Ya Allah, sudilah menolong aku.
Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.
Madah
Betlehem, kota termulia,
tiada yang dapat menyamai Dikau;
hanya Dikau yang melahirkan Tuhan dari surga
yang menjelma bagi kami.
Lebih indah dari mentari pagi
adalah bintang yang mewartakan kelahiran-Nya;
mengumumkan Allah mereka kepada bangsa-bangsa,
terlihat dalam wujud daging di bumi.
Dipandu oleh keindahan cahayanya
lihatlah raja-raja dari Timur muncul;
lihatlah mereka membungkuk, mempersembahkan hadiah mereka,
hadiah kemenyan, emas, dan mur.
Hal-hal yang sakral dengan makna mistis:
kemenyan menyatakan Allah,
emas mewartakan seorang raja,
mur melambangkan makam di masa depan.
Yesus yang Kudus, dalam kemuliaan-Mu
yang dinyatakan kepada dunia bangsa-bangsa,
bersama Bapa dan Roh Kudus
pujian abadi bagi-Mu.
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu.
Mazmur 37 (38)
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabat-Nya berdiri dari kejauhan (Lukas 23:49).
I
Ya Tuhan, janganlah menghardik aku dalam murka-Mu;
janganlah menghukum aku, Tuhan, dalam amarah-Mu.
Anak panah-Mu telah menancap dalam diriku;
tangan-Mu telah menimpa aku.
Karena murka-Mu seluruh tubuhku sakit:
karena dosaku, tiada kesehatan pada anggota tubuhku.
Kesalahanku menjulang lebih tinggi dari kepalaku;
itu adalah beban yang terlalu berat untuk ditanggung.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
AntifonTuhan, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu.
Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
II
Luka-lukaku busuk dan bernanah,
akibat kebodohanku sendiri.
Aku membungkuk dan berlutut.
Aku meratap sepanjang hari.
Seluruh tubuhku terbakar demam;
seluruh tubuhku sakit.
Lelah dan hancur luluh,
aku berteriak keras dalam penderitaan hati.
Ya Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku:
rintihanku tidak tersembunyi dari-Mu.
Jantungku berdebar, kekuatanku habis;
cahaya pun telah lenyap dari mataku.
Sahabat-sahabatku menjauhiku seperti penderita kusta;
mereka yang terdekat denganku berdiri jauh.
Mereka yang merencanakan melawan hidupku memasang jerat;
mereka yang mencari kehancuranku berbicara tentang kejahatan,
merencanakan pengkhianatan sepanjang hari.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
AntifonTuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
Antifon 3Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku.
III
Tetapi aku seperti orang tuli yang tidak dapat mendengar,
seperti orang bisu yang tidak dapat berbicara.
Aku seperti orang yang tidak mendengar apa-apa,
yang di mulutnya tidak ada pembelaan.
Aku mengandalkan Engkau, ya Tuhan:
Engkaulah, Tuhan Allah, yang akan menjawab.
Aku berdoa: “Jangan biarkan mereka mengejekku,
mereka yang bersukacita jika kakiku tergelincir.”
Sebab aku hampir jatuh
dan penderitaanku selalu di hadapanku.
Aku mengakui bahwa aku bersalah
dan dosaku memenuhi aku dengan kecemasan.
Musuh-musuhku yang sembrono tidak terhitung jumlahnya
dan musuh-musuhku yang berdusta banyak.
Mereka membalas kejahatan kepadaku untuk kebaikan
dan menyerangku karena mencari apa yang benar.
Ya Tuhan, janganlah meninggalkan aku!
Ya Allahku, janganlah menjauh!
Bersegeralah datang menolong aku,
Ya Tuhan, Allahku, penyelamatku!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Janganlah meninggalkan kami, Tuhan Allah kami; Engkau tidak melupakan tubuh Kristus-Mu yang hancur, pun ejekan yang diterima oleh kasih-Nya. Kami, anak-anak-Mu, terbebani oleh dosa; berikanlah kepada kami kepenuhan belas kasihan-Mu.
AntifonAku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku.
Hening Suci (ditandai dengan lonceng)
Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dalam Kristus ada hidup.
Dan hidup itu adalah terang manusia.