Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
(4-3) Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela
(4-5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
(4-8) Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Saksi Mata
Di pengadilan, saksi adalah orang yang paling sederhana tugasnya sekaligus paling berat. Ia tidak boleh berteori. Ia tidak boleh mengarang. Ia hanya boleh menceritakan apa yang dilihat dan didengarnya sendiri. Justru karena sederhana itulah kesaksiannya bernilai. Pengacara bisa dibantah. Saksi mata sulit dibantah.
Injil Minggu ini ditutup dengan kalimat penugasan yang pendek: kamu adalah saksi dari semuanya ini. Bukan kamu adalah pengkhotbah ulung. Bukan kamu adalah ahli kitab. Saksi. Orang yang bercerita dari pengalaman.
Dan lihatlah apa yang mereka alami malam itu. Dua murid dari Emaus baru selesai bercerita bagaimana mereka mengenali Yesus saat Ia memecah roti. Tiba-tiba Yesus sendiri berdiri di tengah mereka. Mereka terkejut, mengira melihat hantu. Yesus menenangkan mereka dengan cara yang sangat membumi: rabalah Aku. Lalu Ia makan sepotong ikan goreng di depan mata mereka. Sesudah itu Ia membuka pikiran mereka sehingga mengerti Kitab Suci: Mesias memang harus menderita dan bangkit pada hari ketiga.
Perhatikan urutan itu. Pengalaman dulu, pengertian kemudian. Mereka bukan percaya karena sudah paham. Mereka paham karena sudah berjumpa. Iman kristiani memang bukan pertama-tama sistem gagasan, melainkan perjumpaan dengan Pribadi yang hidup.
Bacaan pertama menunjukkan Petrus menjalankan tugas kesaksian itu. Di depan orang banyak ia berbicara terus terang: kamu telah membunuh Pemimpin kepada hidup, tetapi Allah membangkitkan Dia, dan tentang hal itu kami adalah saksi. Namun kesaksiannya tidak berhenti pada menunjuk kesalahan. Ia segera melunak: aku tahu kamu berbuat demikian karena ketidaktahuan. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan. Saksi sejati tidak mendakwa untuk menghancurkan. Ia mendakwa untuk menyelamatkan. Yohanes dalam bacaan kedua merangkumnya: jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai pengantara pada Bapa, Yesus Kristus yang adil.
Di sinilah kita sering keliru memahami tugas kita. Kita mengira menjadi saksi Kristus berarti pandai berdebat membela agama. Padahal yang diminta jauh lebih sederhana dan jauh lebih sulit: menceritakan dengan jujur apa yang telah Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Doa yang dijawab. Dosa yang diampuni. Hati yang dipulihkan. Kalau tidak ada yang bisa diceritakan, jangan-jangan bukan mulut kita yang bermasalah, melainkan perjumpaan kita yang belum terjadi.
Minggu ini, cerita apa tentang karya Tuhan yang bisa kita saksikan kepada satu orang saja?
Tuhan Yesus, bukalah pikiran kami untuk mengerti Kitab Suci, dan bukalah mulut kami untuk menjadi saksi-Mu yang jujur. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pada Perjamuan Anak Domba
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Mazmur 144 (145)
Pujian akan keagungan Allah
Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).
AntifonAlleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.
Antifon 2Alleluya, wanita, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
AntifonAlleluya, wanita, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.
Antifon 3Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
AntifonAlleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.
Responsorium Wahyu 6:9, 10, 11
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
AntifonTuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Antifon 1Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, Alleluya.
Mazmur 92 (93)
Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggang-Nya.
Antifon 1Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, Alleluya.
Antifon 2Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, Alleluya.
Antifon 2Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, Alleluya.
Antifon 3Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, Alleluya.
Mazmur 148
Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!
Antifon 3Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, Alleluya.
Bacaan singkat Kis 10:40-43
Lagu singkat
Antifon KidungSi lumpuh mengangkat pembaringannya sambil meluhurkan Allah. Melihat segenap rakyat memuji Allah.
Kidung Zakaria Luk 1 : 68-79
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Antifon KidungSi lumpuh mengangkat pembaringannya sambil meluhurkan Allah. Melihat segenap rakyat memuji Allah.
Doa Permohonan
℟. Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.
Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* ℟.
Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* ℟.
Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* ℟.
Raja Yang Mulia, kami menantikan hari penampakan-Mu yang megah,* ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setia-Nya.
Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, Alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan kuat, Alleluya.
Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan kuat, Alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami, Alleluya.
Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami, Alleluya.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan menguasai segala bangsa. Ia mengangkat orang lemah dari debu, Alleluya.
Mazmur 112 (113)
Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.
Antifon 1Tuhan menguasai segala bangsa. Ia mengangkat orang lemah dari debu, Alleluya.
Antifon 2Engkau telah melepaskan belengguku, ya Tuhan, aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, Alleluya.
Antifon 2Engkau telah melepaskan belengguku, ya Tuhan, aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, Alleluya.
Antifon 3Putera Allah tetap taat dalam penderitaan-Nya; Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya, Alleluya.
Antifon 3Putera Allah tetap taat dalam penderitaan-Nya; Ia menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Nya, Alleluya.
Bacaan singkat 1 Ptr 2:9-10
Lagu singkat
Antifon KidungTinggallah bersama kami, karena hari sudah mulai malam dan matahari hampir terbenam, Alleluya.
Kidung Maria Luk 1 : 46-55
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Antifon KidungTinggallah bersama kami, karena hari sudah mulai malam dan matahari hampir terbenam, Alleluya.
Doa Permohonan
℟. Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.
Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,* ℟.
Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,* ℟.
Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambung-Mu,* ℟.
Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,* ℟.
Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,* ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo George Gersave OSB
Sewaktu masa mudanya, George terkenal sebagai anggota pembajak laut pimpinan Francis Drake. Namun ia kemudian bertobat dan menajadi imam. Ia dihukum mati karena melayani umat di Inggris. George meninggal dunia pada tahun 1608.
Santo Stanislaus
Santo Stanislaus lahir di Szczepanow, Polandia selatan pada tanggal 26 Juli 1030. Ketika itu ibu-bapanya sudah memasuki usia senja. Boleh dikatakan Stanislaus adalah hadiah Allah kepada kedua orangtuanya yang tidak kunjung putus berdoa untuk mendapatkan seorang anak. Ibu bapanya mempersembahkan kembali dia kepada Allah yang telah mengabulkan permohonan mereka.
Ketika meningkat remaja, Stanislaus ternyata menunjukkan kepintaran yang luar biasa. Cita-cita hidupnya hanya satu, yakni menjadi abdi Allah sebagai seorang rahib. Cita-cita luhur ini baru terwujud setelah kedua orangtuanya meninggal dunia. Sebagai anak tunggal, ia tidak mempunyai suatu keterikatan kepada siapapun. Ia melepaskan segala-galanya, termasuk harta warisan orangtuanya lalu memasuki pendidikan imamat.
Ia ditabhiskan menjadi imam setelah menyelesaikan studinya di Gniezno, Polandia Barat. Dalam karyanya ia terkenal sebagai pengkhotbah ulung di Katedral Krakow. Kerajinan, kesalehan dan kepandaiannya membuat dia sangat berpengaruh di seluruh ke uskupan Krakow dan Kerajaan Polandia. Akhirnya pada tahun 1072, ia ditabhiskan menjadi uskup di kota Krakow atas restu Paus Aleksander II (1061-1073).
Pada masa kepemimpinannya, Kerajaan Polandia di kuasai oleh Raja Boleslaus (1058-1079), seorang raja yang cakap tetapi sombong dan cabul. Nafsu kuasanya yang besar mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tidak terpuji di hadapan mata rakyatnya. Ia menikahi dengan paksa isteri seorang prajuritnya. Perbuatan ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi seluruh rakyat. Mendengar berita itu, Uskup Stanislaus segera berangkat ke istana untuk menegur raja. Karena Boleslaus tidak peduli akan tegurannya, ia mengekskomunikasi Boleslaus dari Gereja.
Tindakan ekskomunikasi inipun tidak dihiraukan. Boleslaus tetap masuk ke Gereja untuk mengikuti kurban misa seperti sedia kala. Pada suatu ketika, ia mengikuti perayaan misa kudus di gereja katedral. Ketika imam, pemimpin misa itu melihat Boleslaus ikut serta dalam perayaan itu, ia segera menghentikan perayaan dan meninggalkan altar. Boleslaus marah dan dengan pengawal-pengawalnya segera mencari Uskup Stanislaus yang mengekskomunikasinya. Mereka menemukan dia di kapelnya. Stanislaus yang sedang merayakan misa pada saat itu ditangkap dan dibunuh dengan kejam. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 1097. Stanislaus dikuburkan disebuah kapela dan pada tahun 1088 dipindahkan di Gereja Katedral Krakow. Ia digelari kudus oleh Sri Paus Innocentius IV (1243-1254) pada tahun 1523.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari