S. Maria Magdalena
- Nama lain
- Maria Maddalena, Maria Magdalena, Mary Magdalene, The Sinner
- Lahir
- Hidup abad pertama
- Kota asal
- Magdala, Galilea - Israel
- Wafat
- Menurut Tradisi Gereja Orthodox : Meninggal di Efesus pada usia tua. Relik nya dipindahkan ke Konstantinopel pada tahun 886, disemayamkan disana sampai hari ini · Menurut tradisi Perancis : saat ia berbaring dalam sakratul maut, sembilan malaikat membawanya ke kapel Santa Maximinus di Aix dimana ia menerima Komuni dan kemudian meninggal. Dimakamkan dalam Oratorium dibangun oleh Saint Maximinus di Villa Lata. · Pada tahun 745, karena invasi bangsa Saracen, relik-nya dipindahkan ke Vézelay, lalu dipindahkan ke bekas pertapaannya di bukit La Sainte-Baume. Tahun 1279 Raja Charles II dari Napoli membangun sebuah biara Dominikan di bukit tersebut. · Tahun 1814 Gereja di La Sainte-Baume, dihancurkan pada saat Revolusi Perancis dan baru dipulihkan pada tahun 1822. Pertapaan tersebut saat ini menjadi tempat ziarah yang sangat populer.
- Kanonisasi
- Pra-Kongregasi (sebelum 1588)
Maria berasal dari Magdala, sebuah kota nelayan di tepi Danau Galilea, itulah asal sebutan Magdalena. Injil mencatat bahwa Yesus membebaskannya dari tujuh roh jahat. Sejak saat itu ia menjadi salah seorang perempuan yang mengikuti Yesus dan menyokong pewartaan-Nya dengan harta mereka.
Kesetiaannya tampak paling nyata pada saat tergelap. Ketika banyak murid melarikan diri, Maria Magdalena berdiri di dekat salib dan menyaksikan Yesus wafat serta dimakamkan. Pada pagi Paskah, ia datang ke kubur dan mendapatinya kosong. Kepadanyalah Yesus yang bangkit pertama kali menampakkan diri. Mula-mula ia mengira Yesus seorang tukang kebun, sampai Yesus menyapa namanya, Maria. Yesus lalu mengutusnya memberitakan kebangkitan kepada para rasul.
Karena itulah tradisi Gereja menghormatinya dengan gelar apostola apostolorum, rasul para rasul, sebab ia diutus membawa kabar sukacita kepada mereka yang kelak menjadi rasul. Pada tahun 2016 Paus Fransiskus menaikkan peringatannya menjadi pesta, menegaskan martabatnya sebagai saksi utama kebangkitan. Kisahnya menunjukkan bahwa cinta yang setia sampai akhir adalah yang pertama menemukan Kristus yang hidup.
Pelindung: para wanita yang bertobat, pembuat wewangian, dan mereka yang mencari belas kasih.