Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
Sebelum Matahari Terbit
Ada satu jam dalam sehari yang paling gelap sekaligus paling dingin, yaitu jam sebelum fajar. Namun justru pada jam itu kampung sudah mulai bergerak. Petani berangkat ke sawah, pedagang menata dagangan di pasar, nelayan menarik perahu ke air. Orang-orang yang paling mencintai pekerjaannya selalu bangun ketika hari masih gelap, jauh sebelum ada cukup cahaya untuk melihat jalan.
Injil Paskah dibuka persis pada jam itu. "Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur." Ia tidak menunggu terang. Ia tidak menunggu bukti. Kasih membuatnya berangkat dalam gelap, dan dalam gelap itulah ia menemukan batu telah terguling dari mulut kubur.
Selamat Paskah! Kristus telah bangkit, alleluya! Tetapi perhatikanlah, kabar terbesar sepanjang sejarah ini tidak dimulai dengan sorak-sorai dan lampu gemerlap. Ia dimulai dengan orang-orang yang berlari kebingungan dalam remang subuh. Maria berlari memanggil Petrus. Petrus dan murid yang dikasihi berlari ke kubur. Semua berlari pagi itu, sebab kasih memang tidak bisa berjalan santai ketika yang dicintai hilang. Lalu murid yang lebih muda menjenguk ke dalam, dan ia melihat serta percaya, meskipun, kata Yohanes dengan jujur, sampai saat itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit.
Inilah tanda tangan iman Paskah: ia sering lahir dalam gelap, sebelum semuanya menjadi jelas. Kita pun tidak selalu memegang matahari terbit di tangan kita. Ada masa ketika kubur-kubur kita, entah kubur kekecewaan, kegagalan, atau kehilangan, terasa jauh lebih nyata daripada kebangkitan. Pada masa seperti itu, Maria mengajari kita satu hal: tetaplah berangkat lebih dahulu, mempercayai bahwa Ia hidup bahkan ketika mata belum bisa membuktikannya.
Paulus menarik akibatnya bagi kita dalam surat Kolose. Kalau kamu dibangkitkan bersama Kristus, carilah dan pikirkanlah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, bukan perkara yang di bumi. Orang Paskah tidak lagi tinggal berlama-lama di kubur kekecewaannya, mengunjungi lukanya berulang kali. Hidupnya, kata Paulus, kini tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah, aman di tempat yang tak bisa direbut maut.
Dan Petrus, yang subuh itu berlari kebingungan, kelak berdiri tegak di depan orang banyak dan berkata dengan yakin: Yesus itu telah dibunuh dan digantung pada kayu salib, tetapi Allah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga, dan kami adalah saksinya. Matahari akhirnya memang terbit pagi itu. Tetapi imannya sudah lebih dahulu berjalan dalam gelap. Begitu pula bagi kita: percaya dulu, mengerti kemudian.
Tuhan yang bangkit, Engkau menemui mereka yang mencari-Mu selagi hari masih gelap. Kuatkanlah aku percaya sebelum semuanya terang, dan jadikanlah aku saksi kebangkitan-Mu. Alleluya. Amin.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Bacaan Pertama
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
Bacaan Kedua
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
AntifonSeperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Bacaan Ketiga
AntifonAlleluya, alleluya, alleluya.
AntifonAlleluya, alleluya, alleluya.
AntifonAlleluya, alleluya, alleluya.
AntifonAlleluya, alleluya, alleluya.
AntifonAlleluya, alleluya, alleluya.
Bacaan Keempat
Te Deum
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
AntifonTuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Antifon 2Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Antifon 2Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Bacaan singkat Kis 10:40-43
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.
Antifon KidungPagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam, Alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1 : 68-79
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Antifon KidungPagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam, Alleluya.
Doa Permohonan
℟. Terangilah kami dengan cahaya Kristus, ya Tuhan.
Bapa Yang Kudus, Engkau memindahkan Yesus, hamba-Mu yang tercinta, dari kegelapan maut kepada terang kemuliaan-Mu,* semoga kamipun masuk ke dalam seri cahaya-Mu. ℟.
Engkau menyelamatkan kami melalui iman,* semoga kami hari ini hidup seturut iman pembaptisan kami. ℟.
Engkau menyuruh kami mengarahkan usaha kami kepada alam hidup yang mulia, tempat Kristus memerintah di sebelah kanan-Mu,* lindungilah kami hari ini terhadap bujukan kejahatan. ℟.
Semoga hidup kami yang tersembunyi dalam Engkau bersama Kristus, menyinari dunia sekamir kami,* agar kami mewartakan dan mendatangkan langit baru dan bumi baru. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. 1 Cor 15, 3 b-5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Antifon 2Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, alleluya.
Antifon 2Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Bacaan singkat: (1 Kor 15,3b-5)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 6, 4)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.
Mazmur 109:1-5,7
Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.
Mazmur 113
Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.
Bacaan singkat Ibr 10:12-14
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.
Antifon KidungPada hari Minggu Paska, tatkala hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah, dan pintu-pintu dikunci. Sekonyong-konyong datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Salam bagimu, Alleluya.
Kidung Maria Luk 1 : 46-55
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Antifon KidungPada hari Minggu Paska, tatkala hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah, dan pintu-pintu dikunci. Sekonyong-konyong datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Salam bagimu, Alleluya.
Doa Permohonan
℟. Demi kemuliaan Kristus, lindungilah umat-Mu, ya Tuhan.
Bapa Yang Adil, Engkau meninggikan Kristus di atas bumi dengan kemenangan salib,* tariklah semua makhluk kepada-Nya. ℟.
Demi Putera Yang Kautinggikan, utuslah Roh Kudus kepada Gereja,* agar umat-Mu menjadi pelopor kesatuan manusia. ℟.
Peliharalah putera-putera-Mu yang baru lahir dari air dan Roh Kudus,* agar mereka setia pada janji baptis sampai kehidupan kekal. ℟.
Dengan perantaraan Putera yang Kautinggikan, tolonglah orang yang melarat, bebaskanlah orang yang tertawan, sembuhkanlah orang yang sakit,* dan gembirakanlah dunia dengan kelimpahan kasih setia-Mu. ℟.
Engkau telah menguatkan orang beriman yang meninggal, dengan tubuh dan darah mulia Kristus.* semoga pada hari kiamat mereka Kaubangkitkan bersama Kristus. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Yuliana dari Kornillon
Hari raya Tubuh Darah Kristus (Corpus Christi)-yang sama dengan hari raya Sakramen MahaKudus-masuk dalam lingkaran penanggalan atas wahyu Tuhan kepada Santa Yuliana dari Kornillon. Prosesnya sangat rumit dan lama serta meminta pengorbanan yang tidak kecil dari suster Yuliana sendiri. Penglihatan ajaib yang dialaminya membawa dia kepada penderitaan yang lama hingga hari raya itu direstui oleh pemimpin tertinggi Gereja dan dirayakan oleh seluruh Gereja. Pesta ini dirayakan pada mingu biasa setelah masa Paskah, tepatnya pada hari minggu biasa sesudah hari raya Tritunggal MahaKudus.
Yuliana lahir di Liege, Belgia pada tahun 1192. Pada umur 5 tahun, ia sudah menjadi anak yatim piatu. Maka ia dititipkan di sebuah biara di Mount Cornillon. Pada tahun 1200 terdapat di gunung ini dua buah biara santo Agustinus: yang satu untuk kaum pria dan yang satu untuk wanita. Disana terdapat beberapa buah rumah, ada usaha perkebunan dan peternakan sapi. Dibeberapa rumah para biarawan / wati itu merawat banyak orang sakit lepra. Untuk menghindari bahaya ketularan penyakit lepra, maka Yulianus bersama adiknya Agnes dipisahkan disebuah rumah pertanian yang tidak jauh dari rumah induk. Disitu mereka diasuh oleh Sr. Sapiensia. Tugas mereka adalah belajar, membersihkan rumah, memelihara bunga-bunga dan menjaga sapi. Kedua kakak-beradik ini selalu ikut serta dalam doa, perayaan Ekaristi dan upacara-upacara lainnya. Yuliana menaruh hormat yang tinggi kepada Sakramen MahaKudus yang diterimanya setiap kali mengkuti perayaan Ekaristi. Ia juga suka sekali membaca buku-buku karya Santo Agustinus, Santo Bernardus, dan lain-lainnya di perpustakaan.
Pada usia 16 tahun, Yuliana mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia melihat bulan purnama yang aneh sekali; pinggirannya tercabik. Ia ragu-ragu memastikan arti penglihatan itu, apakah itu suatu godaan dari roh jahat atau pewahyuan Tuhan. Ia berdoa memohon agar Yesus menerangkan kepadanya arti penglihatan itu. Dua tahun kemudian Yesus menampakkan diri kepadanya dan menerangkan arti penglihatan itu: bahwasannya bulan itu adalah lingkaran tahun Liturgis Gereja dengan berbagai hari raya. Sedangkan cabikan pada pinggiran bulan purnama itu menandakan bahwa lingkaran tahun liturgi gereja belum sempurna oleh karena tidak adanya hari raya khusus untuk menghormati sakramen MahaKudus. Yuliana di minta oleh Yesus untuk menyampaikan kepada pemimpin Gereja agar segera menetapkan suatu hari khusus untuk menghormati Sakramen MahaKudus. Dengan takut-takut, Yuliana berkata: "Ah Tuhan! Jangan aku yang Kautugaskan untuk menyampaikan hal itu. Serahkan saja tugas ini kepada seorang imam yang saleh dan terpelajar!". Tetapi Yesus menjawab: "Kaulah orang yang kuanggap layak untuk tugas luhur ini. Justru orang lemah namun berbakti kepada-Ku layak untuk menjalankan tugas ini!".
Hari dan tahun berjalan terus hingga Yuliana menjadi suster di biara St. Agustinus Mount Carnillon. Karena kedudukannya masih rendah, ia tidak berani membuka rahasia penampakan itu dan pesan Tuhan Yesus. Barulah ketika ia terpilih menjadi prior pad atahun 1225, ia mulai membuka rahasia penampakan dan pesan Tuhan itu. Mula-mula ia mengutarakan pesan Tuhan itu kepada Eva, seorang pertapa wanita yang saleh dan pintar. Eva selanjutnya berbicara dengan para imam, antara lain dengan Hugo, Propinsial Ordo Dominikan, Uskup J. Pantelleon dan para ahli dibidang liturgi dan teologi. Sementara itu, Yuliana terus berdoa agar semua orang dapat menerima baik pesan Tuhan yang disampaikan kepadanya. Pada dasarnya pemimpin Gereja setempat dan para ahli itu tidak menolak memasukkan Pesta Sakramen MahaKudus dalam liturgi gereja. Hasil pertama diperolehnya pada tahun 1246 yaitu tatkala hari raya Corpus Christi itu disetujui dan diresmikan oleh Uskup J. Pantellon .
Namun sejak itulah Yuliana mengalami banyak penderitaan. Banyak orang termasuk imam-imam mencap Yuliana sebagai orang yang kerasukan setan. Dan banyak dakwaan dan kritik lain terhadapnya yang menuduh dia memanfaatkan kedudukannya sebagai pemimpin biara untuk ambisi pribadi mempromosikan penemuannya tentang hari raya Sakramen MahaKudus itu. Ia dipecat dari kedudukannya sebagai pemimpin biara dan diusir dari biara itu. Ia lalu pergi bergabung dengan Eva di pertapaannya. Akhirnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan fisik dan batin, Yuliana meninggal pada tanggal 5 April 1258.
Sepeninggal Yuliana, Eva wanita pertapa itu melanjutkan perjuanggannya, didukung oleh Uskup J. Pantalleon. Delapan tahun kemudian Hugo, Propinsial Dominikan yang mengenal baik Yuliana, terpilih menjadi Paus di Roma dengan nama Paus Urbanus IV (1261-1264). Taklama kemudian pada tahun 1264 Paus Urbanus IV menetapkan hari raya Tubuh dan Darah Kristus sebagai pesta gereja. Kemudian Paus Klemens V (1305-1314) mengesahkannya pada tahun 1312.
Santo Vinsensius Ferreri
Santo Vinsensius Ferreri dikenal sebagai pembuat mukjizat, wartawan hari kiamat dan pentobat orang-orang berdosa. Ia lahir pada tanggal 23 Januari 1350 di Valensia, Spanyol. Ferreri adalah seorang anak yang dikaruniai rahmat istimewa. Pada usia 14 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan awalnya dalam bidang filsafat di Valensia. Pada usia 17 tahun, Ferreri di terima dalam ordo Dominikan dan dikirim ke Barcelona, Spanyol pada tahun berikutnya. Setelah beberapa lama ia mengajar filsafat di Lerdia, Spanyol, ia kembali ke Barcelona pada tahun 1373.
Setelah lama belajar di Toulouse, Prancis, kepribadian dan cara hidup Ferreri menarik hati kardinal Pedro de Luna (yang kemudian menjadi Paus Benediktus XIII pada tahun 1394-1423 di Avignon) ketika terjadi skisma besar di kalangan Gereja Barat. Pada tahun 1379, Luna mengangkat Ferreri sebagai pembantunya untuk menangani persoalan kePausan di Avignon. Ketika kardinal Luna dipilih menjadi Paus, Ferreri menjadi penasehat dan bapa pengakuan pribadi Paus di Avignon. Ia menolak penunjukkan atas dirinya menjadi seorang kardinal dan pemimpin beberapa kantor Gereja karena ia lebih suka berkarya sebagai seorang misionaris di antara umat. Kira-kira pada tahun 1398, ia diserang demam yang membahayakan. Ketika itu, ia mengalami penampakan Yesus bersama Santo Dominikus dan Fransiskus Asisi. Dalam penglihatan itu, Yesus memerintahkan dia untuk mewartakan Injil di antara bangsa-bangsa. Setelah penampakan itu, Ferreri kembali dan bersiap diri untuk menjalankan perintah Yesus.
Selama 20 tahun, Ferreri mengelilingi Spanyol, Italia, Jerman dan Switzerland untuk mewartakan Injil bagi pertobatan orang-orang berdosa. Khotbahnya selalu dilaksanakan di luar gereja karena ruangan Katedral tidak bisa menampung jumlah umat yang hadir. Tuhan menganugerahi kepadanya kemampuan berbahasa sehingga khotbahnya dapat dimengerti oleh para pendengarnya yang berbahasa latin, bahkan oleh petani sederhana sekalipun.
Sekali peristiwa, dalam khotbahnya ia meramalkan bahwa Benediktus dari Siena, seorang hadirin yang turut mendengar khotbahnya ketika itu, kelak akan dihormati oleh gereja sebagai Santo. Juga kepada Alphonso Borja, Ferreri mengatakan bahwa ia akan menggelarkan Santo kepada Ferreri ketika ia menjabat sebagai Paus. Ramalan-remalannya kemudian terpenuhi ketika ia meninggal.
Proses penyelidikan terhadap Ferreri dilakukan. Setelah 873 mukjizat diperiksa dan dinyatakan benar, maka panitia penyelidik menghentikan pekerjaannya. Mukzijat terbesar adalah cara hidupnya yang keras penuh dengan doa, matiraga dan tapa, tetapi tetap bersemangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta. Vincentius Ferreri meninggal di Vannes, Inggris, pada tanggal 5 April 1419.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari