Doa Katolik
Renungan · Minggu, 18 Oktober 2026

Bergambar Siapa

Semua renungan

Coba keluarkan selembar uang dari dompet. Di situ ada gambar pahlawan, lambang negara, tanda tangan pejabat bank. Uang itu sah bukan karena kertasnya, melainkan karena gambar dan tulisan yang dicetak di atasnya. Siapa yang gambarnya tercetak, dialah yang berkuasa atas uang itu.

Minggu lalu kita mendengar perjamuan kawin yang kursinya dibiarkan kosong. Hari ini orang Farisi dan orang Herodian, dua kubu yang biasanya saling sinis, kompak memasang jerat. Boleh membayar pajak kepada kaisar atau tidak? Jawab ya, Yesus dicap antek penjajah. Jawab tidak, Ia bisa dilaporkan sebagai pemberontak. Pertanyaannya kedengaran sopan, padahal bermata dua.

Yesus tidak berteori. Ia minta ditunjukkan sekeping koin. Gambar dan tulisan siapakah ini? Gambar kaisar. Kalau begitu, berikanlah kepada kaisar apa yang wajib diberikan kepada kaisar. Koin itu memang bergambar kaisar, kembalikan saja kepada pemiliknya. Lalu kalimat kedua, yang sering kita baca sambil lalu: dan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah.

Di sinilah pertanyaannya berbalik kepada kita. Kalau koin bergambar kaisar adalah milik kaisar, apa yang bergambar Allah? Kitab Kejadian sudah menjawab sejak halaman pertama: manusia diciptakan menurut gambar Allah. Koin boleh untuk kaisar. Diri kita seutuhnya, waktu kita, hati kita, pilihan hidup kita, bergambar Allah. Itulah yang wajib kita kembalikan. Kaisar mendapat logamnya. Allah berhak atas orangnya.

Bacaan pertama memperlihatkan betapa luas kuasa Allah bahkan atas wilayah kaisar. Koresh, raja Persia yang tidak mengenal Tuhan, disebut orang yang Kuurapi. Allah memegang tangan kanannya dan memakai dia untuk memulangkan Israel dari pembuangan. Rupanya Allah tidak pernah kehabisan cara. Kuasa duniawi pun bisa menjadi alat di tangan-Nya, kadang tanpa disadari oleh pemegangnya.

Hari ini Gereja juga merayakan Minggu Misi Sedunia. Misi berasal dari kata Latin missio, pengutusan. Paulus mengenang jemaat Tesalonika yang menerima Injil bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan kekuatan Roh Kudus, lalu hidup dalam amal iman, usaha kasih, dan ketekunan harapan. Misi tidak selalu berarti berangkat ke pulau yang jauh. Misi bisa berarti mengembalikan kepada Allah apa yang menjadi milik-Nya: anak yang kita didik, pekerjaan yang kita jalani, tetangga yang kita sapa. Orang Jawa menyebutnya sangkan paraning dumadi, tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali.

Maka malam ini, sebelum tidur, cobalah bertanya kepada diri sendiri: dari semua yang kupegang hari ini, mana yang sudah kukembalikan kepada Allah?

Tuhan, Engkau menera gambar-Mu pada diriku. Jangan biarkan aku menyerahkannya kepada pemilik yang salah. Jadikanlah hidupku utusan-Mu di tempat aku berada. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap

SebelumnyaGandum Allah BerikutnyaLumbung