Doa Katolik
Brevir · Masa Paskah

Jumat VI Bacaan

Pekan VI · Jumat · Ibadat Bacaan
Masa Paskah

Jumat VI Bacaan

Masa Paskah · Pekan VI · Jumat · Ibadat Bacaan

Bagi Anda yang telah merayakan Kenaikan Tuhan kita pada hari Kamis, gunakan tautan ini untuk Ibadat Bacaan pada hari Jumat dalam Pekan ke-6 Paskah setelah Kenaikan.
Ibadat Bacaan pada hari Jumat dalam Pekan ke-6 Paskah sebelum Kenaikan.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Salam Maria, penuh rahmat
Tuhan besertamu
Terpujilah engkau di antara wanita
Dan terpujilah buah rahimmu, Yesus
Santa Maria, Bunda Allah
Doakanlah kami orang berdosa
Sekarang, dan pada waktu kami mati
Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, alleluya.

Mazmur 37 (38)

Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah

Semua sahabatnya berdiri dari kejauhan. (Lukas 23:49)

I
Ya Tuhan, janganlah menghardik aku dalam murka-Mu;

janganlah menghukum aku, Tuhan, dalam amarah-Mu.

Anak panah-Mu telah menancap dalam padaku;

tangan-Mu telah menimpa aku.
Karena murka-Mu seluruh tubuhku sakit:

karena dosaku, tidak ada kesehatan pada anggota tubuhku.

Kesalahanku menjulang lebih tinggi dari kepalaku;

itu adalah beban yang terlalu berat untuk ditanggung.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, alleluya.

Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.

II
Luka-lukaku busuk dan bernanah,

akibat kebodohanku sendiri.

Aku membungkuk dan berlutut.

Aku meratap sepanjang hari.
Seluruh tubuhku terbakar demam;

seluruh tubuhku sakit.

Lelah dan hancur luluh,

aku berseru dengan pedih hati.
Ya Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku:

rintihanku tidak tersembunyi dari-Mu.

Jantungku berdebar, kekuatanku habis;

cahaya pun telah lenyap dari mataku.
Sahabat-sahabatku menjauhiku seperti penderita kusta;

mereka yang terdekat denganku berdiri jauh.

Mereka yang berkomplot melawan hidupku memasang jerat;

mereka yang mencari kehancuranku berbicara tentang bahaya,

merencanakan pengkhianatan sepanjang hari.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.

Antifon 3Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku, alleluya.

III
Tetapi aku seperti orang tuli yang tidak dapat mendengar,

seperti orang bisu yang tidak dapat berbicara.

Aku seperti orang yang tidak mendengar apa-apa

yang di mulutnya tidak ada pembelaan.
Aku mengandalkan Engkau, ya Tuhan:

Engkaulah, Tuhan Allah, yang akan menjawab.

Aku berdoa: “Jangan biarkan mereka mengejekku,

mereka yang bersukacita jika kakiku tergelincir.”
Karena aku hampir jatuh

dan rasa sakitku selalu di hadapanku.

Aku mengakui bahwa aku bersalah

dan dosaku memenuhi aku dengan kecemasan.
Musuh-musuhku yang sembrono tidak terhitung jumlahnya

dan musuh-musuhku yang berdusta banyak.

Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan

dan menyerangku karena mencari apa yang benar.
Ya Tuhan, janganlah meninggalkan aku!

Ya Allahku, janganlah menjauh!

Bersegeralah datang menolongku,

Ya Tuhan, Allahku, penyelamatku!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Janganlah meninggalkan kami, Tuhan Allah kami; Engkau tidak melupakan tubuh Kristus-Mu yang hancur, pun ejekan yang diterima kasih-Nya. Kami, anak-anak-Mu, terbebani oleh dosa; berikanlah kepada kami kepenuhan belas kasihan-Mu.

AntifonAku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) , saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Allah telah melahirkan kita kembali kepada pengharapan yang hidup, alleluya.
Dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, alleluya.

Bacaan Pertama dan Bacaan Kedua bersifat proper, berbeda tiap tanggal, sehingga tidak ditampilkan pada rumus umum ini.

Untuk bacaan lengkap hari ini, buka Doa Hari Ini. Kumpulan bacaan kedua dapat dijelajahi di Bacaan Rohani.