Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Rabu, 24 Juni 2026· Putih
24 Juni 2026

Bacaan Misa

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan Kedua

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Namanya Yohanes

Renungan · 2 menit baca

Memberi nama anak tidak pernah sembarangan di keluarga kita. Ada yang mengambil nama kakek supaya tuahnya menurun. Ada yang membuka kamus, mencari doa yang bisa dilekatkan seumur hidup. Sebab nama adalah harapan yang dipanggil berulang-ulang setiap hari.

Maka gemparlah sanak saudara Zakharia ketika bayi itu hendak diberi nama. Menurut adat, ia semestinya memakai nama bapanya. Tetapi Elisabet menolak: jangan, ia harus dinamai Yohanes. Orang-orang protes, tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian. Mereka meminta isyarat Zakharia, yang bisu sejak meragukan kabar malaikat. Zakharia meminta batu tulis dan menulis: namanya adalah Yohanes. Seketika mulutnya terbuka, dan kata-kata pertamanya adalah pujian bagi Allah.

Yohanes berarti Tuhan berbelas kasih. Nama itu bukan pilihan keluarga, melainkan kiriman dari surga. Anak itu memang tidak mengikuti garis bapanya; ia membawa garis baru, sebab tugasnya pun baru: menyiapkan jalan bagi Mesias. Para tetangga bertanya-tanya, menjadi apakah anak ini nanti? Pertanyaan yang sesungguhnya menggantung di atas setiap buaian bayi di dunia.

Bacaan pertama memperlebar cakrawalanya. Hamba Tuhan dalam kitab Yesaya berkata: TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Sebelum orang tua kita sempat memikirkan nama, Allah sudah lebih dulu menyebut nama kita. Tidak ada manusia yang lahir tanpa panggilan; yang ada hanyalah panggilan yang belum dikenali.

Dan bagaimana Yohanes menjalani namanya? Bacaan kedua mencatat kalimatnya menjelang akhir tugas: aku bukanlah Dia yang kamu sangka; membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Inilah kebesaran Yohanes: ia tahu persis dirinya bukan pusat. Ia rela menjadi jari telunjuk yang menunjuk kepada Yesus, lalu menyingkir. Orang besar yang tidak silau oleh kebesarannya sendiri, sebab ia hafal arti namanya: yang berbelas kasih adalah Tuhan, bukan dirinya.

Gereja merayakan kelahirannya persis ketika hari-hari mulai memendek sesudah titik balik matahari, sedangkan kelahiran Yesus dirayakan saat hari mulai memanjang. Alam pun seolah ikut mengeja kalimat Yohanes: Ia harus makin besar, aku harus makin kecil.

Kita masing-masing juga menyandang nama yang disebut Allah sejak dari kandungan. Sudahkah hidup kita menunjuk kepada Dia, atau sibuk menunjuk diri sendiri?

Tuhan, Engkau menyebut namaku sebelum aku lahir. Jadikanlah hidupku seperti Yohanes: telunjuk kecil yang setia menunjuk kepada-Mu. Amin.

Invitatorium

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus Penebus, betapa Kau tunjukkan cinta-Mu

Selalu mengilhami jiwa melayani Bapa,

Dengan daya tarik yang kuat, bervariasi dan mendesak,

Karunia Roh Kudus.
Banyak yang diberkati dengan rahmat tiada tara,

Menjadikan mereka sungguh anak-anak Bapa,

Sedikit yang terpilih untuk ikatan persatuan

Bahkan lebih erat lagi.
Dengan lembut Kau panggil mereka, dengan semangat mereka menjawab,

Meninggalkan segalanya, dengan cepat mereka mengikuti,

Memilih jalan, yang diinjak oleh Juruselamat mereka

Langsung kepada Bapa.
Pencari yang sungguh-sungguh mengerahkan seluruh kekuatannya.

Hamba-Mu yang kudus tak pernah mengendurkan usaha,

Teladan kebajikan, selalu mencari-Mu,

Pasti ia menemukan-Mu.
Kemuliaan dan hormat bagi Allah Yang Mahakuasa,

Pujian tertinggi, kuasa dan kekuasaan,

Yang dalam hikmat-Nya mengatur dan memerintah segala sesuatu

Yang diciptakan oleh cinta-Nya. Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.

Mazmur 20 (21):2-8, 14

Syukur atas kemenangan raja

Ia menerima hidup agar ia bangkit dan hidup selama-lamanya (Santo Hilarius).
Ya Tuhan, kekuatan-Mu memberi sukacita kepada raja;

betapa pertolongan-Mu menyelamatkan dia!

Engkau telah mengabulkan keinginan hatinya;

Engkau tidak menolak doa bibirnya.
Engkau datang menyambutnya dengan berkat keberhasilan,

Engkau telah menaruh di kepalanya mahkota emas murni.

Ia meminta hidup kepada-Mu dan ini telah Engkau berikan,

hari-hari yang akan berlangsung dari abad ke abad.
Pertolongan-Mu yang menyelamatkan telah memberinya kemuliaan.

Engkau telah menaruh padanya keagungan dan kemegahan,

Engkau telah menganugerahkan berkat-Mu kepadanya selama-lamanya.

Engkau telah membuatnya bersukacita dengan sukacita kehadiran-Mu.
Raja telah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan:

melalui belas kasihan Yang Mahatinggi ia akan berdiri teguh.

Ya Tuhan, bangkitlah dalam kekuatan-Mu,

kami akan menyanyi dan memuji kuasa-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.

Antifon 2Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.

Mazmur 91 (92)

Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Bernyanyilah memuji karya penebusan Kristus (Santo Atanasius).
I
Adalah baik untuk bersyukur kepada Tuhan,

untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

untuk mewartakan kasih-Mu di pagi hari

dan kebenaran-Mu di waktu malam,

dengan kecapi sepuluh senar dan gambus,

dengan suara harpa yang berbisik.
Perbuatan-Mu, ya Tuhan, telah membuatku bersukacita;

atas karya tangan-Mu aku berseru dengan gembira.

Ya Tuhan, betapa agung karya-karya-Mu!

Betapa dalam rancangan-rancangan-Mu!

Orang bodoh tidak dapat mengetahui ini

dan orang dungu tidak dapat mengerti.
Meskipun orang fasik tumbuh seperti rumput

dan semua yang berbuat jahat berkembang:

mereka ditakdirkan untuk dihancurkan selamanya.

Tetapi Engkau, Tuhan, selamanya di tempat yang tinggi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.

Antifon 3Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.

II
Lihatlah bagaimana musuh-musuh-Mu binasa;

semua pelaku kejahatan tercerai-berai.
Kepadaku Engkau memberi kekuatan banteng liar;

Engkau mengurapi aku dengan minyak yang paling murni.

Mataku memandang dengan kemenangan atas musuh-musuhku;

telingaku mendengar dengan gembira kejatuhan mereka.

Orang benar akan berkembang seperti pohon palem

dan tumbuh seperti pohon aras Libanon.
Ditanam di rumah Tuhan

mereka akan berkembang di pelataran Allah kita,

masih berbuah ketika mereka tua,

masih penuh getah, masih hijau,

untuk mewartakan bahwa Tuhan itu adil;

di dalam Dia, batuku, tidak ada kesalahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonYohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ia datang untuk memberi kesaksian tentang terang.

Agar semua orang percaya melalui Dia.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yeremia

1:4-10, 17-19

Panggilan Nabi
Firman Tuhan datang kepadaku demikian:

Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim, Aku telah mengenal engkau,

sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,

sebagai nabi bagi bangsa-bangsa Aku telah menetapkan engkau.

“Ah, Tuhan Allah!” kataku,

“Aku tidak tahu berbicara; aku masih terlalu muda.”

Tetapi Tuhan menjawab aku,

Jangan katakan, “Aku masih terlalu muda.”

Kepada siapa pun Aku mengutus engkau, engkau akan pergi;

apa pun yang Aku perintahkan kepadamu, engkau akan berbicara.

Jangan takut di hadapan mereka,

karena Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, firman Tuhan.

Kemudian Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh mulutku, sambil berkata,

Lihat, Aku menaruh firman-Ku di dalam mulutmu!

Pada hari ini Aku menetapkan engkau

atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan,

Untuk mencabut dan merobohkan,

untuk membinasakan dan meruntuhkan,

untuk membangun dan menanam.
Tetapi engkau, ikatlah pinggangmu;

berdirilah dan beritahukan kepada mereka

segala yang Aku perintahkan kepadamu.

Janganlah engkau hancur di hadapan mereka,

seolah-olah Aku akan meninggalkan engkau hancur di hadapan mereka;

Karena Akulah pada hari ini

yang telah menjadikan engkau kota yang berbenteng,

Tiang besi, tembok tembaga,

melawan seluruh negeri:

Melawan raja-raja dan para pangeran Yehuda,

melawan para imam dan rakyatnya.

Mereka akan berperang melawan engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau,

karena Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan engkau, firman Tuhan.

Responsorium Yeremia 1:5, 9, 10

Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim Aku telah mengenal engkau; sebelum engkau lahir Aku telah menguduskan engkau,

dan Aku telah menetapkan engkau sebagai nabi bagi bangsa-bangsa.
Aku telah menaruh firman-Ku di dalam mulutmu; Aku telah menetapkan engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan.

Dan Aku telah menetapkan engkau sebagai nabi bagi bangsa-bangsa.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Suara orang yang berseru di padang gurun
Gereja merayakan kelahiran Yohanes sebagai peristiwa yang kudus. Kita tidak memiliki peringatan semacam itu untuk bapa-bapa lain; tetapi penting bahwa kita merayakan hari kelahiran Yohanes dan Yesus. Hari ini tidak dapat dilewatkan begitu saja. Dan bahkan jika penjelasan saya tidak sesuai dengan martabat perayaan ini, Anda masih dapat merenungkannya dengan kedalaman dan manfaat yang besar.
Yohanes lahir dari seorang wanita yang terlalu tua untuk melahirkan; Kristus lahir dari seorang perawan muda. Berita kelahiran Yohanes disambut dengan ketidakpercayaan, dan ayahnya menjadi bisu. Kelahiran Kristus dipercaya, dan Ia dikandung melalui iman.
Demikianlah topik, seperti yang telah saya sajikan, untuk penyelidikan dan diskusi kita. Tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, jika saya kekurangan waktu atau kemampuan untuk mempelajari implikasi dari misteri yang begitu mendalam, Dia yang berbicara di dalam Anda bahkan ketika saya tidak ada di sini akan mengajari Anda lebih baik; Dialah yang Anda renungkan dengan devosi, yang telah Anda sambut ke dalam hati Anda, yang bait-Nya telah Anda jadikan.
Yohanes, kemudian, muncul sebagai batas antara dua perjanjian, yang lama dan yang baru. Bahwa ia adalah semacam batas, Tuhan sendiri bersaksi, ketika Ia berbicara tentang hukum dan para nabi sampai Yohanes Pembaptis. Demikianlah ia mewakili masa lalu dan adalah pewarta era baru yang akan datang. Sebagai wakil masa lalu, ia lahir dari orang tua yang sudah lanjut usia; sebagai pewarta era baru, ia dinyatakan sebagai nabi ketika masih dalam kandungan ibunya. Karena ketika belum lahir, ia melonjak dalam kandungan ibunya pada kedatangan Maria yang terberkati. Dalam kandungan itu ia telah ditetapkan sebagai nabi, bahkan sebelum ia lahir; diungkapkan bahwa ia akan menjadi pendahulu Kristus, sebelum mereka saling melihat. Ini adalah peristiwa ilahi, melampaui batas-batas kelemahan manusia kita. Akhirnya ia lahir, ia menerima namanya, lidah ayahnya dilepaskan. Lihatlah bagaimana peristiwa-peristiwa ini mencerminkan kenyataan.
Zakharia diam dan kehilangan suaranya sampai Yohanes, pendahulu Tuhan, lahir dan memulihkan suaranya. Keheningan Zakharia tidak lain adalah zaman nubuat yang tersembunyi, terselubung, seolah-olah, dan tersembunyi sebelum khotbah Kristus. Pada kedatangan Yohanes, suara Zakharia dilepaskan, dan menjadi jelas pada kedatangan Dia yang telah dinubuatkan. Pelepasan suara Zakharia pada kelahiran Yohanes adalah paralel dengan robeknya tabir pada penyaliban Kristus. Jika Yohanes mengumumkan kedatangannya sendiri, bibir Zakharia tidak akan terbuka. Lidah dilepaskan karena sebuah suara lahir. Karena ketika Yohanes memberitakan kedatangan Tuhan ia ditanya: Siapakah engkau? Dan ia menjawab: Akulah suara orang yang berseru di padang gurun. Suara itu adalah Yohanes, tetapi Tuhan pada mulanya adalah Firman. Yohanes adalah suara yang hanya bertahan untuk sementara waktu; Kristus, Firman pada mulanya, adalah kekal.

Responsorium Lukas 1:76-77

Engkau, anakku, akan disebut nabi Yang Mahatinggi,

karena engkau akan berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.
Untuk memberi umat-Nya pengetahuan akan keselamatan melalui pengampunan dosa-dosa mereka.

Karena engkau akan berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan-Nya.

Te Deum

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang agung memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Di dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Anugerahkanlah,

kami mohon, ya Allah yang mahakuasa,

agar keluarga-Mu dapat berjalan di jalan keselamatan dan,

dengan memperhatikan apa yang didesak oleh Santo Yohanes Pembaptis,

dapat dengan aman datang kepada Dia yang ia wartakan, Tuhan kami Yesus Kristus.

Yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kami menyembah Dia.

Madah

Kristus cahaya dunia

Terbitlah bagaikan surya

Datanglah, kami menunggu

Kami siap menyambut-Mu.
Kristus Anak Domba Paska

Yang dibunuh namun jaya

Datanglah, kami menanti

Sudah rindu hati kami.
Kristus gembala utama

Yang wafat membela domba

Datanglah, jangan terlambat

Kami mendambakan slamat.
Terpujilah Yesus Kristus

Dengan Bapa dan Roh kudus

Yang hidup dan berkuasa

Kini dan sepanjang masa. Amin.

Antifon 1Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*

ketetapan-Mu hendak kupegang.
Aku berseru kepada-Mu: selamatkanlah aku!*

Perintah-Mu akan kutepati.
Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolongan-Mu,*

aku berharap pada firman-Mu.
Semalam-malaman mataku tertuju kepada-Mu,*

untuk merenungkan janji-Mu.
Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu,*

ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukum-Mu.
Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*

mereka menjauh dari hukum-Mu.
Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*

dan segala perintah-Mu benar.
Sejak lama aku mengakui ketetapan-Mu,*

sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintah-Mu benar.

Antifon 2Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Kebij 9,1-12
Allah leluhur kami, Tuhan yang berbelaskasih,*

Engkau menciptakan semesta alam dengan sabda-Mu.
Engkau membentuk manusia dengan hikmat-Mu,*

agar ia menguasai makhluk ciptaan-Mu,
agar ia memerintah dunia dengan suci dan adil,*

dan memegang kekuasaan dengan lurus hati.
Berikanlah kepadaku hikmat yang memerintah bersama Engkau,*

dan janganlah aku Kauusir dari lingkungan anak-Mu.
Sebab aku ini hamba-Mu dan anak sahaya-Mu,+

manusia yang lemah dan pendek umur,*

kurang pengertian tentang hukum dan keadilan.
Bahkan orang yang paling sempurna tidak berarti sama sekali,*

kalau tidak mempunyai hikmat yang berasal dari pada-Mu.
Engkau telah memilih aku menjadi raja bangsa-Mu,*

untuk memerintah putera-puteri-Mu.
Engkau menyuruh aku membangun kenisah di atas gunung-Mu yang kudus,+

dan mesbah dalam kota kediaman-Mu,*

gambaran yang serupa dengan kemah suci di surga.
Pada-Mulah hikmat yang mengenal segala karya-Mu,*

yang hadir tatkala Engkau menciptakan bumi.
Ia menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu,*

dan yang sesuai dengan firman-Mu.
Utuslah hikmat dari surga suci,*

dari takhta-Mu yang mulia.
Agar mendampingi aku dalam usahaku,*

untuk menmendapatahui yang baik di hadapan-Mu.
Sebab hikmat-Mu menmendapatahui dan memahami segala-galanya,+

ia menuntun aku dengan bijaksana dalam segala tingkah laku,*

dan melindungi aku dengan cahaya kemuliaannya.

Antifon 2Tuhan, semoga hikmat-Mu mendampingi aku dalam usahaku.

Antifon 3Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*

megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.
Sebab besar kasih-Nya kepada kami,*

kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Antifon 3Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya Engkau tiada bercela dan tiada bernoda. Sebab Engkau harus hidup di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sebagai anak-anak Allah yang lurus hati. Maka Engkau akan bercahaya di antara mereka laksana bintang-bintang yang menyinari dunia.
Lagu Singkat

℣.Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,* Engkaulah yang melindungi aku.
℟.Aku.
℣.Engkaulah warisanku yang menghidupkan.
℟.Engkaulah yang melindungi aku.
℣.Kemuliaan.
℟.Aku.

Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Allah memuliakan Maria, bunda Kristus, di atas semua makhluk di surga dan di dunia. Marilah kami penuh kepercayaan berdoa kepada Allah:

℟. Indahkanlah bunda Putera-Mu, dan dengarkanlah kami.

Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya. ℟.

Engkau mendorong Maria untuk menerima sabda-Mu dan menjadi hamba-Mu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya. ℟.

Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika Putera-Mu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkaulah sumber dan pangkal keselamatan kami. Semoga kami selalu berusaha menyatakan kemuliaan-Mu dengan tingkah laku kami, sehingga di surgapun kami Kauizinkan memuji Engkau selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Yesus penebus Illahi

Kami mohon Kaudampingi

Dalam usaha mengabdi

Kepada sesama kami.
Sudilah Engkau berkarya

Melalui suka duka

Yang harus kami alami

Dalam kehidupan ini.
Sampaikanlah doa ini

Ya Yesus junjungan kami

Kepada Bapa surgawi

Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Antifon 1Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119), 121-128

Aku bertindak adil dan jujur,*

jangan aku Kauserahkan kepada pemerasku.
Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu,*

jangan sampai orang sombong menganiaya aku.
Mataku sangat merindukan keselamatan-Mu,*

dan keadilan yang Kaujanjikan.
Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu,*

dan ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.
Hamba-Mulah aku, beri aku pengertian,*

supaya aku memahami perintah-Mu.
Ya Tuhan, telah tiba saatnya Engkau bertindak,*

mereka telah memperkosa hukum-Mu.
Itulah sebabnya aku mencintai perintah-Mu,*

melebihi emas yang paling murni.
Itulah sebabnya aku hidup sesuai dengan segala titah-Mu,*

segala jalan dusta kubenci.

Antifon 1Jaminlah kesejahteraan hamba-Mu, ya Tuhan.

Antifon 2Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*

mulutku tetap menyanyikan pujian-Nya.
Karena Tuhan aku bermegah-megah,*

hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.
Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*

mari kami bersama memasyhurkan nama-Nya.
Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*

Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.
Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*

Ia tak akan mengecewakan dikau.
Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*

Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.
Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*

untuk melindunginya terhadap bahaya.
Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*

berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya.
Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*

sebab yang takwa tidak berkekurangan.
Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*

yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Antifon 2Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.

Antifon 3Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*

kuajar Engkau menjadi takwa.
Siapakah yang merindukan hidup,*

merindukan umur panjang penuh bahagia?
Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*

dan bibirmu jangan menipu.
Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*

perjuangkanlah damai sejahtera.
Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*

telinga-Nya kepada seruan mereka
Wajah Tuhan menentang para penjahat,*

untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*

dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.
Tuhan dekat pada orang yang bertobat,*

Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.
Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*

tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.
Tuhan melindungi segala tulangnya,*

tak satupun akan dipatahkan.
Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*

yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.
Tuhan menyelamatkan para hamba-Nya,*

semua yang berlindung kepada-Nya tidak menanggung hukuman.

Antifon 3Tuhan dekat pada orang yang bertobat.

Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)

Janganlah kami gila hormat, janganlah kami saling menentang dan saling mendengking. Hendaklah kami saling menanggung beban. Demikianlah Engkau memenuhi hukum Kristus.

℣.Alangkah baik dan menyenangkan.
℟.Tinggal bersama sebagai saudara.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Antifon 1Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Mazmur 71 (72) – I
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja,*

dan anugerahkanlah keadilan-Mu kepadanya.
Semoga ia memerintah umat-Mu sesuai dengan hukum,*

dan para hamba-Mu yang miskin dengan adil.
Hendaknya gunung-gunungpun menghasilkan kemakmuran umat,*

dan bukit-bukit melimpahkan kesejahteraan.
Semoga baginda membela hak rakyat jelata,*

menolong kaum miskin dan menghancurkan para penindas.
Semoga panjang usia baginda seperti matahari,*

turun-temurun selama bulan beredar.
Semoga baginda bagaikan embun di atas padang rumput,*

bagaikan hujan yang menggenangi bumi.
Keadilan akan berkembang dalam zamannya,*

dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.
Ia akan memerintah dari laut ke laut,*

dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Para penguasa akan berlutut di depannya,*

dan musuh-musuhnya meniarap menjilat debu.
Raja-raja dari Tarsis dan dari pantai yang jauh,+

akan datang membawa persembahan,*

raja-raja Arabia dan Etiopia membayar upeti.
Semua raja sujud menyembah,*

dan segala bangsa menjadi hamba baginda.

Antifon 1Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi.

Antifon 2Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan .

Mazmur 71 (72) – II
Ya Allah, raja-Mu membebaskan orang miskin yang berseru,*

ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
Ia sayang kepada kaum papa dan miskin,*

dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.
Ia melepaskan mereka dari penindasan dan kekerasan,*

sebab hidup mereka sangat bernilai baginya.
Hiduplah raja! Semoga dipersembahkan emas kepadanya,*

semoga ia tetap didoakan dan dimohonkan berkat.
Semoga negerinya berlimpahkan panenan sampai di gunung,*

semoga penduduk kotanya sebanyak rumput di padang.
Semoga ia hidup selama-lamanya,*

dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.
Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya,*

dan memuji baginda bahagia.
Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,*

hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.
Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya,*

seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya.

Antifon 2Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak Domba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat 1Ptr 1,22-23

Kamu telah menyucikan dirimu karena taat kepada kebenaran, sehingga Engkau dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Hendaklah Engkau sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Karena Engkau telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yan baka, yaitu sabda Allah yang hidup dan kekal.
Lagu Singkat

℣.Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.
℟.Tuhanlah.
℣.Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.
℟.Aku takkan berkekurangan.
℣.Kemuliaan.
℟.Tuhanlah.

Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Tuhan dan penyelamat kami melimpahi umat-Nya dengan segala berkat rohani. Marilah kami mengarahkan hati kepada-Nya dan berdoa:

℟. Berkatilah umat-Mu, ya Tuhan.

Allah Yang Maha Rahim, lindungilah paus kami bapa… dan uskup kami bapa…* dan anugerahilah mereka kesehatan dan kebijaksanaan demi kepentingan Gereja. ℟.

Lindungilah tanah air kami dengan murah hati, ya Tuhan,* dan bebaskanlah kami dari segala malapetaka. ℟.

Undanglah banyak pemuda untuk mengikuti panggilan-Mu,* semoga mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi kerajaan Allah. ℟.

Peliharalah pemudi-pemudi yang bertekad hidup sebagai perawan,* supaya mereka dapat mengikuti Engkau, Anak Domba Allah. ℟.

Semoga orang-orang mati beristirahat dalam damai abadi,* dan kami semakin erat bersatu dengan mereka dalam iman. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami memuji Engkau dalam ibadat sore ini. Semoga kami setia mengindahkan perintah-Mu dan tekun merenungkan sabda-Mu, supaya pantas melihat cahaya kehidupan abadi. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

Hari Raya

Hari Raya ini merayakan kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sang pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Peristiwa ini istimewa, sebab Gereja pada umumnya hanya merayakan kelahiran ke surga (yaitu wafatnya) para kudus. Hanya kelahiran duniawi Yesus, Santa Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis yang dirayakan, sebuah tanda betapa penting peran Yohanes dalam karya keselamatan.

Injil Lukas mengisahkan kelahiran ini penuh mukjizat. Zakharia dan Elisabet sudah lanjut usia dan tidak beranak, namun malaikat menjanjikan seorang putra. Karena Zakharia ragu, ia menjadi bisu sampai anak itu lahir; ketika ia menuliskan nama Yohanes sesuai perintah malaikat, lidahnya terlepas dan ia memuji Allah dengan madah Benedictus (Lukas 1:68).

Tanggal 24 Juni dipilih karena Injil menyebut bahwa Elisabet mengandung enam bulan sebelum Maria (Lukas 1:36). Maka kelahiran Yohanes ditempatkan enam bulan sebelum Natal. Perayaan ini juga jatuh di sekitar titik balik matahari musim panas, ketika hari mulai memendek, seakan menggemakan sabda Yohanes tentang Yesus, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30).

Perayaan kelahiran Yohanes termasuk salah satu pesta tertua Gereja, telah tercatat sejak abad keenam dan dahulu dirayakan dengan tiga Misa seperti Natal. Bagi umat hari ini, Yohanes adalah teladan kerendahan hati dan kesetiaan: seluruh hidupnya menunjuk kepada Kristus, bukan kepada dirinya sendiri.

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.

Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).

Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).

Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).

Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari