Bacaan Misa
Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat: "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu. Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!" Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu, kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini. Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini: Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN." Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana. Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia: "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya." Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN." Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.
Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.
Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.
Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Manis Belum Tentu Benar
Lidah kita memihak yang manis. Sirup selalu menang melawan jamu. Padahal semua orang tahu, yang menyembuhkan sering justru yang pahit.
Hari ini dua nabi berhadapan di rumah Tuhan. Hananya membawa kabar manis: dua tahun lagi kuk Babel patah, semua orang buangan pulang. Rakyat tentu senang. Yeremia membawa kabar pahit: pembuangan masih panjang, kuk kayu akan diganti kuk besi.
Menariknya, Yeremia tidak marah. Ia malah berkata: 'Amin! Moga-moga Tuhan berbuat demikian!' Ia sendiri ingin kabar manis itu benar. Siapa yang tidak ingin? Tapi ingin saja tidak membuat sesuatu menjadi benar. Nabi damai, katanya, baru terbukti benar kalau nubuatnya digenapi.
Kita hidup dikelilingi banyak hananya kecil. Suara-suara yang menjual jalan pintas: cepat kaya, cepat sembuh, cepat beres, semuanya tanpa salib. Suara itu laris karena enak didengar. Dan kita memang gampang membeli yang enak.
Injil hari ini menunjukkan ukuran yang sejati. Yesus melihat orang banyak, tergerak belas kasihan, lalu memberi mereka makan sungguhan. Bukan janji kosong. Roti yang benar-benar bisa dipegang lima ribu orang.
Hari ini, kabar mana yang kita percaya: yang benar, atau yang enak?
Tuhan, beri aku telinga yang tahan mendengar kebenaran, meski pahit rasanya. Amin.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Mazmur 30 (31)
Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah
Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).
AntifonCondongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Antifon 2Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
AntifonTuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Antifon 3Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
AntifonTerpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Responsorium 2 Korintus 8:9; Filipi 2:7
Responsorium Lukas 6:36, 37, 38; Matius 5:7
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Mazmur 41 (42)
Antifon 1Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Antifon 2Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Sir 36,1-7.13-16
Antifon 2Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Antifon 3Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Mazmur 18 (19) A
Antifon 3Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
Doa Permohonan
℟. Semoga kami tetap mengabdi Engkau, ya Tuhan.
Kristus, imam abadi, Engkau telah mengaruniakan imamat suci kepada umatMu,* semoga kami mempersembahkan kurban rohani yang patut bagi Allah. ℟.
Limpahilah kami dengan hasil buah RohMu,* yakni kesabaran, kemurahan hati dan kelembutan hati. ℟.
Semoga kami mencintai Engkau, supaya kami memiliki Engkau,* agar kami dapat memuji Engkau dalam hidup kami. ℟.
Semoga kami mengusahakan yang berguna bagi saudara-saudara kami,* supaya mereka lebih mudah memperoleh keselamatan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ier 31, 33)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Mazmur 118 (119),41-48
Antifon 1Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Antifon 2MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Antifon 2MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Antifon 3Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Antifon 3Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Bacaan singkat Yer 32,40
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Ez 34, 31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Mazmur 44 (45) I
Antifon 1Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Antifon 2Pengantin datang, songsonglah dia!
Mazmur 44 (45) II
Antifon 2Pengantin datang, songsonglah dia!
Antifon 3Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Ef 1,3-10
Antifon 3Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Bacaan Singkat (1Tes2,13)
Antifon KidungAku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
Doa Permohonan
℟. Penuhilah keinginan umatMu, ya Tuhan.
Tuhan Yesus, selamatkanlah semua orang,* dan hantarlah mereka kepada pengetahuan akan kebenaran. ℟.
Lindungilah paus kami bapa..., dan uskup kami bapa...* bantulah mereka dengan kekuatanMu. ℟.
Tolonglah semua orang yang mengharapkan gaji yang adil,* agar hidup mereka terjamin dan penuh sukacita. ℟.
Semoga Engkau, ya Tuhan, melindungi orang-orang miskin,* dan menolong mereka dalam kesusahan. ℟.
KepadaMu kami percayakan arwah para rohaniwan-rohaniwati,* supaya mereka dapat memuji Engkau di surga. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Asprenus
Santo Asprenus adalah Uskup Pertama di Keuskupan Napoli (Naples). Ia hidup pada akhir abad pertama dan pada awal abad kedua. Dalam “Calendario Marmoreo di Napoli” (Kalender Marmer Naples) menuliskan keberadaan Santo Asprenus dan fakta bahwa ia hidup selama pemerintahan Kaisar Trajan dan Kaisar Hadrian; dan ia menjadi Uskup di Naples selama dua puluh tiga tahun.
Tidak banyak yang diketahui tentang riwayat hidupnya. Tradisi mengisahkan bahwa dalam perjalanannya menuju kota Roma; santo Petrus singgah beberapa waktu di kota Naples. Ia berkarya disana dan membabtis banyak orang menjadi pengikut Kristus. Santo Asprenus dan Santa Candida termasuk mereka yang memberikan diri untuk dibabtis, setelah Petrus secara ajaib menyembuhkan Candida dari sakit yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Petrus kemudian mentahbiskan Asprenus menjadi uskup kota Napoli dan melanjutkan perjalannya menuju kota Roma.
Uskup Asprenus sangat dihormati oleh umat di Naples. Ia dikatakan membangun sebuah kapela Santa Maria del Principio, yang saat ini menjadi Katedral Naples (Duomo di Napoli).
Setelah kematiannya, banyak sekali keajaiban yang dikaitkan dengannya. Ia dikuburkan di kapela Santa Maria del Principio dan diangkat sebagai salah satu Santo pelindung kota Naples.
Santo Nikodemus
Nikodemus hidup sejaman dengan Yesus. Ia adalah seorang Yahudi Farisi yang menjadi anggota Sanhedrin (Dewan tertinggi Agama Yahudi pada Jaman Yesus) di Yerusalem. Nikodemus percaya kepada Yesus dan menjadi pengikut-NYA secara rahasia. Ia bertemu dengan Yesus pada malam hari untuk menghindari kemurkaan anggota Sanhedrin lainnya.
Saat Yesus berada di Yerusalem, Nikodemus menemuiNya dimalam hari untuk berbicara secara pribadi. Dengan rendah hati, anggota Sanhedrin ini menyapa Yesus :
"Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." (Yoh 3 :2)Yesus menjawab semua pertanyaan Nikodemus dan menyingkapkan rahasia kehidupan kekal kepadanya. (Yoh 3 : 3 - 21).
Pada waktu perayaan Hari Raya Pondok Daun, Yesus kembali datang ke Yerusalem. Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mencoba untuk menangkap Yesus tetapi gagal karena para penjaga yang dikirim untuk menangkap Yesus malah terpesona mendengarkan ajaranNYA. Saat para Farisi yang murka sedang berkumpul dan mengecam Yesus, Nikodemus dengan suara lantang berkata :
"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" (Yoh 7 : 51)Kata-katanya untuk sementara dapat meredakan kemarahan para Farisi sehingga mereka membubarkan diri. Namun sebagian mereka masih mempertanyakan pengajaran Yesus dengan membantah Nikodemus :
"Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." (Yoh 7 : 52)Setelah Yesus Kristus mati disalibkan, Nikodemus bersama Yusuf dari Arimatea berupaya memberikan penguburan yang layak bagi Yesus. Kitab suci menulis :
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea -- ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi -- meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat.
Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ. (Yoh 19 :38-42)
Setelah pemakaman Yesus, nama Nikodemus tidak ditemukan lagi dalam kitab suci. Pada abad ke-16 muncul sebuah kitab apokrif yang disebut Injil Nikodemus (Nicodemi Evangelium). Tradisi Jemaat Kristen perdana menyebutkan bahwa Nikodemus tewas sebagai martir Kristus pada abad pertama. Gereja Katholik Roma dan Orthodoks Timur, menghormati Nikodemus sebagai seorang Kudus dan perayaannya diperingati pada setiap tanggal 3 Agustus.
Arti nama
Nikodemus = Kemenangan Rakyat
Berasal dari nama Yunani : Νικοδημος (Nikodemos) yang diturunkan dari kata : νικη (nike) : "Kemenangan" dan δημος (demos) : "Rakyat".
Santo Stefanus I
Pria kelahiran Roma ini menjadi Paus pada tanggal 12 Mei 254 hingga wafatnya pada tanggal 2 Agustus 257. Kepemimpinannya atas Gereja Kristus berlangsung antara masa pemerintahan Kaisar Decius dan Valerianus yang diwarnai dengan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Paus Stefanus terkenal luas karena membela sahnya permandian yang diberikan oleh seorang bidat. Pembelaannya itu dilancarkannya sebagai perlawanan terhadap Siprianus, Uskup Kartago bersama Uskup-uskup Afrika dan Asia Kecil lainnya yang mengajarkan bahwa permandian yang diberikan oleh seorang bidat tidaklah sah karena pribadi pelayanannya berada dalam keadaan berdosa dan karena itu tidak pantas melayani sakramen. Dalam pembelaannya Paus Stefanus menekankan bahwa rahmat Sakramen berasal dari Kristus sendiri, bukan dari pribadi pelayannya.
Stefanus juga menghadapi masalah-masalah gerejawi di Spanyol dan Prancis. Di Spanyol, ketika Kaisar Decius melancarkan penganiayaan terhadap orang Kristen, dua orang Uskup Spanyol, yaitu Martial dan Basilides, meninggalkan Gereja. Keduanya melakukan beberapa kesalahan serius yang merugikan Gereja dan mencemarkan iman Kristiani. Persitiwa ini terjadi sewaktu Paus Lucius I (253-254) yang digantikan Stefanus, memangku jabatan sebagai Paus. Ia mendukung pemecatan yang dilakukan uskup-uskup Spanyol lainnya terhadap Martial dan Basilides. Tatkala Stefanus memangku jabatan Paus, Basilides dengan tipu daya yang licik berhasil memenangkan dukungan banyak orang untuk kembali memangku jabatannya sebagai uskup. Uskup-uskup Spanyol memprotes dan meminta bantuan Siprianus untuk mencegah hal itu.
Siprianus segera mengadakan rapat bersama Uskup Afrika lainnya untuk mempertahankan keputusan terdahulu, bahwa meskipun Martial dan Basilides sudah bertobat, namun mereka tidak boleh lagi memangku jabatan sebagai uskup. Hal ini didukung oleh Paus Stefanus, meskipun ditolak oleh Basilides. Di Prancis, Uskup-uskup Prancis memohon kepada Paus Stefanus agar memberhentikan Uskup Marsianus dari Arles, yang tidak mau menerima kembali orang-orang murtad yang sudah bertobat. Karena Paus tidak segera menanggapi permohonan itu, Uskup-uskup Prancis meminta bantuan Siprianus untuk menangani masalah ini. Tapi kemudian Paus Stefanus memecat Marsianus yang terus berpegang pada ajaran Novatian, dan menggantikannya dengan uskup lain.
Paus Stefanus dengan setia mendampingi umat dalam masa penganiayaan itu. Ia dihormati sebagai martir, meskipun bukti-bukti tentang kemartirannya tidak jelas diketahui. Beliau dikuburkan di pekuburan Santo Kallistus di Roma.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari