Santo Lusianus
- Nama lain
- Lusianus Martir, Lucian dari Drepanum, Lucian dari Nicomedia
- Lahir
- Hidup pada pertengahan abad ke-3
- Kota asal
- Samosta - Asia Kecil (sekarang Samsat Provinsi Adıyaman – Turki)
- Wafat
- Martir - Dibiarkan mati kelaparan dalam penjara pada tahun 312. · Sebagian tradisi menyatakan : Mati dengan dipenggal pada tahun 312
- Kanonisasi
- Pra-Kongregasi (sebelum 1588)
Lusianus berkebangsaan Syria dan lahir di kota Samosata. Ia merupakan seorang ahli sastra. Keahlian ini mewarnai seluruh karyanya sebagai seorang imam. Minatnya terpusat seluruhnya pada pendidikan agama dan penerjemahan Kitab Suci. Terjemahan ini sangat berguna bagi Santo Hieronimus, yang menerjemahkan Kitab Suci dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Latin, yang lazim disebut Vulgata.
Lusianus ditangkap karena imannya dan usaha penyebaran iman yang dilakukannya. Saat pengadilan atas dirinya di depan Mahkamah Pengadilan dimanfaatkan benar - benar untuk menerangkan agama Kristen. Hakim sangat tertegun mendengarkan kesaksian Lusianus dan tak sanggup membantah kebenarannya. Ia kemudian dipenjarakan tanpa diberi makan dan minum. Ketika lapar dan haus, kepadanya disuguhkan makanan lezat yang sudah dipersembahkan kepada dewa - dewi. Dengan tegas dia menolak untuk makan. Ketegasan ini bukan karena hal itu merupakan dosa, tetapi karena ia tak ingin menjadi batu sandungan bagi para umatnya yang masih lemah imannya.
Meski hebat penderitaannya, Lusianus tetap teguh imannya. Akhirnya pada tahun 312, ia pun meninggal dunia dalam kekokohan iman yang tak tergoyahkan.