Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Senin, 2 November 2026· Ungu
2 November 2026

Bacaan Misa

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Tetapi Ayub menjawab: Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Mazmur Tanggapan

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Bacaan Kedua

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Bacaan Injil

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Tidak Ada yang Hilang

Renungan · 2 menit baca

Awal November, makam-makam mendadak ramai. Orang datang mencabuti rumput, menyalakan lilin, menabur bunga. Orang Jawa menyebutnya nyekar. Ada yang berdiri lama sekali tanpa berkata apa-apa. Sebenarnya kepada siapa kita datang? Kepada batu bertulis nama, atau kepada seseorang?

Gereja hari ini menjawab dengan tenang: kepada seseorang. Hari Arwah bukan hari mengenang barang yang hilang. Ia hari mendoakan pribadi-pribadi yang masih hidup di hadapan Allah, hanya tidak lagi kelihatan oleh mata kita.

Bacaan pertama memperdengarkan suara Ayub. Ia sedang di titik terendah: harta habis, anak-anak mati, kulit tubuhnya rusak. Justru dari situ ia berseru: aku tahu Penebusku hidup. Ia bahkan minta kalimat itu dipahat dengan besi pengukir pada gunung batu. Pengharapan macam apa yang lebih keras dari batu? Pengharapan orang yang yakin bahwa mata ini, mata yang sekarang menangis, kelak akan memandang Allah.

Dalam Injil, Yesus mengucapkan kalimat yang layak dipahat juga: semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Lalu Ia mengulanginya dengan cara lain: jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Perhatikan kata itu: jangan ada yang hilang. Allah bukan pemilik gudang yang merelakan susut. Ia Bapa yang menghitung anak-anak-Nya satu per satu.

Paulus menambah dasarnya: Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Kalau saat kita masih seteru saja Ia rela mati, masakan setelah kita menjadi milik-Nya Ia lupa? Pengharapan tidak mengecewakan, tulis Paulus. Bukan karena kita kuat berharap, melainkan karena yang kita harapkan setia.

Maka doa bagi arwah bukan basa-basi kenangan. Ia lalu lintas kasih yang tetap berjalan dua arah. Maut memutus perjumpaan, tetapi tidak memutus persekutuan. Yang kita cintai sedang dimurnikan menuju perjumpaan penuh, dan doa kita menyertai perjalanan mereka. Gereja menyebutnya persekutuan para kudus: yang masih berziarah, yang sedang dimurnikan, dan yang sudah memandang Allah, semuanya saling menopang dalam satu tubuh.

Hari ini, sebutlah nama-nama itu di hadapan Tuhan. Ayah, ibu, kakek, nenek, sahabat. Mereka tidak hilang. Mereka sedang ditunggu, sama seperti kita. Bulan November mengajak kita rajin berziarah dan berdoa bagi mereka; bukan supaya kita murung, melainkan supaya pengharapan kita tetap terlatih.

Tuhan, terimalah jiwa-jiwa yang kami kasihi ke dalam terang-Mu. Bangkitkanlah mereka pada akhir zaman, dan pertemukan kami kembali di rumah-Mu. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

1 Aku memuji kuasa Allah yang perkasa,

yang menjadikan gunung-gunung menjulang,

yang membentangkan lautan luas

dan membangun langit yang tinggi.

Aku memuji hikmat yang menetapkan

matahari menguasai siang;

bulan bersinar penuh atas perintah-Nya,

dan semua bintang patuh.

2 Aku memuji kebaikan Tuhan,

yang memenuhi bumi dengan makanan;

Ia membentuk makhluk-makhluk dengan firman-Nya,

lalu menyatakan semuanya baik.

Tuhan, betapa ajaib karya-Mu terpampang,

ke mana pun mataku memandang,

baik saat aku menelusuri tanah yang kupijak

maupun menatap langit.

3 Tiada tumbuhan atau bunga di bawah

yang tidak menyatakan kemuliaan-Mu;

Dan awan-awan bangkit dan badai bertiup

atas perintah dari takhta-Mu;

sementara semua yang meminjam hidup dari-Mu

selalu dalam pemeliharaan-Mu,

dan di mana pun manusia berada,

Engkau, ya Allah, hadir di sana.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Mazmur 39 (40)

Syukur dan permohonan pertolongan

Bukan kurban dan persembahan yang Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku (Ibrani 10:5).

I
Aku menanti, aku menanti Tuhan

dan Ia menunduk kepadaku;

Ia mendengar seruanku.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menarikku dari lubang maut,

dari lumpur kotor.

Ia menempatkan kakiku di atas batu

dan mengukuhkan langkahku.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menaruh nyanyian baru di mulutku,

pujian bagi Allah kita.

Banyak orang akan melihat dan takut

dan akan percaya kepada Tuhan.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Berbahagialah orang yang menaruh

kepercayaannya kepada Tuhan

dan tidak berpaling kepada pemberontak

yang mengikuti ilah-ilah palsu.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Betapa banyak, ya Tuhan Allahku,

keajaiban dan rancangan

yang telah Engkau kerjakan bagi kami;

tiada yang setara dengan-Mu.

Jika aku harus memberitakan dan menceritakannya,

jumlahnya lebih dari yang dapat kuceritakan!

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Engkau tidak meminta kurban dan persembahan,

tetapi telinga yang terbuka.

Engkau tidak meminta kurban bakaran dan korban.

Sebaliknya, inilah aku.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Dalam gulungan kitab tertulis

bahwa aku harus melakukan kehendak-Mu.

Allahku, aku senang akan hukum-Mu

di lubuk hatiku.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Antifon 2Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

II
Keadilan-Mu telah kuberitakan

dalam jemaat yang besar.

Bibirku tidak kututup;

Engkau mengetahuinya, ya Tuhan.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Keadilan-Mu tidak kusimpan dalam hatiku

tetapi kuberitakan pertolongan-Mu yang setia.

Kasih dan kebenaran-Mu tidak kusimpan

dari jemaat yang besar.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, Engkau tidak akan menahan

belas kasihan-Mu dariku.

Kasih setia dan kebenaran-Mu

akan selalu menjagaku.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Sebab aku dikepung oleh kejahatan

yang terlalu banyak untuk dihitung.

Dosa-dosaku menimpaku

dan penglihatanku kabur.

Jumlahnya lebih banyak dari rambut kepalaku

dan hatiku tenggelam.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, datanglah menyelamatkanku;

Tuhan, datanglah menolongku.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Biarlah ada sukacita dan kegembiraan

bagi semua yang mencari Engkau.

Biarlah mereka selalu berkata: “Besarlah Tuhan”,

mereka yang mengasihi pertolongan-Mu yang menyelamatkan.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Adapun aku, yang sengsara dan miskin,

Tuhan memikirkanku.

Engkau adalah penyelamatku, penolongku,

ya Allah, janganlah menunda.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Antifon 3Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mazmur 41 (42)

Kerinduan akan kehadiran Tuhan di Bait-Nya

Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).

Seperti rusa yang merindukan

aliran air,

demikianlah jiwaku merindukan

Engkau, ya Allahku.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku haus akan Allah,

Allah kehidupanku;

kapankah aku dapat masuk dan melihat

wajah Allah?

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Air mataku telah menjadi makananku,

siang dan malam,

saat kudengar sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hal-hal ini akan kuingat

saat kucurahkan jiwaku:

bagaimana aku memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah seruan kegembiraan dan syukur,

kerumunan yang riuh dengan sukacita.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku tertekan di dalam diriku

saat aku memikirkan Engkau,

dari negeri Yordan dan Gunung Hermon,

dari Bukit Mizar.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jurang memanggil jurang,

dalam deru air;

banjir-Mu dan semua gelombang-Mu

menyapu atasku.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Pada siang hari Tuhan akan mengirimkan

kasih setia-Nya;

pada malam hari aku akan menyanyi bagi-Nya,

memuji Allah kehidupanku.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Aku akan berkata kepada Allah, batuku:

“Mengapa Engkau melupakan aku?

Mengapa aku berjalan berkabung

ditekan oleh musuh?”

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Dengan seruan yang menusuk hatiku,

musuh-musuhku mencelaku,

berkata kepadaku sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, tak terhitung belas kasihan-Mu.

Berilah aku hidup sesuai dengan firman-Mu.

Bacaan

Bacaan Pertama

Dari surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

4:16-5:10

Ketika tubuh tempat kediaman kita di bumi ini mati, kita memperoleh tempat kediaman yang kekal di surga.
Sebab itu kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari hari ke hari. Sebab penderitaan kami yang ringan dan sesaat ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.
Karena kami tahu, bahwa jika kemah kediaman kami yang di bumi ini dibongkar, kami memiliki tempat kediaman yang disediakan Allah di surga, suatu tempat kediaman yang tidak dibuat oleh tangan manusia, melainkan yang kekal. Selama kami di sini, kami mengeluh, bahkan kami merindukan untuk mengenakan tempat kediaman surgawi kami. Ini akan terjadi, asalkan kami didapati berpakaian dan tidak telanjang. Selama kami tinggal dalam kemah kami yang sekarang, kami mengeluh; kami terbebani karena kami tidak ingin ditelanjangi, melainkan ingin mengenakan tempat kediaman surgawi, supaya yang fana ini ditelan oleh hidup. Allah telah menciptakan kami untuk hal ini dan telah memberikan Roh sebagai jaminan.
Karena itu kami senantiasa berani. Kami tahu bahwa selama kami tinggal di dalam tubuh, kami jauh dari Tuhan. Kami hidup oleh iman, bukan oleh penglihatan. Aku ulangi, kami penuh keberanian dan lebih suka jauh dari tubuh dan berada di rumah bersama Tuhan. Karena itu, kami berusaha untuk menyenangkan Dia, baik kami bersama Dia maupun jauh dari Dia. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang menerima balasan atas apa yang telah dilakukannya dalam tubuh, baik atau buruk.

Responsorium

Tuhan, janganlah menghakimi aku menurut perbuatanku:

Aku tidak melakukan apa pun yang layak di hadapan-Mu:

oleh karena itu aku memohon kepada-Mu, Allah yang mulia,

hapuskanlah segala kesalahanku.
Tuhan, basuhlah kejahatanku, dan sucikanlah aku dari dosaku.

Hapuskanlah segala kesalahanku.

Bacaan Kedua

Dari sebuah buku tentang kematian saudaranya Satyrus oleh Santo Ambrosius, uskup

Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus.
Kita melihat bahwa kematian adalah keuntungan, hidup adalah kerugian. Paulus berkata: Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Apa artinya “Kristus” selain mati dalam tubuh, dan menerima napas kehidupan? Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus. Kita harus memiliki keakraban harian dengan kematian, kerinduan harian akan kematian. Dengan jenis pelepasan ini, jiwa kita harus belajar membebaskan diri dari keinginan tubuh. Ia harus terbang di atas nafsu duniawi ke tempat di mana mereka tidak dapat mendekat, untuk menahannya erat-erat. Ia harus mengambil rupa kematian, untuk menghindari hukuman kematian. Hukum kodrat kita yang jatuh berperang melawan hukum akal kita dan menundukkan hukum akal kepada hukum kesalahan. Apa obatnya? Siapa yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini? Rahmat Allah, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kita memiliki dokter untuk menyembuhkan kita; marilah kita menggunakan obat yang Dia resepkan. Obatnya adalah rahmat Kristus, tubuh yang mati adalah tubuh kita sendiri. Marilah kita menjadi orang buangan dari tubuh kita, agar tidak menjadi orang buangan dari Kristus. Meskipun kita masih dalam tubuh, janganlah kita menyerahkan diri kepada hal-hal duniawi. Kita tidak boleh menolak hak-hak alami tubuh, tetapi kita harus menginginkan di atas segalanya karunia-karunia rahmat.
Apa lagi yang perlu dikatakan? Oleh kematian satu oranglah dunia ditebus. Kristus tidak perlu mati jika Dia tidak mau, tetapi Dia tidak memandang kematian sebagai sesuatu yang patut dicemooh, sesuatu yang harus dihindari, dan Dia tidak dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menyelamatkan kita selain dengan mati. Demikianlah kematian-Nya adalah hidup bagi semua. Kita dimeteraikan dengan tanda kematian-Nya; ketika kita berdoa kita memberitakan kematian-Nya; ketika kita mempersembahkan kurban kita mewartakan kematian-Nya. Kematian-Nya adalah kemenangan; kematian-Nya adalah tanda suci; setiap tahun kematian-Nya dirayakan dengan khidmat oleh seluruh dunia.
Apa lagi yang harus kita katakan tentang kematian-Nya karena kita menggunakan contoh ilahi ini untuk membuktikan bahwa hanya kematianlah yang memenangkan kebebasan dari kematian, dan kematian itu sendiri adalah penebusnya? Kematian bukanlah penyebab kesedihan, karena ia adalah penyebab keselamatan umat manusia. Kematian bukanlah sesuatu yang harus dihindari, karena Putra Allah tidak menganggapnya di bawah martabat-Nya, juga tidak berusaha menghindarinya.
Kematian bukanlah bagian dari kodrat; ia menjadi bagian dari kodrat. Allah tidak menetapkan kematian sejak awal; Ia menetapkannya sebagai obat. Kehidupan manusia dikutuk karena dosa untuk kerja keras yang tak henti-hentinya dan kesedihan yang tak tertahankan dan demikianlah mulai mengalami beban kesengsaraan. Harus ada batas bagi kejahatannya; kematian harus mengembalikan apa yang telah hilang dari kehidupan. Tanpa bantuan rahmat, keabadian lebih merupakan beban daripada berkat.
Jiwa harus berpaling dari jalan-jalan kehidupan yang tanpa tujuan ini, dari pencemaran tubuh duniawi; ia harus menjangkau jemaat-jemaat di surga (meskipun hanya orang-orang kudus yang diizinkan masuk ke sana) untuk menyanyikan pujian Allah. Kita belajar dari Kitab Suci bagaimana pujian Allah dinyanyikan dengan iringan harpa: Besar dan ajaiblah perbuatan-Mu, Tuhan Allah Yang Mahakuasa; adil dan benar jalan-Mu, Raja segala bangsa. Siapa yang tidak akan menghormati dan memuliakan kodrat-Mu? Hanya Engkau yang kudus; semua bangsa akan datang dan menyembah di hadapan-Mu. Jiwa juga harus merindukan untuk menyaksikan pernikahan-Mu, Yesus, dan untuk melihat mempelai-Mu diantar dari realitas duniawi ke realitas surgawi, saat semua bersukacita dan bernyanyi: Semua daging akan datang di hadapan-Mu. Mempelai wanita tidak lagi akan tunduk pada dunia yang fana ini tetapi akan disatukan dengan roh.
Di atas segalanya, Daud yang kudus berdoa agar ia dapat melihat dan menatap ini: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, inilah yang akan kudapatkan: untuk tinggal di rumah Tuhan sepanjang hari-hari hidupku, dan untuk melihat betapa murah hati Tuhan.

Responsorium Lihat 2 Makabe 12:45; Matius 13:43

Ada beberapa orang yang telah meninggal dengan kematian yang saleh;

mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.
Maka orang-orang benar akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.

Te Deum

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami,

ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu,

yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam,

demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan

bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

PEMBUKAAN

℣.Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
℟.Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,

menghormatiNya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tanganNya,

puncak gunungpun milikNya.

MilikNyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tanganNya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umatNya,

Dialah gembala kami, kami kawananNya.
Hari ini dengarkanlah suaraNya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karyaKu yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.

Sebab Aku bersumpah dalam murkaKu:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.

Madah

Kristus pokok kehidupan

Engkau sumber pengampunan

Yang menjamin kebangkamin

Bagi umat yang beriman.
Engkau telah mengalami

Kematian sangat ngeri

Karena taat pada Bapa

Tetap setya sepenuhnya.
Maka maut Kaukalahkan

Berjayalah kehidupan

Besarkanlah hati kami

Yang sedang berduka ini.
Semoga arwah saudara

Yang pindah ke alam baka

Kauizinkan berbahagya

Hidup mulya selamanya. Amin.

Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*

menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*

dan cucilah aku dari dosaku.
Kusadari pelanggaranku,*

dosaku selalu membayang di hadapan mataku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*

yang jahat di hadapanMu kulakukan.
Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*

dan tepatlah keputusanMu.
Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*

dan dalam dosa aku dikandung ibu.
Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*

Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.
Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*

basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.
Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*

semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.
Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*

hapuskanlah segala kesalahanku.
Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*

baharuilah semangat tabah dalam batinku.
Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*

janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.
Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*

dan berilah aku semangat yang rela.
Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*

supaya mereka kembali kepadaMu.
Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*

maka aku akan memashyurkan keadilanMu.
Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*

supaya mulutku mewartakan pujianMu.
Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*

kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.
Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*

hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.

Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.

Yes 38,10-14.17-20
Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+

aku menuju pintu alam maut,*

ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.
Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+

di dunia orang yang hidup,*

tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.
Pondokku akan dibongkar,*

dicabut bagaikan kemah gembala.
Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*

memotong benang hidupku dari pakan.
Siang malam aku Kaubiarkan,+

hingga pagi aku mengaduh,*

seperti singa Engkau meremuk tulangku.
Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*

berdekut laksana burung merpati.
Pudarlah mataku karena menengadah,*

aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.
Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*

dan segala dosaku Kaubuang jauh.
Alam maut tidak memuji Engkau,+

orang mati tidak memuliakan Dikau,*

yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.
Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*

semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.
Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+

maka kami akan membunyikan kecapi,*

di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+

Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*

memujiNya selama hayat dikandung badan.
Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*

pada manusia yang tak dapat menyelamatkan.
Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*

hari juga buyarlah rencananya.
Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*

yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.
Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*

menciptakan laut dan segala isinya.
Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*

menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.
Tuhan memberi makan orang yang lapar,*

membebaskan orang yang terbelenggu.
Tuhan membuka mata orang buta,*

menegakkan orang yang bungkuk.
Tuhan melindungi orang asing,*

memelihara para yatim piatu dan janda.
Tuhan mengasihi orang jujur,*

tetapi orang berdosa digulingkanNya.
Tuhanlah raja selama-lamanya,*

Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.

Bacaan Singkat (1Tes 4,34)

Kalau kami percaya bahwa Yesus telah wafat dan bangkit, maka kami percaya juga bahwa semua orang yang meninggal dalam iman akan Yesus, akan dikumpulkan Allah bersama dengan Yesus.
Lagu Singkat

℣.Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan,* Sebab Engkau membebaskan daku.℟.Aku.℣.Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira.℟.Sebab Engkau membebaskan daku.℣.Kemuliaan.℟.Aku.

Antifon KidungAku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.
Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungAku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.

Doa Permohonan

Allah Bapa yang mahakuasa telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati dan akan membangkitkan juga tubuh kami yang fana ini. Marilah kami mohon kepadaNya dan berseru:

℟. Ya Tuhan, hidupkanlah kami dalam Kristus.

Bapa yang kudus, karena pembaptisan, kami telah mati dan dikubur bersama PuteraMu serta dibangkitkan kembali berkat kebangkaminNya,* semoga kami memasuki hidup baru bersama Kristus. ℟.

Bapa penyelenggara, Engkau telah memberi kami roti kehidupan yang turun dari surga, sebagai bekal dalam perjalanan kami di dunia ini,* semoga kami memiliki hidup abadi dan dibangkitkan pada hari kiamat. ℟.

Ya Tuhan, Engkau telah mengutus malaikat untuk memperkuat PuteraMu dalam sakrat maut,* hiburkanlah kami dengan pengharapan teguh, bila ajal kami tiba. ℟.

Engkau telah melepaskan ketiga pemuda dari tengah-tengah api,* bebaskanlah arwah orang yang sudah meninggal dari hukuman atas dosa. ℟.

Allah orang-orang hidup dan mati, Engkau membangkitkan Yesus dari antara orang mati,* bangkitkanlah orang-orang yang telah meninggal, dan terimalah kami juga dalam kemuliaan abadi bersama mereka.
Bapa kami ℟.

Doa Penutup

Tuhan, sumber kehidupan, iman kami telah Kauteguhkan dengan kebangkamin PuteraMu dari alam maut. Teguhkanlah juga harapan kami dalam menantikan kebangkamin hambaMu… Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Atau:

Allah, Engkaulah kebahagiaan kaum beriman, Engkaulah yang menebus kami dengan wafat dan kebangkamin PuteraMu. HambaMu… mengimani misteri kebangkamin itu. Kasihanilah dia dan berilah ia kebahagiaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Atau:

Tuhan, awal dan akhir hidup manusia, kami memohonkan belaskasihanMu bagi hambaMu… Di dunia ini ia Kauterima ke dalam umatMu; semoga di akhirat ia Kauberi tempat yang tenteram dan terang bersama dengan orang-orang kudusMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Beberapa orang yang meninggal:

Bapa mahabaik, pencipta danpenebus kami, PuteraMu telah mengalahkan maut dan masuk ke dalam kemuliaanMu. Semoga hamba-hambaMu (… dan…) juga mengalahkan maut dan memandang Engkau untuk selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Saudara, kaum kerabat dan penderma:

Allah pengampun dan penyelamat manusia, kami mohon kemurahanMu bagi arwah saudara-saudara, kaum kerabat dan para penderma kami. Semoga berkat doa santa perawan Maria dan semua orang kudus, mereka Kauterima dalam kebahagiaan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP

℣.Semoga Tuhan memberkati kami, melindungi kami terhadap dosa dan menghantar kami kehidup yang kekal.
℟.Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firmanMu bertahan selama-lamanya,*
tetap teguh melebihi surga.

KesetiaanMu berlaku turun-temurun,*
kokoh kuat melebihi bumi.

Firman dan kesetiaanMu tetap bertahan,*
segala-galanya mengabdi kepadaMu.

Sekiranya hukumMu bukan kesayanganku,*
niscaya aku binasa dalam sengsaraku.

Untuk selamanya aku takkan melupakan sabdaMu,*
sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

MilikMulah aku, maka selamatkan daku,*
sebab aku selalu mengindahkan perintahMu.

Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*
tetapi aku memperhatikan ketetapanMu.

Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*
tetapi perintahMu sempurna tanpa batas.

Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sekali-kali aku dikecewakan.

Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*
dengarkan dan selamatkanlah aku!

Jadilah bagiku tempat berteduh,+
gua perlindungan yang aman,*
sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.

Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*
dari cengkeraman orang lalim dan bengis

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*
kepercayaanku sejak masa mudaku.

KepadaMulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+
sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*
Engkau selalu kupuji.

Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*
tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.

Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*
memuliakan Dikau sepanjang hari.

Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*
jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.

Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*
orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:

"Allah telah meninggalkan dia,*
kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya".

Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*
Allahku, segeralah menolong aku!

Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap padaMu,*
dan meningkatkan pujianMu.

Aku menceritakan keadilanMu sepanjang hari,*
mewartakan karya keselamatanMu yang tak terduga.

Aku datang ke rumah Allah yang megah,*
untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.

Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*
dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaanMu.

Semoga juga pada masa tuaku,*
aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,

agar aku masih dapat mewartakan kekuasaanMu,*
kepada semua yang datang ke rumahMu yang megah.

KeadilanMu, ya Allah, menjangkau awan,+
karena Engkau melakukan perbuatan yang agung,*
ya Allah, siapakah menyamai Engkau?

Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*
namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.

Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*
menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.

Maka aku akan bersyukur kepadaMu dengan iringan celempung,*
atas kesetiaanMu, ya Allahku.

Aku akan memetik kecapi bagiMu,*
Allah Israel yang kudus.

Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagiMu,*
dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.

Dan juga lidahku akan menuturkan keadilanMu sepanjang hari,*
sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Bacaan singkat 2Kor 13,11

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, berlakulah dengan sempurna, terbukalah bagi nasihat. Hendaklah kamu sehati sejiwa, dan hiduplah dalam damai. Maka Allah, sumber kasih dan damai, akan menyertai kamu.

℣.Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.℟.TelingaNya kepada seruan mereka.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

PEMBUKAAN

P : Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Raja yang mahakuasa

Kristus pahlawan mulia

Engkau telah mengalahkan

Kedahsyatan kematian.
Dengan bangkit dari kubur

Engkau berhasil melebur

Dosa maut serta setan

Dan memulihkan harapan.
Kami mohon keyakinan

Yang teguh tak tergoncangkan

Bahwa hidup pasti menang

Lawan maut yang menyerang.
Panggillah saudara ini

Yang mendahului kami

Sambutlah dalam kasihMu

Agar bahagya selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*

dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?
Pertolonganku dari Tuhan,*

yang menjadikan langit dan bumi.
Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*

yang menjagamu takkan mengantuk.
Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*

yang menjaga Israel.
Tuhan menjaga dan menaungi Engkau,*

Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.
Matahari takkan menyakiti Engkau di waktu siang,*

maupun bulan di waktu malam.
Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan,*

Ia menjaga nyawamu.
Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*

sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.

Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*

Tuhanku, dengarkanlah seruanku.
Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*

kepada jeritan doaku.
Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*

siapakah dapat bertahan?
Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*

sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.
Aku berharap akan Tuhan,*

hatiku mengharapkan firmanNya.
Hatiku menantikan Tuhanku,*

lebih dari penjaga menantikan fajar.
Lebih dari penjaga menantikan fajar,*

Israel menantikan Tuhan.
Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*

dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*

dari segala kesalahannya.

Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?

Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.

Flp 2,6-11
Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.
Sebab Allah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepadaNya,*

nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa,*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.

Bacaan Singkat (1Kor 15,55-57)
Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa, dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kemenangan kepada kami berkat Yesus Kristus, Tuhan kami.
Lagu Singkat

℣.KepadaMu aku berlindung, ya Tuhan,* Aku takkan dikecewakan.℟.KepadaMu.℣.Aku akan bergembira dan bersukacita karena belaskasihanMu.℟.Aku takkan dikecewakan.℣.Kemuliaan.℟.KepadaMu.
Atau:
℣.Demi belaskasihanMu, ya Tuhan,* Berilah mereka istirahat kekal.℟.Demi.℣.Engkau akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.℟.Berilah mereka istirahat kekal.℣.Kemuliaan.℟.Demi.

Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.
Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong
Menurut janjiNya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.
Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.

Doa Permohonan

Kristus akan mengubah tubuh kami yang fana menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia. Marilah kami berseru kepadaNya dan berkata:

℟. Engkaulah kehidupan dan kebangkamin kami, ya Tuhan.

Kristus, Putera Allah yang hidup, Engkau membangkitkan sahabatMu Lazarus dari alam maut,* bangkitkanlah semua orang yang telah meninggal, ke dalam kehidupan dan kemuliaan kekal. ℟.

Kristus, penghibur orang berdukacita, ketika Lazarus, pemuda Naim dan puteri Yairus meninggal, Engkau menghapuskan air mata kaum kerabat mereka,* hiburlah semua orang yang berkabung karena kehilangan sanak saudara. ℟.

Kristus penyelamat, hancurkanlah kekuasaan dosa yang membawa kematian,* sehingga kami layak menerima hidup abadi dalam Engkau. ℟.

Kristus, penebus kami, ingatlah akan semua orang yang tidak mempunyai harapan karena belum mengenal Engkau,* semoga mereka percaya akan kebangkamin dan akan hidup abadi. ℟.

Engkau telah memulihkan penglihatan orang yang lahir buta hingga ia dapat memandang kemuliaanMu,* tunjukkanlah wajahMu kepada arwah-arwah yang sampai kini belum memandang terang cahayaMu. ℟.

Engkau menghendaki agar tempat kediaman kami di dunia ini akhirnya dibongkar,* sediakanlah bagi kami tempat kediaman abadi di surga.
Bapa kami ℟.

Doa Penutup

Tuhan, sumber kehidupan, iman kami telah Kauteguhkan dengan kebangkamin PuteraMu dari alam maut. Teguhkanlah juga harapan kami dalam menantikan kebangkamin hambaMu… Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Atau:

Allah, Engkaulah kebahagiaan kaum beriman, Engkaulah yang menebus kami dengan wafat dan kebangkamin PuteraMu. HambaMu… mengimani misteri kebangkamin itu. Kasihanilah dia dan berilah ia kebahagiaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Atau:

Tuhan, awal dan akhir hidup manusia, kami memohonkan belaskasihanMu bagi hambaMu… Di dunia ini ia Kauterima ke dalam umatMu; semoga di akhirat ia Kauberi tempat yang tenteram dan terang bersama dengan orang-orang kudusMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Beberapa orang yang meninggal:

Bapa mahabaik, pencipta danpenebus kami, PuteraMu telah mengalahkan maut dan masuk ke dalam kemuliaanMu. Semoga hamba-hambaMu (… dan…) juga mengalahkan maut dan memandang Engkau untuk selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…
Saudara, kaum kerabat dan penderma:

Allah pengampun dan penyelamat manusia, kami mohon kemurahanMu bagi arwah saudara-saudara, kaum kerabat dan para penderma kami. Semoga berkat doa santa perawan Maria dan semua orang kudus, mereka Kauterima dalam kebahagiaan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP

℣.Semoga Tuhan memberkati kami, melindungi kami terhadap dosa dan menghantar kami kehidup yang kekal.
℟.Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Arwah Semua Orang Beriman

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat 1Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.

Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.

Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari