Bacaan Misa
Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya." Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia. Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.(8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
(31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
(31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
(31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.
(31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,
(31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
(31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.
(31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.
Saksi Sampai Selesai
Kemarin kita melihat wajah Stefanus bercahaya seperti malaikat di ruang sidang. Hari ini batu-batu melayang ke arahnya.
Kata martir sebenarnya kata yang tenang. Ia berasal dari bahasa Yunani martys, artinya saksi. Awalnya kata itu dipakai di ruang pengadilan, bukan di tempat penyiksaan. Baru kemudian sejarah menambahkan makna darah, karena begitu banyak saksi Kristus yang membayar kesaksiannya dengan nyawa. Stefanus adalah yang pertama.
Perhatikan apa yang dilakukannya di ujung hidupnya. Ia menatap ke langit dan melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Ia berdoa seperti Gurunya di salib: terimalah rohku. Lalu, sambil berlutut di bawah hujan batu, ia berseru untuk para pembunuhnya: Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Kesaksian yang paling keras justru diucapkan dengan pengampunan yang paling lembut.
Di pinggir kerumunan itu berdiri seorang muda bernama Saulus, menjaga jubah para pelempar. Kelak kita tahu, doa Stefanus tidak jatuh ke tanah. Pemuda itu akan menjadi Paulus.
Dalam Injil, Yesus berkata: Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi. Stefanus telah makan roti itu, maka maut pun tidak membuatnya gentar.
Kita mungkin tidak diminta mati bagi Kristus. Tetapi setiap hari kita diminta hidup bagi-Nya. Kesaksian kecil apa yang bisa kita selesaikan hari ini?
Tuhan Yesus, roti hidup, kuatkanlah kami menjadi saksi-Mu yang setia sampai selesai, dan ajarilah kami mengampuni seperti Stefanus. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya, alleluya.
Mazmur 67 (68)
Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya
Ia naik ke tempat tinggi, menawan tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).
AntifonBangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya, alleluya.
Antifon 2Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut, alleluya.
AntifonAllah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Ia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut, alleluya.
Antifon 3Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan, alleluya.
AntifonKerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan, alleluya.
Responsorium Wahyu 8:3-4; 5:8
Responsorium Roma 6:4; 1 Yohanes 3:23; Yudit 16:15
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engkau menghidupkan kami kembali, sehingga umatMu bersukacita karena Engkau, alleluya.
Mazmur 84 (85)
Antifon 1Engkau menghidupkan kami kembali, sehingga umatMu bersukacita karena Engkau, alleluya.
Antifon 2Kita percaya kepada Tuhan; Ia menganugerahkan keselamatan kepada kita, alleluya.
Yes 26,1-12
Antifon 2Kita percaya kepada Tuhan; Ia menganugerahkan keselamatan kepada kita, alleluya.
Antifon 3Tanah telah memberi hasilnya, hendaknya segala bangsa bersorak gembira, alleluya.
Mazmur 66 (67)
Antifon 3Tanah telah memberi hasilnya, hendaknya segala bangsa bersorak gembira, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 13,30-33
Antifon KidungSesungguhnya bukan Musa yang memberikan roti dari surga, melainkan BapaKu yang memberikan roti sejati dari surga, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSesungguhnya bukan Musa yang memberikan roti dari surga, melainkan BapaKu yang memberikan roti sejati dari surga, alleluya.
Doa Permohonan
โ. Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.
Engkau melimpahkan kegembiraan kepada para wanita dan para rasul waktu kebangkitanMu, ya Kristus, penyelamat seluruh dunia,* angkatlah kami menjadi saksiMu. โ.
Engkau menjanjikan kehidupan baru kepada semua orang,* teguhkanlah kami menjadi pewarta InjilMu. โ.
Engkau berulang kali menampakkan diri kepada para rasul dan memberi mereka Roh kudusMu,* baharuilah Roh pencipta di dalam hati kami. โ.
Engkau telah berjanji kepada murid-muridMu bahwa Engkau akan tinggal bersama mereka sampai akhir zaman,* tinggallah hari ini bersama kami, dan dampingilah kami senantiasa. โ.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Act 4, 11-12)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Cinta kasih itu kesempurnaan hukum, alleluya.
Mazmur 118 (119),97-104
Antifon 1Cinta kasih itu kesempurnaan hukum, alleluya.
Antifon 2Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala, alleluya.
Mazmur 73 (74) I
Antifon 2Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala, alleluya.
Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu, alleluya.
Mazmur 73 (74) II
Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu, alleluya.
Bacaan singkat: Kol 3,1-2
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 3, 1-2)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Salam bagimu, Aku sendirilah ini, jangan takut, alleluya.
Mazmur 124 (125)
Antifon 1Salam bagimu, Aku sendirilah ini, jangan takut, alleluya.
Antifon 2Berharaplah akan Tuhan, hai Israel, alleluya.
Mazmur 130 (131)
Antifon 2Berharaplah akan Tuhan, hai Israel, alleluya.
Antifon 3Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Bacaan singkat: 1Ptr 3,4-5
Antifon KidungRoti yang turun dari surga datang dari Allah dan memberikan hidup kepada dunia, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungRoti yang turun dari surga datang dari Allah dan memberikan hidup kepada dunia, alleluya.
Doa Permohonan
โ. Raja mahamulia, dengarkanlah kami.
Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, bagi para uskup, imam dan diakon, agar mereka melaksanakan tugas pelayanannya dengan giat lagi setia,* dan membangun suatu umat bagiMu yang terbuka bagi setiap kebaikan. โ.
Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, untuk para pengajar yang membaktikan diri kepada umatMu,* agar mereka mencari kebenaranMu dengan hati yang murni. โ.
Kami mohon juga kepadaMu, ya Tuhan, untuk seluruh kaum beriman, agar mereka berjuang demi kebaikan berdasarkan iman mereka,* dan setelah mengakhiri masa perjuangannya di dunia ini, menerima ganjaran kerajaanMu yang mulia. โ.
Engkau menghapus hukuman kami dan memakukan surat keputusannya pada salib,* patahkanlah belenggu kami dan lepaskanlah kami dari kegelapan maut. โ.
Ketika Engkau turun ke alam maut, Kaubuka pintu gerbangnya,* maka terimalah saudara-saudara kami yang telah meninggal, masuk ke dalam kerajaanMu. โ.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.โ.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.โฃ.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.โ.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.โฃ.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.โ.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.โฃ.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.โ.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Margaretha dari Metola
Margaretha lahir di Metola, dekat Florence, Italia pada tahun 1287. Kondisi tubuhnya menyedihkan karena ia pendek, bungkuk, pincang dan buta. Meski demikian, ia dengan senang hati menerima kondisinya itu. Ia dikenal sebagai anggota Ordo Ketiga Santo Dominikus yang saleh dan menaruh perhatian besar pada orang-orang sakit dan para tahanan di penjara.
Orangtuanya kaya raya dan bangsawan itu merasa sungguh sedih bahkan merasa malu karena kelainan tubuh anaknya. Karena itu, ketika Margaretha berumur enam tahun, mereka mengurungnya dalam sebuah sel kecil di pegunungan Apennin selama 10 tahun. Dari sana mereka membawanya ke Citta-di-Castello, dengan harapan bahwa ia dapat pulih dari keadaannya atas cara yang ajaib di sebuah tempat sakral di kota itu. Tetapi karena tidak terjadi suatu apapun atas diri Margaretha seperti yang diharapkan, mereka meninggalkan dia sendirian di sana, lalu pulang ke rumah.
Di kota itu Margaretha diangkat sebagai saudara oleh pengemis di kota itu. Kepadanya ditunjukkan tempat-tempat strategis untuk mengemis, sekaligus sebuah tempat dimana ia dapat tidur dengan tenang. Dalam menjalani hidup dengan cara mengemis dan menggelandang, Margaretha senantiasa menampilkan diri sebagai seorang yang periang dan tidak pernah mengeluh. Ia bahkan meneguhkan rekan-rekannya agar tabah dalam menanggung segala penderitaan yang menimpa diri mereka. Ia sendiri merasa prihatin dan bingung kalau orang berbelaskasihan terhadap dirinya dan mencemasi hidupnya. Lama kelamaan, orang-orang sekitar yang mengenalnya, pun rekan-rekannya, mulai menyadari bahwa Margaretha adalah seorang wanita pengemis yang luhur kepribadiannya, saleh hidupnya dan tulus hatinya. Kagum atas kepribadiannya, maka orang-orang yang berpengaruh di kota itu membujuk para biarawati di sebuah biara di kota itu, agar menerima Margaretha sebagai seorang postulan. Usaha ini berhasil. Margaretha diterima dalam biara suster-suster itu. Ia sendiri senang sekali dengan penerimaan itu. Tetapi kegembiraannya karena menjadi anggota religius ini tidak berlangsung lama. Setelah beberapa lama tinggal di biara itu, ia mulai prihatin atas cara hidup biarawati-biarawati itu. Mereka terlalu bersemangat duniawi. Karena sikapnya ini, ia kemudian dikeluarkan dari biara itu, meskipun pada mulanya ia disambut dengan baik.
Setelah keluar dari biara itu, Margaretha diterima sebagai anggota Ordo Ketiga Santo Dominikus. Dalam ordo itu, Margaretha adalah satu-satunya wanita muda yang diterima selagi dalam status belum menikah. Ini sesuatu yang istimewa, karena pada masa itu semua orang yang menjadi anggota Ordo ketiga itu sudah menikah.
Dalam ordo ini, Margaretha berkembang pesat dalam kehidupan berbakti kepada Tuhan dan sesama. Ia dikenal sebagai seorang anggota yang taat, saleh dan rajin berdoa. Ia memusatkan perhatiannya pada orang-orang sakit dan narapidana di penjara. Dia berdoa untuk mereka, mengobati mereka dan memberi makanan kepada mereka. Dalam tugasnya ini, ia berhasil menobatkan banyak narapidana dan menyembuhkan banyak orang sakit.
Kehidupan rohaninya dikembangkan dengan melakukan devosi khusus kepada Sakramen MahaKudus, Bunda Maria dan Santo Yosef. Akhirnya pada usia 33 tahun, pada tanggal 13 April 1320, ia meninggal dunia dan dikuburkan di Gereja Santo Dominikus di Cattadi-Castello.
Santo Martinus I
Martinus terpilih menjadi Paus pada tahun 649. Ia memimpin Gereja selama 7 tahun. Pada awal pontifikatnya, situasi Gereja umumnya aman. Perhatiannya pada kepentingan Gereja dan umat sangat besar. Ia berusaha memimpin Gereja dengan sikap seorang gembala. Tiga pokok perhatiannya yang utama ialah doa, membantu para miskin dan mengajar. Perhatiannya terhadap nasib kaum miskin sangat besar sehingga ia sendiri pun hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Keaman Gereja terganggu dengan naiknya Konstantin II ke atas tahkta sekaligus menyatakan diri sebagai kepala Gereja Kristus. Selain itu ia pun menyebarkan ajaran palsu monotelitisme, bahwa Kristus hanya mempunyai satu kehendak. Hal ini menimbulkan pertentangan antara Martinus dan Konstantin II, karena Martinus dengan tegas menolak ajaran itu. Penolakan Martinus itu menimbulkan amarah besar di pihak kaisar, bahkan melahirkan rencana pembunuhan atas dirinya. Para serdadu berusaha membunuh Martinus, tetapi gagal.
Sebagai gantinya, Martinus yang sudah tua dan sakit-sakitan itu ditangkap dan diusung ke sebuah kapal yang hendak berangkat ke Konstantinopel. Setelah sebulan berlayar, sampailah kapal itu di pulau Naksos. Di pulau itu, Martinus ditawan selama lebih dari satu tahun dengan penderitaan yang mengerikan. Setelah itu ia dibawa menghadap kaisar. Ia dihadapkan kepada senat kekaisaran dan dihukum mati dengan berbagai tuduhan palsu. Pakaian pontifikatnya ditanggalkan dan ia dihantar mengelilingi kota seperti para penjahat. Hukuman mati ditangguhkan dan diganti dengan pembuangan ke sebuah tempat sunyi hingga kematiannya pada tahun 655 sesudah empat menderita sakit dan kelaparan.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari