Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!
(40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
(40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!
Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Inilah Tubuhku
Kalimat paling tulus di dunia sering kali kalimat yang paling pendek. Seorang ibu yang menyuapi anaknya tidak berpidato tentang cinta. Ia hanya menyodorkan piring: ini, makan. Tubuhnya sendiri yang lelah memasak adalah kata pengantarnya.
Hari ini Gereja masuk ke Kamis Putih, gerbang Trihari Suci. Dan bacaan-bacaan hari ini mempertemukan kita dengan dua kalimat penyerahan yang saling bergema, diucapkan tiga puluh tiga tahun berjarak.
Yang pertama diucapkan di Nazaret oleh seorang perawan muda. Kepada malaikat yang membawa kabar mustahil, Maria menjawab: sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu. Ia menyerahkan tubuhnya menjadi rumah pertama bagi Allah yang mau tinggal di antara manusia. Biasanya Gereja merayakan kabar sukacita itu setiap tanggal dua puluh lima Maret. Tahun ini tanggal itu jatuh tepat pada Kamis Putih, dan kedua misteri itu saling menerangi. Imanuel, kata Yesaya dalam bacaan pertama: Allah menyertai kita.
Yang kedua diucapkan di ruang atas Yerusalem, pada malam sebelum sengsara-Nya. Yesus mengambil roti, memecahkannya, dan berkata: inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Surat Ibrani hari ini merangkum seluruh hidup-Nya dalam satu kalimat: korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.
Tubuh yang dikandung Maria karena kata jadilah adalah tubuh yang sama yang malam ini dipecah-pecahkan karena kata ambillah. Fiat Maria bermuara di Ekaristi Yesus. Kata Ekaristi sendiri berasal dari bahasa Yunani, eucharistia, artinya pengucapan syukur. Pada malam Ia dikhianati, Yesus tidak mengutuk. Ia bersyukur, lalu membagikan diri-Nya.
Malam ini juga Ia berlutut membasuh kaki para murid, termasuk kaki yang sebentar lagi melangkah menjualnya. Ekaristi dan basuhan kaki adalah satu pelajaran yang sama: kasih yang sejati selalu berbentuk tubuh yang diberikan. Bukan sekadar perasaan, bukan sekadar kata, melainkan waktu, tenaga, kehadiran, hidup. Malam ini pula Gereja mengenang lahirnya imamat, sebab Ia berpesan: perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku. Pesan itu bukan hanya untuk altar, melainkan untuk seluruh cara kita hidup.
Kita menerima Komuni bukan sebagai penonton yang dapat suvenir. Yang menerima tubuh Kristus diminta menjadi tubuh yang dibagikan. Jadilah padaku, kata Maria. Inilah tubuhku, kata Yesus. Beranikah kita mengucapkan dua kalimat itu sekaligus?
Tuhan Yesus, pada malam kudus ini Engkau memberi diri-Mu habis-habisan. Jadikanlah hidupku roti yang boleh Kaupecah dan Kaubagikan. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Engkaulah Tuhanku dan Allahku
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya.
Mazmur 44
Kemalangan umat Allah
Kita lebih dari pemenang dalam semuanya itu oleh Dia yang telah mengasihi kita (Roma 8:37).
AntifonTuhan, Engkaulah penyelamat kami; kami akan memuji-Mu selama-lamanya.
Antifon 2Ampunilah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri.
AntifonAmpunilah kami, ya Tuhan; janganlah Engkau menghina umat-Mu sendiri.
Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau penuh belas kasihan.
AntifonBangkitlah, ya Tuhan, dan selamatkanlah kami, karena Engkau penuh belas kasihan.
Responsorium Ibrani 5:8,9,7
Responsorium Roma 3:23-25; Yohanes 1:29
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan, lihat dan perhatikanlah aku, sebab aku susah. Dengarkanlah aku dengan segera.
Mazmur 79 (80)
Antifon 1Tuhan, lihat dan perhatikanlah aku, sebab aku susah. Dengarkanlah aku dengan segera.
Antifon 2Sungguh Tuhanlah penyelamatku, aku percaya dan tidak merasa takut.
Yes 12,1-6
Antifon 2Sungguh Tuhanlah penyelamatku, aku percaya dan tidak merasa takut.
Antifon 3Tuhan memuaskan kita dengan sari gandum dan menguatkan kita dengan madu.
Mazmur 80 (81)
Antifon 3Tuhan memuaskan kita dengan sari gandum dan menguatkan kita dengan madu.
Bacaan Singkat: (Ibr 2,9b-10)
Lagu Singkat:
Antifon KidungAku sangat rindu makan Paska ini bersama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungAku sangat rindu makan Paska ini bersama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Heb 4, 14-15)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan, lihat dan perhatikanlah aku, sebab aku susah. Dengarkanlah aku dengan segera.
Mazmur 118 (119),65-72
Antifon 1Tuhan, lihat dan perhatikanlah aku, sebab aku susah. Dengarkanlah aku dengan segera.
Antifon 2Sungguh Tuhanlah penyelamatku, aku percaya dan tidak merasa takut.
Mazmur 55 (56),2-7b.9-14
Antifon 2Sungguh Tuhanlah penyelamatku, aku percaya dan tidak merasa takut.
Antifon 3Tuhan memuaskan kita dengan sari gandum dan menguatkan kita dengan madu.
Mazmur 56 (57)
Antifon 3Tuhan memuaskan kita dengan sari gandum dan menguatkan kita dengan madu.
Bacaan Singkat: (Ibr 7,26-27)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Heb 9, 11-12)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kristus, yang pertama dari antara orang mati dan penguasa atas para raja, telah menganugerahi kita martabat raja di hadapan Allah dan BapaNya.
Mazmur 71 (72) - I
Antifon 1Kristus, yang pertama dari antara orang mati dan penguasa atas para raja, telah menganugerahi kita martabat raja di hadapan Allah dan BapaNya.
Antifon 2Tuhan membebaskan orang miskin yang berseru, Ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
Mazmur 71 (72) - II
Antifon 2Tuhan membebaskan orang miskin yang berseru, Ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
Antifon 3Para suci merebut kemenangan berkat darah Anakdomba dan berkat sabda kesaksianNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Para suci merebut kemenangan berkat darah Anakdomba dan berkat sabda kesaksianNya.
Bacaan Singkat: (Ibr 13,12-15)
AntifonKristus taat untuk kita sampai wafat.
Antifon KidungTatkala mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, membagi-bagi roti itu, lalu memberikan kepada murid-muridNya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTatkala mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, membagi-bagi roti itu, lalu memberikan kepada murid-muridNya.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel
Salam engkau yang penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita. Demikianlah salam Malaikat Gabriel kepada Maria. Selanjutnya Malaikat Allah itu berkata: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus.
Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat arti dan maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaannya dan persetujuannya kepada Malaikat Gabriel, pembawa khabar gembira itu, dan semenjak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Satu hal yang harus kita camkan dalam hati ialah hormat Allah pada Maria sebagaimana terlihat dalam permintaan kesediaan Maria untuk menerima Sabda Allah dalam rahimnya. Disini Allah tidak memaksa Maria, tetapi meminta kesediaannya. Maria sendiri menyadari bahwa Tuhan memilih dia karena menganggap dia layak untuk menerima khabar gembira itu. Tetapi sebagai manusia, Maria masih tampak ragu- ragu akan makna khabar itu. Oleh karena itu, ia menanyakan lebih lanjut keterangan dari malaikat Allah itu: Bagaimana hal ini mungkin terjadi ? Dan ketika ia sudah merasa pasti akan makna khabar gembira malaikat itu, Maria berkata: Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan Mu.
Semoga hari raya Khabar Sukacita ini menumbuhkan dalam diri kita semangat ketaatan ada Allah dan kesediaan berkerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatan Nya.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari