Doa Katolik
Peringatan 21 Februari

Santo Petrus Damianus

Uskup dan Pujangga Gereja · 1007-1072
Santo Petrus Damianus
Nama lain
Reforming Monk, Great predecessor of Saint Francis of Assisi
Lahir
Tahun 1007
Kota asal
Ravenna, Italy
Wafat
22 February 1072 di Ravenna, Italy · Oleh sebab alamiah · Makamnya dipindahkan beberapa kali; dan sejak tahun 1898 berada di Chapel of Saint Peter Damian di The catherdral of Faenza, Italy
Kanonisasi
Tahun 1823 oleh Paus Leo XII
Semua santo-santa

Orangtua Petrus meninggal selagi ia masih kecil. Kakaknya yang sulung memikul tanggung jawab untuk membesarkan Petrus. Meskipun demikian, Petrus tidak menikmati suatu hidup yang baik dan membahagiakan di rumah kakaknya itu. Dia diperlakukan secara kejam. Menyaksikan keadaan Petrus, seorang saudaranya yang sudah menjadi imam, mengirim dia untuk belajar di Parma.

Di sekolah ini Petrus mengalami perkembangan yang sangat baik. Tingkah lakunya disenangi oleh banyak orang. Ia meraih prestasi yang luar biasa dalam semua mata pelajaran. Di antara kawan kawannya, Petrus dikenal sebagai anak yang suka menolong kawan kawannya yang mengalami kesusahan dan berbagai kesulitan. Ia memberikan uang kepada mereka meskipun tunjangan hidupnya sendiri tidak memadai. Setelah menjalani suatu sejarah hidup yang kelam dan panjang, ia akhirnya di tabhiskan menjadi Imam. Tekadnya menjadi imam ialah tidak mau mengabdi Tuhan setengah setengah. Karena itu ia mengambil keputusan untuk meninggalkan segala galanya, lalu menjadi rahib di pertapaan Fonte Avellana.

Kebijaksanaan, kepintaran dan kerendahan hatinya membuat dia disenangi oleh semua rahib di pertapaan itu. Akhirnya ia diangkat menjadi pemimpin pertapaan itu. Dalam kedudukannya sebagai pemimpin, pertapaannya mengalami perubahan perubahan yang menggembirakan. Ia juga sering diminta untuk membantu membereskan masalah masalah yang menimpa kehidupan biara baira lain. Ia pun diangkat menjadi penasehat pribadi untuk tujuh orang Paus. Karena semua prestasinya itu, Petrus Damianus akhirnya di pilih menjadi Uskup dan Kardinal di Ostia oleh Sri Paus Stephanus IX (1057 1058). Jabatan mulia ini kemudian diletakkan kembali karena ia lebih suka hidup menyendiri di biara pertapaan di Fonte Avellana.

Sungguhpun Petrus dikenal luas sebagai seorang Intelektual, namun ia tetap menampilkan dirinya setara dengan kawan kawannya. Ia dengan senang hati mengerjakan tugas tugas dari biaranya, mengikuti aturan aturan yang berlaku, menyelesaikan pekerjaan pekerjaan tangan seperti membuat sendok dari kayu, memperbaiki keranjang dll.

Pada tahun 1072, Petrus Damianus meninggal dunia. Tulisan tulisannya tentang berbagai soal iman sangat bermutu dan menjadi warisan Gereja yang bernilai tinggi. oleh gereja, Petrus Damianus di hormati sebagai Pujangga Gereja.

Lihat di Doa Hari Ini (21 Februari)