Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Tetapi Ayub menjawab: Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Tidak Ada yang Hilang
Awal November, makam-makam mendadak ramai. Orang datang mencabuti rumput, menyalakan lilin, menabur bunga. Orang Jawa menyebutnya nyekar. Ada yang berdiri lama sekali tanpa berkata apa-apa. Sebenarnya kepada siapa kita datang? Kepada batu bertulis nama, atau kepada seseorang?
Gereja hari ini menjawab dengan tenang: kepada seseorang. Hari Arwah bukan hari mengenang barang yang hilang. Ia hari mendoakan pribadi-pribadi yang masih hidup di hadapan Allah, hanya tidak lagi kelihatan oleh mata kita.
Bacaan pertama memperdengarkan suara Ayub. Ia sedang di titik terendah: harta habis, anak-anak mati, kulit tubuhnya rusak. Justru dari situ ia berseru: aku tahu Penebusku hidup. Ia bahkan minta kalimat itu dipahat dengan besi pengukir pada gunung batu. Pengharapan macam apa yang lebih keras dari batu? Pengharapan orang yang yakin bahwa mata ini, mata yang sekarang menangis, kelak akan memandang Allah.
Dalam Injil, Yesus mengucapkan kalimat yang layak dipahat juga: semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Lalu Ia mengulanginya dengan cara lain: jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Perhatikan kata itu: jangan ada yang hilang. Allah bukan pemilik gudang yang merelakan susut. Ia Bapa yang menghitung anak-anak-Nya satu per satu.
Paulus menambah dasarnya: Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Kalau saat kita masih seteru saja Ia rela mati, masakan setelah kita menjadi milik-Nya Ia lupa? Pengharapan tidak mengecewakan, tulis Paulus. Bukan karena kita kuat berharap, melainkan karena yang kita harapkan setia.
Maka doa bagi arwah bukan basa-basi kenangan. Ia lalu lintas kasih yang tetap berjalan dua arah. Maut memutus perjumpaan, tetapi tidak memutus persekutuan. Yang kita cintai sedang dimurnikan menuju perjumpaan penuh, dan doa kita menyertai perjalanan mereka. Gereja menyebutnya persekutuan para kudus: yang masih berziarah, yang sedang dimurnikan, dan yang sudah memandang Allah, semuanya saling menopang dalam satu tubuh.
Hari ini, sebutlah nama-nama itu di hadapan Tuhan. Ayah, ibu, kakek, nenek, sahabat. Mereka tidak hilang. Mereka sedang ditunggu, sama seperti kita. Bulan November mengajak kita rajin berziarah dan berdoa bagi mereka; bukan supaya kita murung, melainkan supaya pengharapan kita tetap terlatih.
Tuhan, terimalah jiwa-jiwa yang kami kasihi ke dalam terang-Mu. Bangkitkanlah mereka pada akhir zaman, dan pertemukan kami kembali di rumah-Mu. Amin.
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Mazmur 39 (40)
Syukur dan permohonan pertolongan
Bukan kurban dan persembahan yang Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku (Ibrani 10:5).
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
AntifonDari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.
Antifon 2Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
AntifonTuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.
Antifon 3Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Mazmur 41 (42)
Kerinduan akan kehadiran Tuhan di Bait-Nya
Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
AntifonJiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium
Bacaan Kedua
Responsorium Lihat 2 Makabe 12:45; Matius 13:43
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Mazmur 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja kehidupan.
Madah
Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 50 (51)
Antifon 1Semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira kepadaMu, ya Tuhan.
Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
aku menuju pintu alam maut,*
di dunia orang yang hidup,*
Antifon 2Ya Tuhan, renggutlah hidupku dari pintu maut.
Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
Antifon 3Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup.
Bacaan Singkat (1Tes 4,34)
Antifon KidungAku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungAku inilah kebangkamin dan kehidupan. Barang siapa percaya padaKu, akan hidup biarpun telah mati. Dan barang siapa hidup serta percaya padaKu, tidak akan mati selama-lamanya.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, hidupkanlah kami dalam Kristus.
Bapa yang kudus, karena pembaptisan, kami telah mati dan dikubur bersama PuteraMu serta dibangkitkan kembali berkat kebangkaminNya,* semoga kami memasuki hidup baru bersama Kristus. ℟.
Bapa penyelenggara, Engkau telah memberi kami roti kehidupan yang turun dari surga, sebagai bekal dalam perjalanan kami di dunia ini,* semoga kami memiliki hidup abadi dan dibangkitkan pada hari kiamat. ℟.
Ya Tuhan, Engkau telah mengutus malaikat untuk memperkuat PuteraMu dalam sakrat maut,* hiburkanlah kami dengan pengharapan teguh, bila ajal kami tiba. ℟.
Engkau telah melepaskan ketiga pemuda dari tengah-tengah api,* bebaskanlah arwah orang yang sudah meninggal dari hukuman atas dosa. ℟.
Allah orang-orang hidup dan mati, Engkau membangkitkan Yesus dari antara orang mati,* bangkitkanlah orang-orang yang telah meninggal, dan terimalah kami juga dalam kemuliaan abadi bersama mereka.
Bapa kami ℟.
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.
Mazmur 118 (119),89-96
Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.
Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.
Mazmur 70 (71) I
Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.
Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.
Mazmur 70 (71) II
Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.
Bacaan singkat 2Kor 13,11
Doa Penutup
Ibadat Sore
Madah
Antifon 1Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Mazmur 120 (121)
Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
Antifon 1Tuhan menjaga Engkau terhadap segala kemalangan, Ia menjaga nyawamu.
Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan, siapakah dapat bertahan?
Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Antifon 3Seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkan, demikianpun Putera menghidupkan orang yang dikehendakiNya.
Atau:
Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSegala sesuatu yang diserahkan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu. Barang siapa datang kepadaKu, tak akan Kutolak.
Doa Permohonan
℟. Engkaulah kehidupan dan kebangkamin kami, ya Tuhan.
Kristus, Putera Allah yang hidup, Engkau membangkitkan sahabatMu Lazarus dari alam maut,* bangkitkanlah semua orang yang telah meninggal, ke dalam kehidupan dan kemuliaan kekal. ℟.
Kristus, penghibur orang berdukacita, ketika Lazarus, pemuda Naim dan puteri Yairus meninggal, Engkau menghapuskan air mata kaum kerabat mereka,* hiburlah semua orang yang berkabung karena kehilangan sanak saudara. ℟.
Kristus penyelamat, hancurkanlah kekuasaan dosa yang membawa kematian,* sehingga kami layak menerima hidup abadi dalam Engkau. ℟.
Kristus, penebus kami, ingatlah akan semua orang yang tidak mempunyai harapan karena belum mengenal Engkau,* semoga mereka percaya akan kebangkamin dan akan hidup abadi. ℟.
Engkau telah memulihkan penglihatan orang yang lahir buta hingga ia dapat memandang kemuliaanMu,* tunjukkanlah wajahMu kepada arwah-arwah yang sampai kini belum memandang terang cahayaMu. ℟.
Engkau menghendaki agar tempat kediaman kami di dunia ini akhirnya dibongkar,* sediakanlah bagi kami tempat kediaman abadi di surga.
Bapa kami ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.
Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.
Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari