaui penyelidikan, melampaui penelitian. Dengan kesederhanaan, tetapi juga dengan ketabahan, hanya percayalah bahwa demikianlah Allah dan demikianlah Dia akan ada, karena Allah tidak dapat berubah.
Siapakah Allah itu? Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, satu Allah. Jangan mencari jawaban lebih lanjut mengenai Allah. Mereka yang ingin memahami kedalaman Allah yang tak terselami harus terlebih dahulu mempertimbangkan dunia alam. Pengetahuan tentang Tritunggal dengan tepat dibandingkan dengan kedalaman laut. Hikmat bertanya: Siapa yang akan menemukan apa yang begitu sangat dalam? Sebagaimana kedalaman laut tidak terlihat oleh mata manusia, demikianlah Keallahan Tritunggal ditemukan melampaui jangkauan pemahaman manusia. Jika ada orang, aku berkata, yang ingin tahu apa yang harus ia percayai, ia tidak boleh membayangkan bahwa ia memahami lebih baik melalui perkataan daripada melalui kepercayaan; pengetahuan tentang Allah yang ia cari akan semakin jauh daripada sebelumnya.
Carilah hikmat tertinggi, bukan dengan argumen dalam kata-kata tetapi dengan kesempurnaan hidupmu, bukan dengan perkataan tetapi dengan iman yang berasal dari kesederhanaan hati, bukan dari spekulasi terpelajar orang-orang yang tidak benar. Jika Engkau mencari melalui diskusi untuk Allah yang tidak dapat didefinisikan dalam kata-kata, Dia akan menjauh lebih jauh dari-Mu daripada sebelumnya. Jika Engkau mencari Dia dengan iman, hikmat akan berdiri di tempat hikmat berada, di gerbang. Di mana hikmat ada, hikmat akan terlihat, setidaknya sebagian. Tetapi hikmat juga sampai batas tertentu benar-benar dicapai ketika Allah yang tak terlihat adalah objek iman, dengan cara di luar pemahaman kita, karena kita harus percaya kepada Allah, yang tak terlihat, meskipun Dia sebagian terlihat oleh hati yang murni.

Responsorium Mazmur 36:6-7; Roma 11:33

Tuhan, kasih-Mu sampai ke surga dan kesetiaan-Mu sampai ke awan-awan.

โ„Ÿ Keadilan-Mu seperti gunung-gunung Allah dan penghakiman-Mu seperti kedalaman yang tak terselami.
Betapa dalamnya kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah! Betapa tak terselami penghakiman-Nya!

โ„Ÿ Keadilan-Mu seperti gunung-gunung Allah dan penghakiman-Mu seperti kedalaman yang tak terselami.

Doa Penutup

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa,

agar, senantiasa merenungkan hal-hal rohani,

kami dapat melaksanakan dalam perkataan

maupun perbuatan apa yang menyenangkan hati-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

โ„Ÿ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

โ„Ÿ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Kamis VIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.โ„Ÿ.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Antifon 1Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Antifon 1Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Antifon 2Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a

Bersukacitalah atas Yerusalem,+
bersorak-sorailah karena Sion,*
hai kamu semua yang mencintai dia.

Bergirang dan bergembiralah,*
hai kamu semua yang dulu berkabung bersama dia.

Semoga kamu dihibur dalam pelukannya yang mesra,*
dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.

Sebab, demikianlah firman Tuhan,+
kesejahteraan Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*
dan kemuliaan para bangsa Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.

Bagaikan bayi kamu akan digendong,*
kamu akan dibelai-belai dan dipangku.

Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*
demikianpun Aku akan menghibur kamu.

Mengalami itu, kamu akan bersukaria,*
dan kamu akan mekar laksana bunga.

Antifon 2Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Antifon 3Betapa indahnya memuji Allah kita.

Mazmur 146 (147A)

Betapa indahnya memuji Allah kita,*
betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.

Tuhan membangun kembali Yerusalem,*
Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.

Tuhan menghibur orang yang patah hati,*
dan menyembuhkan luka mereka.

Tuhan menentukan jumlah bintang,*
dan memberi nama kepada masing-masing.

Agunglah Tuhan kita dan mahakuasa,*
kearifanNya tidak terhingga.

Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*
Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*
bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.

Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+
Ia menyediakan hujan bagi bumi,*
dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.

Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*
dan rezeki kepada burung gaggak.

Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*
bukan pula karen ototnya yang kuat,

tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*
yang berharap pada kasih setiaNya.

Antifon 3Betapa indahnya memuji Allah kita.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)

Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kita. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.

Lagu Singkat

โ„ฃ.Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.โ„Ÿ.Pagi.โ„ฃ.Sebab Engkau telah menjadi penolongku.โ„Ÿ.Aku mengingat Engkau.โ„ฃ.Kemuliaan.โ„Ÿ.Pagi.

Antifon KidungTanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umatNya. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

โ„Ÿ. Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.

Terpujilah Engkau, Bapa tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmatMu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut. โ„Ÿ.

Manusia telah Kauciptakan menurut citraMu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan PuteraMu. โ„Ÿ.

Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh kudus. โ„Ÿ.

Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang. โ„Ÿ.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepadaMu tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapanMu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Kamis VIII Masa Biasa

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.โ„Ÿ.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Io 3, 23-24)

Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

Ayat Singkat

โ„ฃ.Engkau, ya Tuhan, meneguhkan orang benar.โ„Ÿ.Engkau yang menyelidiki hati dan batin, ya Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Kamis VIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.โ„Ÿ.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*
sebab aku tidak lupa akan hukumMu.

Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*
hidupkanlah aku sesuai dengan janjiMu.

Orang berdosa jauh dari keselamatanMu,*
sebab mereka tidak memperhatikan ketetapanMu.

Kasih setiaMu melimpah, ya Tuhan,*
hidupkanlah aku seturut sabdaMu.

Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*
namun aku tidak menyimpang dari peraturanMu.

Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*
sebab mereka tidak berpegang pada perintahMu.

Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titahMu,*
hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu.

FirmanMu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*
keputusanMu seluruhnya adil.

Antifon 1Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.

Antifon 2Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 2Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Antifon 3Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*
namun aku tidak dikalahkan.

Punggungku rasanya digarap bajak,*
alur demi alur punggungku digarap.

Semoga Tuhan yang adil,*
menghancurkan bajak itu.

Semoga mundurlah tersipu-sipu,*
semua orang yang membenci Sion.

Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*
yang menjadi layu sebelum dicabut,

yang tak akan digenggam oleh penyabit,*
tidak pula diberkas oleh penuai.

Mereka takkan mendengar salam "Berkat Tuhan bagimu",*
tak ada yang memberkati mereka.

Antifon 3Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan singkat Keb 1,1-2

Cintailah kejujuran, hai para pemimpin umat. Satukanlah dirimu dengan Tuhan dalam kebaikan dan carilah Dia dengan tulus ikhlas. Sebab Tuhan ditemukan oleh orang yang tidak mencobai Dia, dan Ia menyatakan diri kepada orang yang percaya kepadaNya.

โ„ฃ.Percayalah kepada Tuhan dan berbuatlah baik.โ„Ÿ.Tinggallah dalam tanah yang diberikan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Kamis VIII Masa Biasa

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.โ„Ÿ.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Heb 12, 1b-2)

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Ayat Singkat

โ„ฃ.Jiwaku berharap pada Tuhan.โ„Ÿ.Jiwaku menanti akan firman-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Kamis VIII Masa Biasa

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.โ„Ÿ.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Antifon 1Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.

Mazmur 143 (144) - I

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Antifon 1Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.

Antifon 2Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) - II

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*
lepaskanlah aku dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Semoga para pemuda kita diberkati,*
tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.

Semoga para pemudi kita langsing bagaikan tiang berukir,*
bagaikan tiang hiasan istana.

Semoga lumbung kita penuh,*
berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.

Semoga domba kita berkembang biak beribu-ribu,+
bahkan berjuta-juta di padang kita,*
semoga ternak kita segar dan makmur semuanya.

Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*
semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kita.

Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*
berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Antifon 2Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Bacaan singkat lh. Kol 1,23

Hendaklah kamu bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang. Jangan kamu menyimpang dari pengharapan Ijil yang telah kamu dengar, dan yang telah diwartakan kepada semua makhluk yang ada di bawah kolong langit.

Lagu Singkat

โ„ฃ.Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.โ„Ÿ.Tuhanlah.โ„ฃ.Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.โ„Ÿ.Aku takkan berkekurangan.โ„ฃ.Kemuliaan.โ„Ÿ.Tuhanlah.

Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Kristuslah cahaya para bangsa dan kesukaan setiap makhluk. Marilah kita dengan gembira memanjatkan doa dan berkata:

โ„Ÿ. Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.

Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka. โ„Ÿ.

Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih. โ„Ÿ.

Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang. โ„Ÿ.

Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya. โ„Ÿ.

Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahayaMu. โ„Ÿ.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, sambutlah dengan rela ibadat sore kami ini. Semoga kami mengikuti jejak PuteraMu, berbuat baik dengan sabar dan tekun serta menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Kamis VIII Masa Biasa

Pembukaan

โ„ฃ.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.โ„Ÿ.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

โ„ฃ.Kasihanilah kami, ya Tuhan.โ„Ÿ.Sebab kami orang yang berdosa.โ„ฃ.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.โ„Ÿ.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.โ„ฃ.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.โ„Ÿ.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat 1Tes 5,23

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

โ„ฃ.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.โ„Ÿ.Ke dalam.โ„ฃ.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.โ„Ÿ.Ya Tuhan, penyelamatku.โ„ฃ.Kemuliaan.โ„Ÿ.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

โ„ฃ.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.โ„Ÿ.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo Agustinus dari Canterbury

Uskup dan Pengaku Iman

Agustinus dikenal sebagai Uskup Agung dari Canterbury, Inggris. Kehidupan masa mudanya, demikian juga masa kecilnya, tidak diketahui dengan pasti, kecuali bahwa ia berasal dari sebuah keluarga berkebangsaan Roma. Ia masuk biara Benediktin Santo Andreas yang didirikan oleh Gregorius Agung. Oleh Paus Gregorius ini, Agustinus bersama 39 orang temannya diutus ke Inggris untuk mempertobatkan orang-orang Inggris yang masih kafir. Ia menjadi pemimpin rombongan itu. Diantara rekan-rekannya, Agustinus dikenal sebagai Ahli Kitab Suci dan berjiwa rasul. Perjalanan dari Roma ke Inggris cukup melelahkan, bahkan menakutkan mereka karena banyak cerita ngeri beredar tentang orang-orang Inggris yang menjadi sasaran misi mereka. Sebagai pemimpin rombongan, Agustinus berusaha meneguhkan kawan-kawannnya.

Melihat ketakutan yang semakin besar itu, Agustinus memutuskan untuk kembali ke Roma guna mendiskusikan dengan Paus Gregorius tentang kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Dengan iman dan semangat baru, Agustinus kembali menemui kawan-kawannya sambil membawa surat kuasa dari Sri Paus. Surat kuasa dan doa Sri Paus Gregorius membuat mereka berani lagi untuk melanjutkan perjalanan menuju Inggris. Mereka melewatkan musim dingin di Paris, lalu melanjutkan perjalanan pada musim semi tahun 597. Mereka mendarat di Thanet, dan dari sini mereka menantikan ijinan dari raja untuk memasuki Inggris. Beberapa orang juru bahasa diutus menghadap raja raja Ethelbert. Beberapa hari kemudian, Raja Ethelbert sendiri datang menemui para rahib itu. Ia memberikan jaminan keselamatan kepada Agustinus dan kawan-kawannya sehingga mereka tidak mengalami banyak hambatan dalam tugasnya.

Para rahib berarak menemui raja dengan membawa sebuah Salib Suci dan gambar Yesus sambil bernyanyi sehingga arakan itu terasa khikmat dan mengesankan. Oleh raja mereka diijinkan mewartakan Injil dan menetap di ibukota Inggris, Canterbury. Rejeki hidup harian mereka pun dijamin oleh raja. Mereka mulai menjalankan aturan hidup biara Benediktin seperti biasa sambil mewartakan Injil dan mengajar agama. Teladan hidup mereka yang saleh menarik hati penduduk. Raja sendiri dan beberapa pembantu minta diajari agama dan akhirnya dibaptis pada Pesta Pentekosta.

Pada hari raya natal 597 lebih dari 10.000 orang Anglosakson dipermandikan. Hasil ini sangat menggembirakan hati para misionaris Benediktin itu. Peristiwa ini diberitakan kepada Sri Paus Gregorius Agung. Sri Paus membalas surat Agustinus dan kawan-kawannya sambil mengajak mereka agar tetap rendah hati: โ€œApabila engkau mengingat bahwa engkau selalu berdosa terhadap Penciptamu dengan perkataan, perbuatan dan kelalaian, baiklah ingatan itu pun melenyapkan segala kesombongan yang mungkin timbul di dalam hatimuโ€.

Sebagai Uskup Agung Canterbury, Agustinus sungguh berjasa bagi Gereja Katolik Inggris. Ia adalah perintis Gereja disana. Ia membuka dua lagi keuskupan di Inggris, tetapi tidak dapat mempersatukan umat Britania yang telah lama menjadi Kristen itu. Tetapi sebagai perintis, ia sangat berjasa untuk menghantar orang-orang Anglosakson kepada pengenalan akan Kristus dan InjilNya.

Pada tanggal 26 Mei 604, Agustinus meninggal dunia dan dimakamkan di luar tembok Canterbury, dekat sebuah gereja baru yang dibangunnya.

Santo Yulius

Martir

Veteran Romawi ini menjalani dinas militer selama 27 tahun. Ia ditangkap karena memeluk agama Kristen. Bersama dengan Santo Valensio dan Santo Hesikius, ia dipenjarakan di Silistria, Rumania sampai dijatuhi hukuman pancung karena tidak mau menyembah berhala.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari