Bacaan Misa
Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
Membaca Tunas
Petani tidak memerlukan kalender untuk mengenali musim. Ia membaca langit, angin, dan tunas. Pohon yang mulai bertunas tidak pernah berbohong: musim baru sudah di ambang pintu.
Kemarin kita diajak mengangkat muka di tengah goncangan. Hari ini Yesus mengajari cara membacanya: perhatikanlah pohon ara. Apabila tunasnya keluar, kamu tahu sendiri musim panas sudah dekat. Tanda-tanda zaman bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dibaca. Allah tidak mendidik kita menjadi penebak tanggal kiamat; Ia mendidik kita menjadi pembaca musim.
Lalu Yesus menutup dengan kalimat yang tenang sekali: langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Di dunia tempat segala hal kedaluwarsa, ada satu yang tidak.
Yohanes dalam Kitab Wahyu melihat ujung dari semua itu: langit yang baru dan bumi yang baru, dan Yerusalem baru turun dari surga berhias bagaikan pengantin. Akhir dunia dalam iman kristiani bukan pembatalan ciptaan, melainkan pembaruannya. Bukan gedung dirobohkan lalu ditinggal, melainkan rumah lama dibangun kembali untuk pesta.
Tahun liturgi tinggal menghitung hari. Sebelum lembaran baru dibuka, baiklah bertanya: tunas apa yang sedang Allah tumbuhkan dalam hidupku, dan sudahkah kubaca?
Tuhan, berilah aku mata petani: sabar membaca musim-Mu dan percaya pada perkataan-Mu yang tidak berlalu. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonAmat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
Mazmur 94 (95)
AntifonAmat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Raja kasih, Gembalaku,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.
Mazmur 37 (38)
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabatnya berdiri dari kejauhan (Lukas 23:49).
AntifonTuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.
Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
AntifonTuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
Antifon 3Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku.
AntifonAku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku.
Responsorium Daniel 10:12, 19, 21
Responsorium Yudas 21; Titus 2:12
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Hati yang remuk redam takkan Kautolak, ya Allah.
Mazmur 50 (51)
Antifon 1Hati yang remuk redam takkan Kautolak, ya Allah.
Antifon 2Bila Engkau murka, ya Tuhan, ingatlah akan kerahimanMu.
Hab 3,2-4.13a.15-19
Antifon 2Bila Engkau murka, ya Tuhan, ingatlah akan kerahimanMu.
Antifon 3Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.
Mazmur 147 (147B)
Antifon 3Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.
Antifon KidungAllah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungAllah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Doa Permohonan
℟. Engkaulah pokok damai kami, ya Tuhan.
Dalam kemurahanMu Engkau telah memberikan permulaan hari ini kepada kami,* maka berilah juga permulaan hidup yang baru. ℟.
Engkau telah menciptakan dan tetap menyelenggarakan segala sesuatu,* semoga kami senantiasa melihat Engkau dalam setiap makhluk. ℟.
Engkau telah mengikat perjanjian yang baru dan kekal dalam darahMu,* maka doronglah kami untuk berpegang teguh pada perjanjianMu itu. ℟.
Di kayu salib darah dan air mengalir ke luar dari lambungMu,* maka basuhlah kami dalam sumber yang menyelamatkan itu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Dt 1, 31b)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.
Mazmur 118 (119),73-80
Antifon 1Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.
Antifon 2Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.
Mazmur 58 (59),2-6a.9-11.17-18
Antifon 2Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.
Antifon 3Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.
Mazmur 59 (60)
Antifon 3Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.
Bacaan singkat Keb 1,13-15
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Sap 1, 13-15)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.
Antifon 1Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.
Antifon 2Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Why 15,3-4
Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.
Bacaan Singkat (Kor 2,7-10a)
Antifon KidungYa Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungYa Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.
Doa Permohonan
℟. Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.
Tuhan Kristus, penghibur orang yang hina-dina,* pandanglah kiranya air mata kaum fakir miskin. ℟.
Tuhan yang mahamurah, dengarkanlah kiranya keluh kesah orang yang berada dalam sakrat maut,* dan utuslah malaikatMu untuk menguatkan mereka. ℟.
Semoga para pengungsi melihat kembali kampung halamannya di dunia ini,* dan kelak diterima dalam tanah air abadi di surga. ℟.
Semoga orang yang tenggelam dalam dosa, membuka diri bagi cinta kasihMu,* dan dipersatukan kembali dengan Dikau dan dengan GerejaMu. ℟.
Selamatkanlah kiranya saudara-saudara yang telah berpulang,* sehingga mereka dapat menikmati penebusanMu selimpah-limpahnya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Yer 14,9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Fransiskus Antonius Fasani
Orang kudus ini lahir pada tahun 1681, dipanggil Johnny semasa kecilnya. Ia adalah putera seorang petani Italia. Ayahnya meninggal dunia sebelum usianya mencapai sepuluh tahun. Ibunya kemudian menikah lagi dengan seorang lelaki yang baik hati. Ayah tirinya ini kemudian mengirim johny ke biara agar mendapatkan pendidikan dari para biarawan Fransiskan.
Ketika usianya limabelas tahun, Johnny minta agar diperkenankan bergabung dengan ordo Fransiskan. Ia menjadi Frater Fransiskus Antonius. Ia berhasil amat baik dalam seluruh pelajaran dan ditahbiskan menjadi seorang imam. P Fransiskus Antonius menjadi terkenal sebagai seorang guru dan pengkhotbah. Di kemudian hari, ia juga diangkat sebagai superior biara Fransiskan. Ia berusaha semaksimal mungkin menjadi pelayan kasih bagi segenap biarawan.
P Fransiskus Antonius secara istimewa menaruh perhatian pada para tahanan. Penjara-penjara di masa itu sungguh merupakan tempat yang mengerikan. Dengan segala daya upaya ia berusaha membantu para tahanan yang malang. Kasihnya mengalir bagi siapa saja yang membutuhkan. Dialah yang memulai kebiasaan mengumpulkan hadiah-hadiah di masa Natal untuk dibagikan kepada anak-anak dari keluarga miskin. Di Lucera, di kota di mana ia melewatkan hidupnya, orang biasa mengatakan, “Jika engkau ingin melihat St Fransiskus dari Assisi, lihat saja P Fransiskus Antonius!”
St.Fransiskus Antonius memiliki devosi yang mendalam kepada Bunda Maria. Ia biasa menyampaikan penghormatan istimewa kepada Santa Perawan Maria dengan gelarnya Yang Dikandung Tanpa Dosa. Pada permulaan novena menyambut hari raya inilah ia wafat. Beberapa waktu sebelumnya, kala kesehatannya masih prima, ia mengatakan bahwa ia akan segera meninggal dunia. Ia bahkan mengatakan kepada seorang rekan imam bahwa ia akan ikut bersamanya. Rekan imam yang baik ini dengan agak terperanjat menjawab, “Dengar, Pater, jika engkau hendak meninggalkan dunia ini, itu urusanmu, tetapi aku tidak akan tergesa-gesa!” Orang kudus ini menjawab “Kita berdua harus melakukan perjalanan ini,” lalu ia melanjutkan, “aku dulu dan engkau menyusul.”
Dan tepat inilah yang terjadi. Rekan imam itu hidup hanya dua bulan setelah St Fransiskus Antonius pergi mendapatkan ganjaran abadinya. P.Fransiskus Antonius wafat pada tanggal 29 November 1742. Saat berita kematiannya diumumkan; anak-anak di kota Lucera menangis sedih sambil berseru: “Santo itu sudah meninggal ...!!!., Santo itu sudah meninggal...!!”
Dua abad kemudian Padre Fransiskus dimaklumkan sebagai “beato” oleh Paus Pius XII pada tahun 1951 dan sebagai “santo” pada tahun 1986 oleh Paus Yohanes Paulus II.
Arti nama
Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti "Orang Perancis". Nama ini diturunkan dari kata "Francus" (yang berarti : "Seorang Franc", atau "Seorang bebas"). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno "Franc" yang berarti "Bebas".
Santo Virgilius
Biarawan Benediktin dari Irlandia ini berangkat ziarah ke tanah suci pada tahun 743. Dalam perjalanan pulang, Virgilius memutuskan untuk tidak kembali ke Irlandia dan tinggal di biara Benediktin Santo Petrus di Salzburg Austria. Dibiara ini ia giat membantu karya Santo Rupertus. Setelah Santo Rupertus meninggalkan biara karena terpilih menjad uskup Salzburg, Virgilius terpilih menggantikannya sebagai menjadi Abbas (kepala biara) di biara tersebut.
Pada tahun 765 abbas Virgilius terpilih menjadi Uskup Salzburg. Karyanya sebagai uskup yang paling dikenang adalah usahanya memperbaiki Katedral Salzburg dan perjuangannya untuk mengkristenkan suku-suku dipedalaman Bavaria dengan mengutus para misionaris kepada mereka.
Uskup Virgilius juga adalah seorang astronom dan saintis. Ia pernah dituduh bidaah karena beberapa ide ilmiah yang dicetuskannya. Seperti ketika ia mengajarkan bahwa bumi ini bulat. Karena itu, orang-orang di dua tempat berbeda di muka bumi yang dihubungkan oleh garis tengah bumi berdiri dengan posisi kaki saling berlawanan (Antipodes). Ajaran ini ditentang oleh banyak orang, bahkan Virgilius sempat dicap bidaah oleh Santo Bonifasius.
Santo Virgilius tutup usia pada tahun 784. Relikwinya di semayamkan dalam sebuah Reliquary bersama dengan relikwi santo Rupertus di Katedral yang didedikasikan untuk mereka berdua; Katedral Santo Rupertus dan Virgilius di Salzburg Austria atau Katedral Salzburg
Di Katedral ini pula Komposer terkenal Wolfgang Amadeus Mozart dibabtis dengan nama : Johannes Chrysostomus Wolfgangus Theophilus Mozart.
Arti nama
Virgilius adalah Nama Keluarga Romawi yang artinya tidak diketahui
Santo Yakobus dari Persia
Yakobus dari Beth-Lapeta, Persia (sekarang: Iran) lahir pada akhir abad keempat. Beliau seorang bangsawan Kristen kaya raya dan berpangkat tinggi di dalam Kerajaan Persia sebagai penasehat raja. Tetapi kebesarannya ini justru kemudian mendatangkan kecelakaan atas dirinya. Ketika raja mulai menganiaya orang-orang Kristen, Yakobus mengkhianati imannya dengan maksud supaya terlindung dari bahaya mati dan terus hidup terjamin. Namun isteri serta ibunya tetap setia kepada Kristus. Dengan terus terang mereka menegur Yakobus dan menunjukkan kesalahannya. Meskipun sejak itu mereka segan bergaul dengannya, namun karena terdorong oleh cinta sejati, mereka tetap mendoakan agar hatinya berbalik lagi kepada Kristus.
Demikianlah akhirnya, oleh sinar cahaya rahmat ilahi yang menembusi hatinya yang tegar dan keras, Yakobus kembali kepada Tuhan. Semenjak itu ia tidak pernah lagi pergi ke istana bahkan dengan berani meletakkan jabatannya yang tinggi itu. Perubahan sikapnya itu tak dibiarkan begitu saja oleh raja. Yakobus dipanggil lalu dimintai pertanggungjawabannya tentang sikapnya itu. Ia menyatakan secara tegas bahwa ia seorang Kristen yang tidak boleh bekerja sama dengan raja yang lalim. Maka murkalah raja, lalu segera memanggil pembesar-pembesar kerajaan dan hakim-hakim untuk menentukan hukuman yang tepat atas orang-orang Kristen.
Tuduhan yang dikemukakan ialah bahwa orang-orang Kristen menghina dan tidak mau menyembah dewa-dewa nasional. Oleh karena itu hukuman mati pantas dijatuhkan atas mereka termasuk Yakobus. Anggota badan Yakobus dipotong-potong. Menyaksikan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Yakobus, orang-orang Kristen tak putus-putusnya berdoa agar Yakobus dapat bertahan dan berkanjang dalam menahan sengsara yang ditimpakan kepadanya. Doa mereka itu dikabulkan. Yakobus dengan gembira dan tersenyum menanggung penderitaan itu. Ia bahkan mengucap syukur kepada Allah karena boleh turut serta menanggung sengsara Kristus. Yakobus mati sebagai martir Kristus pada tahun 421.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari